GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Bertemu di Rumah


__ADS_3

"Kurang ajar kau dokter Nugroho!" seru Danar dengan geram dan meremas selimut yang ada di pangkuannya.


"Sebaiknya kita pulang dan mas bisa saksikan sendiri, bagaimana istri kesayangan mas Danar bermesraan dengan laki-laki lain!" seru Melisa yang terus mempengaruhi suaminya.


"Apa benar begitu?" tanya Danar seraya menatap wajah Melisa dan Danar satu persatu.


"Ayo, sebaiknya tuan pulang bersama kami sekarang juga, kalau tuan ingin tahu yang sebenarnya!" jawab Bower yang mampu membuat seorang Danar mengikuti omongan supirnya, tanpa mengetahui apa yang telah dilakukan sopir dan istrinya dibelakangnya.


Danar bangun dari tidurnya, dan mereka perlahan-lahan melangkahkan kaki meninggalkan ruang perawatan itu dan menyusuri lorong rumah sakit. Dan akhirnya mereka sampai di tempat dimana mobil Melisa terparkir.


Kemudian mereka segera masuk ke mobil dengan posisi Bower yang mengemudi, sedangkan Melisa dan Danar duduk di kursi belakang.


Melisa berusaha terus meyakinkan suaminya kalau Zulaikha, istri kedua Danar itu sedang berselingkuh dengan dokter Nugroho atau dokter Adam Rendra.


"Kurang ajar! sialan dokter itu, apa tidak tahu kalau Zulaikha sudah ada yang punya!" seru Danar denga geregetan.


"Sudahlah mas, pokoknya kita tangkap basah saja nanti si Dokter itu bersama Zulaikha!" ucap seru Melisa yang mengkompori Danar.


"Benar tuan, aku juga geregetan dengan mereka berdua!" seru Bower yang menambahi seruan dari Melisa.


"Kurang ajar!" seru Bower yang sangatlah kesal.


Tak berapa lama mobil telah memasuki halaman rumah Melisa, dan mobil itu kemudian berhenti.


Setelah itu semua orang yang berada di dalam mobil pun keluar dan mereka melangkahkan kaki mereka menuju ke teras rumah besar itu.


Sesampainya di teras, mereka melangkahkan kaki menuju ke depan pintu dan mereka mengetuk pintu rumah tersebut.


"Tokkk.... tokkk.... tokkk...!"


"Assalamu'alaikum!" ucap salam Danar, dan tak berapa lama terdengar sautan balasan dari dalam pintu rumah besar itu.


"Wa'alaikumsalam!" ucap balasan seorang wanita tua yang kemudian membukakan pintu rumah tersebut.


"Klek ... klek.... ceklek....!" terdenga suara pintu terbuka dan nampaklah mbok Tinah yang keluar dari dalam rumah dan menyapa mereka bertiga.


"Tuan Danar, nyonya Melisa, dan Bower! masuk tuan dan nyonya!" ucap Mbok Tinah dengan ramah.


"Apa Zulaikha ada mbok?" tanya Danar dengan nada tinggi yang membuat mbok Tinah mempunyai firasat yang tidak enak.

__ADS_1


"Sedang di rumah sakit tuan, mengantarkan adik tirinya yang jatuh dari tangga!" jawab mbok Tinah yang tahu kejadian yang sebenarnya, namun belum berani membuka hal yang sebenarnya.


"Buatkan kami bertiga minum!" perintah Danar yang kemudian melangkahkan kakinya untuk duduk di sofa. Dan diikuti oleh Melisa dan juga Bower.


Sementara itu mbok Tinah melangkahkan kakinya menuju ke dapur dan membuatkan minuman untuk tiga orang yang baru datang itu.


Dan tak berapa lama mbok Tinah telah selesai membuatkan minuman dan mengambil dua toples makanan ringan. Setelah meletakkannya diatas nampan beserta tiga gelas minuman tehnya, mbok Tinah membawa nampan tersebut ke ruang tamu.


Selesai menghidangkannya, mbok Tinah hendak mengundurkan diri untuk kembali ke dapur. Tapi Melisa memerintahkannya untuk ke kamarnya.


"Mbok Tinah jangan ke dapur dulu!" seru Melisa yang menatap mbok Tinah.


"I...iya nyonya, ada apa ya?" tanya Mbok Tinah yang penasaran.


