GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Kopi Susu


__ADS_3

Danar mengambil selimut, dan menyelimuti Melisa dan juga dirinya. Keduanya tidur dengan satu selimut menutupi tubuh polos keduanya.


Perlahan Danar memejamkan kedua matanya dan akhirnya dia tenggelam dalam mimpinya, melupakan istri keduanya yang menanti di kamar lantai bawah.


Sementara itu Zulaikha istri kedua dari Danar, tak bisa memejamkan kedua matanya.


"Kemarin aku takut sekali jika mas Danar datang, kenapa aku sekarang sangat cemas jika mas Danar tidak menemaniku tidur malam ini?" gumam dalam hati Zulaikha uang berkali - kali melihat ke arah pintu kamarnya.


" Apa aku mulai suka sama suamiku? ti..tidak, ti...tidak! dari dulu kan aku ingin punya suami seorang dokter!" gumam dalam hati Zulaikha yang kesal dengan dirinya sendiri.


"Tapi aku ingin disentuh mas Danar lagi"


"Zulaikha ingat, kamu ini istri kedua! yang berhak itu istri pertamanya! jadi kamu tunggu sisanya saja!"


Perdebatan dalam hati Zulaikha uang tak menemui titik temu, dan perlahan Zulaikha tertidur dengan pulasnya.


...****...


Jam dinding di kamar Melisa menunjukkan pukul satu dini hari.


Melisa terbangun dan mendapati suaminya masih berada disampingnya dalam keadaan polos.


"Mas, Kamu masih disini. Berarti kamu lebih membutuhkan aku ya, dari pada pembantu itu?" gumam dalam hati Melisa yang menciumi wajah suaminya dengan gembiranya.


Perlahan Danar membuka kedua matanya, pada awalnya dia melihat bayangan Zulaikha. Namun setelah kedua matanya jernih, dia baru tersadar kalau yang ada dihadapannya adalah Melisa istri pertamanya.


"Me..Melisa!" panggil Danar dengan lirih karena Melisa yang sibuk menciuminya, jari - jari tangan Melisa asyik bermain di dada dan turun ke perut Danar yang masih terbaring diatas tempat tidur.


Dan saat ini posisi Melisa berada diatas suaminya dengan jari - jari tangannya, yang sibuk membuat rudal Danar siap untuk tempur kembali.


"Mas, ayo main lagi" rayu Melisa yang membuat Danar tak kuasa untuk menolaknya.


"Melisa kamu mau tambah lagi ya?" bisik Danar di telinga Melisa dan Melisa menyatukan mulutnya ke mulut Danar.


Kedua mulut saling beradu dan Danar membalikkan posisi tubuh mereka, Kini Danar diatas dan Melisa dibawah.


Jari tangan kanan Danar pun beraksi ke gundukan kembar Melisa.


Melisa menggeliat dan membuat Danar semakin menggebu, dan akhirnya Danar menyatukan miliknya dengan milik Melisa.


Perlahan - lahan, cepat dan semakin cepat membuat tempat tidur yang menopang mereka bergetar hebat.


"Oh...mas, mas Danar..!" racau Melisa yang menikmati serangan suaminya.

__ADS_1


Posisi pun berbalik lagi, kini giliran Melisa menyerang suaminya.


Keduanya saling menuai kenikmatan dan kembali tertidur dengan saling berpelukan, setelah puas dan keletihan.


Jam dinding di kamar Zulaikha menunjukkan pukul dua dini hari, Zulaikha terbangun dan dia bangkit dari posisi berbaringnya untuk melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


Zulaikha menggosok gigi dan kemudian dia berwudlu, setelah itu Zulaikha keluar dari kamar mandi dan dia mengambil mukenanya untuk menunaikan ibadah sholat malam.


Setelah selesai sholat, Zulaikha tak bisa lagi memejamkan kedua matanya. Dia melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar tamu yang sekarang menjadi kamarnya.


Zulaikha mengambil peralatan kebersihan yang biasa dia pakai, dan mulai dengan pekerjaan rutinnya.


Jam dinding ruang tamu menunjukkan pukul tiga lebih tiga puluh menit, Zulaikha menyelesaikan pekerjaan ya lebih awal.


Setelah meletakkan kembali peralatan kebersihannya, Zulaikha berniat kembali ke kamarnya. Namun dia melihat suaminya keluar dari kamarnya, dan menuruni tangga.


