GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Berada di Rumah Melisa


__ADS_3

"Dokter, kira-kira mbok Tinah kapan pulangnya?" tanya Zulaikha sembari mensejajarkan langkahnya pada dokter Adam Rendra.


"Ibu diketahui terkena luka tusuk di perut terutama bagian usus. Jika organ usus terkena luka tusuk, kerentanan infeksi dan kontaminasi jauh lebih besar. Sedangkan usia ibu sudah masuk manula, lama operasi kan kemarin katanya 3 jam nah disitu dilakukan observasi untuk melihat kedalaman luka. Mau nggak mau perutnya harus dibuka," tutur dokter Adam Rendra.


"Apakah semua penyembuhan operasi itu sama, awal proses penyembuhan ditandai dengan pengeringan luka dan jahitan di lepas?" tanya Zulaikha yang penasaran.


"Proses penyembuhannya memakan waktu sekitar 10-15 hari. Itu untuk luka mengering dan kalau jahitan perutnya sudah 2 minggu, kekuatannya sudah 70-80 persen. Tapi tetap proses penyembuhan luka akan sama," lanjut dokter Adam Rendra.


"Bagaimana jika terjadi infeksi?" tanya Zulaikha yang penasaran.


"Kalau tidak ada infeksi atau penyulit, (sembuh) 2-6 bulan. kalau ada peradangan dan infeksi bisa memanjang proses penyembuhan lukanya," jawab dokter Adam Rendra.


"Kalau ada cedera di usus, tim medis akan melakukan evaluasi setiap 3-5 hari. Untuk luka di usus, dokter akan melakukan pemasangan selang yang ditujukan menilai jahitan di usus apakah jebol atau tidak." sambung dokter Adam Rendra.


"Masalah yang lain di luar luka, misal pasien ada penyakit penyerta atau tidak seperti kencing manis, gangguan imun, merokok, itu akan terganggu proses penyembuhannya," pungkas dokter Adam Rendra.


Dan akhirnya mereka sampai di Masjid, keduanya pun kemudian berwudlu dan menunaikan ibadah sholat Dhuhur.


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai sholat dhuhur, kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke ruangan di mana mbok Tinah di rawat.


Sepanjang perjalanan, Zulaikha merasakan perasaan yang di pendamnya menjadi-jadi, perempuan itu terus berupaya menutupinya.


"Debar jantungku terasa kencang jika bersama dokter Adam Rendra. Hal ini tidak pernah aku rasakan saat bersama suami aku!" gumam dalam hati Zulaikha.


Demikian pula dengan dokter Adam Rendra, perasaannya semakin tak menentu pada saat dia melihat wajah manis Zulaikha yang mulai sumringah itu.


"Ingin rasanya nyatakan cinta, tapi dia masih istri orang. Apalah daya, lebih baik aku pendam saja rasa ini! Menyukai milik orang itu ternyata berat, seandainya saja mereka berpisah!" ucap dalam hati dokter Adam Rendra.


Tak berapa lama akhirnya mereka telah sampai di ruang rawat dimana mbok Tinah di rawat dan Baim serta Zahra menunggui mbok Tinah.


Mereka berempat, menjaga mbok Tinah siang dan malam di rumah sakit dan sesekali Zulaikha pulang ke rumah Melisa untuk mencuci sekaligus mengambil baju ganti mbok Tinah dan juga dirinya.


Pada saat berada di rumah Melisa bersama Zahra, Zulaikha melihat keadaan Melisa yang memprihatinkan.


"Zahra, kamu dengar itu?" tanya Zulaikha pada sahabatnya Zahra pada saat masuk ke rumah, dan di rumah ternyata keadan pintu terbuka dan rumah yang berantakan.


Suara jeritan dan tangisan dari dalam kamar Melisa terdengar kadang menyeramkan dan kadang memprihatinkan.


"Aaaaaa.....! Hua.......! aku lapaaaaaar!" seru suara dari lantai atas.

__ADS_1


"Lapar? apa mungkin kak Melisa belum makan ya?" tanya Zahra pada Zulaikha.


"Mungkin saja sejak kita tinggalkan ke rumah sakit! Tapi apa sama sekali dia tidak memasak ya?" jawab sekaligus tanya Zulaikha yang penasaran.


"Entahlah, kita bagi tugas saja! kamu memasak, aku mencuci pakaian. Habis itu kita bersihkan rumah ini. Sepertinya tuan rumah tidak menyapu setelah kita tinggalkan kemarin!" ucap Zahra seraya mencolek debu diatas meja ruang tamu.


