GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Sopir yang Nakal ll


__ADS_3

"Jika kamu membuka mata, mungkin aku tak bisa sedekat ini melihat bahkan menyentuh kamu Melisa!" gumam dalam hati Bower yang mulai dia berani mencium kening Melisa.


"Jadi begini ya rasanya bermesraan malam pertama!" seru dalam hati Bower yang melanjutkan aksinya menciumi kedua pipi Melisa yang masih pulas dalam tidurnya.


Dibelainya bibir Melisa dengan jari telunjuk Bower dengan lembut.


"Kau akan jadi milikku, milikku! milikku..!" racau Bower yang kembali menciumi wajah Melisa, dan dilanjut dengan bermain di bibir perempuan yang ada di genggamannya saat ini.


Nafas sopir Danar itu mulai memburu, dan tangan kanannya mulai bergerilya. Menyusuri bagian dalam pakaian Melisa yang masih tertidur dengan pulasnya.


Kedua tangan itu mendapati dua gundukan milik Melisa yang begitu kenyal baginya. Dan saat ini Bower dalam posisi menikmati bibir bertemu bibir dengan tangannya yang sibuk bermain di dua gundukan milik Sri.


Setelah puas dengan aksinya itu, Bower melepaskan pakaian atas Melisa satu persatu.


Seperti anak kecil yang mendapatkan permen lolipopnya, Bower terus menyerang dua gundukan Melisa secara bergantian.


Merasa belum puas dengan aksinya itu, Bower menciumi dada hingga perut Melisa dengan nafas memburu.


Bower kemudian tertarik pada milik Melisa yang ada di bagian bawah perut istri pertama Danar itu


Kemudian Bower melepaskan pakaian bagian bawah Melisa satu persatu.


Sedangkan si pemilik masih dalam kondisi tertidur dengan lelapnya.


Melihat perempuan didepannya sudah dalam kondisi polos tanpa sehelai benang itu, Bower kemudian melepas pakaian bagian bawahnya. Mereka kini dalam kondisi polos diatas tempat tidur.


Dan dengan nafas yang memburu, Bower mulai menggerayangi tubuh Melisa yang masih memejamkan mata itu.


Bower pun mulai bermain dengan jurus-jurus bercocok tanamnya.


Sementara itu Melisa merasakan ada sesuatu yang masuk dengan paksa di miliknya, perlahan dia membuka kedua matanya.


"Aaagh...! apa yang kamu lakukan!" seru Melisa yang memberontak dan terus mendorong tubuh Bower.


Bower yang menyadari perempuan yang dibawahnya sudah sadar dan meronta-ronta, sopir itu kemudian memperkuat pegangannya pada tangan Melisa yang dengan posisi direntangkannya.


"Aaaghh, lepaskan Bower. Aku ini majikanmu!" seru Melisa dengan geramnya.


Namun Bower tak menggubrisnya, dia terus menciumi kedua pipi perempuan dibawahnya, walaupun istri Danar itu terus mengelaknya dan Danar tetap nekat bermain dibibir Melisa.


Melisa itu menggigit bibir Bower hingga berdarah.


"Aaagh, kau dasar perempuan liar! Tapi aku semakin menyukaimu!" gerutu Danar yang kemudian dia menciumi leher Melisa dan membuat perempuan itu merasakan geli dan lama-kelamaan dia menyukainya.

__ADS_1


Melisa terus menggeliat saat Bower kembali bermain di dua gundukan miliknya seperti anak kecil yang makan lolipopnya.


Bower melihat respon Melisa yang menggeliat dan merasakan kenikmatan cumbuan selain dengan suaminya, erangan dan nafas yang juga memburu. Membuat Bower semakin semangat dalam bercocok tanam.


Melisa hanya bisa pasrah, tak bisa berbuat apa-apa lagi. Tenaganya sudah habis dan air matanya terus berderai menyaksikan Bower yang bercocok tanam adanya.


Sedangkan Bower terus menikmati kesenangannya sendiri dan terus memompa mulai dari pelan hingga cepat.


Laki-laki itu terus memompa dengan senyum puasnya melihat Melisa yang terus menangis pilu.


Karena kondisi tubuhnya yang sudah tak berdaya, Melisa tak sadarkan diri.


Sedangkan Bower terus memompa sampai dirinya merasa puas, dan setelah itu Bower melepaskan cairannya ke dalam milik Melisa sebagai bentuk kepuasannya yang bejat itu.


