GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Merayu Istri pertama


__ADS_3

"Ika, mas mau ke kamar Melisa dulu ya" ucap Danar yang bangkit dari tempat duduknya.


"I..iya mas" ucap Zulaikha yang juga bangkit dari duduknya.


Zulaikha kemudian mengambil piring dan diisinya nasi bersama lauknya.


"Sebentar mas!" seru Zulaikha.


"Iya" jawab Danar yang mengurungkan langkahnya dan melihat ke arah Zulaikha.


"Bawalah makanan ini mas, biar nyonya eh mbak Lisa makan di kamar saja" ucap seraya memberikan nampan yang berisi nasi komplit dengan minuman uang baru diambilnya.


"Baiklah, kamu pindahin semua barang-barang kamu di kamar tamu tadi ya! aku mau anakku dalam keadaan sehat selalu" bisik Danar seraya mengusap perut istri keduanya dan Zulaikha mengangguk mengerti.


"Iya mas, Ika mengerti" ucap Zulaikha.


Danar melangkahkan kakinya menuju ke kamar dimana Melisa berada.


"Tokk...tokk...tokk...!"


Danar mengetuk pintu kamar pada saat sudah sampai di depan pintu kamar Melisa.


"Tokk....tokk...tokk...!"


Sekali lagi Danar mengetuk pintu karena tak kunjung mendapat jawaban dari dalam kamar.


"Klek..!"


Danar mencoba membuka pintu tersebut, dan ternyata tidak dikunci oleh orang yang ada di dalamnya.


"klek..!"


Danar menutup pintu pada saat dia sudah masuk ke kamar, dan dia mendapati istrinya yang tidur tengkurap dengan berlinang air matanya.


Suami Melisa itu meletakkan nampan yang dibawanya ke atas meja disamping tempat tidur.


Kemudian Danar duduk di dekat Melisa dan dia mengusap kepala Melisa dengan lembut.


"Sayang, kamu menangis?" bisik Danar dengan lembut di telinga Melisa.


"Mas Danar, kenapa kamu kesini? A..aku...." ucap Melisa yang terbangun dan membalikkan badannya.


Dan belum sempat selesai bicara, Danar sudah membungkam mulut tipis Melisa dengan satu jari telunjuk kanannya.


"Kamu kan masih jadi istriku, jadi aku kesinilah!" seru Danar yang memeluk Melisa.


Melisa yang hendak marah, itu pun tak jadi melakukannya. Dia membalas pelukan suaminya dengan erat.

__ADS_1


Dan menangis sejadi-jadinya, meluapkan emosinya.


"Mas, kamu ceraikan dia mas! seperti perempuan-perempuan yang dulu mas jadikan jaminan hutang para orang tua mereka! Lisa mohon mas" ucap Melisa seraya terisak.


"Lisa sayang, kamu harus mengerti dengan perasaan mas ini, mas kan juga ingin mempunyai anak" ucap Danar seraya mengecup kening Melisa.


"Tapi kan bisa dari aku mas? bukannya dia!" seru Melisa yang mendongakkan kepalanya.


"Kita menikah sudah berapa tahun sayang?" tanya Danar yang menatap intens istri pertamanya itu.


"Bertahun-tahun sih!" jawab Melisa lirih.


"Nah, sedangkan aku dengan Zulaikha itu baru beberapa Minggu. Dan dia sudah menunjukkan tanda-tanda hamil. Tolonglah ya sayang, biarkan dia disini sampai dia melahirkan!" pinta Danar seraya membelai pipi istrinya.


"Kalau aku tidak mengijinkan bagaimana?" tanya Melisa dengan senyum sinisnya.


"Kalau begitu, aku akan keluar dari tempat kamu ini. Aku akan ikut transmigrasi berdua dengan Zulaikha. Kita akan memulai hidup dari nol di pedalaman sana nantinya!" jawab Danar yang membuat Melisa berpikir keras.


"Kalau mas Danar pergi, aku bagaimana? aku tak bisa hidup tanpa mas Danar, aku tak bisa mengurus perkebunan kelapa dan jualan kelapanya!" seru dalam hati Melisa.


"Baiklah mas, Lisa akan menerima Zulaikha disini. Dan nanti akan aku anggap sebagai adikku, bukan musuhku" ucap Melisa seraya melingkarkan tangannya di leher suaminya.


