GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Bangkai pun Tercium


__ADS_3

Istri pertama Danar itu kemudian menutup begitu saja pintunya tanpa menguncinya. Karena dia sudah tak tahan dengan hasratnya yang sudah menggebu-gebu.


"Ya sudah nggak apa-apa, asalkan kamu berikan kepuasan padaku malam ini!" bisik Melisa seraya melingkarkan tangannya di tengkuk leher Laki-laki itu uang tak lain adalah Bower, sopir keluarga Danar dan Melisa.


Perempuan yang saat ini memakai pakaian tidur yang sangat tipis itu, nampaknya ketagiahan bermain bercocok tanam dengan Bower.


"Apa kamu merasakan perbedaan permainanku dengan suami kamu?" tanya Bower seraya menatap intens wajah molek majikan perempuannya itu.


"Iya, tentu saja beda. Kamu lebih mengagumkan!" bisik Melisa sembari mengulas senyumnya.


Bower mulai melancarkan aksinya, dia mencium kening, kedua pipi Melisa dan lanjut ke bibir Melisa yang merah merekah itu dengan lembut.


"Kau akan jadi milikku, milikku! tak peduli dengan suamimu, kita habiskan malam ini berdua. Malam ini adalah malam kita!" seru Bower yang kembali menciumi wajah , dan dilanjutkan dengan bermain di bibir majikan perempuan yang ada dihadapannya saat ini.


"Iya kita nikmati malam ini bersama sayang!" ucap Melisa yang membelai punggung Bower dengan penuh hasrat.


Nafas Bower dan Melisa mulai memburu, itu menandakan hasrat kelakuannya telah muncul.


Perlahan tangan kanan itu menyusuri perut bagian atas Melisa dan mendapati dua gundukan milik Sri yang begitu kenyal baginya.


Bower yang saat ini dalam posisi menikmati bibir bertemu bibir dan juga tangannya yang sibuk bermain di dua gundukan milik Melisa.


Setelah puas dengan aksinya itu, Bower langsung menyerang dua gundukan Sri secara bergantian, dan melisa sedikit menggeliat.


Merasa belum puas dengan aksinya itu, Bower menciumi dada hingga perut Melisa dengan hasratnya yang sedang memburu.


Aksi Bower itu kemudian menuju ke milik Melisa yang ada di bagian bawah perut perempuan itu.


Bower melepaskan pakaiannya satu persatu, dan demikian pula dengan Melisa yang juga melepas pakaiannya satu persatu.


Bower dengan nafas yang semakin menggebu, sopir itu kembali mulai menggerayangi tubuh majikan perempuannya itu,


"Ke tempat tidur yuk!" ajak Melisa dengan berbisik. Bower pun mengulas senyum dan kemudian membopong Melisa yang keduanya dalam keadaan polos ke atas tempat tidur.


Setelah memposisikan Melisa dengan tepat, Bower memposisikan dirinya diatas tubuh Melisa yang tersenyum padanya.


Bower kembali mengulang permainannya dari bibir dan turun ke leher Melisa, hingga ke gundukan kembar Melisa. Dan Melisa menggeliat menikmati permainan Bower.


Laki-laki itu menindih Melisa dan kemudian beraksi menempelkan miliknya ke milik Melisa.


Sementara itu Melisa merasakan ada sesuatu yang masuk dengan paksa di miliknya, dengan gaya memompa mulai dari pelan menjadi cepat.

__ADS_1


"Aaagh...! apa yang kamu lakukan! lebih cepat lagi sayang!" seru Melisa yang mulai merasakan kenikmatan bercocok tanam ala Bower itu.


Batang singkong Bower yang serasa candu buat kue apem Melisa.


"Ganti akubyangbakan menyerangmu sayang!" bisik Melisa yang kemudian Bower memposisikan diri berbaring dan Melisa naik diatas tubuh Bower.


Melisa mulai melakukan serangan balik pada Bower dan keduanya saling bersuara yang menandakan kalau mereka saat ini dalam puncak kenikmatan.


Setelah selesai keduanya menyalurkan hasrat mereka, Bower memakai kembali pakaiannya.


"Kenapa kamu pakai pakaian? kalau aku minta lagi bagaimana?" tanya Melisa dengan manja.


"Aku lupa mau bilang sama kamu sayang!' ucap Bower yang telah menyelesaikan memakai pakaiannya.


