
" Baik, aku akan menghubungi istri ku, Ronald pinjam ponselmu." Pinta daddy David.
" Baik tuan." Jawab Ronald sambil memberikan ponselnya.
Daddy David menghubungi istrinya, semua orang menengok ke arah meja di mana ada tas Karen membuat David langsung mematikan ponselnya.
" Ini tas istriku, istriku di mana?" tanya daddy David sambil menatap tajam ke arah para polisi yang berada di ruang itu.
" Maaf tuan, itu tas milik gadis culun." ucap polisi dengan nada takut
Daddy David memberikan ponselnya ke Ronald dan berjalan ke arah meja dan mengambil tas milik istrinya kemudian membukanya.
" Ini ponsel milik istriku, bawa ke sini gadis itu." Ucap daddy David dengan tatapan membunuh
" Ba... baik tuan." Jawab polisi dengan gugup.
Polisi itupun berjalan ke arah khusus penjara dan membuka pintu penjara.
" Maaf nona di cari tuan David." ucap polisi
" Baiklah." Jawab mommy Karen sambil menahan senyum
Polisi itupun berjalan dengan diikuti oleh mommy Karen.
" Maaf tuan David ini nona Elisabeth." ucap polisi dengan sopan.
David menatap ke arah mommy Karen begitu pula dengan Ronald.
" Ini tas milik istriku, di mana kamu menemukannya?" ucap daddy David dengan tatapan membunuh.
" Honey apakah honey tidak mengenalku? oh iya lupa." ucap mommy Karen sambil membuka ke dua ikatan rambutnya dan dilanjutkan membuka kaca matanya.
Daddy David dan Ronald hanya bisa melongo melihat perubahan gadis culun.
grep
" Mommy? kenapa menyamar menjadi gadis culun?" tanya David merubah tatapannya menjadi tatapan teduh sambil memeluk istrinya.
" Pemilik tubuh ini meminta mommy untuk menyamar menjadi gadis culun." ucap mommy Karen menjelaskan.
" Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya daddy David sambil melepaskan pelukannya.
Mommy Karen pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi. Daddy David dan Ronald mendengarkan semua cerita mommy Karen sambil ke dua tangan daddy Ronald dan daddy David digenggam erat menahan emosi.
" Begitu daddy ceritanya." Ucap mommy Karen mengakhiri ceritanya.
__ADS_1
" Si*l, kamu ingat siapa saja orang - orangnya?" tanya daddy David sambil membelai rambut istrinya dengan lembut.
" Tidak semuanya aku ingat daddy, mungkin polisi tahu." ucap mommy Karen
" Siapa saja mereka?" tanya daddy David sambil menatap tajam ke arah polisi.
( " Tuan David pertama memandang gadis culun dengan tatapan membunuh tapi setelah mengetahui kalau gadis culun ternyata istrinya langsung merubah wajahnya menjadi tatapan teduh dan kini berubah lagi menjadi tatapan membunuh." Batin polisi dalam hati ).
brak
" Siapa saja mereka???" bentak daddy David sambil menggebrak meja
" Empat pemilik perusahaan dan para mahasiswa dan mahasiswi." ucap polisi
" Panggil mereka semua ke sini." Perintah daddy David dengan nada dingin.
" Baik tuan David." ucap polisi dengan patuh.
Polisi itupun menghubungi para saksi untuk datang ke kantor polisi.
" Sayang, ganti pakaian mu di dalam mobil." ucap daddy David.
" Baik honey." Jawab mommy Karen patuh sambil berjalan keluar.
Daddy David hanya mendengus kesal jika tidak ingat ada istrinya ingin rasanya memotong - motong polisi tersebut.
Tidak berapa lama mommy Karen datang dengan wajah yang sangat cantik dan memakai pakaian yang menampakkan tubuhnya yang sangat seksi membuat para polisi menatap mommy Karen tanpa berkedip begitu pula dengan suaminya kecuali Ronald karena dirinya tahu kalau istri bosnya tidak boleh di tatap.
grep
cup
" Apa kalian ingin tidak melihat lagi? karena mata kalian aku copot." ancam daddy David sambil memeluk istrinya dengan posesif kemudian mengecup rambutnya.
