
"Oh, jadi begitu. Anda menyelidikinya dengan menyamar!'" bisik Zulaikha dan dijawab anggukan oleh dokter Adam Rendra.
"Nah, sekarang bolehkah saya tahu siapakah ayah dari bayi uang kamu kandung ini?" tanya Dokter Adam Rendra yang penasaran.
"Apakah dokter bisa dapat dipercaya?" tanya Zulaikha yang penasaran dengan dokter Adam Rendra.
"Percayalah, kita bisa saja menjadi partner nyonya." ucap Dokter Adam Rendra yang penuh keyakinan.
"Baiklah, sebenarnya aku.." baru saja Zulaikha mau menceritakan tentang dirinya, antrian sudah tiba pada gilirannya.
"Ibu Zulaikha!" panggil perawat yang memanggil nama setiap pasien.
"Ya saya!" jawab Zulaikha yang kemudian berdiri dan diikuti oleh dokter Adam Rendra. Keduanya masuk ke ruangan dokter kandungan.
Zulaikha dan dokter Adam Rendra duduk tepat dihadapan dokter kandungan yang akan memeriksa Zulaikha.
"Ibu, saya cek tekanan darah dulu ya" ucap dokter kandungan itu pada Zulaikha.
"Iya, silahkan dokter" ucap Zulaikha seraya memberikan lengannya pada dokter kandungan itu, dan dokter itu kemudian mulai menggunakan alat pengukur tekanan darah pada Zulaikha.
Setelah mengetahui tekanan darahnya, dokter kandungan itu menulis data - data Zulaikha di sebuah buku khusus untuk pegangan Zulaikha.
"Tolong timbang berat badan juga ya Bu" pinta dokter kandungan itu pada Zulaikha.
Zulaikha kemudian menurutinya, dan lanjut dia naik ke tempat tidur yang telah tersedia di ruangan itu.
Selesai pemeriksaan itu, dokter kandungan mengisi data - data yang perlu dia isi. Dan memberikan data - data yang perlu diisi oleh Zulaikha pada saat Zulaikha sudah turun dari tempat tidur yang khusus untuk memeriksa kandungan.
"Tuan, selamat anda akan menjadi seorang ayah, kandungan masih berusia dua Minggu. Jadi harap hati - hati, jangan mengangkat beban yang berat maupun mengerjakan pekerjaaan yang terlalu berat." jelas Dokter kandungan itu yang mengira kalau dokter Adam Rendra adalah suami Zulaikha.
Dokter Rendra tidak protes karena sengaja dia lakukan untuk tidak timbul lagi pertanyaan - pertanyaan dari dokter kandungan itu.
Demikian pula dengan Zulaikha karena tidak mau memperpanjang masalah dia tidak mau mambil pusing dengan hal itu.
Dokter Kandungan itu menjelaskan tentang kehamilan Zulaikha yang sangat rentan itu.
Sementara dokter Adam secara diam - diam mengambil data -data yang ditulis oleh Zulaikha dan tanpa sepengetahuan Zulaikha.
__ADS_1
Dokter adam Rendra membaca, siapa suami yang di tulis oleh Zulaikha. Dan betapa terkejutnya dia, berkali - kali dirinya memandangi Zulaikha.
"Danar Aji? apa tidak salah yang aku lihat ini?" gumam dalam hati Dokter Adam Rendra.
Zulaikha melihat ke arah data - data yang dipegang dokter Adam Rendra. Dan Zulaikha terkejut kemudian dia menyadari kalau dokter muda itu akhirnya tahu siapa dirinya.
"Oh, tidak! akhirnya dia tahu juga siapa aku!" gumam dalam hati Zulaikha.
"Ini buku yang harus dibawa setiap kali periksa kandungan ya Bu" pesan dokter kandungan itu pada Zulaikha.
"Iya, dokter!" jawab Zulaikha yang menerima buku tersebut.
"Dan ini resep yang harus anda tebus, yang isinya vitamin untuk penguat kandungan anda.Karena kehamilan anda ini sangatlah rentan sekali" ucap dokter kandungan itu yang kemudian memberikan selembar kertas resep pada Zulaikha.
Sedikit gemetar Zulaikha menerima resep itu.