"Bilang apa?' tanya Melisa yang akhirnya juga memakai kembali pakaian tipisnya.


"Tuan Danar mengalami kecelakaan!" bisik Bower seraya menatap ke arah Melisa.


"Apa? bagaimana bisa?" tanya Melisa yang terkejut.


"Aku juga tidak tahu, karena aku kan tak ada dalam lokasi kecelakaan tuan dana berada. Aku kan kemarin seharian bersama cahaya kehidupan asmaraku ini!" jawab Bower yang berkali-kali menciumi bibir Melisa yang sebetulnya ingin bicara, seolah terbungkam langsung dengan bibir Bower.


"Kalau begitu, kita jenguk mas Danar setelah matahari meninggi nanti!" pesan Melisa dan keduanya saling berpelukan dan mulai memejamkan kedua mata mereka.


Sementara itu keempat orang yang berada di ruang keluarga, mereka melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju ke lantai atas dimana sesosok laki-laki yang melangkah ke tempat itu.


Dengan mengendap-endap mereka berempat menebarkan pandangan mata mereka ke setiap sudut ruangan. Tapi apa yang mereka cari tak diketemukannya, sesosok laki-laki tersebut seolah-olah menghilang begitu saja.


Zulaikha mendengar suara yang tak begitu asing, dan dia mencari sumber suara tersebut.


Istri kedua Danar itu mengendap-endap dan mendekatkan telinganya di depan pintu kamar Melisa.


"Sssssst....!" Zulaikha memberikan kode pada ketiga orang yang bersamanya untuk mendekat.


Dokter Adam rendra, Baim dan Zahra saling pandang dan mereka bergegas mendekat ke Zulaikha.


"Ada apa?" tanya Zahra pa da saat ada dihadapan Zulaikha.


"Sepertinya ada sesuatu di kamar kak Melisa!" bisik Zulaikha.


"Kita periksa!" balas Dokter Adam Rendra dengan berbisik pula.

__ADS_1


"Caranya?" tanya Baim yang juga berbisik dan dengan rasa- penasaran.


"Kalian di belakangku! Kalau benar maling itu di kamar ini, dan kita tak tahu dia bawa senjata atau tidak!" bisik Dokter Adam Rendra.


Kemudian Zulaikha, Zahra dan juga Baim menempatkan diri mereka di belakang Dokter Adam Rendra.


Dan dokter Adam Rendra memeriksa gagang pintu lalu dia menariknya, terasa ringan.


"Eh, tidak di kunci!" bisik dokter Adam Rendra yang menatap ke adarh Zulaikha, Zahra dan juga Baim.


"Tu....tunggu, tunggu!" bisik Zahra yang mengambil sesuatu di sakunya.


"Ada apa Zahra?" tanya Baim uang penasaran.


"Kita kan nggak tahu apa yang akan terjadi, jadi aku mau abadikan momen ini! he...he...!" jawab Zahra dengan cengengesan.


"Dasar, disituasi tegang begini masih bisa bercanda!" balas Baim yang gemas dengan sikap Zahra yang sebetulnya ada benarnya juga.


Ha.... he....!" Zahra hanya nyengir kuda yang dia arahkan pada Baim.


Kemudian dokter Adam Rendra perlahan-lahan membuka pintu dan dari yerbuka sedikit hingga dia buka semuanya secara lebar.


"Apa-apaan ini!" seru Dokter Adam Rendra yang melihat apa yang ada di hadapannya saat ini.


Demikian pula dengan Zahra yang terus mengabadikan momen itu, karena dia pikir kalau hal ini akan berguna untuk kedepannya.


Sedangkan Baim dan Zulaikha yang juga melihat kejadian dihadapannya yang seharusnya tak patut untuk dilihat.


"Kak Melisa, Bower! apa yang kalian lakukan!" seru Dokter Adam Rendra yang dengan langkah tajam melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur dimana Melisa an Bower yang semula tidur bareng dan saling berpelukan, tiba-tiba membuka kedua mata mereka dan mereka sangat terkejut dengan adanya empat orang ada dihadapannya saat ini.


"Ka...kalian berani ya masuk tanpa ijin!" seru Melisa yang sangat marah dengan kedatangan empat orang yang ada dihadapannya saat ini juga.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2