GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Bertemu dokter Samsu


__ADS_3

"Habisnya sudah tahu malah nanya! jadi kesal kan!" sahut Zahra yang sedikit bersungut-sungut.


"Iya-iya saya minta ma'af deh!" ucap dokter Adam Rendra yang kemudian mengulas senyumnya.


"Lebih baik kita tanyakan kebenarannya pada mbok Tinah saja. Tapi setelah simbok sudah. dinyatakan sehat!" ucap Zulaikha yang menatap Zahra dan juga Dokter ada Rendra.


"Ah, iya ada benarnya juga!" seru Dokter Adam Rendra pada semuanya.


"Oiya Zahra, bagaimana dengan Baim?" tanya Zulaikha yang tiba-tiba mengingatkan Zahra pada saudara tirinya Baim.


"Oiya, ayo kita lihat kondisinya!" seru Zahra dengan semangat.


"Dokter Adam Rendra, kami ijin mau jenguk Baim lebih dulu ya!" ucap Zulaikha pada dokter Adam Rendra.


"Oh, Baiklah. Biar saya yang jaga Mbok Tinah." ucap Dokter Adam Rendra seraya menatap Zulaikha dan Zahra satu persatu.


"Terima kasih dokter!" ucap Zulaikha yang mengulas senyumnya.


"Iya, sama-sama." ucap dokter Adam Rendra yang membalas senyuman juga pada Zulaikha.


"Ayo Zahra!" ajak Zulaikha pada sahabatnya.


"Iya, ayo!" sahut Zahra yang kemudian mereka bangkit dari duduknya.


"Assalamu'alaikum!" ucap salam Zulaikha dan juga Zahra.


"Wa'alaikumsalam!" jawab dokter Adam rendra dan kedua perempuan itu melangkahkan kaki menyusuri lorong jalan di rumah sakit itu.


Tak berapa lama mereka telah sampai di ruangan di mana Baim dirawat.


Sesampainya di depan pintu ruangan itu, Dokter Samsu hendak keluar dari ruangan tersebut.


"Assalamu'alaikum!" ucap Salam Zulaikha dan juga Zahra yang bersamaan.


"Wa'alaikumsalam!" balas Dokter Samsu yang terkejut dengan kedatangan mereka.


"Hei, baru saja aku mau hubungi kalian. Aku rencananya mau pulang, karena mau istirahat sebentar." ucap dokter Samsu yang keluar dari ruang rawat dimana Baim dirawat itu dan kemudian menghampiri Zulaikha dan juga Zahra.


"Mohon ma'af dokter, tadi ada sedikit insiden di mana saat kami hendak menjenguk mas Danar ternyata mas Danar sudah di jemput oleh kak Melisa dan juga Bower." ucap Zulaikha.

__ADS_1


"Namun setelah kami pulang, malas ada insiden dimana suami Zulaikha menuduh Zulaikha berselingkuh dengan dokter Adam Rendra!" ucap Zahra yang menambahi ucapan Zulaikha.


"Hm.... hm....! aku tidak heran! he...he...!" ucap dokter Samsu sambil mengulas senyumnya.


"Apa maksud dokter?" tanya Zulaikha yang penasaran.


"Ah, sudahlah! biar besok ada yang berani mengutarakan isi hatinya sendiri!" ucap Dokter Samsu sambilp0u mengulas senyumnya.


"Dokter gitu ya sekarang main rahasia -rahasia segala!" gumam Zulaikha yang mengulas senyum pada Dokter Samsu.


"He... he...! ma'af bukan kapasitas saya!" ucap dokter Samsu yang membalas senyum.


"Dokter bisa saja!" ucap Zahra yang juga mengulas senyumya.


"Dokter Adam Rendra kemana? kenapa tidak bersama kalian?" tanya dokter Samsu yang penasaran.


"Dokter Adam Rendra sedang ada di ruang instalasi gawat darurat." jawab Zulaikha yang menatap ke arah lawan bicaranya.


"Apa? beara di ruang instalasi gawat darurat?" tanya dokter Samsu yang terkejut.


"Eh, ma'af maksud aku berada di ruang tunggu instalasi gawat darurat " ucap Zulaikha yang memperbaiki ucapannya.


"Oh, berati bukan Dokter Adam Rendra yang sakit?" ucap tanya dokter Samsu yang sedikit lega karena bukan dokter Adam Rendra yang sakit.


"Mbok Tinah? pembantu di rumah tuan Danar?" tanya Dokter Samsu yang sangat terkejut mendengar kabar itu.


