GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Masih Kenangan Danar


__ADS_3

"Waktu itu Zulaikha merawat dan mengobatiku dengan tulus, dan aku awal aku jatuh cinta padanya." gumam dalam hati Danar yang tak terasa kedua matanya berkaca-kaca.


Kemudian Danar melangkahkan kakinya menuju ke kamar tamu yang menjadi kamar tidur Zulaikha selanjutnya.


Danar mengingat kembali dimana dia dengan memakai kunci serep yang selalu disimpan Danar. Kemudian Danar masuk ke kamar Zulaikha dengan leluasa,


🗓️Flashback on


"Klek...klek...ceklek..!" pintu itu terbuka dan Danar menutup kembali pintu tersebut dan menguncinya.


"Klek..klek..ceklek...!"


Danar kemudian melangkahkan kakinya menghampiri Zulaikha yang tertidur pulas diatas tempat tidur yang empuk itu.


Setelah naik ke atas tempat tidur itu, Danar memposisikan dirinya berbaring sejajar dengan Zulaikha.


Laki-laki itu memeluk Zulaikha dari belakang dengan menciumi pelipis mata dan leher istri keduanya dengan geloranya.


Laki-laki itu memeluk Zulaikha dari belakang dengan menciumi pelipis mata dan leher istri keduanya dengan geloranya.


Tangan Danar bergerilya masuk ke tubuh terutama badian perut, dan kemudian menuju kegungukan kembar milik istri keduanya.


Zulaikha merasakan sesuatu yang menyentuh tubuhnya dan dia menoleh ke arah seseorang yang ada di belakangnya.


"Mas Danar!' panggil lirih Zulaikha pada suaminya dan tak menyangka kali suaminya ada di belakangnya.


"Sayang, kamu lama menungguku ya?" tanya Danar yang mulai menciumi istri keduanya Zulaikha.


"Saya kira mas Danar tidur sama mbak melisa!" jawab Zulaikha yang membiarkan suaminya menyentuh tubuhnya.


"Dia sudah tidur, dan aku ingin berduaan dengan kamu" ucap Danar dengan terus menciumi wajah istrinya itu.


"Aku sih tak keberatan, tapi mas jangan main kasar lagi ya? Ika kan sudah berbadan dua!" bisik Zulaikha.


"Iya sayang, mas akan main lembut kali ini" ucap Danar yang melepaskan pakaian istrinya satu persatu dan demikian dengan dirinya.


Dan asmara menggelora diantara mereka pun terjadi. Hingga akhirnya mereka kelelahan dan tertidur dengan saling berpelukan.

__ADS_1


🗓️Flashback off.


"Zulaikha, permainan kamu di ranjang akan sangat aku rindukan. Aroma dan lekukan tubuh kamu. Ah Zulaikha! aku sangat mencintaimu!" gumam dalam hati Danar yang menebarkan pandangannya di setiap sudut kamar dan dia duduk diatas tempat tidur dan masih ada aroma tubuh khas Zulaikha yang diciumnya pada alas kepala yang tertata rapi di atas tempat tidur.


"Aku akan merindukan suara kamu melafadzkan ayat suci Al Qur'an dan juga kopi buatan kamu Zulaikha!" ucap Danar yang mulai membaringkang tubuhnya di atas tempat tidur dan pangangannya menerawang jauh ke langit-langit kamar.


Sementara itu ada sepasang mata yang mengintip setiap gerak-gerik Danar Yanga berada di dalam kamar.


Dia tak lain adalah Melisa yang mengikuti setiap langkah kaki Danar mulai dari kamar sempit paling sudut di antara kamar pembantu.


"Mas Danar sebegitu cintanya dirimu pada Zulaikha. Apakah tak ada rasa sayangmu untukku, walaupun aku telah berkorban banyak selama Ini!" gumam dalam hati Melisa yang tak terasa air matanya jatuh di kedua pipinya.


Melisa membalikkan tubuhnya dan dia melangkahkan kakinya menuju ke sofa ruang tamunya.


