
Tidak terasa hari berlalu dengan cepat dan kini Alex dan Karina menikah. Adiknya menatap tajam terhadap kakaknya yang selalu tersenyum bahagia membuat Karin mempunyai sejuta rencana untuk merebut orang yang dicintainya dan tidak rela adiknya menikah.
Selama pernikahan suaminya mengikuti istrinya karena Alex tahu kalau ibu mertua dan adik iparnya tidak menyukai Karina.
" Aku ingin bicara dengan kakakku." Ucap Karin
" Bicaralah." Ucap Alex
" Aku ingin bicara berdua." Ucap Karin
" Tidak bisa, aku suaminya kalau ingin bicara silahkan di depanku saja." ucap Alex dengan tegas
" Tapi..." Ucapan Karin terpotong oleh Alex
" Kalau tidak mau tidak usah bicara. Ayo sayang sepertinya sayangku lelah kita istirahat saja biar orang tuaku yang menemani para tamu undangan." Ucap Alex sambil menarik tangan istrinya.
Karin menatap tajam sambil menggenggam tangannya dengan erat.
( " Bersenang - senanglah dahulu karena pada saat yang tepat aku akan mengambil semua yang akan menjadi milikku." ucap Karin dalam hati ).
Satu Tahun Kemudian
Tidak terasa usia pernikahan Karina dan Alex menginjak selama satu tahun dan kini Karina hamil besar dan sebentar lagi akan melahirkan.
" Sstttt sayang, perutku sakit." Rintih istrinya
" Kita ke dokter sekarang." Ucap Alex sambil menggendong istrinya.
Singkat cerita kini mereka sudah berada di rumah sakit. Mereka menunggu di ruang persalinan, suaminya dengan setia menemani istrinya. Hingga ponsel miliknya berdering membuat Alex mengangkat ponselnya karena yang menghubungi dirinya adalah mommynya.
" Hallo dad." Panggil Alex
" Alex, mommymu mengalami kecelakaan dan kondisinya kritis." Ucap daddynya Alex
" Apa??" ucap Alex dengan nada terkejut
__ADS_1
" Alex cepat ke sini mommy ingin bicara denganmu mungkin ini pesan terakhir." ucap daddynya Alex.
" Baik dad." Jawab Alex
tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak.
" Ada apa sayang?" tanya istrinya karena melihat suaminya gelisah.
" Mommy mengalami kecelakaan dan kritis." Ucap Alex
" Kalau begitu temani mommy." ucap istrinya
" Tapi bagaimana denganmu sayang?" ucap Alex bingung
" Mommy lebih penting, aku tidak apa - apa." Ucap istrinya.
" Tapi sayang..." ucap Alex terpotong oleh istrinya.
" Sayang aku tidak apa - apa, aku akan merasa bersalah jika terjadi sesuatu dengan mommy." Ucap istrinya sambil menggenggam tangan Alex.
" Terima kasih sayang, aku janji secepatnya kembali ke sini." Ucap Alex sambil mengecup kening istrinya.
Alex pergi meninggalkan istrinya dengan berat tapi mengingat perkataan daddynya membuat Alex memilih melihat kondisi mommynya. Setelah kepergian Alex dua orang wanita masuk ke dalam ruang persalinan.
" Hallo sayang apa kabar." panggil mereka berdua.
" Ibu, adik." Panggil Karin dengan nada terkejut.
" Dokter saya sudah tidak kuat." Ucap Karina sambil meringis menahan rasa sakit.
" Baik nyonya sekarang sudah pembukaan sepuluh waktunya melahirkan." ucap dokter tersebut.
Dua menit kemudian Karina melahirkan putra pertamanya dan langsung di ambil oleh ibunya.
__ADS_1
" Karin cepat buka bajumu dan tukar dengan baju kakakmu." Perintah ibunya.
" Ibu, apa maksud ibu?" Ucap Karina terkejut sambil menahan rasa sakit.
