GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Kedatangan Dokter Adam Rendra


__ADS_3

"Wa'alaikumsalam, iya saya dokter Samsu. Saya kira setelah sekian tahun di luar negeri, anda sudah lupa adat istiadat negara kita tuan Adam Rendra. Oiya, dokter Adam rendra! he..he..!" balas dokter Samsu seraya membalas uluran tangan pemuda tampan yang tak lain bernama Adam Rendra yang baru saja mendapat gelar sebagai dokter spesialis gigi itu, yang juga mengulas senyumnya.


"Saya masih warga Indonesia, mana mungkin saya tak tahu adat negaraku Dokter!" ucap dokter Adam Rendra seraya mengotak-atik ponselnya.


"Kamu sedang apa?" tanya Dokter Samsu yang penasaran.


"Ma'af dokter, saya mau buat video dulu, ini nanti saya buat konten" jawab Adam Rendra seraya tersenyum.


"Oh, kamu bersosmed ya?" tebak dokter Samsu sembari mengikuti arahan dari Adam Rendra.


"Iya dok! tahu sendiri sejak meninggalnya papa, kak Melisa seolah tak ada kabar beritanya. Dia sama sekali tak mengirimiku uang untuk biaya hidup di luar negeri. Hingga terpaksa aku menjadi tukang cuci piring, bar tender dan yang terakhir si pembuat konten. Lumayanlah buat biaya hidup di luar negeri dan bisa menambah biaya lain saat masa kuliah. Karena terus terang kuliah saya gratis karena saya mendapat bea siswa setengahnya dan yang setengahnya sudah dibayar sama papa sebelum papa meninggal dunia." jelas dokter Adam Rendra.


Setelah selesai dalam pengambilan gambarnya, langkah kaki mereka berhenti tepat di samping sebuah mobil mewah yang terparkir dihadapan mereka.


"Prestasi anda memang membanggakan dokter Adam Rendra!" ucap Dokter Samsu pada saat membuka pintu bagasi mobil, dan dokter Adam Rendra meletakkan koper beserta tas ranselnya di dalam bagasi tersebut.


"Itu belum seberapa jika dibandingkan dengan anda Dokter!'' seru dokter Adam Rendra yang menutup bagasi mobil dan mereka melangkahkan kaki menuju ke pintu mobil.


Keduanya masuk dalam posisi mereka masing-masing.


Dokter Samsu duduk di depan kemudi dan dokter Adam Rendra duduk disampingnya.


"Kita mau kemana? ke tempat kerja atau ke rumah?" tanya Dokter Samsu seraya mengemudikan mobilnya perlahan ke jalan raya.


"Ke tempat kerja terlebih dahulu dok!" ucap dokter Adam Rendra sembari mengulas senyumnya yang seperti iklan pasta gigi dalam televisi.


"Oh, baiklah. Jadi kita ke rumah sakit terbesar di kota ini, dan saya mau mengajak anda bekerja sama. Ikut membuka praktek di klinik milik saya!" pinta dokter Samsu yang sesekali menatap ke arah dokter Adam Rendra.


"Dokter umum dan dokter gigi yang saling bekerja sama, boleh juga ide anda tuan" ucap dokter Adam Rendra seraya tersenyum.


"Semoga kerjasama ini akan membawa kesuksesan pada kita!" ucap dokter Samsu.


"Aamiin ya Robbal alaamiin" sahut dokter Adam Rendra dan mobil terus melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah rumah sakit ternama dan terbesar di kota itu.


"Dokter Adam, sebetulnya ada hal yang mengganggu pikiran saya sejak menjadi dokter pribadi di keluarga anda" ucap dokter Samsu yang penasaran.


"Apa itu Dok?" tanya Dokter Adam yang penasaran.


"DNA kamu sama dengan DNA papa kamu, namun tak di temukan sama sekali satu hal dari salah satu DNA ibu anda. Mungkin anda bisa mencari tahu kebenarannya!'' jelas Dokter Samsu.


"Apakah menurut dokter, bisa jadi saya satu ayah dan beda ibu dengan kak Melisa?" tanya Dokter Adam yang penasaran.

__ADS_1


"Iya aku sedang memikirkan hal tersebut, mungkin anda bisa menyelidikinya" ucap dokter Samsu yang sesekali melihat kearah dokter Adam Rendra.


"Iya, aku akan menyelidikinya. Mungkin ada kaitannya kenapa kak Melisa sama sekali tak mengirim uang dan kabar, setelah papa meninggal." ucap dokter Adam Rendra yang juga sekali-kali menatap dokter Samsu.


