Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Sahabat


__ADS_3

" Aku dan David mengirimkan anak buah untuk melindungimu secara diam - diam. Kamu tahu rumah yang berada di depanmu?" tanya daddy Federick


" Iya aku tahu di sana tinggal ada beberapa pria mungkin rumahnya disewakan untuk pegawai kantor." Ucap Ronald


" Mereka adalah anak buahku dan juga anak buah David. Aku juga mengirimkan empat anak buahku ke tempatmu untuk menjadi baby sister, dua penjaga keamanan dan satu pelayan." Ucap daddy Federick


" Kamu tahu apa yang terjadi dengan anakmu Clarissa?" tanya daddy David menyambung perkataan daddy Federick.


" Memangnya ada apa dengan putriku?" tanya Ronald


" Mulut putrimu Clarissa di tutup pakai lakban dan tubuhnya di ikat oleh penjaga kebun." Ucap daddy Federick


" Bukannya ada ke empat anak buahmu?" tanya Ronald penasaran


" Memang benar tapi semua penghuni mansion tertidur lelap karena kepala pelayan memberikan obat tidur pada makanan dan minuman termasuk ke empat anak buahku." Jawab daddy Federick.


" Lalu apa yang terjadi?" tanya Ronald


" Anak buahku dan juga anak buah David menyamar menjadi pasangan suami istri pura - pura bermain ke rumahmu tapi mereka tidak diijinkan karena penasaran anak buahku dan David diam - diam menyelinap ke rumahmu dan melihat Clarissa di ikat karena itulah anak buahku menyelamatkan Clarissa dan menangkap mereka sekalian menanyakan siapa pelakunya." ucap daddy Federick menjelaskan.


" Sayang mereka memilih bunuh diri dari pada membocorkan rahasianya. Anak buahku menghubungiku apa yang telah terjadi." Sambung daddy David


" Lalu kenapa aku berada di gedung tua?" tanya Ronald


" Ketika kalian pergi empat anak buahku mengikuti kalian dan ketika mengetahui ada mobil yang mengikutimu anak buahku memberitahukan hal itu dan aku serta Federick langsung pergi untuk menyelamatkan dirimu. Setelah itu kamu sudah tahu ceritanya." ucap daddy Federick mengakhiri ceritanya.


Ronald hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Sekarang apa yang ingin kamu lakukan?" tanya daddy Federick


" Karena jala*g itu sudah mati berarti aku tidak perlu menceraikannya. Jadi mulai sekarang dan seterusnya aku akan konsentrasi mengurus putri semata wayangku Clarissa." Ucap Ronald dengan tatapan datar dan dingin.


Daddy David dan daddy Federick hanya menganggukkan kepalanya tanpa bicara sedikitpun karena itu semua adalah keputusan Ronald.


Tidak berapa lama ponsel milik daddy David berdering membuat daddy David mengambil ponselnya di saku jasnya kemudian melihat kalau anak buahnya menghubungi dirinya. Daddy David dan anak buahnya mulai mengobrol hingga sepuluh menit kemudian daddy David mematikan secara sepihak.

__ADS_1


" Ada apa Dav?" tanya daddy Federick


" Gedung tua itu terbakar tanpa sisa termasuk semua mayat yang kita tembak dan juga anak buah yang kita tembak hanya menyisakan debu." Ucap daddy David menjelaskan


" Mereka pantas mendapatkannya apalagi wanita jala*g itu sudah sepantasnya mati dengan cara mengenaskan." ucap Ronald yang bertentangan dengan kata hatinya.


Di satu sisi dirinya sangat kehilangan tapi di sisi lain mengingat perkataan Serena membuat dirinya sangat marah karena itulah ketika Serena tertembak dirinya tidak memperdulikan sama sekali. Benci dan cinta menjadi satu di hati Ronald karena Ronald paling membenci dengan namanya pengkhianat.


" Kita makan siang." ucap mommy Karen tiba - tiba datang bersama mommy Sandra.


" Ok." Jawab mereka serempak


Mereka berjalan ke ruang makan dan merekapun makan dalam diam tanpa ada bicara sedikitpun. Selesai makan mereka berjalan ke arah ruang tamu untuk mengobrol.


