GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Danar ke Kamar Zulaikha


__ADS_3

"Kalau simbok punya uang, cuma dua puluh Juta, itu juga simbok baru menerima gaji saat nyonya Lisa yang menggaji simbok!" ucap mbok Tinah seraya menyibakkan rambut yang menutupi wajah Zulaikha.


"Mbok, seumpama Ika jualan gorengan atau apa gitu bisa tidak ya mbok?" tanya Zulaikha yang penasaran.


"Kalau ketahuan nyonya bisa gawat Ka! sebaiknya jangan ya!" ucap Mbok Tinah yang merasa cemas jika Zulaikha akan melakukannya.


"Hm...terus bagaimana mbok?" tanya Ika yang penasaran.


"Kalau simbok dulu, simbok merayu papanya nyonya Melisa. Apa mungkin itu saja, kamu merayu tuan Danar!" usul mbok Tinah sembari mengulas senyumnya.


"Merayu yang bagaimana mbok?" tanya Zulaikha yang belum paham.


"Ya bagaimana caranya supaya kamu dapat uang dan membebaskan diri kamu dari perjanjian yang berat sebelah ini!" jawab mbok Tinah yang menatap Cinta dengan sedikit membawa cahaya buat Zulaikha.


"Betul juga, aku kan istrinya. Tentu saja aku boleh meminta uang atau meminta cara agar tuan Danar mau meringankan beban hutang ibu tiriku itu!" ucap Zulaikha seraya berpikir.


"Sebaiknya kita berdoa saja dulu, kalau ada kesempatan nanti bisa kita ambil dan usaha untuk membebaskan diri kamu dari belenggu jaminan hutang itu!' ucap Mbok Tinah.


Dan tanpa mereka sadari hari telah menjelang siang, waktunya untuk sholat Dhuhur dan makan siang.


Keduanya melakukan sholat Dhuhur dan makan siang bersama, setelah itu mereka beristirahat di kamar masing-masing.


Hingga suara Adzan sholat Ashar berkumandang, Zulaikha bangun dari tidurnya dan segera menunaikan sholat Ashar.


Tak berapa lama mbok Tinah juga keluar dari kamarnya. Dia segera melangkahkan kakinya ke sumur untuk berwudlu dan kemudian menunaikan ibadah sholat Ashar.


Setelah itu mbok Tinah memasak, sedangkan Zulaikha membersihkan seluruh ruangan dan juga menyirami bunga-bunga yang ada di teras dan juga di halaman rumah.


"Ika, tuan tadi telepon kalau mereka akan pulang malam. Jadi kita santai-santai lagi saja ya! he..he...!" ucap Mbok Tinah seraya tersenyum.


"Begitu ya, kita seperti dirumah sendiri yang tanpa uang sama sekali! he...he...!" celoteh Zulaikha seraya tertawa.


"Iya, benar juga. Seakan kita dirumah sendiri! he..he...!" balas ucap mbok Tinah dan keduanya tertawa walau batin mereka juga tertekan.


Waktu berlalu hingga malam telah larut, dan perempuan beda umur itu telah tertidur di kamar masing-masing.


Datanglah sebuah mobil yang berhenti di depan rumah besar itu.


Tak berapa lama keluarlah dua orang laki-laki yang tak lain Danar dan bower.


Dan seperti biasa Danar membopong Melisa sampai ke kamarnya.


"Huh, semakin hari kamu semakin berat istriku!" seru dalam hati Danar yang telah sampai di kamar tidurnya dan segera membaringkan istrinya ke tempat tidur.

__ADS_1


"Kamu itu nggak tahan dengan minuman keras, masih saja meminumnya!" gerutu Danar yang kemudian menyelimuti istri pertamanya itu.


"Aku haus sekali, mau cari minum dulu!" ucap dalam hati Danar dalam hati.


Jam dinding menunjukkan jam dua malam, Danar turun dari kamarnya dan melangkahkan kakinya ke dapur untuk mencari air minum di lemari es.


Tiba-tiba Danar mendengar sesuatu dari kamar para pembantu.


Danar mengendap-endap karena penasaran untuk mengetahuinya.


Tampaklah seorang perempuan yang baru saja dari sumur dan berjalan menuju ke tempat sebuah ruangan paling sudut.


