
Dan mereka membuat janji untuk saling bertemu dengan Melisa di kantor polisi.
Sesampainya di kantor polisi, mereka segera menemui Danar dan membicarakan apa yang telah mereka sepakati.
"Mas Danar, Melisa sangat menginginkan mas Danar keluar dari tempat ini." ucap Melisa pada saat memeluk Danar yang keluar dari sel tahanan dengan dikawal dua orang polisi.
"Mas juga ingin begitu, tapi kenapa kamu bisa mau sama Bower?" tanya Danar dengan geram.
"Ma'afkan aku mas, aku kan juga ingin merasakan seperti mas Danar lakukan padaku dan sekarang Melisa sangatlah menyesal!" ucap Melisa dengan meneteskan air matanya.
" Mas Danar juga minta ma'af jika terlalu banyak menyakitimu!" ucap Danar yang sekali lagi memeluk Melisa.
"Hm.... hm.... hmm....!"
Dokter Adam Rendra berdehem yang membuat Danar dan Melisa melepaskan pelukan mereka.
"Eh, ternyata ada yang lainnya!" seru Danar yang melihat ke sumber suara deheman yang baru saja dia dengarkan, dan dia melihat selain dokter Adam Rendra ada pula istri keduanya Zulaikha dan juga yang lainnya.
"Iya, kami sedari tadi bersama kak Melisa. Hanya mas Danar nya saya yang terlalu asyik berdua. Hingga melupakan kami!" ucap dokter Adam Rendra dengan suara sinisnya.
"Eh, ma'af!" ucap Danar yang pandangannya melihat ke arah Zulaikha.
Istri kedua Danar itu melangkahkan kakinya menghampiri suaminya. Diraihnya jari tangan kanan suaminya dan kemudian dia menciumnya. Dan Danar mencium kening Zulaikha.
Ada rasa sesak di dada Dokter Adam Rendra, tapi hal itu dia tepiskan dan tetap berusaha tenang. Agar tak ada orang yang tahu perasaannya saat ini.
"Zulaikha, aku merindukanmu!" bisik Danar Aji, Zualikha yang mendengarkannya hanya mengulas senyumnya.
"Apa kabar Tuan Danar!" sapa mbok Tinah yang mengetahui suasana hati putranya yang merasa canggung pada saat ini.
"Eh mbok Tinah, saya minta ma'af bukan maksud saya menusuk mbok Tinah!" ucap Danar yang melihat keberadaan mbok Tinah, yang pada saat ini ada disamping dokter Adam Rendra.
Kemudian Zulaikha melangkahkan kakinya kembali ke tempatnya yang semula.
__ADS_1
"Saya sudah mema'afkan Anda tuan Danar, dan perlu tuan Danar ketahui kalau dokter Adam Rendra ini adalah putra semata wayang saya bersama papa Melisa. Jadi Dokter Adam Rendra ini adalah adik tiri Melisa, itu berarti adik ipar anda." jelas mbok Tinah.
Hal itu membuat membuat Danar sangat terkejut.
"Ja....jadi benar dugaanku selama ini! Dokter ini adik iparku! Tapi aku tak menyangka kalau dia putra kamu mbok Tinah!" seru Danar yang menatap dokter Adam Rendra.
"Memang itulah kenyataannya." ucap dokter Adam Rendra yang membalas tatapan Danar.
"Lantas apa maksud kedatangan kalian semua kemari?" tanya Danar aji yang penasaran.
"Mas Danar, Melisa dan Adam Rendra telah membuat kesepakatan. Kalau Adam Rendra mau mencabut laporannya tentang penusukan yang mas Danar lakukan, asalkan mas Danar mau menceraikan Zulaikha. Apakah mas Danar bersedia?" jelas sekaligus tanya Melisa yang tentu saja membuat Danar sangat terkejut dan juga ada rasa kecewanya.
"Aku tak mau menceraikan Zulaikha!" seru Danar dengan sedikit geram.
"Mas, apa mas Danar tak mau bebas?" tanya Melisa dengan sedikit keras, dan hal itu membuat Danar terus berpikir.
Danar Aji berulang-ulang melihat ke arah istri pertamanya dan kemudian melihat ke istri keduanya.
"Zulaikha, apa kamu mau kita bercerai?" tanya Danar dengan suara parau menatap Zualikha.