Wanita itu merebahkan diri ya dan akhirnya dia tertidur dengan pulasnya di atas sofa itu.


Sementara itu Danar bangkit dari rebahannya dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar yang pernah ditinggali Zulaikha.


Langkah kakinya tertahan mana kala dia melihat sesok wanita yang tidur diatas sofa.


"Melisa!" panggil lirih Danar yang bergegas menghampiri Melisa.


Danar membawa tubuh Melisa sampai di atas tempat tidur dan kemudian dia membaringkan Melisa di atas tempat tidur.


Setelah itu Danar melangkahkan kakinya menuju ke pintu kemudian menutup dan menguncinya.


"Di kamar ini pun ada bayangan Zulaikha, dengan sangat jelas sekali." ucap dalam hati Danar yang melihat bayangan Zulaikha pada saat membersihkan lantai kamarnya dari muntahan Melisa yang mabuk karena terlalu banyak minum-minuman keras pada saat menghadiri pesta teman-temannya.


"Agh Zulaikha, kenapa bayangan kamu selalu menggangguku!" ucap Danar yang geram.


Danar berusaha memejamkan kedua matanya, namun tak juga bisa dia memejamkan kedua matanya.


"Lebih baik aku sholat, sudah lama aku tak mencurahkan beban hatiku pada sang pencipta. Mungkin karena aku terlalu banyak dosa yang telah aku lakukan, Allah mencoba mengingatkanku!" ucap dalam hati Danar yang kemudian melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk berwudlu dan setelah itu dia menunaikan ibadah sholat Isya'.


Selesai menunaikan ibadah sholat Isya', Danar memanjatkan do'a yang dia inginkan.


Setelah itu dia merasakan perasaannya yang lega dan akhirnya dia mnaik ke peraduannya. Kemudian dirinya menutup kedua matanya dan dia terlelap dalam mimpinya.

__ADS_1


...****...


Sementara itu perjalanan Zulaikha, Zahra, Baim, Dokter Adam Rendra dan mbok Tinah berjalan dengan lancar. Sedangkan dokter Samsu sudah kembali ke rumahnya.


Mobil yang membawa kelima orang itu telah sampai di sebuah ruma dengan bangunan lama, namun terawat dengan rapi.


Setelah mobil berhenti, mereka menurunkan semua barang-barang mereka dan kemudian mereka masuk ke rumah dengan bangunan lama itu.


"Jadi ini rumahnya ya! Kelihatan asri walaupun malam hari." ucap Zulaikha yang menebarkan pandangannya.


Demikian pula dengan yang lainnya, mereka terpesona dengan bangunan rumah itu yang masih tetap berdiri dengan kokohnya.


"Semoga kalian betah dan nyaman dalam beristirahat. Disini hanya tersedia tiga kamar, kita bagi-bagi tiap kamarnya. Saya sekamar dengan Baim, Zulaikha dengan Zahra dan Ibu sendirian di kamar tengah. Bagaimana menurut kalian?" ucap Dokter Adam Rendra sekaligus memberi usul.


"Ok, kami setuju!" ucap Zulaikha dan yang lainnya menganggukkan kepala mereka masing-masing.


Kemudian mereka memasukkan barang-barang mereka ke kamar masing-masing.


Setelah itu mereka keluar dari kamar dan membersihkan diri sekaligus berwudlu.


Selesai berwudlu, mereka menunaikan sholat Isya' berjama'ah dan Dokter Adam Rendra sebagai Imamnya.


"Sebaiknya kita istirahat lebih cepat, agar besok siap menghadapi itsbat nikah dan juga perceraian Zulaikha dan Danar." pesan Mbok Tinah seraya melipat mukena yang baru saja dipakainya untuk sholat.


"Iya mbok, lagi pula kami sudah sangat lelah! kamu juga kan Zahra?" sahut Zulaikha dan sekaligus tanyanya pada sahabatnya.


"Benar, aku sudah sangat lelah!" jawab Zahra yang juga sudah terlihat sudah sangat lelah.


Dan mereka akhirnya masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat, dan malam semakin larut.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2