Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Ronald Menyesal


__ADS_3

" Mungkin dengan kematianku bisa mengurangi kebencianmu. Aku sangat mencintaimu dan aku harap kamu selalu bahagia sekarang dan selama - lamanya." Ucap Serena Dengan tulus.


Daddy David dan Ronald hanya diam dan melanjutkan langkahnya dengan cepat karena sebentar lagi bomnya akan meledak. Setelah agak lama Serena berhasil menjinakkan bomnya.


" Akhirnya berhasil." Ucap Serena sambil meletakkan bomnya perlahan dan diletakkan di bawah mayat Karin.


Serena melepaskan bom yang melekat pada putranya tapi sayang bomnya langsung aktif dan dirinya hanya punya waktu lima menit untuk melarikan diri. Serena meletakkan bomnya di tubuh tuan Vincent, Serena kemudian menggendong ke dua putra dan putrinya sambil berlari meninggalkan tempat itu.


Tangan kanannya menggendong putrinya sedangkan tangan kirinya menggendong putranya. Serena berlari dengan cepat tanpa melihat ke arah bawah dan tanpa di sadari Serena ada paku yang menempel di papan dan tergeletak di lantai.


" Akhhh... sakit!!!" Teriak Serena ketika dirinya tidak sengaja menginjak paku yang lumayan panjang.


Serena perlahan menarik kakinya secara perlahan sambil menahan rasa sakit dan darah segar langsung keluar dari telapak kaki Serena membuat Serena terpaksa memperlambat langkahnya. Serena menahan rasa sakit sambil berjalan dengan pincang, sampai di depan pintu keluar Serena menghentikan langkahnya karena dirinya sudah tidak kuat lagi.


cup


" Kak Ronald tangkap putri kita!!!" teriak Serena sambil mengecup kening putrinya kemudian melempar putrinya dan Ronald berhasil menangkapnya.


cup


" Kak David tolong tangkap putraku!!!" teriak Serena sambil mengecup kening putranya kemudian melempar putranya dan daddy David berhasil menangkapnya.


Serena berusaha berjalan namun baru satu langkah terdengar suara ledakan.


duar


duar


bruk


Serena langsung jatuh tengkurap akibat ledakkannya cukup kuat. Serena hanya menatap Ronald yang sedang memeluk putrinya.


" Maafkan aku, jaga anak kita baik - baik." ucap Serena sambil tersenyum dan menahan rasa sakit.


Ronald memberikan putrinya ke Clarissa kemudian berjalan ke arah Serena.


" Serena bertahanlah." ucap Ronald


" Pergilah biarkan aku terkubur di tempat ini, sekali lagi maafkan aku dan jaga ke dua anak kita." Ucap Serena lirih mengulangi perkataannya.


Ronald berjalan dengan cepat dan dengan perlahan memutar tubuh Serena agar Serena menghadap dirinya untuk di gendong ala bridal style namun baru saja menyentuh tubuh Serena untuk di gendong, Serena melihat ada balok kayu yang siap akan jatuh dari atap.

__ADS_1


Serena yang melihat Ronald dalam bahaya membuat Serena memeluk suaminya dan berguling. Kini Serena berada di atas sedangkan Ronald berada di bawah membuat Ronald terkejut menatap Serena tanpa melihat bahaya mengancam Serena.


cup


" Aku sangat mencintaimu, aku titip ke dua anak kita. Mungkin dengan kematianku bisa mengurangi kebencian suamiku" Ucap Serena sambil mengecup bibir suaminya dan tersenyum sambil menahan rasa sakit pada tubuh dan kaki kanannya yang tertusuk paku.


" Jagalah mereka untukku." Sambung Serena sambil membelai wajah Ronald suami yang sangat dirindukannya.


bruk


akhhhhh


Setelah Serena berkata demikian bertepatan jatuhnya balok yang mengenai tubuh mungil Serena membuat Serena berteriak kesakitan sambil memeluk Ronald.


" Maafkan aku, jaga anak - anak kita. Aku sangat mencintaimu." Ucap Serena lirih bersamaan Serena memejamkan matanya.


David memberikan anaknya Ronald dengan Serena ke Federick kemudian berjalan ke arah Ronald untuk membuang balok yang mengenai tubuh Serena.


" Biarkan aku yang menggendongnya." Ucap Ronald.


Ronald menggendongnya ala bridal style sambil melangkahkan kakinya dengan cepat dan langsung mendekati mommy Clarissa.


" Baringkan di lantai itu." Ucap Clarissa sambil menyerahkan anak Ronald dan Serena ke daddy David.


" Kak David titip ya." Ucap mommy Clarissa.


" Ok." Jawab daddy David sambil menggendong putranya Ronald dengan Serena.