"Iya, lebih baik begitu! ayo kita lakukan tugas kita masing-masing!" seru Zulaikha dan keduanya melangkahkan kaki menuju ketujuan mereka dan melakukan tugas mereka masing-masing.


Cukup lama mereka mengurus pekerjaan rumah yang beberapa hari mereka tinggalkan itu. Dan pada akhirnya mereka telah selesai.


Zulaikha meletakkan makanan yang baru saja matang, dan minuman diatas nampan.


"Sini biar aku yang bawa nampannya!" seru Zahra yang menawarkan diri.


"Makasih ya sahabatku!" balas Zulaikha yang kemudian mengulas senyumnya pada sahabat itu.


Kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke lantai atas. Dimana Melisa yang sedang dalam keadaan kacau ada di dalam kamarnya.


Walau ada rasa takut, kedua sahabat itu seperti ada kekuatan jika sedang bersama dalam menghadapai apa yang akan terjadi nantinya.


"Tokk... tokk.... tokk....!"


"Assalamu'alaikum!" ucap salam Zahra dan Zulaikha secara bersamaan.


"Wa'alaikumsalam!" jawab suara wanita dari dalam kamar yang kemudian membuka pintu kamar tersebut.


"Klek... klek.... ceklek....!"


Terbukalah pintu dan muncullah seorang wanita yang dulunya cantik, namun sekarang nampak kusut.


"Zulaikha! huaa.......!" seru wanita yang tak lain adalah Melisa itu, langsung menghamburkan dirinya memeluk Zulaikha yang berdiri tepat di depan Zahra yang membawa nampan yang diatasnya ada makanan dan juga minuman untuk Melisa.


Zulaikha dan Zahra tersentak kaget dengan pelukan dari Melisa yang tiba-tiba itu.


"Kak Melisa, kak Melisa tidak apa-apa kan?" tanya Zulaikha yang penasaran dan menerima pelukan dari Melisa.


"Hiks....! aku kesepian!" ucap Melisa yang diiringi Isak tangisnya.


"Sekarang sudah ada Zahra dan juga Zulaikha, kak Melisa tidak akan kesepian lagi!" seru Zulaikha pada saat Melisa melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Sebaiknya kak Melisa makan terlebih dahulu ya!" seru Zahra yang mengingatkan, karena dirinya sudah tak tahan dengan rasa pegal membawa nampan dari dapur sampai ke kamar Melisa saat ini.


"Makan, oiya aku belum makan sama sekali. Ayo masuk!'" seru Melisa dengan rasa bahagianya, dan membukakan pintu secara lebar untuk Zulaikha dan juga Zahra.


Kedua sahabat itu masuk ke kamar Melisa dengan hati-hati, dan Zahra melangkahkan kakinya menuju ke meja yang terletak disamping tempat tidur Melisa.


Setelah meletakkan piring yang berisikan nasi beserta lauk dan pauk dan juga minumannya diatas meja, Melisa menghampiri meja dan mengambil piring yang berisi nasi dan lauk pauknya itu.


"Ma'af aku makan ya!" ucap Melisa yang kemudian memakan nasi dan lauk pauknya itu dengan lahapnya.


"Kak Melisa, berdoa dulu!" seru Zulaikha yang sedikit ngeri melihat cara Melisa makan seperti orang yang tiga hari tak makan.


"Berdoa?" tanya Melisa yang bingung.


"Iya berdoa kak!" jawab Zulaikha.


"Rezeki yang kita peroleh bukan hanya berbentuk uang atau gaji saja, Bela. Lebih dari itu, ada pula rezeki yang berbentuk kesehatan, teman yang baik, hingga makanan yang tersaji untuk kita. Maka dari itu, setiap rezeki yang kita terima, hendaklah kita mengucap syukur kepada Allah SWT.  Dan salah satu cara kita bersyukur saat mendapat rezeki adalah dengan memanjatkan doa kepada Allah Subhana Wa Ta'alla." jelas Zulaikha.


"Lalu aku harus ucapkan apa?" tanya Melisa yang dengan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Bacaan doa sebelum makan yang perlu kamu ucapkan, dan jika kamu tidak bisa boleh mengikuti ucapan Zulaikha ya!" seru Zulaikha yang membimbing Melisa untuk mengucapkan doa sebelum makan


الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ‎


"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar."


Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka."


"Nah sekarang kak Melisa bisa makan semua nasi dan lauk pauknya." ucap Zahra sembari mengulas senyumnya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2