
"Aku mau mengantarkan mbok Tinah dan nyonya Zulaikha pulang, karena sekalian aku mau pergi ke klinik!" Jawab dokter Samsu kemudian.
"Oh, kalau begitu, hati-hati ya!" seru dokter Adam Rendra sembari mengulas senyumnya.
"Kalau saya perhatikan lama-lama cara senyum dokter muda ini memang sama persis dengan mendiang ayahnya. Apa tujuan dia menyembunyikan identitasnya?" tanya dalam hati mbok Tinah.
"Iya, dan kamu selamat bekerja!" balas Dokter Samsu seraya menepuk pundak dokter Adam Rendra.
"Assalamu'alaikum!" ucap Salam dokter ada Rendra sembari mengulas senyumnya.
"Wa'alaikumsalam!" balas semuanya walaupun tidak bersamaan.
Kemudian dokter Adam Rendra melangkahkan kakinya kembali ke ruang dimana dirinya bekerja.
"Aku yakin kalau dia putraku!" batin mbok Tinah yang menatap kepergian dokter Adam Rendra.
"Ayo kita berangkat sekarang!" seru dokter Samsu pada mbok Tinah dan juga Zulaikha.
"Iya dokter!" jawab Mbok Tinah dan juga Zulaikha yang kemudian ketiganya melangkahkan kaki menuju ke tempat parkir.
Sesampainya di tempat parkir, mereka kembali melangkahkan kaki menuju ke tempat dimana mobil dokter Samsu berada.
Setelah menemukan mobil tersebut, ketiganya masuk ke dalam mobil dan mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya.
"Dokter Samsu, bisakah anda jelaskan. Kenapa dokter Adam Rendra menyamar menjadi dokter Nugroho?" tanya Mbok Tinah yang tiba-tiba.
Dokter Samsu yang terkejut itu kemudian menepikan kendaraannya dan menghentikan lajunya.
"Apa maksud mbok Tinah? ma'af saya tidak mengerti?" tanya dokter Samsu yang pura-pura tak tahu.
Sementara Zulaikah hanya diam, walaupun dia sudah tahu apa yang dimaksudkan oleh mbok Tinah.
"Mengapa anda mengenalkan dokter Adam rendra dengan nama dokter Nugroho kepada kami, pasti anda bisa menjelaskannya bukan?" tanya mbok Tinah yang penuh selidik.
"Apa maksud mbok Tinah?" tanya dokter Samsu yang pura-pura tak mengetahui.
"Anda jangan menutupi, aku tahu kalau dokter Nugroho itu nama aslinya Adam Rendra. Setahu saya kalau Adam Rendra itu nama adik nyonya Melisa, bisa anda jelaskafTinah yangssn dokter?" tanya mbok penasaran.
"Baiklah, anda benar kalau nama asli dokter Nugroho itu adalah Dokter Adam Rendra. Karena pada awalnya dokter Adam Rendra ingin menyelidiki siapa ibu kandungnya. Menurut dokter Adam Rendra kalau DNA dia sama dengan DNA papa, tetapi tak di temukan sama sekali satu hal ss salah satu DNA ibu yang katanya ibu kandung dia dengan nyonya Melisa. Sebab itulah dia bersikeras ingin menyelidikinya." jelas dokter Samsu dan didengarkan oleh mbok Tinah dan juga Zulaikha.
"Oh, akhirnya anakku mau mencarimu!" ucap dalam hati Mbok Tinah yang saat ini kedua matanya berkaca-kaca.
"Sebetulnya dokter Adam Rendra sudah bercerita pada saya, Kalau nama dia memang Dokter Adam Rendra, adik dari Melisa istri tuan Danar. Tetapi dia merasakan seperti anak buangan. Karena sejak kecil selalu berada di luar negeri. Sejak meninggalnya papanya, kak Melisa seolah tak ada kabar beritanya. Dia sama sekali tak mengirimi dokter Adam Rendra uang untuk biaya hidup di luar negeri. Hingga terpaksa dokter Adam rendra menjadi tukang cuci piring, bar tender dan yang terakhir si pembuat konten. Lumayanlah buat biaya hidup di luar negeri dan bisa menambah biaya lain saat masa kuliah. Karena terus terang kuliah saya gratis karena ternyata dokter Adam rendra mendapat bea siswa setengahnya dan yang setengahnya sudah dibayar sama papanya sebelum papanya meninggal dunia." jelas Zulaikha yang didengarkan juga oleh dokter Samsu dan juga mbok Tinah.
__ADS_1
"Jadi, selama ini nyonya Zulaikha tahu kalau dokter Nugroho itu dokter Adam Rendra?" tanya mbok Tinah yang penasaran.
"Iya mbok. Karena saya tahunya juga tidak sengaja, waktu itu dokter Nugroho atau dokter Adam Rendra mengantarkan saya periksa di dokter spesialis kandungan di rumah sakit. Tiba-tiba ada seorang petugas rumah sakit yang memanggil dokter Nugroho dengan sebutan Dokter Adam Rendra. Hal itulah aku tanyakan pada dokter Nugroho dan dokter Nugroho mengakui kalau dirinya bernama asli Dokter Adam Rendra." jelas Zulaikha yang menatap mbok Tinah dan juga Dokter Samsu secara bergantian.