" Adikmu yang akan menggantikan dirimu dan kamu yang akan menggantikan adikmu." Ucap ibunya sambil tersenyum menyeringai.
Karin langsung buru - buru melepaskan pakaiannya.
" Maaf nyonya saya bukan pakaian nyonya." ucap dokter tersebut sambil membuka pakaian Karina.
" Dokter kenapa dokter melakukan ini padaku? apa salahku?" tanya Karina
" Dia adalah dokter gadungan yang ibu bayar dan dokter yang asli sudah tertidur pulas." Ucap ibunya tanpa punya rasa bersalah sedikitpun.
Kini Karina memakai pakaian milik Karin sedangkan Karin memakai pakaian Karina.
" Cepat pergilah bawa Karina keluar dari sini." Perintah ibunya Karina dan Karin sambil menutup mulut Karina dengan lakban.
Dokter itupun langsung pergi meninggalkan ruang persalinan sambil mendorong kursi roda di mana Karina duduk tidak berdaya sambil menahan rasa sakit di perutnya.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
" Tapi sayang sekali ketika ayahmu kembali ke ruang persalinan ayahmu langsung mengetahui kalau aku bukan ibumu." ucap Karin
" Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya daddy Gavin sambil menggenggam tangannya dengan erat.
" Aku mengancamnya akan membunuhmu jika mengusirku dan akhirnya ayahmu terpaksa menerimaku. Ayahmu baik padaku dan sering memperhatikan diriku sedangkan dirimu tidak diperhatikan oleh ayah kandungmu. Kamu hanya diurus oleh baby sister, saat itu aku bahagia sekali tapi ternyata itu tidak berlangsung lama karena ternyata itu hanya siasat ayahmu dan aku di jebloskan di penjara bersama ibuku akibat ulah ayahmu." ucap Karin.
" Lima tahun kemudian kami keluar dari penjara tapi sayang ibuku meninggal karena mengalami serangan jantung karena semua aset berharganya sudah diberikan oleh ibu tiriku. Ternyata selama kami di penjara ayahku menikah lagi tanpa sepengetahuan ibuku dan memberikan semua harta bendanya tanpa terkecuali bahkan perhiasan milik ibuku juga diberikan oleh ibu tiriku begitu juga dengan perhiasan yang kukumpulkan dari mencuri dan dari memeras pria hidung belang diberikan oleh adik tiriku." Sambung Karin dengan kilatan penuh dendam.
" Aku datang diam - diam ke rumah milik orang tuaku pada malam hari dan membakar rumah itu dan mereka semua mati terpanggang. Hahahaha... mereka pantas mendapatkannya." Ucap Karin sambil tertawa gila.
" Setelah aku membakar rumah milik orang tuaku besoknya aku menculikmu dan membuangmu di panti asuhan agar ayahmu sedih. Saat itu aku sangat senang sekali sehingga aku ke rumah ayahmu tapi ternyata penjagaan di rumah ayahmu sangat ketat jadi aku menunggu di luar gerbang hingga aku melihat ibumu ternyata masih hidup dan orang yang aku cintai sedang menggendong anak kecil seumuran dirimu." Ucap Karin
" Aku sangat marah karena aku pikir ibumu mati tapi ternyata perkiraanku salah. Aku mencoba mencari ide kembali dan sambil mengintai rumahmu. Setelah sekian lama mengintai aku tahu kelemahannya hingga suatu ketika aku menabrak ibumu ketika ingin menyebrang jalan dan langsung mati seketika." Ucap Karin
__ADS_1
" Seminggu setelah kematian Karina, laki - laki yang aku cintai aku dekati kembali dengan pura - pura menyesal tapi ayahmu tidak mau membuka hatinya untukku sehingga aku dendam padanya. Sehingga aku memeliharamu dan menganggap kamu adalah putraku agar kamu dan adikmu bertengkar dan saling bermusuhan dan rencanaku berhasil." ucap Karin
" Tapi sayang aku sudah tahu semuanya." Ucap Ronald tiba - tiba datang bersama Federick.