GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Adam Rendra Melamar Zulaikha


__ADS_3

Baim mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan sedang, dan sesekali mereka berhenti di tempat pengisian bahan bakar dan juga di warung makan untuk mengisi perut mereka.


Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka telah sampai di kampung halaman mereka.


Dan akhirnya mereka sampai dihalaman rumah yang sederhana namun cukup luas, dan sebagian tanahnya dibuat perkebunan kecil di dekat rumah. Sehingga terlihat begitu asri dan sejuk.


Setelah mobil berhenti, mereka bertiga turun dari mobil dan melangkahkan kaki mereka menuju ke teras rumah.


Nampak di teras rumah, sepasang suami istri sedang duduk-duduk santai menikmati suasana sore hari, dimana laki-laki tersebut duduk derdapingngan dengan istrnya..


"Assalamu'alaikum!" ucap salam Baim, Zulaikha dan juga Zahra secara bersamaan.


"Wa'alaikumsalam, Zulaikha!" jawab sekaligus panggil kedua pasang laki-laki dan perempuan itu yang terkejut hampir bersamaan.


"Ayah...!'' balas panggil Zulaikha yang kemudian mencium punggung tangan kanan laki-laki yang di panggil Zulaikha dengan sebutan ayah itu, yang kemudian dengan mereka saling berpelukan untuk melepas rindu mereka.


"Putriku, alhamdulillah kita bisa bertemu kembali. Ayah tak mengira kalau kita bisa bertemu kembali. Ayah sangat merindukanmu!" ucap Ayah Zulaikha dengan diiringi isakan tangis dan begitu pula dengan Zulaikha yang juga terisak meluapkan kerinduannya pada ayahnya, pada saat mereka masih saling berpelukan.


"Zulaikha juga rindu dengan ayah, bagaimana dengan keadaan ayah sekarang ini?" tanya Zulaikha ketika pelukan mereka lepaskan dan mereka masih saling berhadapan dengan Zulaikha berjongkok, karena ayahnya saat ini berada diatas kursi roda.


"Alhamdulillah ayah baik-baik saja seperti yang kamu lihat putriku." jawab Ayah Zulaikha yang bernama Rahman itu.


"Zulaikha putriku, ma'afkan ibu yang selama ini membuat kamu sengsara. Ibu merasa bersalah, hukumlah ibu jika Zulaikha masih ada rasa benci pada ibu." racau wanita yang ada di samping ayah Zulaikha yang tak lain ibu tiri Zulaikha. Yang berarti ibu kandung Baim.


"Ibu, ibu bicara apa? Zulaikha sudah menganggap ibu seperti seorang ibu buat Zulaikha. Terima kasih telah merawat Ayah dan Zulaikha, mohon ma'af jika Zulaikha banyak salah selama ini." ucap Zulaikha yang kemudian memeluk Dahlia, ibu tirinya yang telah menjadikannya sebagai jaminan hutang.


"Terima kasih putriku!" racau Dahlia dengan isakan tangisnya.


"Yang lalu biarlah berlalu, yang harus kita hadapi adalah masa depan yang belum pasti. Jangan ada dendam dan permusuhan, yang harusnya iya jalin rasa sayang dan cinta kasih." kata pak Rahma yang terasa memberikan semilir angin untuk semuanya.


Kemudian hari-hari berlanjut dengan canda dan kebahagiaan.

__ADS_1


Dahlia merawat pak Rahman seperti biasanya. Baim bekerja di toko grosir kepunyaan orang tua Zahra, tapi terkadang membantu Zulaikha mengelola lahan tanah pemberian Danar .


...****...


Tanpa terasa kesahariaan mereka berlangsung begitu cepat.


Tiga bulan sudah Zulaikha tinggal di kampungnya, dan saat ini dia sudah berangsur-angsur pulih dari trauma pernikahannya. Dan juga dengan kedatangan Zahra yang selalu menghiburnya.


Dan selama itu pula, ada perasaan rindu yang menyiksa dalam hati Zulaikha.


Perempuan itu merindukan sesosok laki-laki yang selalu mengganggu pikirannya di saat dirinya akan bercerai dengan Danar tempo hari.


"Dokter Adam Rendra! ah, kenapa wajahnya selalu terbayang di pelupuk mata ini?" gumam dalam hati Zulaikha.


