Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Pertemuan Pertama Karen Dengan Daka


__ADS_3

Karen berjalan dengan santai menuju ke arah toilet kemudian masuk ke dalam setelah dua belas menit barulah Karen keluar dari toilet. Baru saja beberapa langkah dirinya melihat seorang anak laki - laki umur dua tahun lebih sedang menangis karena seorang gadis sedang memarahi anak kecil tersebut dan para pengunjung hanya menyaksikan saja tanpa ada niat untuk membantu anak kecil tersebut.


Entah kenapa jantung Karen berdetak sangat kencang, Karen mendekati kerumunan orang tersebut.


" Ada apa ini?" tanya Karen


Semua orang langsung membalikkan badannya dan menatap Karen begitu pula dengan anak kecil tersebut.


" Mommy... huhuhuhuhu.." panggil anak kecil itu sambil menangis dan berlari ke arah Karen dan memeluk kaki Karen.


Karen langsung menarik anak itu dengan lembut untuk di gendong kemudian di peluk sambil di usap - usap punggungnya.


" Oh kamu mommynya!! jadi orang tua itu yang benar jangan asal bikin aja tapi anak tidak diperdulikan." omel gadis tersebut


" Memangnya apa yang dilakukan dengan anak ini?" tanya Karen sambil berusaha sabar.


Ingin rasanya Karen menjahit mulut gadis itu karena bicaranya sembarangan dan terlebih sama anak kecil jahat sekali tidak ada rasa empati sedikitpun.


" Lihat pakaian mahalku terkena noda es krim. Kamu sebagai ibunya harus ganti pakaian ku dengan yang baru kalau tidak saya akan melaporkan ke polisi." ancam gadis tersebut


" Noda itukan bisa di cuci." ucap Karen


" Kamu tahu aku ada janji dengan kekasihku jadi tidak mungkin aku memakai pakaian kotor ini." ucap gadis itu sambil mengomeli Karen.


" Baiklah aku akan menggantinya, ayo kita ke butik." ucap Karen akhirnya mengalah karena dirinya malas untuk ribut.


" Ayo." ucap gadis itu singkat sambil berjalan mendahului Karen dengan penuh semangat.


Karen mengikuti gadis itu ke arah butik sambil masih mengusap punggung anak kecil itu yang masih menangis sesunggukkan.


" Namanya siapa sayang?" tanya Karen dengan nada lembut.


" Daka mommy." Jawab Daka


" Kok panggilnya mommy? panggil tante ya?" pinta Karen


" Huhuhuhuhu... mommy tidak sayang Daka.. huhuhuhuhu.." ucap Daka sambil menangis kembali.


" Maaf kan mommy, panggil mommy saja tidak apa-apa." ucap Karen mengalah karena tidak tega melihat anak kecil itu menangis.


Daka yang mendengar ucapan Karen langsung menghentikan tangisannya dan memeluk Karen dengan erat seakan takut untuk ditinggalkan lagi.


" Terima kasih mommy." Jawab Daka sambil tersenyum bahagia.


" Oh iya siapa nama daddy?" tanya Karen


" Namanya Daddy Da..." ucapan Daka terpotong oleh ucapan gadis tersebut.

__ADS_1


" Kamu harus membayar dress ini." ucap gadis itu sambil memperlihatkan dres yang sangat mahal dari harga bajunya yang dipakainya.


Karen hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena Karen tahu kalau gadis itu hanya memanfaatkan situasi mumpung dibayarin maka dirinya mengambil pakaian yang lebih mahal tapi karena Karen malas berdebat membuat Karen terpaksa membayar pakaian itu.


( " Untung sahabatku Clarissa memberikan kartu kredit tanpa batas jadi aku bisa pinjam. Nanti kalau sudah gajian aku ganti uangnya." Ucap Karen dalam hati ).


" Iya saya tahu, langsung ke kasir setelah ini urusan kita selesai." ucap Karen sambil menahan amarah.


" Belum, aku meminta dibelikan sepatu." ucap gadis itu tanpa punya rasa malu sedikitpun.


" Kamu itu di kasih hati malah minta jantung." omel Karen.


" Apa maksudmu?" tanya gadis itu dengan nada ketus


" Memangnya aku tidak tahu berapa harga baju yang kamu kenakan? hah!!!" bentak Karen sambil menatap tajam ke arah gadis itu.