Bower yang kelelahan itu tidur disamping Melisa yang pingsan, namun sebelumnya dia menyelimuti dirinya dan juga Melisa dengan satu selimut dan dia tidur dengan memeluk Melisa.


Keduanya memejamkan mata karena kelelahan setelah melakukan hal yang tak seharusnya terjadi itu.


Beberapa jam kemudian, Bower bangun dari tidurnya karena tiba-tiba dia merasakan kerongkongannya yang kering.


Dia memakai celananya dan kemudian turun dari tempat tidur. Bower melangkahkan kakinya menuju ke pintu dan keluar dari, menuruni tangga kemudian melangkahkan kakinya menuju ke dapur.


Diambilnya gelas dari tempatnya dan kemudian dia menekan keran di dispenser, dan keluarlah air putih yang memenuhi gelasnya.


Tak berapa lama terdengar suara pintu utama yang diketuk oleh seseorang dari luar pintu.


"Tokk...tokk...tokk....!"


"Selamat siang" suara dari luar pintu.


Bower bergegas meletakkan gelas yang telah kosong itu diatas meja. kemudian melangkahkan kakinya menghampiri pintu utama dan kemudian dia membukanya.


"Klek...klek....ceklek...!"


Bower yang hanya bertelanjang dada itu, membuka pintu utama rumah Melisa itu.


Dan alangkah terkejutnya dia, karena ada dua orang polisi dan dua anak muda laki-laki dan perempuan yang bersama dua orang gadis itu.


"Selamat siang!" sapa salam dari salah satu polisi itu dengan lantang.


"Si...siang!" balas Bower yang sedikit gemetaran.


"Apakah disini benar rumah keluarga Danar aji?" tanya polisi yang kedua.

__ADS_1


"Be...benar" jawab Bower seraya memandang satu persatu polisi tersebut.


"Kalau boleh kami tahu, kami bicara dengan siapa?" tanya polisi yang kedua.


"Saya sopir keluarga ini, dan hari ini tidak ada orang di rumah ini selain saya. Dan saya tidak tahu kemana semua anggota keluarga ini perginya, karena saya baru saja datang setelah diperintahkan tuan Danar untuk pulang ke rumah." jelas Bower yang mulai menguasai dirinya.


"Baik, nanti tolong sampaikan pada keluarga yang lainnya, kalau kami datang untuk memberitahukan bahwa tuan Danar aji sedang mengalami kecelakaan." jelas polisi yang kedua.


"Tu...tuan kecelakaan?" tanya sopir itu yang pura-pura kaget,


"Iya dan sekarang ini berada di rumah sakit dan di rawat di sana." jawab polisi yang pertama.


"Ba...baik, nanti akan saya beritahukan pada keluarga yang lainnya saat mereka pulang nanti. Karena saya tidak punya kontak keluarga ini selain hanya tuan Danar saja" jelas Bower yang memandang satu-persatu polisi tersebut.


"Mungkin ada yang ingin anda sampaikan saudara Baim dan Saudari Zahra?" tanya polisi kedua yang menoleh ke arah dua pemuda dan pemudi disampingnya.


"Iya, ada pak" jawab Baim yang kemudian melangkahkan kakinya maju dan berhadapan dengan Bower.


"Apakah keluarga di sini ada yang bernama Zulaikha? dia selalu berjilbab kalau keluar rumah." tanya Baim dengan sedikit memberi tahu ciri-ciri Zulaikha.


"Apa hubungan anda dengan Zulaikha?" tanya Bower yang penasaran dan menatap ke arah Baim.


"Saya saudara Zulaikha, dan ini sahabat dia. Kami sangat rindu padanya. Benarkah Zulaikha ada di sini?" tanya Baim yang menatap ke arah Bower dengan rasa ingin tahunya.


"Iya, memang dia ada di sini." jawab Bower yang memberi kelegaan pada Baim, Zahra dan kedua polisi tersebut.


"Alhamdulillah, kalau begitu dimana dia sekarang?" tanya Baim dengan penasaran.


"Yang aku tahu tadi dia dibawa oleh pembantu di sini ke rumah sakit. Tapi rumah sakit mana saya juga tidak tahu" jawab Bower yang setengah jujur dan setengah bohong.


"Rumah sakit? terima kasih atas informasinya. Kami akan mencarinya sekarang juga" ucap Baim yang sedikit lega karena ada harapan bertemu dengan Zulaikha.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2