"Mbok, tolong ambilkan buah-buahan yang ada di dalam kamar. Biar di makan sekalian di sini, oiya jangan lupa dengan pisaunya! tahu sendirikan saya tidak bisa makan buah tanpa adanya pisau buat mengupas buahnya!"jelas Melisa.


"Baik nyonya!" jawab mbok Tinah yang bergegas melangkahkan kakinya menaiki tangga dan menuju ke kamar Melisa dan Danar.


Setelah masuk ke kamar tersebut, mbok Tinah bergegas masuk mengambil buah dan juga pisau sesuai pesanan Melisa. Kemudian mbok Tinah keluar dari kamar dan melangkahkan kakinya menuruni tangga dan berjalan menuju ke ruang tamu dan menghidangkan buah tadi pada Melisa dan yang lainnya.


"Sudah, mbok! sekarang mbok Tinah bisa kembali ke dapur!" seru Melisa yang kemudian mengambil buah apel dan juga pisaunya.


"Apa maksud nyonya Melisa dan Bower yang sepertinya menjurus kalau nyonya Zulaikha dan juga putraku punya hubungan?" ucap dalam hati mbok Tinah, saat melangkahkan kakinya menuju ke dapur.


Sementara itu Melisa dan Bower terus melancarkan aksinya untuk mempengaruhi Danar.


Tak berapa lama terdengar suara pintu diketuk oleh seseorang.


"Tok...tok...tokk...!"


"Assalamu'alaikum!" ucap salam seorang laki-laki dari luar pintu utama tersebut.


"Mbok Tinah! ada tamu, tolong lihat siapa yang datang mbok!" seru Melisa, yang tidak menyuruh Bower, karena mereka berdua dalam misi untuk mempengaruhi Danar.


"Iya nyonya!" jawab mbok Tinah yang tergopoh-gopoh melangkahkan kakinya menuju ke pintu utama rumah tersebut.


Dan kembali terdengar suara pintu yang diketuk tiga kali.


"Tok..tok...tok..!"

__ADS_1


"Assalamu'alaikum!" ucap salam seorang perempuan yang sangat dikenal oleh mbok Tinah.


"Wa'alaikumsalam" jawab seseorang dari dalam rumah dan tak berapa lama terdengar suara pintu yang dibuka dari dalam rumah.


"Klek..klek..ceklek..!"


Pintu itu terbuka dan nampaklah seorang perempuan yang dia kenal yang tak lain adalah Zulaikha istri kedua Danar dan laki-laki yang merupakan putranya dokter Adam Rendra, serta seorang gadis yang baru dilihat oleh Danar itu karena memang belum kenal. Pada saat di rumah sakit, Zahra dan Baim yang kala itu menunggui Danar yang masih tak sadarkan diri, yang sama sekali belum mengenal Zahra.


"Mbok Tinah!" panggil Zulaikha yang kemudian masuk sebelum mbok Tinah mempersilahkan masuk.


"Nyonya, tuan sudah pulang dan sekarang ada di ruang tamu. Hati-hati nyonya Zulaikha, sepertinya tuan sedang tak enak hati." ucap mbok Tinah yang merasa khawatir.


"Maksud dari mbok Tinah apa?" tanya Zulaikha yang penasaran.


"Ada nyonya Melisa dan juga Bower, ada bersama tuan Danar nyonya!” jawab mbok Tinah yang terlihat sangat cemas, dan hal itu dilihat oleh Zulaikha dan yang lainya


"Kami sudah tahu kalau mas Danar di jemput oleh kak Melisa dan Bower, saat di rumah sakit. Mereka tidak ijin pada polisi yang berjaga mbok!" ucap Zulaikha yang menatap mbok Tinah.


"Ya sudah kalau kalian sudah mengetahuinya, sekarang ini mereka sedang berada di ruang tamu." jelas Mbok Tinah


.


"Kalau begitu si kami mau bertemu mereka mbok!" seru dokter Adam Rendra yang sedari tadi diam dan memperhatikan.


"Iya ayo kita masuk!" ucap Zahra yang sedari tadi juga diam.


Keempat orang tersebut melangkahkan kaki mereka menuju ke ruang tamu.


Dan disaat mereka sampai di ruang tamu, mereka tidak menyangka saat melihat sorot pandangan tidak suka di kedua mata Danar.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2