
Setelah mendapatkan tempat duduk, dokter Samsu memanggil pelayan restoran dan kemudian mereka memesan makanan sesuai selera mereka yang terdapat di daftar menu restoran tersebut.
Sambil menunggu pesanan mereka dihidangkan, kedua dokter beda umur itu berbincang-bincang tentang pekerjaan mereka.
"Oiya Dok, kita lanjutkan pembicaraan kita tadi tentang DNA saya sama dengan DNA papa saya, namun tak di temukan sama sekali satu hal dari salah satu DNA ibu anda yang ada pada diri saya,. Mungkin dokter bisa memberitahu solusinya bagaimana?" tanya Dokter Adam Rendra yang penasaran.
"Menurut saya ada kemungkinan kalau bisa jadi anda satu ayah dan beda ibu dengan kakak anda Melisa" jawab Dokter yang menarik kesimpulan.
"Terus saya harus bagaimana Dok?" tanya Dokter Adam Rendra yang penasaran dengan apa yang dikatakan oleh dokter Samsu
"Mungkin sebaiknya anda menyamar untuk dapat masuk ke dalam rumah itu tanpa mengetahui jati diri anda, dan kalau bisa kamu korek informasi dari pembantu wanita yang sudah tua dirumah itu" jawab dokter Samsu.
"Pembantu wanita tua? Apa maksud dokter Samsu mbok Tinah?" tanya dokter Adam yang penasaran.
"Iya, saya yakin kalau dia tahu segalanya. Secara dia adalah orang paling tua dan juga termasuk lama di rumah besar kamu itu" jawab Dokter Samsu.
"Sebentar pembantu wanita tua, memangnya ada ya pembantu yang lebih muda di rumah orang tuaku itu?" tanya Dokter Adam Rendra yang penasaran.
"Iya ada. Dia seorang gadis yang berjilbab, dan sepertinya masih baru! yang anehnya dia sedang hamil!" jawab dokter Samsu yang kemudian keduanya saling bertatap muka dengan rasa penasaran.
Tak berapa lama pesanan mereka telah dihidangkan oleh pelayan restoran.
Dan kedua dokter itu menyantap menu masakan yang mereka pesan dengan hening, karena menikmati setiap suapan makanan tersebut.
Dalam pelupuk mata dokter Samsu yang mengulang kembali saat dia datang ke rumah Melisa dan memeriksa Zulaikha.
🗓️Flashback on.
Dokter Samsu turun dari mobilnya dan melangkahkan kaki menuju ke rumah besar yang menjadikan dirinya sebagai dokter pribadi dirumah besar itu.
"Tok...tok...tok...!" Dokter Samsu mengetuk pintu rumah Melisa.
"Klek..klek...ceklek..!" Dan ada yang membuka dari dalam pintu rumah tersebut.
Pintu itu telah terbuka, dan seorang pembantu wanita yang sudah tua yang tak lain adalah mbok Tinah.
Dan mbok Tinah juga mengenal siapa tamu majikannya itu.
"Assalamu'alaikum, Selamat pagi!" ucap salam Dokter Samsu yang memakai pakaian serba putih itu
"Wa'alaikumsalam, Selamat pagi juga Dokter Samsu, silahkan masuk. Anda sudah ditunggu nyonya." ucap Mbok Tinah pada saat di sapa oleh dokter itu.
__ADS_1
"Baik, terima kasih" balas dokter tersebut yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke rumah besar itu dan menghampiri Melisa dan Danar.
"Dokter Samsu, ada dua pasien buat anda!" seru Melisa saat melihat ke arah si Dokter Samsu.
"Siapa sajakah yang mau saya periksa nyonya?" tanya dokter Samsu itu dengan penasaran.
"Ini tuan Danar suamiku, yang katanya sudah sembuh tolong di periksa lagi" ucap Melisa.
"Dan satunya?" dokter Samsu itu seraya melihat ke arah Zulaikha.
"Dia dokter, dia pembantu baru saya" jawab Melisa.
"Baiklah, saya akan periksa keadaan tuan Danar terlebih dahulu" ucap dokter Samsu seraya menoleh ke arah tuan Danar!" seru Dokter Samsu itu yang menghampiri Danar.
