Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Lima Puluh Tahun Yang Lalu


__ADS_3

.


.


xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


Lima puluh tahun yang lalu sepasang anak kembar berumur dua puluh tahun kakaknya bernama Karina sedangkan adiknya bernama Karin.


tok


tok


tok


Terdengar suara ketukan pintu, Karina membuka pintu matanya langsung membulat sempurna karena orang yang dicintainya dalam diam datang bersama ke dua orang tuanya.


" Selamat datang di kediaman keluarga kami." Ucap Karina sambil mengecup punggung tangan ke dua orang tua tersebut secara bergantian.


" Silahkan masuk tuan, nyonya dan kak Alex." Ucap Karina sambil tersenyum ramah dan mempersilahkan masuk.


" Terima kasih." Jawab mereka serempak


" Kak Alex, kok tumben datang ke sini? kangen sama aku ya?" ucap Karin datang secara tiba - tiba sambil mendorong tubuh kakaknya yang bernama Karina secara kasar kemudian memeluk lengan Alex tapi langsung di tepis oleh Alex.


" Jangan sentuh aku." ucap Alex sambil menahan tubuh Karina agar tidak terjatuh.


" Kak Alex kenapa begitu sama aku? Kitakan sudah berteman lama dan kak Alex sering ke rumahku." Ucap Karin tanpa memperdulikan keberadaan orang tua Alex dengan wajah cemberut sambil menahan kesal karena Alex memegang tubuh Karina.


Karina melepaskan tangan Alex yang memegang tubuhnya dan berjalan mundur karena Karina enggan bertengkar dengan adiknya. Alex ingin bicara tapi ke dua orang tua Karina dan Karin datang sehingga Alex tidak jadi berbicara.


" Selamat datang di keluarga kami, silahkan duduk." Ucap ibunya Karina dan Karin


" Terimakasih, bagaimana kabarnya? tanya ibunya Alex basa basi sambil cipika cipiki


" Baik, silahkan duduk." ucap ibunya Karina dan Karin.


" Terima kasih." Jawab ibunya Alex.


Mereka pun duduk bersama Karin duduk di sebelah kiri ibunya sedangkan Karina duduk di sebelah kanan ayahnya karena posisi ke dua orang tuanya berada di tengah - tengah mereka sedangkan Alex duduk di tengah - tengah orang tuanya berhadapan dengan keluarga Karina dan Karin yang hanya di batasi oleh meja.

__ADS_1


" Kedatangan kami ke sini ingin melamar putri tuan dan nyonya." Ucap ibu pria tersebut.


" Putri kami yang bernama Karina?" tanya ayahnya Karina dan Karin


" Putri kami yang bernama Karin?" tanya ibunya Karina dan Karin.


" Putri tuan dan nyonya yang bernama Karina." Ucap ibunya Alex.


" Apa??" Teriak ibunya Karina dan Karin bersamaan dengan Karin yang juga ikut teriak karena dirinya sangat terkejut.


" Kenapa melamar Karina? bukankah nak Alex sering bermain ke sini dan jalan - jalan bersama putri kami yang bernama Karin apa lagi kalian berdua adalah teman masa kecil." Ucap ibunya Karina dan Karin.


" Maaf tante, itu memang benar tapi hanya beberapa kali kami pergi selebihnya aku pergi bersama Karina dan aku sering ke rumah ini juga karena ingin bertemu dengan Karina bukan Karin." Jawab Alex jujur.


" Kak Alex, aku ingin bicara denganmu." Ucap Karin sambil berdiri dan menarik tangan Alex.


Alex menepis tangan Karin sambil menganggukkan kepalanya ke arah Karina kemudian berjalan mengikuti Karin di kebun halaman bunga.


" Kak, Alex apa maksud kak Alex ngomong seperti itu?" tanya Karin sambil menahan amarahnya.


" Maaf, kakak tidak bisa mencintaimu karena perasaan kakak terhadap Karina tidak bisa dibohongi, Kakak sangat mencintai kakakmu." Ucap Alex jujur.


" Cukup!!!" Bentak Alex karena dirinya tidak suka orang yang dicintainya di hina walau itu adik kandung kekasihnya sekalipun.


Karin sangat kaget karena baru pertama kalinya melihat sisi lain Alex karena selama ini Alex selalu bersikap manis padanya.


