
" Saya yakin nyonya." Jawab pemuda itu
" Baik terima kasih banyak atas bantuannya dan maaf ini sebagai ungkapan terima kasih karena telah menolongku." Ucap mommy Clarissa memberikan dua lembar uang warna merah.
" Tidak usah nyonya saya menolongnya ikhlas." Ucap pemuda itu
" Maaf nyonya permisi." Sambung pemuda itu kemudian pergi meninggalkan mommy Clarissa
" Putraku kemana?" tanya mommy Clarissa panik
Mommy Clarissa kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya untuk menghubungi suaminya untuk meminta pertolongan tapi ponselnya tidak aktif.
" Kenapa ponselnya tidak aktif?" tanya mommy Clarissa
Mommy Clarissa mencobanya kembali tapi tetap tidak bisa akhirnya dirinya memutuskan untuk meminta bantuan mommy Karen untuk mencari anaknya. Sambungan pertama langsung terhubung dan di angkat oleh mommy Karen.
" Hallo Karen ada dimana? aku minta bantuanmu." ucap mommy Clarissa tanpa basa basi sambil berjalan ke arah tempat di mana ke lima putranya bersama baby sister.
" Aku ada di mansionku sama Sandra. Minta bantuan apa?" tanya mommy Karen
" Putraku hilang di toilet kemungkinan di culik tolong retas cctv di mall." Pinta mommy Clarissa.
" Baik, kamu kok sama seperti Sandra putranya juga di culik." Ucap mommy Karen sambil mengutak laptopnya.
" Apa??" ucap mommy Clarissa dengan nada terkejut
" Ini suamiku juga Ronald serta Federick lagi mencari putranya Sandra dengan Federik" Jawab mommy Karen menjelaskan
" Mudah-mudahan cepat bertemu." Ucap mommy Clarissa
" Amin." Jawab mommy Karen
Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan mereka larut dalam pemikiran masing-masing.
Sepuluh Menit Kemudian
" Hallo Cla, anakmu bersama Ronald." Ucap mommy Karen
" Apa sama Ronald? kenapa?" tanya mommy Clarissa dengan nada terkejut.
" Iya benar lebih baik kamu ke sini saja." ucap mommy Karen
" Baik aku akan ke mansion mu." Ucap mommy Clarissa.
tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan mommy Clarissa menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas dengan hati yang sangat kuatir karena putranya bersama ayahnya.
__ADS_1
" Apakah dia sudah tahu kalau Cavin adalah putranya?" gumam Clarissa dengan wajah memucat.
Mommy Clarissa mengajak ke empat anaknya dan baby sister yang berjumlah empat orang keluar dari mall menuju ke mansion milik pasangan daddy David dan mommy Karen.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di depan pintu gerbang mansion dan dua orang bodyguard membuka pintu gerbang mansion setelah mommy Karen mengijinkan agar tamunya untuk masuk.
Mommy Clarissa turun dari mobil bersamaan dengan ke empat baby sister bersama ke empat anaknya. Mommy Clarissa berjalan menuju ke pintu utama dengan diikuti ke empat baby sister sambil menggendong ke empat anak pasangan mommy Clarissa dan daddy Federick.
Salah satu bodyguard membuka pintu utama dan mempersilahkan untuk masuk dan di depan pintu utama sudah berdiri kepala pelayan. Kepala pelayan itu mengantarkan Clarissa ke ruang tamu.
" Karen, Sandra." Panggil mommy Clarissa sambil melangkahkan kakinya dengan cepat.
" Hallo Clarissa apa kabar? aku kangen." ucap mommy Sandra sambil berdiri dan memeluk sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.
" Aku juga kangen." Jawab mommy Karen sambil berdiri kemudian memeluk mommy Clarissa.
" Sama aku juga." Jawab mommy Clarissa sambil membalas pelukan ke dua sahabatnya.
Setelah agak lama mereka melepaskan pelukannya kemudian duduk di sofa.