"Hati - hati mas, lantai licin habis Ika pel tadi!" seru Zulaikha yang membuat Danar yang semula santai, menjadi hati - hati dalam melangkahkan kakinya.


Tak berapa lama Danar menghampiri Zulaikha.


"Mas kenapa sudah bangun?" tanya Zulaikha yang penasaran.


"Buatkan mas kopi susu, mas ngantuk sekali." Pinta Danar yang mengajak Zulaikha ke dapur.


"Kalau ngantuk, bukannya kembali tidur lagi mas?" tanya Zulaikha seraya menatap wajah suaminya yang kusut.


Kemudian teko itu diletakkan diatas kompor dan Zulaikha menyalakan kompor tersebut.


Zulaikha meracik kopi dan susu sesuai selera suaminya, dan setelah air mendidih segera dituangkannya air tersebut ke dalam cangkir yang berisi racikan kopi, susu dan gula pasir .


Setelah selesai, Zulaikha menghidangkannya tepat dihadapan suaminya dengan ditambahi biskuit kelapa di dalam toples yang biasa digunakan untuk menghidangkan pada para tamu yang datang kerumah besar milik Melisa itu.


"Zulaikha, mas mau pergi. Jaga baik - baik bayi kita ya" Ucap Danar seraya menatap istri keduanya itu.


" Berapa lama mas akan pergi?" tanya Zulaikha yang merasakan ada perasaan tidak enak di hatinya.


"Mas mau beli tanah lagi di pedalaman bersama Bower, mungkin dua sampai tiga hari lamanya." Jawab Danar seraya memegang tangan Zulaikha yang duduk disampingnya.


"Apa tak bisa ditunda mas?" tanya Zulaikha uang membalas tatapan kedua mata suaminya.


"Tidak, kalau ditunda bisa - bisa tanah itu jatuh ke orang lain. Do'akan semoga tanah bisa kita miliki, dan kita bisa pindah dari rumah ini" Ucap Danar lirih namun bisa didengar oleh Zulaikha.


" Aamiin, semoga saja. Kita berdoa yang terbaik untuk kita" ucap Zulaikha sembari mengulas senyumnya.

__ADS_1


Danar kemudian meminum kopi susu buatan Zulaikha, dan mereka berbincang - bincangbringan hingga terdengar suara adzan Subuh dari toa masjid.


"Mas kita sholat subuh berjamaah ya!' pinta Zulaikha.


"Iya, ayo!' balas Danar dan keduanya melangkahkan kaki menuju ke kamar dimana Zulaikha tidur.


Sesampainya di dalam kamar, Danar menutup dan mengunci kamar tersebut.


Tiba - tiba Danar memeluk Zulaikha dari belakang.


"Aku merindukanmu, apa kamu merindukanku juga sayang?" bisik Danar di telinga Zulaikha.


"Ika juga merindukan dirimu mas" Ucap Zulaikha seraya menoleh ke arah suaminya dan kedua bibir itu beradu.


Dengan lembut Danar memainkan bibir istri keduanya itu.


Hasrat bermain dengan istri keduanya pun muncul seketika dalam diri Danar.


Jari tangannya menelisik masuk ke pakaian Zulaikha, dan meraba tubuh istri keduanya itu. Jari tangan itu berhenti di gundukan kembar istri keduanya, dan bermain - main to tempat itu.


"Sebelum mandi, kita main sebentar ya? mas kan mau pergi lama" bisik Danar di telinga Zulaikha.


"Iya mas, tapi pelan - pelan ya. Ika kan sedang mengandung" ucap Zulaikha yang membuat Danar bersemangat.


Danar membopong Zulaikha dan membawanya sampai ke samping tempat tidurnya. Dengan pelan - pelan Danar membaringkan istri keduanya itu.


Kemudian dia naik keatas tempat tidur dan membuka satu - persatu pakaian istrnya dan demikian dengan dirinya.


Keduanyamulai dengan permaiann dengan cara mereka berdua hingga keduanya mencapai kenikmatan yang mereka inginkan.


Dengan nafas terengah - engah, Danar membaringkan tubuhnya di samping istri keduanya itu. Dan berkali - kali dia mencium perut istri keduanya itu dengan lembut.


Zulaikha tersenyum seraya mengusap kepala suaminya sendiri dengan lembut.


Keduanya merasakan kebahagiaan mereka sendiri, dan Danar menciumi wajah Zulaikha . Seolah ingin selalu bersama selamanya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2