
"Astagfirullah, nasib nyonya Lisa sama juga dengan ibunya. Awalnya dikhianati diam-diam oleh suaminya yang sekarang!"ucap mbok Tinah yang menatap Zulaikha dalam-dalam.
"Suaminya yang sekarang? maksud mbok Tinah apa?" tanya Zulaikha yang penasaran.
"Sejak kecil nyonya Melisa selalu manja pada kedua orang tuanya, dan hal itu menjadi kebiasaannya sampai sekarang. Suaminya yang dulu adalah teman sekolah nyonya yang mempunyai bisnis bersama dengan nyonya, yaitu bisnis penjualan online.
Dan nyonya selalu memerintah suaminya yang dulu untuk mengantar pesanan-pesanan yang dekat tanpa jasa pengiriman. Dan karena kecapekan, suami nyonya Lisa kecelakaan dan meninggal dunia." jelas Mbok Tinah.
"Berarti tuan Danar ini suami kedua nyonya Lisa ya mbok?" tanya Zulaikha yang semakin penasaran.
"Benar. Setelah setahun meninggal, nyonya Lisa ikut ayahnya mengelola penjualan kelapa hingga bisa membuka beberapa cabang di pasar tradisional dan merambah ke restoran dan pondok pesantren. Dan karena itulah nyonya Lisa terpikat dengan tuan Danar, dan mereka menikah dengan status tuan Danar yang masih bujang." ucap mbok Tinah seraya menatap Zulaikha.
Zulaikha tak berani memandang, karena tatapan mbok Tinah seperti penuh selidik seperti mencari suatu informasi dari kedua mata Zulaikha.
"Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu. Kalau kamu siap cerita, ceritalah dan kalau kamu belum siap cerita simpan saja dulu sampai kamu siap untuk bercerita." ucap mbok Tinah sembari tersenyum.
"Mbok Tinah, seperti mengerti isi hatiku ucap Zulaikha dalam hati dan dia menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya pelan-pelan.
"Aku tahu kalau tuan Danar telah berkali-kali menghianati nyonya Lisa, tapi apa boleh buat, karena mereka terikat hutang dengan tuan Danar" ucap mbok Tinah yang menarik nafasnya panjang.
"Maksud mbok Tinah apa?" tanya Zulaikha yang menyamakan dengan nasibnya.
"Dulu sebelum kamu kesini, berkali-kali datang perempuan-perempuan yang dibawa oleh tuan Danar. Mereka rata-rata menjadi pembantu di sini, dan saat aku tanya mereka tidak digaji oleh nyonya maupun tuan. Karena mereka sebagai jaminan hutang-hutang orang tua, paman sampai hutang-hutang kakak mereka." jelas mbok Tinah.
"Mereka akan diantar pulang jika hutang-hutang sudah sudah lunas." kata mbok Tinah menggenggam jemarinya.
"Jadi itu memang jadi tabiat tuan Danar ya mbok?" tanya Zulaikha yang sebetulnya di dalam dadanya merasakan sakit, namun semua sudah terlanjur.
__ADS_1
"Iya, dan yang membuat aku tak habis pikir, secara diam-diam mereka dinikahi siri oleh tuan Danar. Dan tuan Danar menikmati tubuh mereka tanpa khawatir lagi dengan dosa dan ditambah dengan alasan dia meminta bunga dari hutang-hutang mereka.Semakin lama hutang tidak dilunasi, semakin lama tuan Danar menyiksa para gadis yang menjadi jaminan hutang." jelas mbok Tinah yang memandang Zulaikha.
Zulaikha terduduk lemas, dia membayangkan apa yang terjadi pada dirinya.
"Apakah Tante Dahlia mau menebusku? selama ini dia selalu membenciku?" ucap dalam hati Zulaikha yang kini kedua matanya berkaca-kaca.
Tante Dahlia adalah ibu tiri Zulaikha dan Ayah kandung Zulaikha bernama Rahman.
"Mbok, Ika boleh memeluk mbok Tinah?" tanya Zulaikha yang tak kuat lagi menahan beban hidupnya.
"Sini, kemarilah! mbok juga rindu memeluk putra simbok. Jadi kamulah penggantinya sampai dia pulang nanti!" ucap mbok Tinah yang apa adanya.
Zulaikha mendekat dan mereka saling berpelukan dengan erat.
