Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Mommy Maafkan Daddy


__ADS_3

" Ok." Jawab Sandra


" Jika kamu berhasil mengalahkan Valen jadikan dia sebagai tameng agar ke sepuluh pria itu tidak menyerang kita." Bisik Clarissa


" Bagus juga idemu." puji Sandra


Clarisa hanya tersenyum kemudian berjalan mendekati ke sepuluh pria tersebut diikuti oleh Karen.


" Kalian bertiga bisik - bisik ingin kabur dari sini? Jangan mimpi." ucap Valen


Mereka tidak memperdulikan ucapan Valen, Karen dan Clarisa menyerang ke sepuluh pria tersebut sedangkan Sandra menyerang Valen secara dengan pukulan mematikan. Valen yang juga bisa bela diri berusaha menghindar dan memukul balik tapi ternyata Sandra lebih unggul darinya membuat Valen kalah telak dan babak belur dalam waktu tidak sampai lima belas menit.


" Berhenti!!! jika kalian masih menyerang maka bosmu aku cekik sampai mati." Ancam Sandra.


Ke sepuluh pria itu melihat tangan kanan Sandra mencekik leher Valen sedangkan tangan kirinya memeluk tubuh Valen agar tidak memberontak membuat mereka tidak lagi menyerang Karen dan Clarissa.


Clarissa dan Karen saling menatap dan memukul ke sepuluh pria tersebut. Mereka ingin melawan tapi keselamatan nona mereka lebih penting membuat mereka pasrah menjadi bulan - bulanan Karen dan Clarissa hingga mereka babak belur.


Sandra yang melihat ke sepuluh pria itu babak belur mendorong tubuh Valen dengan kencang sehingga kepalanya terhantam batu besar yang berada di pinggir jalan.


bruk


Darah segar keluar dari kening Valen membuat Valen terasa pusing dan sakit teramat sangat.


" Si*l, kalian semua serang ke tiga gadis murahan ini." Ucap Valen sambil berusaha duduk dan memegangi kepalanya.


duak


Sandra menendang tubuh Valen hingga jatuh terlentang. Ke sepuluh pria tersebut mengeluarkan pistolnya dari saku jasnya tapi mata elang Karen melihat hal itu.


duak


Karen menendang pistol tersebut hingga pistol itu terjatuh agak jauh dari pria tersebut. Clarissa mengambil sarung tangan kemudian memakainya begitu pula dengan Karen dan Sandra.


Ke sembilan orang itu mengeluarkan pistol dan ingin menembak Karen, Sandra dan Clarissa.


dor dor dor


Clarissa berusaha menghindari peluru agar tidak mengenai tubuhnya kemudian mengambil pistol orang tersebut yang tadi habis di tendang oleh Clarissa kemudian menembaknya tepat di keningnya.


dor


dor

__ADS_1


dor


Ke tiga pria itupun mati di tempat


Karen berhasil menghindari peluru sambil merebut salah satu pistol tersebut kemudian menembak ke empat pria tersebut.


dor


dor


dor


dor


Ke empat pria itupun mati tepat di keningnya hingga tersisa tiga pria lagi sedangkan untuk Sandra, Sandra menggunakan tubuh Valen sebagai tamengnya.


dor


dor


dor


bruk


Tembakan pertama Valen berteriak kesakitan, tembakan ke dua Valen mulai kejang - kejang dan tembakan ke tiga Valen langsung mati di tempat.


Karen dan Clarisa langsung menembak sisanya.


dor


dor


dor


bruk


Tiga pria tersebut mati di tempat kemudian Karen dan Clarissa membuang asal pistol tersebut. Mereka pun masuk ke dalam mobil meninggalkan lokasi yang penuh dengan mayat dan darah segar keluar dari ke sebelas mayat tersebut.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx


" Itulah yang terjadi dan mengenai kenapa daddy di tuduh oleh ayahnya Valen, daddy sudah tahu jawabannya." Ucap mommy Karen mengakhiri ceritanya.


