Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Rahasia


__ADS_3

" Pffftttt hahahaha.. honey sepertinya harus banyak olahraga dan mengurangi porsi makannya." Ucap Tamara sambil tertawa


" Padahal setiap malam aku selalu olahraga tapi kenapa perutku gendut?" tanya Ronald


" Itu bukan olahraga honey, olahraga itu bangun lebih pagi olahraga lari, push up, sit up dan sejenisnya." Ucap Tamara


" Mulai besok pagi aku akan olahraga." Ucap Ronald sambil membelai rambut Tamara.


" Sekarang kita makan honey." Ucap Tamara sambil mengambil piring untuk Ronald untuk di isi nasi dan lauk kemudian dilanjutkan mengambil makanan untuk Clarissa dan juga untuk dirinya.


Mereka makan dalam diam tanpa ada bicara sedikitpun. Selesai makan Tamara menyerahkan Clarissa ke baby sister karena Clarissa dan baby sister tidur satu kamar itu juga permintaan dari Ronald karena Ronald tiap malam melakukan hubungan suami istri.


Entah kenapa Tamara membiarkan Ronald melakukan hubungan suami istri secara berulang-ulang tanpa mengeluh karena biasanya di ronde yang ke tiga Tamara meminta berhenti karena tubuhnya sangat lelah.


" Sayang ini sudah ronde ke empat biasanya di ronde ke tiga kamu minta berhenti?" tanya Ronald sambil memeluk tubuh polos istrinya.


" Karena honey sangat baik padaku anggap saja ini hadiah yang kuberikan untuk kak Ronald." Ucap Tamara sambil membalas pelukan suaminya.


cup


" Terima kasih sayang, lagi ya?" pinta Ronald


Tamara menganggukkan kepalanya walau tulang - tulangnya terasa mau lepas dari tubuhnya. Ronald yang mendapatkan lampu hijau langsung menindih tubuh mungil istrinya. Mereka melakukan hubungan suami istri hingga jam tiga pagi barulah Ronald berhenti karena tidak tega melihat istrinya kelelahan.


" Kok berhenti honey?" tanya Tamara dengan wajah kelelahan.


" Sepulang dari gedung tua kita bisa melakukan lagi." Ucap Ronald sambil memeluk Tamara.


Tamara hanya menganggukkan kepalanya kemudian tertidur pulas dan di susul oleh Ronald. Mereka berdua tidur sambil berpelukan dan kepala Tamara bersandar di dada bidang suaminya.


xxxx


Tidak terasa hari sudah pagi Ronald sudah bangun lebih pagi dengan tubuh yang sangat segar karena semalam banyak mendapatkan vitamin dari istrinya. Ronald melakukan olah raga pagi dengan mengelilingi komplek perumahan hingga hampir satu jam lamanya barulah Ronald pulang ke rumah minimalis.


Tanpa sepengetahuan Ronald beberapa orang mengikuti Ronald hingga Ronald masuk ke dalam rumah minimalis barulah beberapa orang bertubuh besar dan kekar masuk ke dalam rumah yang berada di hadapan rumah Ronald.


ceklek


Ronald membuka pintu kamarnya dan melihat istrinya sedang menyisir rambutnya yang panjang.

__ADS_1


cup


" Istriku sangat cantik." Puji suaminya sambil mengecup bibir istrinya sekilas.


" Honey mandi ya? sebentar lagi kita kan pergi." Ucap Tamara.


" Ok sayang." Jawab Ronald


Ronald masuk ke dalam kamar mandi dan melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian masuk ke dalam bathtub yang sudah di siapkan oleh istrinya.


Kini Ronald sudah memakai pakaian rapi yang tadi disiapkan oleh istrinya. Mereka berdua menuruni anak tangga menuju pintu utama.


" Unda angan pelgi." mohon Clarissa kecil tiba - tiba


Tamara mendekati Clarissa kecil kemudian mengecup keningnya.


" Bunda dan ayah akan pergi sebentar setelah itu kita pergi ke mall beli es krim." Bujuk Tamara karena tidak tega melihat wajah sedih Clarissa


" Benal unda?" tanya Clarissa kecil


" Benar sayang, bunda dan ayah pergi dulu ya." bujuk Tamara sambil mengusap punggung Clarissa kecil


Dalam perjalanan mereka bercakap-cakap kadang serius dan terkadang tertawa. Tanpa sepengetahuan mereka ada dua mobil dan empat motor mengikuti mereka hingga mereka sampai di gedung tua.