" Kita langsung saja aku sudah tahu di mana anak kalian berdua. Apakah di antara kalian ada yang hamil?" tanya mommy Karen
" Memangnya apa hubungannya hamil dengan anak kami?" tanya mommy Sandra
" Sudah jawab aja nanti kalian akan tahu." ucap mommy Karen
" Aku juga." Jawab mommy Clarissa
" Bagus, jadi begini aku ada rencana kita susul suami kita di tempat xxxxxxx. Untuk menghemat waktu kita masing-masing naik motor sport agar lebih cepat. Anak kalian untuk sementara tinggal di sini terserah tinggal di kamar mana." Ucap mommy Karen sambil berdiri.
" Tapi aku memakai dress." ucap mereka serempak sambil ikut berdiri
" Ya sudah kalian ke kamarku." Ucap mommy Karen sambil berjalan.
Mommy Sandra dan mommy Clarissa berjalan dengan cepat menuju ke kamar mommy Karen dan daddy David. Mommy Karen membuka lemari pakaian dan mengambil tiga stel pakaian dan celana panjang.
Mommy Karen memakai kaos, celana panjang dan jaket serba hitam begitu pula dengan mommy Sandra dan mommy Clarissa. Mereka keluar dari kamar dan menuruni anak tangga.
Sampai di bawah tangga mommy Clarissa meminta baby sister bersama ke empat anaknya untuk tinggal sementara di kamar tamu.
" Aku titip Rose ke baby sistermu ya Cla." Pinta mommy Sandra
" Ok." Jawab mommy Clarissa
Setelah selesai mengurusi anak - anak mereka, mereka bertiga berjalan ke arah garasi mobil dan motor yang sangat luas. Segala macam mobil dan motor ada semua.
Mereka menaiki motor masing - masing menuju ke tempat yang di tunjuk oleh mommy Karen.
__ADS_1
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda
Daddy Gavin memegang tangan Reynald Alionso sambil menunggu kedatangan musuh lamanya. Tidak berapa lama daddy David bersama para bodyguard datang dan menatap tajam ke arah daddy Gavin karena telah berani menculik putra sahabatnya.
" Lepaskan anak itu." Perintah daddy David dengan nada dingin
" Paman David." Panggil Reynald Alionso
" Tenang sayang, paman dan daddy mu akan membebaskanmu." Ucap daddy David sambil tersenyum merubah bicaranya.
" Cih.. aku tidak ada urusan denganmu, mana Federick?" ucap daddy Gavin
Belum sempat berbicara daddy Federick datang bersama para bodyguard.
" Akhirnya datang juga." Ucap daddy Gavin sambil tersenyum sinis
" Daddy." Panggil Reynald Alionso
" Ya sayang, sabar ya daddy akan menyelamatkanmu." Ucap daddy Federick sambil tersenyum
" Lepaskan putraku, putraku tidak bersalah." ucap daddy Federick sambil menatap tajam ke arah musuh lamanya daddy Gavin.
" Berlututlah maka anakmu akan aku bebaskan." Ucap daddy Gavin sambil tersenyum menyeringai.
" Aku tidak akan mau berlutut di hadapan mu." Ucap daddy Federick
" Silahkan kalau tidak anakmu akan ku tembak." Ucap daddy Gavin sambil menodongkan pistol ke kening Reynald Alionso.
Daddy David dan daddy Federick beserta para bodyguardnya ingin mendekati tapi mereka di tahan oleh para bodyguard daddy Gavin yang jumlahnya ternyata lebih banyak.
" Satu langkah saja maka anakmu akan mati." Ucap daddy Gavin sambil tersenyum menyeringai
" Berlutut dan mohon ampun padaku." Ucap daddy Gavin
bruk
Daddy Federick terpaksa berlutut karena dirinya sangat menyayangi putranya.
" Aku mohon ampuni aku dan tolong bebaskan putra.." ucapan daddy Federick terpotong oleh teriakan seseorang.
" Bebaskan ponakanku kalau tidak putramu yang akan aku tembak." Teriak Ronald sambil menodongkan pistolnya ke kening Cavin.
" Paman, kenapa paman jahat padaku?" tanya Cavin dengan nada terkejut
" Cavin!!! lepaskan putraku." bentak daddy Gavin
__ADS_1
" Tidak akan, aku akan lepaskan jika kamu juga melepaskan ponakanku!!" Teriak Ronald tidak mau kalah.