"Mbok, Ika mau mengatakan sesuatu. Apakah mbok bisa menolong situasi Ika saat ini" bisik Zulaikha yang masih dalam pelukan mbok Tinah.
"Jadi benar nasib kamu sama dengan gadis-gadis sebelum kamu?" tanya mbok Tina yang melepaskan pelukan dan menatap wajah Zulaikha dalam-dalam.
"Astaghfirullaahaladziim...!" ucap mbok Tinah seraya menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya yang tak menyangka kalau tebakannya benar adanya.
"Sejak ayahku sakit, ibu yang merawat dan membiayai Ika sekolah. Dan ternyata keuangan tak mencukupi, ibu tiri Ika mempunyai hutang dimana-mana karena gali lubang tutup lubang terus menerus. Yang akhirnya jatuh tempo dan ibu Dahlia sangat kebingungan saat itu." ucap Zulaikha dengan menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya secara pelan-pelan.
"Terus ibu tiri kamu bisa kenal tuan Danar dari siapa?" tanya mbok Tinah yang penasaran.
"Saya tidak tahu masalah itu mbok, tiba-tiba saja ibu Dahlia merasa keberatan merawat ayah dan juga membiayai sekolah Ika. Lulus sekolah rencana Ika bekerja sambil merawat ayah. Namun pekerjaan tak kunjung dapat, dan tagihan semakin membengkak dan tiap hari kami kena marah dan omelan orang-orang karena tak bisa membayar hutang-hutang pada mereka." ucap Zulaikha yang mengingat masa lalunya.
"Terus bagaimana?" tanya Mbok Tinah yang semakin penasaran walaupun dia tahu pada akhirnya Zulaikha sampai dihadapannya.
__ADS_1
"Tuan Danar datang bak seorang hero bagi Tante Dahlia, namun tidak bagi Ika. Tuan Danar memberikan uang pada Tante untuk melunasi semua hutang-hutangnya tanpa memakai sertifikat tanah maupun surat berharga lainnya." jawab Zulaikha.
"Aku yang waktu itu sedang menghidangkan minuman dan makanan untuk mereka, tiba-tiba saja tuan Danar meminta aku menjadi jaminannya. Dan dengan menikah situlah sebagai bunganya." ucap Zulaikha yang sesenggukan karena mengingat apa yang menimpanya.
"Ya Allah, berapa hutang ibu tiri kamu pada tuan Danar?" tanya mbok Tinah yang penasaran.
"Hutang-hutang ibu pada orang-orang kalau ditotalkan mencapai seratus juta, tapi tuan Danar memberi lima ratus juta pada ibu Dahlia dengan syarat aku sebagai jaminannya. Karena jika dalam waktu satu tahun ibu Dahlia tidak melunasi hutangnya, maka aku tidak di perkenankan untuk kembali menemui ayahku" jelas Zulaikha yang tersedu-sedu.
"Dari seratus juta ditambah empat ratus juta, itu artinya tuan Danar tak menginginkan kamu kembali untuk pulang. Karena untuk orang biasa seperti kita, uang lima ratus juta itu sangat berat!" ucap Mbok Tinah yang menangkupkan telapak tangannya di kedua pipi Zulaikha.
"Iya mbok, uang sebanyak itu tak mungkin kita bisa melunasinya dalam waktu satu tahun yang ada kita semakin gali lubang dan tutup lubang" ucap Zulaikha yang menyeka air matanya.
"Apalagi selama disini, kamu sama sekali tak dibayar dan kamu tak bisa mendapatkan uang sepeserpun. Malang sekali nasib kamu Zulaikha" ucap mbok Tinah yang kembali memeluk Zulaikha dengan erat.
"Ika pasrah saja dengan apa yang telah dan akan terjadi. Walaupun Ikha sudah melunasinya, Ika tak lagi menjadi seorang gadis lagi. Zulaikha sudah kotor, dan siapa yang nanti mau sama Zulaikha yang sudah tidak suci lagi" ucap Zulaikha yang benar-benar pasrah.
"Zulaikha putriku!" seru mbok Tina yang semakin erat memeluk Zulaikha.
"Kalau simbok punya uang, cuma dua puluh Juta, itu juga simbok baru menerima gaji saat nyonya Lisa yang menggaji simbok!" ucap mbok Tinah seraya menyibakkan rambut yang menutupi wajah Zulaikha.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...