"Akhirnya terkuak sudah rahasia dokter Adam Rendra, hanya ada yang belum dia ketahui sampai saat ini. Yaitu siapa ibu kandung dia." ucap dokter Samsu.
Zulaikha memandang ke arah mbok Tinah, dan wanita paruh baya itu memberi kode pada Zulaikha untuk tidak memberitahukan yang sebenarnya.
"Dokter, sebaiknya kita jalan lagi. Sudah terlalu lama kita berhenti di sini!" seru mbok Tinah yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah, saya akan menyalakan kembali mobilnya. Apakah kalian mau mampir makan atau jalan-jalan dulu? ha...ha...!" tanya dokter Samsu sembari tertawa.
"Boleh juga dokter! apa lagi saat ini kan waktunya makan siang!" seru Zulaikha sembari tersenyum.
Kemudian Mobil mewah itu kemudian menepi dan berhenti di depan sebuah restoran yang lumayan ramai.
"Sudah sampai! Ayo isi perut kita yang sedari tadi konser keroncong! ha..ha..!" ucap dokter Samsu yang kemudian mereka keluar dari mobil.
Dokter umum itu bersama Mbok Tinah dan juga Zulaikha melangkahkan kaki menuju ke restoran yang saat ini mereka datangi.
Setelah mendapatkan tempat duduk, dokter Samsu memanggil pelayan restoran dan kemudian mereka memesan makanan sesuai selera mereka yang terdapat di daftar menu restoran tersebut.
Selesai memesan makanan dan minuman, mereka berbincang-binvang hal yang ringan.
Dokter Samsu, Zulaikha dan juga mbok tinah menyantap menu masakan yang mereka pesan dengan hening, karena menikmati setiap suapan makanan tersebut.
.
Tak berapa lama mereka telah selesai makan siang mydan segera meninggalkan restoran tersebut, namun sebelumnya dokter Adam Rendra membayar makanan mereka.
Keduanya kemudian melangkahkan kaki menuju ke tempat dimana mobil Dokter Samsu terparkir.
Setelah menemukannya, mereka masuk dan kembali menyusuri jalan raya menuju ke rumah mewah kediaman Melisa.
Dan Akhirnya mereka sampai di rumah besar dan mewah itu.
Setelah mobil berhenti, Zulaikha dan mbok Tinah turun dari mobil.
"Dokter tidak mampir minum teh dulu?" ucap mbok Tinah mencoba menawarkan diri membuatkan teh buat dokter Samsu.
"Wah, terima kasih. Ma'af tidak bisa, keburu telat nih! he..he..!" sahut dokter Samsu seraya terkekeh.
"Ya sudah kalau itu mau dokter!" ucap Mbok Tinah seraya tersenyum.
__ADS_1
Assalamu'alaikum!" ucap salam dokter Samsu seraya melambaikan tangannya.
"Wa'alaikumsalam." balas Zulaikha dan juga mbok Tinah yang juga melambaikan tangannya.
Kemudian dokter Samsu melajukan kendaraannya keluar dari halaman kediaman Melisa dan menuju ke jalan raya.
Setelah mobil yang di kendarai dokter Samsu hilang dari pandangan mata mereka, Zulaikha dan juga mbok Tinah melangkahkan kaki menuju ke teras rumah besar itu.
Keduanya melihat suatu keanehan, Bower yang tak biasanya bersama Melisa, tapi kali ini mereka melihat hal yang tak lazim.
"Hei, itu bukannya Bower? kenapa mobilnya tidak ada? ada dimana mobilnya tuan Danar?" pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari bibir mbok Tinah pada saat melihat Bower bersama Melisa yang menyirami bunga-bunga kesukaan Melisa di halaman depan rumah mewah dan besar itu.
"Assalamu'alaikum!" ucap salam mbok Tinah dan Zulaikha saat menghampiri Melisa dan Bower.
"Wa'alaikumsalam, oh sudah pulang ya? baguslah bungaku kembali ada yang merawat setelah ini!" seru Melisa yang sedang memetik beberapa bunga.
"Nyonya, tuan Danar ke mana?" tanya mbok Tinah yang memberanikan. dirinya untuk bertanya.
"Mas Danar belum pulang dari kemarin, lagi pula kalau pulang pasti mas Danar akan jemput kalian terlebih dahulu!" seru Melisa dengan senyum sinisnya masuk ke dalam rumah dan diikuti oleh Bower.
Zulaikha dan mbok Tinah saling pandang dan mengangkat bahu mereka.
"Kalau begitu saya permisi ya, ada tugas menanti di klinik." ucap Dokter Samsu yang menatap kedua wanita beda usia dihadapannya itu.
"Oiya, terima kasih dokter. Ma'af jika merepotkan!" ucap Mbok Tinah dengan ramah.
"Nggak apa-apa mbok, itu sudah menjadi kewajiban aku. Assalamu'alaikum!" ucap pamit dokter Samsu.
"Wa'alaikumsalam!" jawab Zulaikha dan juga mbok Tina bersamaan seraya melambaikan kedua tangan mereka.
Setelah itu dokter Samsu melangkahkan kakinya masuk ke mobil dan kemudian mengemudikannya, meninggalkan kediaman Melisa.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1