Satu jam lebih mereka mengobrol hingga mereka pulang ke mansion masing - masing. Baby sister menggendong Clarissa kecil menuju ke kamarnya untuk beristirahat sedangkan Ronald masuk ke kamarnya.


Ronald menatap penuh amarah karena kamarnya bau parfum istrinya membuat dirinya sangat marah dan langsung memanggil semua pelayan untuk membuang semua barang - barang dan di ganti dengan barang yang baru karena dirinya tidak mau mengingat wanita yang sangat dibencinya.


Semua pelayan mulai mengeluarkan ranjang, lemari, meja, sofa dan lain - lain sedangkan Ronald beristirahat di kamar tamu karena tubuhnya sangat lelah.


xxxxxxx


" Kenapa berhenti?" tanya pria paruh baya sambil memeluk istrinya dari arah samping agar tubuh istrinya tidak terbentur kursi pengemudi.


" Maaf tuan dan nyonya ada seorang wanita berbaring di pinggir jalan." Ucap sopir pribadinya.


Sepasang suami istri itu melihat seorang wanita dengan tubuh mengeluarkan darah segar dan tidak sadarkan diri.


" Coba kamu cek apakah wanita itu masih hidup." perintah wanita paruh baya.


" Baik nyonya." Jawab sopir pribadinya.


Sopir itu keluar dari mobil untuk melihat apakah wanita itu masih hidup atau sudah meninggal. Sopir itupun mengecek pergelangan tangan dan leher kemudian berdiri lagi mendekati tuan besar dan nyonya besar.


" Maaf nyonya dan tuan wanita itu masih hidup." Ucap pelayan itu.

__ADS_1


" Kita bawa ke rumah sakit sekarang pak." perintah wanita paruh baya.


" Baik nyonya." Jawab sopir itu


Sopir itupun berjalan ke arah wanita itu dan menggendongnya ala bridal style.


" Sayang, apa kamu yakin menolong wanita itu? bagaimana kalau ternyata dia penjahat?" tanya suaminya


" Aku tidak tega melihat orang terluka honey, jika dia ternyata jahat padaku aku tidak apa - apa mungkin sudah takdirku karena bagiku nyawa seseorang sangat berarti buatku. Bukankah Tuhan mengajarkan kita untuk saling tolong menolong?" ucap istrinya


cup


" Itulah kenapa aku semakin mencintaimu sayang." ucap suaminya sambil mengecup keningnya.


Istrinya hanya tersenyum walau usia mereka tidak muda lagi namun mereka tetap romantis seperti pasangan muda pada umumnya. Pria paruh baya membuka pintu mobil dan membuka pintu mobil samping pengemudi.


Sopir itupun meletakkan wanita itu dan memakaikan sealbeltnya. Sopir itupun mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi karena luka pada kepala dan juga punggungnya.


" Sepertinya kepalanya terbentur batu besar tadi." ucap sopir pribadinya.


Sepasang suami istri hanya menghembuskan nafasnya dengan berat dan berharap wanita yang ditolongnya selamat. Tidak berapa lama mereka sampai di rumah sakit dan langsung di bawa ke ruang ugd. Mereka menunggu di ruang ugd sambil berharap wanita itu selamat.


xxxxxxx


Di negara yang berbeda


" Mommy, dua hari lagi kita akan ke Indonesia." ucap daddy Gavin


" Seminggu yang lalu bilang begitu tapi tidak pergi juga." ucap mommy Clarissa dengan wajah cemberut sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit.


" Maaf mommy, daddy sangat sibuk terus tapi daddy janji dua hari lagi kita pergi dan mommy bisa bertemu dengan ke dua sahabat mommy." Ucap daddy Gavin


" Daddy janji ya dua hari lagi." ucap mommy Clarissa sambil membelai pipi daddy Gavin suami yang sangat dicintainya.


" Iya daddy janji, mommy kita main lagi yuk?" ajak daddy Gavin

__ADS_1


" Ok." Jawab mommy Clarissa


Merekapun melakukan kegiatan suami istri ketika ke tiga anaknya sudah tertidur pulas bersama ke tiga baby sister.


__ADS_2