"Iya tadi saat kami sampai di rumah, ternyata mas Danar sudah menunggu kamibdan langsung saja menuduh kalau aku berselingkuh dengan dokter Adam Rendra. Berkali-kali kami memberikan penjelasan pada mas Danar, tapi mas Danar tak menggubris apa yang akan kami jelaskan." jawab Zulaikha yang menjelaskan.


"Lantas apa yang terjadi dengan mbok Tinah?" tanya Dokter Samsu yang masih bingung dengan penjelasan Zulaikha.


"Disaat itulah terjadi perkelahian yang semula baku hantam, tiba-tiba mas Danar meraih pisau dan berusaha menyakiti dokter Adam Rendra. Disaat itulah mbok Tinah menjadikan dirinya tameng untuk melindungi dokter Adam Rendra dari tajamnya pisau buah itu yang mengarah ke perut Dokter Adam Rendra ." jawab Zahra yang ikut menjelaskan.


"Aneh, seorang wanita tua yang rela menjadikan dirinya tameng untuk orang lain. Walaupun kenal, tapikan Mbok Tinah tidak ada hubungan sama sekali dengan Dokter Adam Rendra." ucap dokter Samsu yang mencoba berpikir.


"Dokter pasti akan tahu jawabannya jika golongan darah Dokter Adam Rendra dengan mbok Tinah itu sama. Dan tadi dokter Adam Rendra sempat menyumbangkan darah untuk mbok Tinah." jelas Zulaikha yang tentu saja membuat dokter Samsu sangat terkejut


"Oh, jadi mbok Tinahlah ibu kandung dokter Adam Rendra!' seru dokter Samsu yang mengulas senyumnya seraya menatap ke arah Zulaikha dan Zahra.


"Bagaimana anda menyimpulkan begitu dokter?" tanya Zulaikha yang penasaran.

__ADS_1


Tiba-tiba saja muncul ingatan dokter Samsu tentang perkataan dokter Samsu pada dokter Adam rendra, saat dokter Adam Rendra baru sampai di bandara dimana dokter Samsu yang menjemputnya.


...☁️☁️☁️☁️☁️...


"Dokter Adam, sebetulnya ada hal yang mengganggu pikiran saya sejak menjadi dokter pribadi di keluarga anda" ucap dokter Samsu yang penasaran.


"Apa itu Dok?" tanya Dokter Adam yang penasaran.


"DNA kamu sama dengan DNA papa kamu, namun tak di temukan sama sekali satu hal dari salah satu DNA ibu anda. Mungkin anda bisa mencari tahu kebenarannya!'' jelas Dokter Samsu.


"Apakah menurut dokter, bisa jadi saya satu ayah dan beda ibu dengan kak Melisa?" tanya Dokter Adam yang penasaran.


"Iya aku sedang memikirkan hal tersebut, mungkin anda bisa menyelidikinya" ucap dokter Samsu yang sesekali melihat kearah dokter Adam Rendra.


"Iya, aku akan menyelidikinya. Mungkin ada kaitannya kenapa kak Melisa sama sekali tak mengirim uang dan kabar, setelah papa meninggal." ucap dokter Adam Rendra yang juga sekali-kali menatap dokter Samsu.


"Mungkin ada baiknya kalau kepulangan anda saat ini tak diketahui oleh kakak anda, jadi k bisa menyelidikinya tanpa sepengetahuan kakak kamu. Bagaimana?" tanya dokter Samsu yang membuat dokter Adam Rendra yang sedikit berpikir.


"Baiklah hal itu akan kita pikirkan lagi setelah saya mengajukan lamaran pekerjaan di rumah sakit tersebut." jawab Dokter Adam Rendra.


...☁️☁️☁️☁️☁️...


"Dokter! Dokter Samsu!" panggil Zulaikha dan Zahra yang hampir bersamaan.


"Eh, iya ma'af! saya hanya teringat akan perkataan saya pada dokter Adam Rendra tempo hari!" ucap Dokter Samsu yang menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, untuk menutupi rasa malunya.


"Apa yang anda katakan pada dokter Adam rendra?" tanya Zahra yang penasaran dan demikian pula dengan Zulaikha yang juga penasaran.


"Tanpa sengaja saya menyelidiki DNA dokter Adam Rendra itu sama dengan DNA papa-nya, tetapi tak di temukan sama sekali satu hal dari salah satu DNA mamanya debgan mama Melisa. Karena itulah, bisa jadi dokter Adam Rendra telah mencari tahu kebenarannya!'' jelas Dokter Samsu sembari menatap Zulaikha dan Zahra satu persatu.


"Sedangkan mbok Tinah pernah bercerita kalau dia mempunyai seorang putra yang bernama Adam Rendra yang katanya dia sedang belajar ke luar negeri." ucap Zulaikha.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2