" Daddy ingat waktu itu daddy pulang dari meating dalam perjalanan ada mobil dan daddy melihat banyak orang yang tergeletak di jalan raya akhirnya daddy keluar dari mobil dan mendekati mereka untuk mengecek apakah masih hidup atau tidak ternyata mereka semua mati tidak ada satupun yang hidup. Karena semua mati daddy pergi meninggalkan tempat tersebut." ucap daddy David menjelaskan

__ADS_1


" Memang benar aku bisa melihat di rekaman cctv di jalan raya dan tanpa sepengetahuan daddy ayahnya Valen juga datang dan melihat daddy ada di lokasi kejadian. Setelah kepergian daddy, tuan Alex ayahnya Valen turun dari mobil untuk melihat sebelas mayat tersebut. Ayahnya Valen sangat terkejut karena putrinya meninggal dengan sangat mengenaskan dan mengira daddylah yang membunuhnya. Karena itulah ayahnya Valen dendam pada daddy." Ucap Karen menjelaskan.


" Ayahnya Valen langsung pingsan tidak sadarkan diri membuat bodyguard terpaksa membawa tuan Alex ke rumah sakit dan membiarkan mayat Valen karena kalau di bawa akan menjadi masalah." Ucap Sandra tiba - tiba datang ke ruangan itu.


" Setelah agak lama suamiku datang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan tidak sengaja menabrak mayat Valen bertepatan kedatangan Gavin yang kebetulan juga lewat di daerah tersebut. Gavin terkejut dan marah karena mengira Federick yang membunuh Valen dengan menabraknya dan akan memukulnya dan terpaksa Federick melawan dan Ronald berusaha melerai pertengkaran kalian, apakah benar yang aku katakan?" tanya Sandra dengan nada santai.


" Benar." Jawab Federick, Gavin dan Ronald serempak


" Jadi kamu yang telah membunuh Valen." ucap Gavin menatap tajam ke arah Sandra.


" Iya memang benar, dia pantas mati walau aku sebenarnya belum puas menyiksanya." Ucap Sandra sambil membalas tatapan tajam ke arah Gavin tanpa ada rasa takut sedikitpun.


" Kau!!!" bentak Gavin sambil berdiri mendekati Sandra.


Federick yang sangat mencintai istrinya menjadikan dirinya sebagai tameng tapi di luar dugaan Clarissa menghalangi tubuh Federick agar suaminya tidak memukul suami sahabatnya.


" Daddy ingin memukul suami sahabatku?" tanya Clarissa dan tidak berapa lama air matanya keluar.


" Jadi selama ini daddy tidak mencintaiku? kalau daddy ingin membunuh sahabatku atau suami sahabatku, bunuhlah aku terlebih dulu." Ucap mommy Clarissa sambil memeluk suaminya.


Clarissa mengambil pistol milik suaminya yang di simpan saku jasnya kemudian mengarahkan pistol tersebut ke dadanya.


" Daddy titip anak - anak kita." Ucap mommy Clarissa.


Daddy Gavin merebut pistol yang dipegang oleh mommy Clarissa kemudian di lempar sembarangan kemudian memeluknya.


" Mommy maafkan daddy." Ucap Gavin.


" Apakah daddy masih ingin menembak Sandra setelah tahu Sandralah yang menembak wanita ular itu? apakah Daddy masih mencintainya?" tanya mommy Clarissa tanpa membalas pelukan suaminya.


" Daddy..." ucap daddy Gavin menggantungkan kalimatnya.


" Jika daddy ingin membunuhnya daddy juga harus membunuhku." Ucap mommy Clarissa


" Kenapa kamu membela sahabatmu dari pada suamimu?" tanya daddy Gavin


" Jika sahabatku bersalah aku tidak melarang daddy menghukumnya tapi wanita ular itu yang salah, dia tega telah membunuh adik sahabatku. Kalau seandainya adikku di bunuh akupun juga sama seperti Karen maupun Sandra membunuh dua ular itu bahkan sebelum membunuhnya aku siksa dulu dengan cara lebih sadis." Ucap mommy Clarissa


" Jika saudara daddy di bunuh orang apakah daddy akan membalasnya?" tanya Clarissa


" Tentu saja." Jawab daddy Gavin dengan nada tegas


" Begitu pula dengan Sandra dan Karen mereka membunuh ke dua wanita ular itu. Sekarang daddy jawab dengan jujur apakah daddy masih mencintai Valen jika seandainya Valen masih hidup dan meninggalkan mommy?" Tanya mommy Clarissa sambil menatap mata suaminya.

__ADS_1


__ADS_2