Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Lina Meninggal


__ADS_3

" Sekarang kamu pergilah." Usir pria paruh baya itu.


" Baik tuan." Jawab orang itu dengan patuh.


Orang itupun pergi meninggalkan pria paruh baya itu. Pria paruh baya itupun menghubungi seseorang setelah selesai menghubungi pria itupun menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.


" Tunggulah hari kematianmu tuan Ronald." ucap pria paruh baya itu dengan tatapan penuh dendam.


xxxxxxx


Jam sepuluh siang istrinya memasak karena hari ini rencana ingin membawakan makanan siang untuk suaminya. Jam sebelas siang istrinya berangkat ke kantor suaminya dengan membawa bekal makan siang untuk suaminya sedangkan putrinya bersama baby sister.


Singkat cerita kini Lina sudah sampai di perusahaan di mana suaminya bekerja.


ceklek


Lina membuka pintu ruangan kerja suaminya dan melihat suaminya sedang sibuk mengerjakan berkas - berkas yang menumpuk hingga tidak mengetahui dirinya datang.


" Honey, makan yuk?" ajak istrinya


" Kok tidak kasih kabar kalau mau ke sini?" tanya Ronald


" Kejutan, sudah waktunya makan siang kita makan." ajak istrinya lagi


" Ok, aku cuci tangan dulu." Ucap Ronald


Selesai cuci tangan merekapun makan bersama tanpa ada yang bicara. Setengah jam kemudian mereka sudah selesai makan.


" Lin, dua jam lagi aku mau bertemu dengan klien kamu aku anter pulang dulu." ucap Ronald


" Aku naik taksi saja sama seperti tadi." Ucap Lina


" Tidak aku antar saja dan aku tidak terima penolakan." ucap Ronald dengan nada tegas.


" Baiklah." Jawab istrinya pasrah.


Merekapun keluar dari perusahaan, Ronald mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke apartemennya. Di tengah jalan yang sepi tiba - tiba sebuah truk dengan kecepatan tinggi menuju ke arah mobil Ronald.


bruk


" Akhhhhh..." Teriak mereka berdua serempak.


Mobil itupun langsung terguling - guling kemudian menabrak pembatas jalan. Sebelum terjadi tabrakan Lina melepaskan sealbeltnya kemudian memeluk suaminya agar dirinya menjadi tameng suaminya.


" Honey, aku ingin di peluk." lirih istrinya

__ADS_1


Ronald membalas pelukan istrinya, Lina menghirup bau parfum suaminya.


" Honey, aku sangat mencintaimu melebihi diriku sendiri, aku selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk mu namun aku tahu aku bukan wanita yang sempurna untukmu semoga honey selalu bahagia." lirih istrinya sambil memeluk suaminya dengan erat dan setelah agak lama pelukan istrinya melemah bertepatan istrinya memejamkan matanya.


Ronald melepaskan pelukannya dan mendorong perlahan istrinya. Wajahnya dipenuhi oleh darah begitu pula dengan kepala dan punggung. Ronald menghubungi anak buahnya untuk datang dan tidak lupa menghubungi tuan besar David.


" Hallo datang segera ke jalan xxxx dan panggilkan ambulance." perintah Ronald lewat ponsel


" Baik tuan." Jawab anak buahnya dengan hormat.


tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan oleh Ronald kemudian dilanjutkan menghubungi tuan besar David.


" Ada apa Ron?" tanya daddy David


" Maaf tuan saya tidak bisa datang menemui klien." Ucap Ronald


" Memang kenapa Ron?" tanya daddy David dengan nada bingung.


" Saya dan istriku mengalami kecelakaan di jalan xxxx. Mobilku di tabrak oleh truk tu..." ucap Ronald terpotong karena dirinya langsung tidak sadarkan diri.


" Hallo Ronald... hallo..." panggil daddy David dengan panik.


ceklek


Daddy Federick membuka pintu seperti biasa tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Daddy Federick melihat daddy David seperti orang panik.