Daka yang ingin tidur karena dipeluk Karen menjadi kesal dan memalingkan wajahnya ke arah gadis itu sambil menatap tajam.


" Tante jelek, jangan bikin mommyku bertambah marah karena tante jelek akan mendapatkan hukuman dari daddy." ucap Daka sambil mendelikkan matanya.


Karen yang awalnya marah terhadap gadis itu langsung terkejut mendengar ucapan Daka membuat Karen langsung memalingkan wajahnya untuk menatap wajah Daka dari arah samping membuat Karen menahan tawa karena wajah Daka sangat imut dan menggemaskan.


" Hei anak kecil, berani ya mengatakan aku Tante jelek?" omel gadis itu


" Tante merasa jelek tidak? kalau merasa tidak jelek jangan marah." ucap Daka berani karena ada mommynya yang akan melindungi dirinya.


" Akhhhhh sakit, lepaskan brengs*k." Teriak gadis itu.


" Ada apa ini?" tanya dua orang pria ketika mendengar ada keributan


Karen melepaskan tangan gadis itu kemudian mendorongnya hingga terdorong ke depan. Karen memalingkan wajahnya begitu pula dengan gadis tersebut.


" Kak Albert." Panggil Karen


" Honey." Panggil gadis itu secara bersamaan


Karen dan gadis itu saling memandang dengan tatapan tajam.


" Maaf silahkan kalian keluar karena membuat para pengunjung tidak nyaman akibat kalian berdua." ucap manager butik tersebut mengusir Karen, gadis itu dan Albert.


" Baik." Jawab mereka serempak


Mereka bertiga keluar dari butik dan berdiri di tempat toko yang sudah lama tutup.


" Karen, Bertha kenapa kalian bertengkar?" tanya Albert


" Honey, gadis ini jahat sekali padaku, lihat tanganku sakit sekali akibat ulahnya." ucap Bertha sambil memeluk Albert.

__ADS_1


Karen yang melihatnya hanya memutar bola matanya dengan malas. Karen yang masih kesal langsung menceritakan semua kejadian tanpa ada yang ditutup-tutupi.


" Honey dia bohong." ucap Bertha takut ketahuan kejelekan dirinya.


" Diam!! Karen yang cerita setelah itu baru kamu yang cerita." ucap Albert sambil menahan kesal.


bruk


akhhhhh


Albert yang mendengar akhir cerita Karen langsung mendorong Bertha hingga bokongnya mencium lantai marmer tersebut.


" Honey kenapa kamu mendorongku?" rengek Bertha manja


" Aku lebih percaya Karen dari pada kamu." Ucap Albert sambil menarik tangan Karen meninggalkan Bertha.


" Albert kok kamu ada di sini?" tanya Karen


" Tadi barusan ketemu klien dan tidak sengaja mendengar keributan." ucap Albert menceritakan apa adanya.


" Anak siapa itu?" tanya Albert


" Dia..." ucapan Karen terpotong karena ponselnya berdering


" Sebentar aku angkat dulu ponselku." Ucap Karen


" Hallo." panggil Karen tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Karen kamu ada di mana? kenapa ke kamar mandi lama?" omel daddy Gavin


" Maaf tuan, tadi ada masalah. Sebentar lagi saya akan ke sana." ucap Karen tidak enak hati.


" Sudah terlambat mereka sudah pergi karena Mencari anaknya yang hilang." ucap daddy Gavin


tut tut tut tut tut


Daddy Gavin yang masih kesal dengan Karen langsung mematikan ponselnya secara sepihak membuat Karen menghembuskan nafasnya secara perlahan.


" Ada apa?" tanya Albert


" Aku lupa kalau hari ini ada meating dengan perusahaan PT DAKA COOPERATION." ucap Karen


" Karena itu bosmu marah - marah?" tebak Albert


" Ya begitulah." Jawab Karen acuh


" Tangkap mereka berdua." perintah seseorang bodyguard

__ADS_1


Para bodyguard yang berjumlah enam orang langsung mengelilingi Karen dan Alber agar tidak kabur membuat para pengunjung menjauh dan tidak mau mereka terkena imbasnya.


__ADS_2