"Zulaikha? sedang apa dia di kamar sudut itu?" tanya dalam hati Danar yang merasa penasaran.


Danar mengendap-endap sampai di depan pintu kamar tersebut, dan pada saat itu Zulaikha hendak menutup pintu dan dia terkejut.


"Tu..tuan!" panggil Zulaikha secara pelan.


Danar kemudian masuk ke kamar Zulaikha dan dia menutup serta mengunci pintu kamar tersebut dari dalam kamar.


Zulaikha mundur beberapa langkah, dan dia mengambil mukenanya.


"Tuan, datang kesini mau apa?" tanya Zulaikha yang menggelar sajadahnya.


"Memang aku ada disini tuan" ucap Zulaikha yang kemudian memakai mukenanya.


"Aku mau meminta jatah!" ucap Danar yang memandang ke arah Zulaikha.


"Hm..., Sudah aku duga!" seru dalam hati Zulaikha yang tetap melanjutkan memakai mukenanya.


"Boleh, tapi setelah saya sholat malam dan mengaji" ucap Zulaikha seraya mengulas senyumnya.


"Ok, aku tunggu!" balas Danar yang kemudian dia duduk bersandar dengan memainkan ponselnya.


Sementara itu Zulaikha tetap menjalankan sholat malam dengan khusyuk, dilanjutkan dengan mengaji beberapa ayat Al Qur'an.


Danar tertegun pada saat melihat dan mendengar istri keduanya melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an.


"Zulaikha, suara kamu merdu sekali!" ucap dalam hati Danar.


"Ke..kenapa aku bergetar begini ya? kenapa aku merasa kalau selama ini aku banyak berbuat dosa ya? Ah, Zulaikha suara kamu membuat jantungku serasa mau copot saja!" Danar yang terus membatin.


Jam tiga dini hari, Zulaikha menyelesaikan sholat malam dan mengajinya.

__ADS_1


Zulaikha melihat suaminya Danar yang tertidur pulas di atas tikar yang merupakan tempat Zulaikha biasa tidur.


Setelah selesai melipat mukenanya, Zulaikha mengambil selimut dan menyelimuti suaminya.


Zulaikha membiarkannya tertidur pulas di kamarnya, kemudian Zulaikha melakukan tugas-tugasnya menyapu dan mengepel rumah.


Jam dinding menunjukkan pukul setengah lima pagi, dan mbok Tinah keluar dari kamarnya kemudian menuju ke sumur untuk menggosok gigi dan berwudlu untuk menunaikan ibadah sholat Subuh.


Sementara Zulaikha telah menyelesaikan tugasnya, dan dia hendak mandi dan melangkahkan kaki menuju ke kamarnya.


Zulaikha masih melihat suaminya yang masih tidur dengan pulasnya.


Dan setelah mengambil handuk dan juga pakaian ganti, Zulaikha keluar dari kamar dan melangkahkan kaki menuju ke sumur. Namun sebelumnya Zulaikha menutup dan mengunci kamarnya.


"Gawat kalau ada yang tahu kalau tuan Danar ada di kamar ku!" gumam dalam hati Zulaikha yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke sumur dan ke kamar mandi.


Setelah selesai ritual mandinya, Zulaikha berwudlu dan kembali masuk ke kamarnya.


Dia menutup kembali kamarnya dan tak lupa menguncinya.


Zulaikha kemudian menunaikan sholat subuh, dan Danar masih dalam posisinya yang tertidur pulas.


Beberapa menit kemudian Zulaikha telah selesai menunaikan sholat Subuhnya.


"Nampaknya tuan Danar begitu kecapaikan" ucap dalam hati Zulaikha seraya melipat serta meletakkan Mukenanya ke tempat biasa dia meletakkan Mukenanya.


Zulaikha kemudian menghampiri tubuh suaminya yang terbaring itu, dan tiba-tiba dia mendengar igauan tak jelas dari suaminya.


Penasaran, Zulaikha menempelkan telapak tangannya di dahi Danar dan dia terkejut.


"Pa..panas sekali!" ucap Zulaikha lirih.


"Bagaiman ini, kalau aku bilang ke semuanya pastinya mereka akan curiga kenapa tuan Danar ada di kamarku ini? dan rahasia aku dengan tuan Danar bisa terbongkar." ucap dalam hati Zulaikha yang terus menatap Danar dengan rasa khawatir.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2