
Ma'af harap bijak membaca, ada adegan 21+
...💗💗Happy Reading💗💗...
Keduanya merasakan kebahagiaan mereka sendiri, dan Danar menciumi wajah Zulaikha . Seolah ingin selalu bersama selamanya.
"Mas, mandi dulu ya! Ika siapkan pakaian serta perlengkapan sholatnya" Ucap Zulaikha yang memakai pakaiannya satu persatu.
"iya sayang, tapi rasanya ingin main lagi!' bisik Danar di telinga Zulaikha.
"Oh, mas Danar! apa nggak capek? tadi malam kan sudah sama mbak Melisa, dan barusan sama Ika.?" tanya Zulaikha seraya menatap suaminya dengan heran.
"Sama Melisa kan dua kali, dan Sam kamu baru satu kali. Aku maunya sama kamu juga dua kali. He..he..!" Jawab Danar seraya mengulas senyumnya.
"Idih mas Danar, mentang - mentang punya istri dua! he..he..!" goda Zulaikha seraya bangkit dari tempat tidur.
"Iya makanya mas mau menikmati punya istri dua! he..he..!" balas Danar yang tersenyum seraya memakai celana boxernya.
"Mas...!" panggil Zulaikha dengan geram.
"Ha..ha...!" Danar tertawa dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
Kemudian Zulaikha menyiapkan pakaian untuk suaminya dan juga untuk dirinya.
Tak berapa lama Danar telah selesai dari ritual mandinya, dan giliran Zulaikha untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, Zulaikha dan Danar sholat subuh berjama'ah. Mereka menunaikan sholat subuh dengan Khusyuk, dan di akhir sholat setelah berdo'a Zulaikha mengaji dan Danar mendengarkannya dengan sedikit demi sedikit mengikuti suara Zulaikha.
Setelah selesai mengaji, Danar keluar dari kamar Zulaikha dan Zulaikha juga demikian.
Danar menyirami bunga untuk membantu mengurangi pekerjaan istrinya. Sementara Zulaikha mencuci pakaian danmbok Tinah yang sudah berada di dapur, segera memasak masakan untuk sarapan semua orang yang berada di rumah besar itu.
Sedangkan Bower yang baru saja datang, segera mencuci mobil yang akan di pakai hari ini.
Sementara Melisa masih di dalam kamar, namun dia sudah mandi fan Melisa sedang mengurusi bisnis onlinenya,
Setelah menyirami tanamannya, Danar menghampiri Zulaikha dan membantu istri keduanya untuk mengangkat pakaian yang hendak dijemur menuju ke lantai atas, tempat untuk menjemur pakaian.
"Terima kasih mas" Ucap Zulaikha saat Danar telah mengangkat pakaian basah tersebut sampai ke lantai atas
Hal itu di ketahui oleh Melisa dan membuat Melisa cemburu, melihat kemesraan Danar pada Zulaikha.
"Seandainya aku hamil, aku bisa minta mas Danar untuk menceraikan perempuan kampung itu" gumam dalam hati Melisa.
Tak berapa lama, mereka sarapan bersama. Seperti biasa Zulaikha mengambilkan makanan untuk suaminya dan juga untuk dirinya.
Kembali hal itu membuat Melisa sangat marah, namun tetap dalam hatinya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, mereka selesai sarapan, Danar dan Bower bersiap untuk berangkat ke pedalaman.
"Kalian hati - hati di rumah ya!" ucap Danar saat sudah berada di teras rumah bersama kedua istrinya.
Satu - satu kedua istrinya saling menyalami dan mendapat ciuman dari Danar.
Tanpa mereka ketahui, ada seseorang yang mengawasi mereka dari luar halaman rumah besar itu. Orang itu tetap diam dalam persembunyiannya dan mengabadikan momen itu dalam sebuah video.
Danar dan Bower sudah berangkat meninggalkan rumah bersar itu, Melisa dengan menggunakan mobil yang lain, juga meninggalkan rumah besar itu entah mau kemana dia tidak memberitahukan pada Zulaikha maupun mbok Tinah.
Kini dirumah itu tinggal Zulaikha dan juga mbok Tinah serta seorang satpam yang berjaga di pos satpam depan rumah.
Seseorang yang mengintai rumah itu sedari tadi keluar dari persembunyiannya dan melangkahkan kakinya menuju ke pos Satpam.
Setelah memberikan beberapa alasan, orang tersebut yang tak lain adalah Dokter Adam Rendra.