Mereka masuk ke dalam gedung tua dan bertemu sepasang suami istri paruh baya.


" Lho katanya kamu janji sama temanmu tapi kok temanmu.." ucap Ronald menggantungkan kalimatnya.


" Kami orang tuanya, anakku sebentar lagi datang, Tamara kepala tante agak pusing maukah antar tante ke depan." pinta istri paruh baya.


" Baiklah." Jawab Tamara walau dirinya agak ragu.


Istri paruh baya memegang bahu Tamara berpura - pura dirinya pusing membuat Tamara memegangi bahu istri paruh baya. Baru beberapa langkah istri paruh baya menghentikan langkahnya membuat Tamara ikut menghentikan langkahnya.


" Kamu harus mengaku di depan Ronald kalau kamu ikut kerjasama kalau tidak keluargamu dan anak tirimu Clarissa akan kami bunuh." ancam wanita paruh baya.


Wanita paruh baya itu memperlihatkan ponselnya di mana mulut Clarissa di tutup pakai lakban dan tubuhnya di ikat membuat Tamara mengeluarkan air matanya.


" Apa kabar tuan Ronald." ucap pria paruh baya itu

__ADS_1


" Apakah aku kenal denganmu?" tanya Ronald dengan nada bingung.


Pria paruh baya itupun membuka topeng yang benar - benar mirip wajah orang lain.


" Tuan Alex." Panggil Ronald terkejut


" Kenapa terkejut? kamu pasti ingat dengan putri kesayanganku yang bernama Ririn." ucap tuan Alex


" Ya aku ingat." Jawab Ronald


" Aku tahu kamu yang membunuh putriku, benar bukan." ucap tuan Alex menahan amarahnya.


" Aku tidak membunuhnya." Ucap Ronald dengan nada santai


" Bohong, aku tahu kamu membunuhnya dengan menyuruh anak buahmu. Benar bukan perkataanku?" ucap Alex sambil menatap tajam ke arah Ronald.


" Nah itu baru tepat dari mana tuan Alex tahu kalau aku memerintahkan anak buahku untuk membunuhnya?" tanya Ronald dengan nada masih santai.


" Karena sebentar lagi tuan Ronald akan mati baiklah aku akan mengatakan aku tahu dari anak buahmu yang bernama Leon. Apakah tuan Ronald masih ingat akan kecelakaan beberapa bulan yang lalu?" tanya tuan Alex


" Apakah tuan Alex yang membuat istriku meninggal?" tanya Ronald dengan wajah berubah menjadi bengis dan haus akan darah.


" Tepat sekali sebenarnya aku ingin membunuhmu tapi sayang istrimu memelukmu kalau tidak tuan Ronald lah yang mati." Ucap tua Alex dengan tatapan membunuh.


" Kau brengs**k." Ucap Ronald sambil tangannya siap memukul tuan Alex tapi di tahan oleh anak buah Alex yang tiba - tiba sudah datang.


bruk


Wanita paruh baya mendorong tubuh Tamara hingga jatuh di tengah - tengah Ronald dan tuan Alex. Tamara menunduk tanpa melawan dirinya pasrah jika rahasia dirinya terbongkar.


" Tamara??? apa yang kamu lakukan terhadap istriku hah!!!" bentak Ronald


" Dia bukan Tamara nama sebenarnya adalah Serena Evangelista Reagen." Ucap wanita paruh baya sambil membuka topengnya yang mirip wajah manusia.


Wanita itu ternyata aslinya masih muda dan menyamar menjadi wanita tua. Wanita muda itupun memeluk pria paruh baya dari arah samping kemudian mengecup bibir pria paruh baya itu sekilas membuat mereka merasa jijik karena perbedaan umur yang sangat jauh.


" Cih... sungguh menjijikkan kalian itu pantasnya menjadi ayah dan anak." Ucap Ronald belum menyadari ucapan wanita tadi


" Kami tidak perduli, apakah tuan Ronald tidak marah kalau wanita yang tuan Ronald nikahi sebenarnya seorang penipu dia adalah Serena Evangelista Reagen bukan Tamara." Ucap wanita itu mengulangi perkataannya.

__ADS_1


__ADS_2