GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Pertemuan Zulaikha, Mbok Tinah dengan Adam Rendra


__ADS_3

"Pertanyaannya mudah dokter, karena dokter kan selama ini menjadi dokter pribadi di rumah keluarga saya" ucap dokter Adam Rendra sembari mengulas senyumnya.


"Coba saja, kenapa saya yang jadi penasaran dengan pertanyaan anda dokter Adam Rendra! he..he..!" ucap dokter Samsu dengan terkekeh.


"Siapa perempuan berjilab yang berada di rumah kak Melisa?" tanya dokter Adam Rendra sembari menunjukkan foto di media sosial kakak iparnya Danar Aji.


Kemudian Dokter Samsu menepikan dan menghentikan laju kendaraannya, dia melihat dengan seksama perempuan yang ditunjukkan oleh Dokter Adam Rendra .


"Oh itu, bukannya kemarin aku sudah bercerita ya?" tanya dokter Samsu yang menatap ke arah dokter Adam Rendra.


"Maksud dokter, dia pembantu baru di keluarga kak Melisa?" tanya Dokter Adam Rendra yang penasaran.


"Iya begitulah yang aku tahu, dan dia baru saja bekerja disana dan sudah terlihat tanda-tanda kehamilan." jawab dokter Samsu.


"Ha..hamil dokter?" tanya dokter Adam Rendra yang penasaran.


"Iya, memang seperti itu. Mungkin kamu bisa mencari tahu tentang keluarga kamu dan juga tentang perempuan yang bernama Zulaikha itu" usul dokter Samsu.


"Hm, boleh juga dok! baiklah ayo kita kesana dok!" ucap dokter Adam Rendra dan dokter Samsu mengangguk lalu melajukan kendaraannya.


"Oiya dokter Adam Rendra, nanti jika berada disana jangan menggunakan nama Adam Rendra!" seru dokter Samsu pada dokter Adam Rendra.


"Hm, betul juga dok! mereka pasti akan penasaran dengan nama saya yang sama dengan nama adik Melisa" ubap dokter Adam Rendra sembari mengulas senyumnya.


"Terus kamu apa kamu sudah persiapkan namanay?" tanya dokter Samsu yang tetap mengemudi.


"Nugroho, Dokter Nugroho. Bagaimana Dok?" ucap Dokter Adam Rendra.


"Hm, boleh juga! ok Dokter Nugroho" ucap Dokter Samsu dengan mengulas senyumnya dan mobil itu melaju dengan kecepatan sedang ke arah rumah Melisa.


Tak berapa lama mereka telah sampai di halaman rumah besar dan megah milik Melisa, yang semasa kecil dokter Adam Rendra pernah tinggal didalamnya .


Terlintas kenangan masa kecil dokter Adam Rendra saat menebarkan pandangannya ke setiap sudut rumah besar itu. Tak banyak renovasi yang dilakukan oleh Melisa, sehingga dokter Adam Rendra masih mengenal tiap sudut rumah tersebut.


Kedua dokter itu keluar dari mobil dan melangkahkan kaki menuju ke teras rumah Melisa.


Dokter Samsu kemudian mengetuk pintu rumah tersebut.


"Tok...tok...tokk...!"


"Assalamu'alaikum!" ucap salam dokter Samsu.


Tak juga mendapat jawaban, dokter Samsu mengulanginya kembali.

__ADS_1


"Tok..tok...tok..!"


"Assalamu'alaikum!" ucap salam lagi dari dokter Samsu.


"Wa'alaikumsalam" jawab seseorang dari dalam rumah dan tak berapa lama terdengar suara pintu yang dibuka dari dalam rumah.


"Klek..klek..ceklek..!"


Pintu itu terbuka dan nampaklah seorang wanita tua yang tak lain adalah mbok Tinah.


"Eh, dokter Samsu. Kami tak merasa memanggil dokter, ada gerangan apa dokter kemari?" tanya mbok Tinah yang penasaran.


"Ma'af sebelumnya, bolehkah kami masuk?" kata dokter Samsu yang berbalik bertanya.


"Oh, tentu saja boleh. Mari - mari silahkan masuk Dokter" ucap mbok Tinah yang mempersilahkan kedua dokter itu untuk masuk ke rumah.


Kedua dokter itu melangkahkan kaki dan masuk ke rumah Melisa, sementara mbok Tinah menutup kembali pintu yang tadi dia buka.