Dokter muda itu melangkahkan kakinya ke teras rumah besar dan mengetuk pintu rumah tersebut.
"Tokk...tokk...tokk...!"
"Assalamu'alaikum!"
Dokter muda itu mengetuk pintu rumah dan mengucapkan salamnya.
Tak juga mendapat jawaban, dokter Adam Rendra kembali mengetuk pintu dan mengucapkan salamnya.
"Tokk...tokk...tokk...!"
"Assalamu'alaikum!"
"Klek...klek...Ceklek..!"
"Eh dokter Nugroho, mari masuk!" Ucap mbok Tinah yang membukakan pintu rumah dan melihat tamunya yaitu dokter Adam Rendra yang sedang menyamar menjadi dokter Nugroho.
"Iya mbok!" ucap dokter Nugroho yang kemudian masuk ke rumah.
"Ada urusan apa dokter kemari?" tanya mbok Tinah yang penasaran.
" Saya mau bertanya sama mbok Tinah, apakah saudari Zulaikha sudah pernah cek kandungan?" tanya dokter Nugroho pada mbok Tinah.
"Belum dokter, apalagi tuan Danar sedang pergi. Tidak ada yang akan mengantarkan Zulaikha untuk cek kandungannya." jawab mbok Tinah yang apa adanya, dan mereka melangkah ke ruang tamu.
Setelah sampai di ruang tamu, mbok Tinah mempersilahkan dokter nugroho untuk duduk di ruang tamu.
"Silahkan duduk dokter, dokter mau minum apa?" tanya mbok Tinah saat dokter Nugroho sudah duduk di sofa.
"Apa saja" ucap dokter Nugroho.
__ADS_1
"Baiklah,t unggu disini sebentar'" ucap mbok Tinah yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke dapur.
Mbok Tinah membuat segelas teh manis untuk dokter Adam Rendra dan membawanya ke hadapan dokter muda itu dengan hati-hati.
"Ma'af hanya minuman saja, silahkan dokter! ma'af ya dok!" ucap mbok Tinah seraya menghidangkan minumannya.
"Ini sudah lebih dari cukup mbok!" ucap Dokter Adam Rendra sembari tersenyum.
"Ma'af tunggu sebentar, biar saya panggilkan Zulaikha" ucap mbok Tinah seraya menatap ke arah dokter Adam Rendra.
Mbok Tinah seperti merasakan sesuatu, seperti orang yang selama ini dia rindukan.
"Iya mbok" jawab dokter Adam Rendra sembari tersenyum.
"Senyuman dokter ini! seperti senyuman suamiku!" gumam dalam hati mbok Tinah yang menganggukan kepalanya dan dia melangkahkan kakinya meninggalkan dokter Adam Rendra.
"Aneh, kenapa hatiku merasakan kalau dokter Nugroho itu Adam Rendra putraku?" tanya dalam hati mbok Tinah seraya memegang dadanya yang berdetak kencang.
Mbok Tinah melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana Zulaikha berada. Zulaikha sedan berada di tempat menyeterika pakaian di samping tempat menjemur pakaian.
"Zulaikha!" panggil mbok tunas saat sudah berada di ruang atas dan melangkahkan kakinya menghampiri Zulaikha
"Iya mbok, Zulaikha di sini!" sahut Zulaikha.
"Ada dokter Nugroho, dia mau mengantarkan kamu ke rumah sakit untuk cek kandungan' ucap Mbok Tinah yang sudah berada dihadapan Zulaikha.
"Iya sebentar, nanggung nih!" sahut Zulaikha yang mempercepat pekerjaannya.
"Sini mbok lanjutkan dan kamu cepat berganti pakaian, biar nggak kelamaan dokter Nugroho menunggui kamu!" seru mbok Tina seraya memegang seterikaannya
"I..iya mbok, terima kasih" ucap Zulaikha yang menyerahkan pekerjaannya.
"Hati - hati jangan buru - buru!" pesan mbok Tinah saat melihat Zulaikha melangkahkan kakinya menuruni tangga.
"Baik mbok!" jawab Zulaikha yang terus melangkahkan kakinya menuruni tangga dan langsung menuju ke kamarnya.
Sesampainya di kamar, Zulaikha bergegas mengganti pakaiannya dan berdandan tipis dengan memakai jilbab segi empatnya.
Setelah selesai, Zulaikha mengambil tas kecilnya dan melangkahkan kaki menuju ke ruang tamu dimana dokter Nugroho berada..
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...