" Ada apa Dav?" tanya daddy Federick


" Ikut aku." Ucap daddy David tanpa menjawab pertanyaan daddy Federick


Daddy David langsung mengambil jasnya yang berada di kursi kebesaran kemudian berjalan keluar dengan diikuti oleh daddy Federick yang dipenuhi tanda tanya. Mereka berdua masuk ke dalam pintu lift khusus petinggi dan daddy David langsung menekan tombol lantai paling dasar tempat khusus parkiran mobil dan motor.


" Aku baru datang kok pergi lagi? ada apa Dav?" tanya daddy Federick penasaran


" Ronald dan istrinya mengalami kecelakaan di tabrak truk." ucap Daddy David sambil mengusap wajahnya.


" What??? kenapa bisa terjadi? terus bagaimana keadaan mereka?" tanya daddy Federick yang ikutan panik.


" Aku tidak tahu tadi aku hallo - hallo tidak ada jawaban sama sekali." Ucap daddy David.


" Sekarang mereka ada di mana?" tanya daddy Federick


" Ada di xxxx." ucap daddy David

__ADS_1


Ting


Pintu lift terbuka daddy David dan daddy Federick keluar dari pintu lift dan berjalan ke arah mobil.


Tidak berapa lama ponsel milik daddy David berdering. Daddy David mengambil ponselnya di saku jasnya dan melihat anak buahnya menghubungi dirinya.


" Hallo tuan, maaf kami ingin mengabarkan tuan Ronald dan istrinya berada di rumah sakit." Ucap anak buahnya.


" Rumah sakit mana?" tanya daddy David sambil menekan tombol loud speaker agar daddy Federick mendengarnya karena daddy Federick duduk di kursi pengemudi sedangkan daddy David duduk di sebelah kursi pengemudi.


" Rumah sakit xxxx." ucap salah satu anak buahnya.


" Bagaimana keadaan mereka?" tanya daddy David.


" Belum tahu tuan karena pintu ruang UGD belum di buka." lapor anak buahnya.


tut tut tut tut tut


Daddy David langsung mematikan secara sepihak sedangkan daddy Federick mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Hampir setengah jam barulah mereka sampai di rumah sakit. Daddy David dan daddy Federick langsung berjalan ke arah ugd kemudian menunggu dokter keluar sedangkan anak buahnya langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


Tiga jam lamanya menunggu dan akhirnya pintu UGD terbuka tampak wajah lelah dokter, daddy David dan daddy Federick langsung berdiri dan langsung mendekati dokter tersebut.


" Bagaimana keadaan Ronald dok?" tanya mereka serempak.


" Ronald sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Jawab dokter


" Bagaimana dengan istrinya?" tanya David


" Maaf istrinya meninggal waktu di bawa ke rumah sakit ini." Ucap dokter tersebut dengan wajah sedih karena tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien.


Daddy David dan daddy Federick hanya diam mereka hanya saling menatap kemudian menatap dokter tersebut.


" Maaf saya akan mengecek pasien lainnya." pamit dokter tersebut.


Daddy David dan daddy Federick hanya menganggukkan kepalanya kemudian kembali duduk. Tidak berapa lama pintu ruang UGD terbuka tampak dua orang perawat mendorong brankar di mana Ronald berbaring menuju ruang perawatan VVIP.


Tidak berapa lama datang dua orang perawat mendorong brankar di mana jenasah Lina istri Ronald berbaring kaku dengan tubuh ditutupi oleh kain putih menuju ruang jenasah.


" Aku merasa ada orang yang sengaja melakukan perbuatan ini." ucap daddy Federick dengan kilatan penuh amarah.


" Aku juga merasa seperti itu." ucap daddy David dengan kilatan penuh amarah juga.


Mereka berdua berjalan ke ruang perawatan VVIP dan berdiri di samping kanan dan kiri Ronald yang masih berbaring di ranjang dengan memejamkan matanya dengan beberapa tubuh di perban.


" Ronald." Panggil daddy David dan daddy Federick bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2