
Lina mengambil ponsel milik tuan David membuatnya membulatkan matanya dengan sempurna karena dirinya masih ingat dengan pria paruh baya itu.
" Saya mengenalnya tuan, waktu semalam dia mengajakku berkenalan. Aku tidak menyangka jika pria ini sangat jahat padaku. Maaf tuan apakah pria ini juga sudah di tangkap?" tanya Lina sambil menahan amarahnya karena gara - gara ulah pria paruh baya itu membuat dirinya kehilangan harta berharga nya yang selama ini selalu di jaganya.
" Sudah, aku dan Ronald akan memberikan hukuman untuk mereka dan kamu Lina aku minta tolong jaga putraku Daka selama aku dan Ronald pergi." perintah David.
David percaya dengan Lina yang bisa menjaga putranya terlebih Daka mau di sentuh oleh Lina, Ronald, Federick dan dokter Sandra selebihnya Daka tidak mau di sentuh oleh orang lain karena itulah David mempercayakan Lina untuk merawat dan menjaga Daka.
" Baik tuan, bolehkah aku meminta satu hal tuan." pinta Lina
" Apa itu Lin?" tanya David.
" Aku minta pria baruh baya itu di kebiri agar tidak ada lagi korbannya." pinta Lina.
" What??" teriak David dan Ronald dengan nada terkejut terlebih Ronald sambil memegangi keris pusakanya yang semalam digunakan bersama Lina.
" Ish.... daddy, aman isik." ucap Daka sambil memegang ke dua telinganya dengan menggunakan ke dua tangannya yang mungil.
" Apa itu aman isik?" tanya David dengan nada bingung.
" Oh itu tuan maksudnya paman berisik." ucap Lina
" Oh, daddy dan paman berisik." ucap David
" Siapa itu paman?" sambung David
Daka menunjuk paman Ronald, David dan Ronald hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Tidak berapa lama pesanan mereka datang, mereka langsung makan tanpa ada satupun yang berbicara hingga tidak terasa mereka pun sudah selesai makan dan minum.
" Daka, sama kak Lina ya?" ucap David sambil membelai rambut anaknya.
" Baik daddy." ucap Daka sambil tersenyum manis.
cup
" Anak daddy memang pintar." puji David sambil mengecup pipi gembul Daka.
__ADS_1
David memberikan Daka ke Lina dan Lina langsung menggendong Daka.
" Kamu di dalam kamar saja, nanti dua jam lagi aku akan datang." perintah David.
" Baik tuan." Jawab Lina sambil berdiri meninggalkan mereka menuju ke arah pintu lift.
Setelah kepergian Lina, David dan Ronald berjalan keluar menuju ke parkiran mobil untuk memberikan hukuman untuk Celline dan pria paruh baya itu.
Seperti biasa David duduk di belakang kursi pengemudi sedangkan Ronald duduk di kursi pengemudi. Ronald mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Ronald apakah kamu dan Lina telah melakukan itu?" tanya David kepo
" Sudah tuan." Jawab Ronald jujur karena dirinya tidak bisa berbohong dengan tuan David.
" Kapan kalian berencana akan menikah?" tanya David.
" Tidak tuan kami tidak ada rencana menikah." ucap Ronald.
" Kenapa? apakah dia tidak menjaga mahkota berharganya?" tanya David dengan nada terkejut.
" Aku tidak mencintai Lina tuan karena itulah kami tidak menikah. Lina menjaga mahkota berharganya tuan dan saya yang mengambil mahkota berharganya." ucap Ronald.
" Aku memintanya untuk menggugurkannya karena aku tidak mau Lina mengandung anakku." ucap Ronald
" Ronald anak itu tidak salah karena yang salah itu kalian berdua dan kalian sudah melakukan perbuatan dosa, apakah kalian akan menambah dosa lagi dengan membunuh anak kalian?" tanya David
" Aku bukan sok suci karena aku tahu kalau aku sudah banyak membunuh orang - orang yang sudah berani bermain denganku tapi aku tidak pernah membunuh anak kecil yang tidak bisa melawan apalagi masih dalam kandungan." sambung David.