"Terima kasih sayang, sekarang kamu makan dulu ya!" seru Danar setelah mencium pipi kanan Melisa.


"Iya, tapi pipi kiri minta dicium juga!" ucap Melisa dengan manja.


Danar mengulas senyumnya dan kemudian mengecup pipi Melisa yang sebelah kiri.


Melisa menganggukkan kepalanya dan kemudian Danar mengambil piring yang berisi nasi komplit di atas nampan yang dia letakkan diatas meja.


"Mas, suapin ya!" ucap manja Melisa pada saat Danar memberikan piring yang berisi nasi komplit itu pada Melisa.


"Dasar manja!" ucap Danar seraya mengulas senyumnya.


Danar kemudian menyuapi Melisa dengan telaten, seraya mereka bercerita tentang saat mereka bersama.


"Mas, nanti kamu harus adil ya. Lebih banyak bersamaku ya" pinta Melisa dengan manja.


"Tentu sayang, kamu istri pertamaku jadi yang paling utama bagiku" ucap rayu Danar sembari mencumbui istri pertamanya.


Keduanya terlibat dalam gelora dan hasrat yang saling membutuhkan diatas tempat tidur Melisa.


Sementara itu Zulaikha yang dibantu mbok Tinah memindahkan barang-barang milik Zulaikha ke kamar tamu dan merubah tata letak kamar tamu itu sesuai keinginan Zulaikha.


"Mbok, Ika kok punya firasat tak enak ya? apa jangan-jangan terbongkarnya rahasia Ika dan mas Danar ya?" tanya Zulaikha pada saat menyapu kamar tamu yang sekarang menjadi kamarnya itu.


"Iya, tapi sudahlah lama-lama kamu juga akan terbiasa dan semoga menjadi hal yang baik ke depannya." ucap mbok Tinah seraya memandang Zulaikha.

__ADS_1


"Aamiin ya Robbal alaamiin" ucap Zulaikha seraya mengulas senyumnya.


"Nah sudah selesai, kamu segera istirahat saja Zulaikha, ingat kamu sekarang ini berbadan dua" pesan mbok Tinah.


"Iya mbok, terima kasih telah membantu Zulaikha!" ucap Zulaikha dan mbok Tinah menganggukkan kepalanya seraya berkata "Iya sama-sama"


Mbok Tinah melangkahkan kakinya keluar dari kamar Zulaikha dan kembali menuju ke dapur.


Sementara itu Zulaikha menuju ke kamar mandi dan mulai berwudlu.


Kemudian Zulaikha menjalankan sholat Isya' di kamar barunya dan setelah selesai dia membaca Al Qur'an sampai dia merasa mengantuk.


Zulaikha kemudian mengakhiri mengajinya dan melepaskan mukenanya.


Kemudian Zulaikha melipat mukenanya dengan rapi dan meletakkannya pada tempatnya dengan rapi.


Istri kedua Danar itu melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidurnya dan merebahkan dirinya diatas tempat tidurnya itu.


Perlahan-lahan Zulaikha menutup kedua matanya dan dia akhirnya sampai ke alam mimpinya.


Malam semakin larut, dan seluruh anggota dirumah besar dan mewah itu sudah dalam keadaan tertidur nyenyak.


Namun tidak demikian dengan Danar, laki-laki itu bangun dari tidurnya dan perlahan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandinya.


Setelah selesai urusannya di kamar mandi, Danar kemudian keluar dari kamar Melisa setelah melihat Melisa tidur dengan pulasnya.


Dengan perlahan-lahan Danar melangkahkan kakinya menuruni tangga dan melangkah menuju ke kemar tamu. Dimana Zulaikha sedang tertidur pulas di dalamnya.


Dengan kunci serep yang di pegangnya, Danar masuk ke kamar Zulaikha dengan leluasa,


"Klek...klek...ceklek..!" pintu itu terbuka dan Danar menutup kembali pintu tersebut dan menguncinya.


"Klek..klek..ceklek...!"


Danar kemudian melangkahkan kakinya menghampiri Zulaikha yang tertidur pulas diatas tempat tidur yang empuk itu.


Setelah naik ke atas tempat tidur itu, Danar memposisikan dirinya berbaring sejajar dengan Zulaikha.


Laki-laki itu memeluk Zulaikha dari belakang dengan menciumi pelipis mata dan leher istri keduanya dengan geloranya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2