GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Masih Berdiskusi


__ADS_3

"Ka...karena dia pernah menyatakan kalau mas Danar lebih mencintaiku dari pada dengan mbak Melisa. Mas Danar pernah bercerita kalau dia menikah dengan mbak Melisa karena hartanya, dia selama ini merasa ditekan oleh mbak Melisa. Mas Dana berencana membeli tanah dan membangun rumah di pedesaan bersama Zulaikha, kita akan memulai hidup baru, itu yang mas Danar rencanakan." cerita Zulaikha yang membuat tangan dokter Adam Rendra yang berada di belakangnya mengepal.


Dan hal itu sempat di lihat oleh dokter Samsu.


"Tapi, bagaimana dengan hati kamu Zulaikha?" tanya dokter Samsu yang penuh selidik.


"Saya sedari awal tidak menyukai mas Danar, namun mas Danar janji mau berubah demi aku. Dia tidak lagi bergelut di simpan-pinjam, dan dia sekarang mau belajar tentang agama. Lagi pula aku sudah jadi istrinya, mau bagaimana pun itu, dia suami aku." jelas Zulaikha, yang tentu saja membuat dokter Adam Rendra kesal.


"Kok ada ya, perempuan yang jelas kami itu kena KDRT, tetap saja membela suami kamu yang arogan itu!'' gerutu dokter Adam Rendra yang gemas karena sikap Zulaikha itu.


"Lantas aku bagaimana?" tanya Zulaikha yang belum paham juga.


"Nyonya, suatu pernikahan itu harus dilandasi Cinta dan kebahagiaan. Jika salah satu pihak dirugikan dari suatu pernikahan, dan bahkan ada kasus kekerasan dalam rumah tangga pula. Ini pernikahan yang tidak sehat nyonya!" kata mbok Tinah seraya menggenggam jemari Zulaikha.


Zulaikha mengusap perutnya dan dia kembali menangis, mengingat perlakuan Danar pada awal bertemu sampai dia di rumah sakit.


"Pernikahan karena landasan hutang, memang selama ini aku tak merasakan kebahagiaan sama sekali. Aku hanyalah jaminan yang sangat dirugikan dalam hal ini. Dia mengeluarkan uang untuk ibu tiriku, sedangkan aku denag alasan pernikahan, harus melayaninya dan tak boleh menolak setiap ajakannya. Dan harus menerima siksaan darinya dan juga istri pertamanya. Dan Ika jaminanku ditebus, apakah ada jaminanku kembali suci? statusmu bukan lagi perawan, tapi janda. Apakah aku akan mendapatkan cinta tulus setelah berpisah dari mas Danar?" ucap pendapat Zulaikha.


"Zulaikha, untuk masalah kedepannya kita pikirkan nanti. Yang terpenting, mantapkan tekat kamu untuk berpisah dari pernikahan tak sehat kamu ini!" ucap dokter Samsu yang menatap Zulaikha.


"Iya, sebaiknya kamu mantapkan tekad dan niat kamu untuk berpisah dengan suami kamu. Percayalah, jika masih ada jodoh untuk kamu, pasti kamu akan dipertemukan dengan orang yang lebih baik dari suami kamu itu." ucap dokter Adam Rendra dan dokter Samsu mengulas senyumnya sambil melirik ke arah dokter Adam Rendra.


"Terus aku harus bagaimana untuk bisa berpisah dari mas Danar?" tanya Zulaikha yang bingung.


"Kamu harus membuat Danar mengucapkan kata talak, itu berarti dia sendiri yang meminta cerai. karena pernikahan siri itu yang berhak menceraikan hanya pihak suami." ucap Dokter Samsu dan yang lainnya memperhatikannya.


"Jika mas Danar tidak mau menalak aku bagaimana dokter?" tanya Zulaikha uang penasaran.


"Itu berarti kamu harus mengajukan itsbat nikah terlebih dahulu, di mana Danar wajib menjadikan kamu sebagai istri sah dari pernikahan kalian, tentunya dengan ijin Melisa." jelas Dokter Samsu dan semuanya mendengarkan dengan baik-baik apa uang dikatakan oleh dokter Samsu.


"Istri sah dari suami Anda memiliki peranan penting dalam proses itsbat nikah atas perkawinan siri ini, karena apabila istri sah mengizinkan perkawinan siri Anda, maka perkawinan siri akan dicatatkan sebagai perkawinan yang sah (poligami). Kemudian setelah itu, Anda baru bisa melanjutkan proses perceraian ke Pengadilan Agama. Lain halnya apabila istri sah tidak mengizinkan perkawinan Anda (poligami), hal tersebut akan mengakibatkan itsbat nikah ditolak dan perkawinan siri Anda tidak akan dicatatkan sebagai perkawinan yang sah." lanjut kata Dokter Adam Rendra.