" Kamu tahu aku sudah menyelidiki semuanya dan semuanya tidak benar justru kamulah ular itu dan kamu tidak pernah menghormati orang tuamu. Justru kamu dan ibumu yang sering menyakiti Karina. Asal kamu tahu kakak berbuat baik sama kamu itu juga karena permintaan kakakmu jadi jangan sekali - kali menghina orang yang aku cintai." Ucap Alex dengan nada dingin kemudian membalikkan badannya meninggalkan Karin.


grep


" Kak Alex, aku mohon maaf berikan aku kesempatan ke dua." ucap Karin sambil memeluk Alex dari arah belakang.


Alex melepaskan pelukan Karin dan mendorongnya dengan kasar.


" Maaf kakak tidak bisa karena kakak sangat nyaman dengan kakakmu." Ucap Alex sambil berjalan meninggalkan Karin.


Karin menggenggam ke dua tangannya dengan erat sambil menatap tajam ke arah Alex.


" Tunggu saja pembalasanku kalian berdua tidak akan bahagia." ucap Karin sambil menahan amarah dan penuh dendam.

__ADS_1


Alex kini duduk di tengah - tengah ke dua orang tuanya dan tidak berapa lama muncul Karin dengan wajah di tekuk sambil menatap tajam ke arah kakak kembarnya.


" Karena semua sudah kumpul, kami berencana seminggu lagi kami akan mengadakan pernikahan putra kami dengan putri tuan dan nyonya. Tuan dan nyonya tinggal datang semua acara pernikahan biar keluarga kami yang mengurusnya." Ucap ibunya Alex


" Maaf kami juga ingin ikut terlibat di acara pernikahan putri kami." Ucap ayahnya Karina dan Karin


" Ayah biarkan saja keluarga dari menantu kita yang mengurus semuanya dan kita tinggal datang." Ucap ibunya Karina dan Karin.


" Oh iya satu lagi karena sebentar lagi calon menantuku akan menikah maka kami akan membawa putri kalian untuk tinggal dengan kami." Ucap ibunya Alex


" Apa? tidak bisa." Tolak ke dua orang tuanya serempak dan juga Karin.


" Kenapa?" tanya ibunya Alex dengan nada curiga.


Alex sudah menceritakan ke orang tuanya kenapa dirinya memilih Karina karena Karina sering diperlakukan tidak adil oleh ibu kandungnya dan lebih menyayangi anak bungsunya.


" Anak kita belum resmi menikah jadi tidak baik kalau tinggal bersama." ucap ayahnya Karina dan Karin.


" Tenang saja walau mereka belum resmi menikah putra kami Alex akan tinggal di apartemen dan kami percaya dengan putra kami." ucap ibunya Alex


" Oh iya ini ada cek satu milyar dan perhiasan untuk Karina sebagai tanda kalau kami serius menikah putri tuan dan nyonya." Ucap ayahnya Alex


" Tapi..." ucap ayah Karina dan Karin terpotong oleh istrinya.


" Baik kami setuju." Ucap ibunya Karina dan Karin sambil tersenyum bahagia karena mendapatkan uang banyak.


" Kamu pergilah ikuti tuan dan nyonya." Sambung ibunya sambil mengusir putri sulungnya.


" Tapi..." ucap Karina terpotong oleh ibunya.


" Cepat kemasi dan turuti semua keinginan mereka." bisik ibunya sambil menggenggam erat tangan Karina dan menatap tajam.


" Baik." Jawab Karina singkat


Karina berdiri dan berjalan ke kamarnya untuk merapikan pakaiannya dan dimasukkan ke dalam koper. Setelah selesai Karina keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah ruang tamu. Karina berpamitan dengan ke dua orang tuanya dan juga adik kandungnya.


" Ingat setelah menikah jangan lupakan kami." Bisik ibunya.


" Ingat kak, hari ini kakak bahagia tapi suatu saat kebahagiaan itu akan menjadi milikku." Bisik adik kandungnya.

__ADS_1


Karina hanya diam dan meninggalkan rumah tersebut sambil menahan rasa sesak di hatinya bersama ke dua orang tua Alex dan juga Alex menuju mansion.


__ADS_2