" Ronald kamu itu laki - laki seharusnya kamu bertanggung jawab apa yang telah kamu lakukan. Aku lihat Lina itu baik dan kamu lihat sendiri selama Lina bekerja denganku Lina sama sekali tidak mencari perhatianku, dia bekerja dengan sungguh - sungguh padahal kamu tahu sendiri banyak para gadis dan wanita mengejarku dengan mencari perhatian sampai ke hal kotor seperti contohnya Celline, mereka melakukan itu karena aku sangat kaya, duda dan mempunyai anak satu." sambung David lagi.
" Aku tahu, tapi hatiku untuk Clarissa." ucap Ronald sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Aku tahu kamu masih mencintai Clarissa tapi Clarissa sudah tiada, dia sudah tenang di sana. Bukalah hatimu untuk Lina apalagi Lina sudah memberikan harta berharga nya." ucap David.
Ronald hanya diam sambil merenungkan perkataan tuan David.
__ADS_1
" Clarissa tiada karena ucapanmu waktu itu yang tidak ingin menikah denganmu. Bagaimana kalau Lina pergi mengikuti Clarissa? apakah kamu tidak takut di hantui rasa bersalah karena telah melukai hati Lina? Jangan lakukan kesalahan untuk ke dua kalinya." ucap David berusaha membujuk Ronald.
" Ronald, kamu tahu dulu aku menyia - nyiakan kebaikan dan ketulusan istriku. Walau aku sering menyiksanya tapi istriku tidak pernah melawan ataupun protes padahal kita tahu istriku bisa bela diri. Setelah aku menyadari akan perasaanku, aku dan istriku memulai dari awal tapi sayangnya hanya sebentar saja karena istriku mengorbankan nyawanya demi aku. Sungguh ketika aku mengingat itu semua hatiku sangat sakit dan dihantui rasa bersalah. Aku tidak ingin kamu juga merasakan bersalah ketika Lina pergi meninggalkan mu untuk selamanya." sambung David.
Ronald menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian melirik sekilas tuan David melalui spion kaca mobil.
" Baiklah tuan, setelah urusan ini selesai aku akan menikah dengan Lina." ucap Ronald akhirnya.
" Syukurlah Ronald kalau kamu menikah dengan Lina." ucap David sambil tersenyum.
Tidak berapa lama akhirnya mereka sudah sampai di tempat yang di tuju sebuah gudang tua yang sudah bertahun - tahun yang sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya.
tap
tap
tap
Bunyi suara sepatu pantofel menggema di lantai yang penuh dengan debu empat orang bodyguard kepercayaan David sedang berdiri menjaga empat orang terdiri satu perempuan dan 3 laki-laki dalam kondisi wajahnya sudah lebam semuanya. Celinne, pria paruh baya, kepala pelayan dan pelayan sedang duduk di kursi dengan ke dua tangan dan kedua kaki diikat dengan sangat kencang. Celine memalingkan wajahnya dan melihat pria yang sangat dicintainya datang membuatnya sangat senang.
" Tuan David, hiks... hiks... tolong aku.. aku di tangkap oleh mereka." ucap Celline dengan suara menggoda.
" Cih... aku yang menyuruh mereka menangkapmu untuk menghukum kalian, kenapa kamu memberikan obat perangs**g?" tanya David
" Apa?? aku melakukan itu karena aku sangat mencintaimu." ucap Celline tanpa punya rasa malu sedikitpun
" Dan kau pria tua, kenapa kamu memberikan obat perangs**g?" tanya David tanpa memperdulikan ucapan Celline.
" Karena aku menyukai gadis bernama Lina karena itulah aku melakukan itu." ucap pria paruh baya itu.
plak
plak
plak
__ADS_1
plak
David menampar ke dua pipi Lina dan Ronald menampar ke dua pipi paruh baya itu. David dan Ronald akan memberikan hukuman untuk mereka berempat.