Semua serentak menundukkan kepalanya karena ancaman tuan David tidak bisa di anggap main - main. Tidak berapa lama orang-orang yang tadi membuly dan menuduh mommy Karen satu persatu datang.
" Ada apa kami di panggil pak?" Jawab mereka serempak yang belum menyadari ada daddy David yang menatap tajam ke arah mereka semuanya.
" Apakah semuanya sudah hadir." Tanya daddy David
Semua orang menatap daddy David dan langsung menundukkan kepalanya tanda hormat.
" Tuan David." panggil mereka serempak
Daddy David hanya diam tidak menjawab sapaan mereka. Para mahasiswi berusaha menarik perhatian dan tidak memperdulikan ada seorang wanita yang sedang di peluk oleh tuan David secara posesif.
__ADS_1
" Sebentar tuan David, aku akan bertanya dulu." Jawab polisi menjawab pertanyaan daddy David tanpa menjawab pertanyaan mereka yang telah menuduh mommy Karen.
" Apakah teman kalian sudah datang semuanya?" tanya polisi
" Masih ada beberapa yang belum datang." ucap gadis ke lima.
" Honey, gadis yang baru menjawab dan yang di sebelahnya adalah orang yang telah memberikan kesaksian palsu." bisik mommy Karen.
" Kalian berdua panggil orang tuamu." perintah daddy David dengan tatapan dingin sambil menunjuk ke dua gadis tersebut
" Maaf tuan, untuk apa memanggil ke dua orang tua kami?" tanya gadis ke lima sambil tersenyum bahagia karena orang tuanya di suruh datang.
" Benar tuan, apakah tuan ingin menjadikan kami sebagai istri atau simpanan tuan? saya bersedia tuan." Jawab gadis ke enam penuh percaya diri.
" Saya juga mau tuan." Jawab gadis ke lima sambil mengedipkan matanya.
Ke dua gadis tersebut tidak tahu kalau itu merupakan boomerang buat mereka berdua. Daddy David hanya menatapnya dengan tatapan datar dan dingin dan tidak menjawab ucapan ke dua gadis tersebut.
" Nona - nona hubungi ke dua orang tua kalian." Perintah Ronald
" Baiklah." Jawab ke dua gadis serempak.
Mereka berdua langsung menghubungi ke dua orang tuanya untuk datang ke kantor polisi dan mengatakan kalau pemilik perusahaan yang sangat kaya raya akan melamar mereka berdua. Daddy David menatap wajah cantik istrinya tidak berubah.
" Kenapa kamu tidak cemburu sayang?" bisik daddy David penasaran
" Aku percaya honey tipe orang setia jadi buat apa aku cemburu." ucap mommy Karen sambil mengusap wajah tampan suaminya membuat para mahasiswi menatapnya dengan tatapan membunuh dan iri hati terhadap mommy Karen.
Daddy David melihat mereka dan merekam wajah semuanya.
" Kalau aku tidak setia bagaimana sayang?" tanya daddy David
" Aku akan pergi meninggalkan honey." ucap mommy Karen.
" Kenapa?" tanya daddy David sambil menatap wajah cantik istrinya.
" Berarti daddy tidak mencintai mommy karena itu mommy akan pergi dari kehidupan daddy." ucap mommy Karen
" Maaf honey, daddy tidak serius mengatakannya." ucap daddy David sambil membelai rambut mommy Karen.
Mommy Karen hanya tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang suaminya. Tidak berapa lama mereka semua sudah terkumpul.
" Ronald." Panggil daddy David
" Bisa ceritakan kejadian di kampus tepatnya di danau?" tanya Ronald yang sudah tahu keinginan tuannya tanpa bertanya terlebih dahulu.
__ADS_1