"Bagaimana keadaan tuan Danar dan nona Zulaikha mbok?" tanya dokter Samsu sembari berjalan dan diikuti oleh dokter Adam Rendra dan juga mbok Tinah.


Ketiganya kemudian duduk di sofa ruang tamu.


"Alhamdulillah sudah mendingan dok, malah besok tuan mau pergi keluar kota untuk melihat lokasi kebun kelapa yang baru" jawab mbok Tinah.


"Iya dokter Samsu mau melihat keadaan tuan Danar dan kamu Zulaikha" jawab mbok Tinah seraya menatap Zulaikha.


"Oh tuan Danar belum pulang dari kerja dokter." ucap Zulaikha sembari menatap kedua dokter tersebut.


Sedangkan dokter Adam terus memandangi Zulaikha dan merasakan sesuatu yang lain didadanya.


"Oh jadi tuan Danar sudah sembuh ya, terus bagaimana dengan anda nona Zulaikha?" tanya dokter Samsu yang penasaran.


"Tadi sore sempat diantar oleh tuan Danar ke dokter kandungan, dan Alhamdulillah memang benar saya sedang hamil dokter" ucap Zulaikha sembari mengulas senyumnya.


"Jadi benar anda hamil ya?" tanya Dokter Samsu yang meyakinkan dirinya dan dokter Adam Rendra memperhatikannya dengan seksama.


"Gadis ini sedang hamil? siapa yang telah menghamilinya? apakah dia sudah mempunyai suami?" tanya dalam hati dokter Adam Rendra yang penasaran.


"Hm...hm..!" kalau boleh tahu apakah anda sudah menikah nona?" tanya dokter Samsu sedikit berhati-hati.


Zulaikha memandang ke arah mbok Tinah, seolah meminta petimbanga pada mbok Tinah.


"Zulaikha sudah menikah" jawab mbok Tinah, yang sengaja tak menyebutkan nama suami dari Zulaikha.

__ADS_1


"Oh, aku kira dia masih gadis mbok! ya siapa tahu bisa berjodoh sama temanku ini, he..he..!" ucap dokter Samsu yang terkekeh.


"Oiya Zulaikha temani mereka, mbok mau buatkan minum buat dokter Samsu" ucap mbok Tinah yang bangkit dari duduknya.


"Biar Zulaikha saja mbok, mbok Tinah disini saja" ucap Zulaikha yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke dapur dan mbok Tinah kembali duduk diatas sofa.


Ketiganya melanjutkan obrolan mereka sembari menanti Zulaikha yang membawakan minuman untuk semuanya.


Tak berapa lama Zulaikha datang dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat makanan kecil serta minuman teh hangat.


"Ini minumannya dokter, silahkan di minum ya" ucap Zulaikha sembari meletakkan minuman dan makanan diantas meja satu persatu.


"Iya makasih Zulaikha!" jawab dokter Samsu yang hampir bersamaan dengan dokter Adam Rendra.


Kemudian Zulaikha ikut duduk di sofa dan mengobrol dengan kedua tamunya.


"Dokter Samsu, boleh tahu siapa yang ada di sebelah anda?" tanya Zulaikha dengan ramah.


"Oiya, kedatangan saya kemari mau memperkenalkan teman saya yang nantinya akan sering kemari untuk mengecek kesehatan keluarga tuan Danar."jelas Dokter Samsu.


"Soleh tahu siapa nama teman dokter Samsu ini?" tanya Mbok Tinah yang juga ikut nimbrung obrolan mereka.


"Panggil saja saya dokter Nugroho" jawab dokter Adam Rendra yang menyembunyikan identitasnya.


"Oh dokter Nugroho, salam kenal ya Dokter. Saya Zulaikha dan ini mbok Tinah, kami asisten pembantu rumah tangga di sini. Mohon ma'af jika penyambutan kami kurang berkenan." Ucap Zulaikha dengan ramah dan tiba-tiba pandangnya menatap bola mata dokter Adam Rendra atau dokter Nugroho.


Detak jantungnya seolah berhenti, dia merasakan sesuatu yang lain bila menatap dokter tampan dan masih muda itu.


Demikian pula dengan dokter Adam Rendra yang melihat secara langsung Laras cantik tanpa make up perempuan berjilbab dihadapannya itu.


"Andai saja kamu belum menikah Zulaikha, aku ingin menjadikanmu permaisuri dihatiku" ucap dalam hati dokter Adam Rendra yang terpesona akan wajah polos Zulaikha.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2