"Mungkin ada baiknya kalau kepulangan anda saat ini tak diketahui oleh kakak anda, jadi k bisa menyelidikinya tanpa sepengetahuan kakak kamu. Bagaimana?" tanya dokter Samsu yang membuat dokter Adam Rendra yang sedikit berpikir.


"Baiklah hal itu akan kita pikirkan lagi setelah saya mengajukan lamaran pekerjaan di rumah sakit tersebut." jawab Dokter Adam Rendra.


Tak berapa lama mereka telah sampai di rumah sakit ternama itu, dan mereka berpisah untuk sementara waktu.


Dokter Samsu menuju ke ruangannya sedangkan dokter Adam Rendra menemui penanggung jawab rumah sakit dan dia mengajukan lamarannya, dan dia mendapat interview langsung dari penanggung jawab rumah sakit itu.


"Perkenalkan saya Adam Rendra !" ucap dokter Adam Rendra seraya mengulurkan tangannya.


"Saya Risma" balas Risma seraya menerima uluran tangan Dokter Adam Rendra.


"Silahkan duduk!" seru Risma seraya menunjukkan kursi yang memang selalu ada di depan mejanya.


Dokter Adam Rendra kemudian memposisikan dirinya untuk duduk.


"Ini semua data - data tentang saya nona Risma!" ucap Dokter Adam Rendra.


"Baiklah saya terima dan nanti saya akan berikan informasi diterima atau tidaknya anda. Kami akan beritahukan melalui ponsel nanti." Ucap petugas itu seraya berdiri dan diikuti dengan Dokter Adam Rendra.


"Terima kasih, saya mohon diri dan menungggu kabar dari Anda secepatnya" ucap Dokter ada Rendra yang melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar dari ruangan tersebut.


Kemudian Dokter Adam Rendra melangkahkan kakinya mencari ruangan dimana dokter Samsu berada.


Tak membutuhkan waktu lama, dokter Adam Rendra untuk menemukan ruangan dimana Dokter Samsu bertugas.


"Tokk...tokk....tokk...!" diketuklah pintu yang telah terbuka itu.


"Assalamu'alaikum..!" ucap salam dokter Adam rendra.


"Wa'alaikumsalam...!" jawab dokter Samsu yang kemudian menoleh ke arah sumber suara.


"Saya masuknya dok!" seru dokter Adam Rendra yang langsung masuk ke ruangan dokter Samsu.


"Iya, ini aku juga sudah selesai tugasnya. Tinggal mengisi data-data sebentar kok!" ucap dokter Samsu yang kemudian segera membereskan tugas-tugasnya.


Ok, saya tunggu di sini saja dok!" ucap dokter Adam Rendra yang kemudian duduk diatas sofa yang telah tersedia.

__ADS_1


Tak berapa lama dokter Samsu sudah selesai dengan tugasnya dan dia menghampir dokter Adam Rendra yang sedang asyik dengan ponselnya


"Asyik benar main ponselnya!" seru dokter Samsu tatkala dokter Samsu


menghampiri dokter Adam Rendra.


"Iya dok, ini saya juga sudah selesai mengedit video-video tadi pagi" ucap dokter Adam Rendra yang kemudian berdiri dan melangkah kakinya menuju ke arah dokter Samsu.


Dan keduanya melangkahkan kaki ke arah pintu keluar ruangan dan menuju tempat dimana dokter samsu memarkirkan mobilnya.


Dokter Samsu dan dokter Adam Rendra yang telah sampai di tempat parkir dan saat ini sudah membuka pintu mobil, dan mereka masuk dengan posisi sebelumnya.


Dokter Samsu mengemudikan mobilnya menyusuri jalan raya dengan kecepatan sedang.


"Kita mampir makan siang dulu ya!" ucap dokter Samsu yang tetap mengemudi.


"Boleh juga, kebetulan saya juga sudah lapar dok!" ucap Dokter Adam Rendra.


"Memang sudah waktunya makan siang, dokter Adam, he..he..!" ucap dokter Samsu dan mereka pun tertawa bersama.


"He..he..iya pantas saja!" seru dokter Adam Rendra.


"Akibat terlalu lama di luar negeri nih!" ucap dokter sammsubdan mereka masih saja tertawa.


Mobil mewah itu kemudian menepi dan berhenti di depan sebuah restoran yang lumayan ramai.


"Sudah sampai! Ayo isi perut kita yang sedari tadi konser keroncong! ha..ha..!" ucap dokter Samsu yang kemudian mereka keluar dari mobil.


Kedua dokter itu melangkahkan kaki menuju ke restoran yang saat ini mereka datangi.


Setelah mendapatkan tempat duduk, dokter Samsu memanggil pelayan restoran dan kemudian mereka memesan makanan sesuai selera mereka yang terdapat di daftar menu restoran tersebut.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2