Serena mengambil perlengkapan dokter milik dokter Sandra yang tadi dipinjamnya. Mommy Clarisa melakukan pertolongan pertama. Setelah hampir setengah jam lebih mommy Clarissa sudah selesai.


" Kita bawa ke rumah sakit karena peralatannya lebih lengkap." Ucap mommy Clarissa.


" Baiklah, ayo kita pergi dari sini." Ucap Ronald sambil menggendong kembali ala bridal style.


Singkat cerita kini Serena berada di ruang UGD sedangkan ke dua anaknya Serena dan Ronald bersama mommy Karen,daddy David, mommy Clarissa dan daddy Gavin karena Ronald menunggu kabar Serena bersama daddy Federick dan mommy Sandra.


" Kak Ronald apakah kak Ronald masih mencintai Serena?" tanya mommy Sandra


" Aku tidak tahu San, melihatnya terluka hatiku sakit sekali tapi ketika mengingat kejadian dia membohongiku membuatku menjadi benci." Ucap Ronald sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


" Apakah kak Ronald tahu kenapa Serena melakukan itu?" tanya mommy Sandra

__ADS_1


" Aku tidak tahu tapi yang pasti dia telah berani menipuku." Ucap Ronald


" Serena terpaksa melakukannya karena di ancam kalau tidak melakukannya maka ke dua orang tuanya dan saudaranya akan di bunuh." Ucap mommy Sandra.


" Apa maksudmu San?" Tanya Ronald dengan nada terkejut


Sandra mengambil ponselnya yang di simpan di dalam tas kemudian mencari video cctv tempat rumah Ronald.


" Ini rekaman cctv rumahmu." Ucap mommy Sandra sambil memberikan ke arah Ronald


Ronald menerimanya kemudian mulai menyetel rekaman video tersebut hingga selesai membuat dirinya sangat menyesali perbuatannya karena tidak menyelidiki terlebih dahulu.


" Ceritakan semuanya San? Jangan ada yang di tutupi." Ucap Ronald


" Serena di ancam oleh pria itu dengan mengirimkan foto keluarganya sehingga dia terpaksa melakukannya. Hingga pria itu meminta Serena untuk bertemu di suatu tempat untuk membunuhmu." Ucap mommy Sandra menjelaskan.


" Tapi aku melihat Serena berbicara berdua dengan wanita paruh baya itu pasti mereka berkerja sama." Ucap Ronald


" Kak Ronald salah, wanita paruh baya itu memberikan gambar yang di simpannya di ponselnya di mana keluarganya dan juga Clarissa akan di tembak jika dirinya membantu kak Ronald ataupun tidak mengakui perbuatannya karena jika seandainya Serena mengaku pasti kak Ronald akan down dan kecewa dan setelah itu mereka akan menembak kak Ronald." Ucap mommy Sandra.


" Seingatku Serena tertembak dan tempat itu terbakar." Ucap Ronald.


" Memang benar, setelah kepergian kalian Serena bangun kemudian membakar tempat itu sambil berjalan dengan cepat namun karena tidak kuat Serena tidak sadarkan diri." Ucap mommy Sandra.


Ronald diam karena dirinya ingin mendengarkan cerita selanjutnya.


" Serena tersadar dan dirinya berada di rumah sakit dan di tolong oleh sepasang suami istri. Serena mengalami hilang ingatan hingga Serena mendapati dirinya hamil." Ucap mommy Sandra.


Tiga bulan Kemudian Serena ingat siapa dirinya dan pergi meninggalkan rumah orang yang telah menolong dirinya dengan meninggalkan sebuah surat dan sepasang anting. Serena tinggal dekat dengan rumah kakak tanpa sepengetahuan kak Ronald karena Serena ingin melindungi kak Ronald." Sambung mommy Sandra.


" Kak Ronald apakah kak Ronald masih ingat setiap ada penyerangan pasti di situ ada penembak misterius yang melindungi kak Ronald?" tanya mommy Sandra


" Iya aku ingat." Ucap Ronald


" Dia adalah Serena, walau dalam keadaan hamil sekalipun Serena selalu melindungi kakak secara diam - diam." Ucap mommy Sandra.


Dada Ronald seperti di hantam batu yang sangat besar setelah mendengar cerita mommy Sandra. Ronald menyesal kenapa dirinya tidak percaya dengan istrinya sendiri.


" Kenapa kamu tidak cerita?" tanya Ronald


" Karena Serena memintaku untuk tidak mengatakan ini semua ke kakak. Serena memintaku dan Karen untuk tidak mengatakan pada kakak dan membiarkan kak Ronald menganggap Serena meninggal." Ucap mommy Clarissa

__ADS_1


__ADS_2