"Kenapa Zulaikha? mas Danar sangat mencintaimu dan kamu juga mencintai mas Danar bukan?" tanya Danar yang tak habis pikir.
Sejenak suasana menjadi hening, dan Zulaokha mengumpulkan keberaniannya untuk menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari suaminya.
"Terus terang saja mas, Zulaikha tidak mencintai mas Danar!" jawab Zulaikha yang menatap suaminya.
"Apa!" seru Danar yang sangat kecewa.
"Kalau tak mencintaiku, kenapa kamu selalu melayaniku seperti tana paksaan?" lanjut tanya Danar yang kecewa tapi penasaran.
Zulaikha menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan-pelan.
"Mas sejak malam pertama kita di hotel di kota Zulaikha tempo hari, Zulaikha mengikhlaskan semuanya. Zulaikha hanya ingin menjadi istri yang Sholehah walaupun hanya istri siri. Dan perlu mas Danar ketahui, dalam hati Zulaikha menangis. Kenapa masa depan Zulaikha hilang begitu saja karena jaminan hutang. Lulus sekolah, kalau tidak melanjutkan kuliah keinginan Zulaikha adalah bekerja. Mencari uang sebanyak-banyaknya untuk mengobati dan merawat Ayahanda Zulaikha. Dan kalaupun Zulaikha menikah, Zulaikha mau menikah dengan laki-laki yang benar-benar mencintai Zulaikha dengan tulus dan Zulaikha juga mencintainya dengan tulus pula. Cinta dan oernikaha yang tanpa paksaan. Itulah yang Zulaikha inginkan." jawaban panjang dari Zulaikha yang saat ini kedua matanya berkaca-kaca dan akhirnya menetes di kedua pipinya.
__ADS_1
"Jadi selama ini kamu melakukannya tidak dari hatimu? kamu benar-benar tidak mencintaiku Zulaikha?" sekali lagi tanya Danar yang juga meneteskan air matanya, tak percaya karena tak ada rasa cinta Zulaikha untuk dirinya.
Zulaikha menganggukkan kepalanya. Dan kemudian dia berkata,
"Ma'af kan Zulaikha jika Zulaikha melukai hati mas Danar. Dan Zulaikha mengucapkan terima kasih karena mas Danar baik pada Zulaikha."
Danar menarik nafasnya dalam-dalam, mengumpulkan semua kekuatannya u tuk meneriama apa yang terjadi padanya terutama pada cintanya.
Disaat dia mencintai istrinya dan harus rela melepaskannya.
"Mungkin cinta tak harus memiliki, dan aku rela dan ikhlas seperti tempo hari dirimu ikhlas menerima pernikahan siri ini. Aku menerima kesepakatan kalian ini, jika hal ini akan membuat Zulaikha bahagia dan bisa mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya selama ini." ucap Danar yang menatap Zulaikha dalam-dalam.
"Terima kasih mas Danar!" ucap Zulaikha yang menghamburkan dirinya memeluk suaminya, dan semuanya merasa lega dengan ucapan Danar baru saja.
"Baiklah, dengan disaksikan semuanya saya harap mas Danar mau menandatangani hitam diatas putih sebagai penguat kesepakatan kita semua pada hari ini." ucap Dokter Adam Rendra yang kemudian mengeluarkan secarik kertas yang sudah ditempel materai dibagian bawah tulisan di kertas tersebut.
Setelah membaca dan memahami isi pernyataan itu, Danar Aji dan juga dokter Adam Rendra menandatangani kesepakatan bermaterai itu.
"Dan besok mas Danar harus meresmikan pernikahan kalian dan kemudian kalian bercerai, u tuk memenuhi kesepakatan yang telah kita tanda tangani ini." ucap Dokter Adam Rendra yang menjelaskan sekaligus mengingatkan.
"Iya, aku mengerti!" jawab Danar yang menatap Zulaikha, seakan belum rela melepaskan istri keduanya itu.
Dan pada hari itu pulalah, dokter Adam Rendra mencabut laporannya dan Danar Aji bebas dari hukumannya.
Semuanya keluar dari kantor polisi dengan wajah berseri, dan mereka melajukan kendaraan mereka menuju ke rumah Melisa.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...