"Resep? apakah untuk mengambil resep ini nanti juga pakai uang? aku kan sama sekali tak bawa uang banyak? ini saja ada uang dari mbok Tinah, yang tadi berikan uang yang hanya cukup untuk bayar konsultasi dokter kandungannya saja!" gumam dalam hati Zulaikha yang kemudian memasukkan kertas tersebut ke dalam tasnya beserta buku yang diberikan oleh dokter kandungan itu padanya.
Dokter Adam Rendra terus melihat kelakuan Zulaikha dan dia semakin penasaran.
Zulaikha dan dokter Adam Rendra bangkit dari duduknya dan bersalaman dengan dokter kandungan itu, untuk mohon pamit dan melangkahkan kaki meninggalkan ruangan dokter kandungan. Setelah sebelumnya membayar sejumlah uang yang telah ditetapkan oleh dokter kandungan tersebut.
Zulaikha dan Dokter Adam Rendra telah keluar dari ruangan dokter kandungan itu. Dokter Adam Rendra menarik Zulaikha untuk kembali duduk di ruang tunggu sebelum masuk ke ruangan dokter kandungan tadi.
"Nyonya kecil, kemarilah anda berhutang informasi padaku!" bisik dokter Adam Rendra yang menarik Zulaikha ke kursi para pasien yang menunggu antrian.
"Ada apa sih?" ucap Zulaikha yang sedikit risih, karena tidak ada yang memegang dirinya selain suaminya , Danar Aji.
"Sebentar saja kok, duduklah!" seru dokter Adam Rendra pada Zulaikha, yang menyuruh Zulaikha untuk duduk. Dan dengan terpaksa Zulaikha duduk, untuk menuruti permintaan dokter Adam Rendra.
"Ini saya sudah duduk dokter! sekarang apa pertanyaan anda!" seru Zulaikha dengan terpaksa.
"Apa benar suami kamu kakak iparku?" tanya dokter Adam Rendra yang penasaran.
Zulaikha terdiam dan dia mengumpulkan keberaniannya untuk menjawab setiap pertanyaan dari dokter Adam Rendra. Dan dia menarik nafasnya panjang dan menghembukannya dengan kasar.
"Iya, saya memang istri kedua tuan Danar aji, kami menikah secara siri di rumahku di desa" jawab Zulaikha yang kemudian mengingat masa lalunya dan tak terasa air matanya berlinang membasahi pipinya.
__ADS_1
"A..anda tidak apa - apa kan?" ucap dokter Adam Rendra yang memberikan tisu kemasan kecil yang selalu dia bawa.
"Terima kasih, saya tidak apa -apa." jawab Zulaikha seraya menerima tisu yang diberikan oleh dokter Adam Rendra padanya.
Dokter Adam Rendra hanya diam dan membiarkan Zulaikha menenangkan dirinya lebih dulu.
Setelah tenang, kembali Zulaikha mengungkapkan rahasianya pada Adam Rendra.
"Saya menikah dengan tuan Danar karena keterpaksaan. Karena saya adalah jaminan hutang yang entah kapan ibu tiri saya akan menebusnya." kata Zulaikha yang sudah menata hati dan pikirannya.
"Jaminan hutang?" ucap dokter Adam Rendra yang terkejut.
"Iya, saya hanya gadis jaminan hutang yang kemudian dinikahi oleh si pemberi hutang." jelas Zulaikha dengan lirih namun dokter Adam Rendra masih mampu mendengarnya.
"Kalau Ibu tiri anda tidak bisa membayar, berarti anda dijual sama ibu tiri anda!" ucap dokter Adam Rendra dengan geram.
"Bi..bisa dikatakan demikian" ucap Zulaikha yang juga tekejut dengan pernyataan dokter Adam rendra, yang benar secara tidak langsung dia sudah dijual oleh ibu tirinya.
Tangan Zulaikha menggenggam erat seolah ingin meremas pakaian yang dipakainya.
"Kenapa aku tak menyadarinya dari dulu? kenapa aku mau saja menerima pernikahan ini? mana mungkin ibu tiriku mau menebusku!" gumam Zulaikha yang didengarkan oleh dokter Adam Rendra.
Dokter itu merasa kasihan dengan apa yang telah terjadi pada perempuan yang ada dihadapannya itu.
Mereka kemudian terdiam dengan pikiran mereka masing - masing, dan masih tetap berada di kursi ruang tunggu di depan ruang praktek dokter kandungan di rumah sakit tempat dokter Adam Rendra bekerja nantinya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1