__ADS_1


"Dengan demikian, alih-alih Anda mengajukan cerai, alternatifnya adalah perceraian di mana suami Anda yang menjatuhkan talak, karena sejatinya perkawinan siri Anda bukan perkawinan yang sah." Sahut dokter Adam Rendra dan semuanya menganggukkan kepala karena sudah paham dengan apa yang dijelaskan oleh dokter Samsu.


"Nyonya Zulaikha, kalau masalah finansial anda jangan khawatir. Ada seseorang yang nanti sanggup mengembalikan uang suami kamu itu!" ucap dokter Samsu seraya menepuk pundak Dokter Adam Rendra.


Dokter Adam Rendra memandang Zulaikha dan dia mengulas senyumnya saat Zulaikha memandangnya.


"Dokter...!" panggil Zulaikha yang juga membalas senyum manis dokter Adam Rendra.


Ada desirvdi hati Zulaikha saat menatap kedua mata dokter Adam Rendra.


"Baiklah aku mantap mau berpisah dengan Mas danar." ucap Zulaikha yang kemudian menatap satu persatu orang yang ada dihadapannya.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruang rawat dimana mereka sedang berdiskusi.


"Tokk....tokk....tokk...!"


"Permisi, selamat siang!" ucap seseorang yang memakai seragam serba putih itu, yang tak lain adalah perawat yang sedang bertugas.


"Selamat siang juga!" balas Dokter Adam Rendra dan juga dokter Samsu yang secara bersamaan.


"Ok, silahkan bertugas perawat!" ucap dokter Samsu sembari memberikan jalan untuk perawat itu.


Perawat itu kemudian melakukan tugasnya, dan setelah selesai perawat itu meninggalkan ruang rawat dimana Zulaikha yang sedang dirawat.


"Baiklah Nyonya Zulaikha, kami juga akan kembali bertugas. Selamat menikmati snack dari rumah sakit dan selamat beristirahat!" seru dokter Samsu seraya menatap ke arah Zulaikha.


"Oh iya dokter, terima kasih sudah mengunjungi Zulaikha." balas Zulaikha sembari mengulas senyumnya.


"Saya juga mau bertugas, hari ini adalah hari pertama saya bertugas di rumah sakit ini." ucap dokter Adam Rendra yang mengulas senyum juga.


"Wah, selamat bekerja dan semoga lancar dan sukses ya dokter A... eh dokter Nugroho!" ucap Zulaikha yang hampir saja keceplosan menyebut nama asli dokter Adam Rendra.

__ADS_1


Kedua dokter itu menganggukan kepala dan melangkahkan kakinya meninggalkan Zulaikha dan juga mbok Tinah.


Sementara Zulaikha mulai memakan camilan dari perawat tadi, dan setelah itu dia beristirahat.


Tak berapa lama datang seorang dokter yang mengetuk pintu ruang rawat Zulaikha.


"Tokk... tokk... tokk...!"


"Permisi, ma'af menggangu waktu kalian sebentar!" ucap dokter itu yang ternyata dia adalah dokter yang merawat dan memeriksa Zulaikha.


"Iya, dokter silahkan!" balas mbok Tinah yang kemudian bangkit dari posisi duduknya yang sebelumnya.


Kemudian dokter wanita itu memeriksa kondisi Zulaikha terkini dan mencatatnya.


'Nyonya Zulaikha sudah diperbolehkan untuk pulang, karena keadaannya yang sudah kembali normal tinggal pemulihan yang bisa dilakukan di rumah. Ini resep obat yang diambil dan jangan lupa dengan administrasinya." ucap dokter itu yang mengulas senyumnya dan memberikan selembar catatan resep obat pada mbok Tinah.


"Iya dokter." jawab mbok tinah seraya menerimanya dan membaca resep obat yang ada di tangannya saat ini.


"Semoga lekas pulih kembali dan tentunya sehat dan beraktifitas seperti semula." ucap do'a dokter wanita itu sembari mengulas senyumnya.


"Aamiin ya Robbal alaamiin, terima kasih dokter!" balas Zulaikha dan mbok Tinah yang hampir bersamaan.


"Permisi. Assalamu'alaikum!" ucap pamit dokter wanita itu yang kemudian meninggalkan Zulaikha dan juga Mbok Tinah.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2