Pada siang harinya saat Zulaikha, Zahra, Baim, Dahlia dan juga pak Rahman bercengkrama di teras rumah. Dimana Baim menghibur semuanya dengan gitarnya, bernyanyi bersama Zahra dan Zulaikha mereka bersenandung lagu-lagu kesukaan mereka.


Tiba-tiba datanglah sebuah mobil mewah dengan warna hitam mengkilat masuk ke halaman rumah mereka.


Semuanya saling pandang dan kemudian berdiri menyambut kedatangan tamu mereka.


"Assalamu'alaikum!" ucap salam dari Dokter Adam Rendra yang datang dengan membawa bingkisan bersama mbok Tinah.


"Wa'alaikumsalam!" jawab Zulaikha dan yang lainnya secara bersamaan.


"Apa kabar Zulaikha?" tanya dokter Adam Rendra pada saat menghampiri dan mengulurkan tangan kanannya pada Zulaikha.


"Alhamdulillah baik dokter!" jawab Zulaikha yang juga membalas uluran tangan kanan dari dokter Adam Rendra.


Kemudian dokter Adam Rendra mengulurkan tangan kanannya pada Baim.


"Alhamdulillah dokter Adam Rendra dan mbok Tinah tiba di rumah kami dengan selamat." ucap Baim yang membalas uluran tangan dokter Adam Rendra.

__ADS_1


"Iya, walaupun tadi sempat nyasar juga. Terus kami sempat tanya-tanya sama warga sekitarnya.'' jelas mbok Tinah yang ada disamping dokter Adam Rendra.


"Silakan masuk mbok Tinah dan Dokter Adam Rendra!" ajak Zulaikha dan semuanya pun masuk ke dalam rumah.


Zulaikha dan Zahra ke dapur untuk membuatkan minuman dan juga menyiapkan makanan kecil. Dan kemudian mereka berkumpul menjadi satu di ruang tamu dan kali ini bersama Ayah Zulaikha dan juga Ibu tiri Zulaikha.


Setelah berbasa-basi, akhirnya dokter Adam Rendra mengungkapkan tujuannya.


"Sebelumnya mohon ma'af bila kedatangan kami ini mengganggu kalian semuanya." ucap dokter Adam Rendra yang membuat semuanya melihat ke arahnya.


"Tidak apa-apa, malahan kami senag sekali jika masih ada sambung silaturahmi diantara kita semuanya." ucap pak Rahman ayah Zulaikha dengan ramah.


"Saya ingin memberitahukan kalau sudah satu Minggu lamanya saya pindah kerja di kota ini. Dan saat ini saya sudah membeli sebuah rumah untuk melindungi kami dari panas dan hujan di perumahan Indah dan sebuah mobil, karena saya sudah mempunyai Surat ijin mengemudi dan semuanya sudah saya persiapkan untuk istri saya kelak. Oleh karena itu, kedatangan saya dan Ibu saya hari ini, ingin meminta ijin pada kedua orang tua Zulaikha untuk menikahi Zulaikha. Mengingat masa Idah cerai Zulaikha sudah selesai. Bagaimana, apakah Bapak dan ibu mengijinkan saya menikahi putri bapak dan ibu?" jelas dan sekaligus tanya dari dokter Adam Rendra.


Semuanya yang ada di ruang tamu itu merasa terkejut dan semuanya saling pandang satu sama yang lainnya.


"Terus terang, kami sangatlah terkejut dengan apa yang nak Adam Rendra sampaikan. Tapi kami kembalikan pada putri kami Zulaikha, apakah dia setuju jika menikah dengan anda atau tidak dokter Adam Rendra." ucap Pak Rahman yang menatap ke arah Zulaikha.


Zulaikha yang mendengar ucapan dokter Adam Rendra yang melamarnya saja merasa sangatlah terkejut dan belum lagi ayahnya yang memasrahkan semua keputusannya pada dirinya.


Hal itu sungguh diluar dugaan Zulaikha dan dia saat ini diam dan bingung hendak berkata apa.


"Terus terang saja, Zulaikha masih trauma untuk menikah lagi. Tapi karena pernikahan itu adalah ibadah, saya ingin move on dari keterpurukan saya. Sebelumnya untuk dokter Adam Rendra, kenapa anda memilih saya?" tanya Zulaikha yang penasaran.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2