"Saya sudah sembuh dok, cuma istri saya yang belum yakin saja!" ucap Danar yang tak mau ambil ribet.
"Saya cek saya dulu tuan!" ucap Dokter Samsu yang kemudian memegang pergelangan tangan Danar dan memeriksa denyut nadi Danar.
Dokter Samsu lanjut memeriksa kedua mata Danar dan juga detak jantung Danar dengan stetoskop.
"Bagaimana dokter? apa yang terjadi pada suamiku?" tanya Melisa yang khawatir.
"Terima kasih dokter!" ucap Melisa.
Sementara itu mbok Tinah keluar dari dapur dengan membawa minuman dan juga makanan ringan. Kemudian makanan dan minuman itu di letakkan di atas meja.
Kemudian Dokter Samsu memeriksa Zulaikha mulai denyut nadi hingga dokter itu bertanya kapan Zulaikha tanggal setiap Zulaikha datang bulan.
"Seharusnya seminggu ini tanggal merah saya Dok!" ucap Zulaikha dengan polosnya.
"Oh begitu ya! sebaiknya diperiksakan ke dokter kandungan atau bisa dicek dengan tespack. Karena ini baru perkiraan saya, ada kemungkinan kalau nona Zulaikha sedang dalam kondisi hamil" ucap dokter itu yang memandang ke arah Zulaikha.
"Ha..hamil dok!" seru Zulaikha, mbok Tinah, Danar dan Melisa secara bersamaan.
"Iya, untuk lebih yakinnya mohon periksa ke dokter kandungan" ucap dokter Samsu yang merupakan dokter umum itu, dan kemudian dokter Samsu mengemas peralatan dokternya.
"A..apa Zulaikha hamil? jadi aku tidak impoten, aku bisa punya anak!" ucap dalam hati Danar yang bahagia, karena mengingat kata Melisa yang pernah mengatakan kalau dirinya suami nebeng yang impoten.
"Karena hal itu sangat sakit jika Melisa terus menyebutku suami nebeng yang impoten. Ternyata aku bisa punya anak dari Zulaikha! aku akan bekerja keras untuk anakku, kalau bisa aku ingin keluar dari sangkar emas ini yang terus membelengguku" ucap dalam hati Danar.
"Dokter diminum dulu" ucap Melisa, yang saat ini ingatannya seperti kembali ke masa yang telah lalu.
__ADS_1
"Iya, terima kasih" ucap dokter itu yang sebetulnya tidak haus, namun tetap meminumnya demi menghargai si tuan rumah.
Setelah meminumnya, Dokter Samsu berpamitan pada Melisa dan Danar.
"Ma'af saya harus pergi, masih ada pasien lain yang harus saya periksa. Terima kasih sambutan dan hidangannya" ucap Dokter Samsu seraya menjabat tangan pada tuan rumah.
"Kami juga terima kasih atas kesediaan Dokter untuk datang kemari" ucap Danar yang menerima uluran tangan Dokter Samsu.
"Dok, sudah saya transfer seperti biasanya ya!" ucap Melisa yang membuka layar ponselnya.
"Ok, terima kasih." ucap Dokter Samsu seraya menunjukkan jari jempolnya.
"Mari Dok saya antar ke depan" ucap Danar yang mempersilahkan Dokter Samsu untuk lewat terlebih dulu.
Dokter Samsu menundukkan kepalanya sebentar dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar dari rumah dan diikuti oleh Danar.
"Sekali lagi terima kasih dok, atas kedatangan dokter dan jika benar apa yang dikatakan dokter tadi kami akan segera segera memeriksakan kandungan Zulaikha" ucap Danar yang sedikit hati-hati.
"Iya, dan saya harap di segerakan tuan Danar." ucap Dokter Samsu seraya menjabat tangan Danar dan Danar menerimanya.
"Assalamu'alaikum" ucap salam dokter Samsu.
"Wa'alaikumsalam" balas Danar.
Dokter Samsu melangkahkan kakinya menuju ke mobil mewahnya dan masuk kemudian melajukan kendaraannya itu keluar dari halaman rumah Melisa.
🗓️Flashback off.
Tak berapa lama mereka telah selesai makan dan segera meninggalkan restoran tersebut, namun sebelumnya dokter Adam rendra membayar makanan mereka.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1