GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Diskusi di Ruang Rawat Inap


__ADS_3

"Maksud dokter Samsu apa? anda berhasil membuat saya penasaran saja! he.. he..!" seru dokter ada Rendra pada dokter Samsu yang mereka saling berjabat tangan.


"Ikutlah dengan saya sebentar!" seru dokter Samsu yang mengajak dokter Adam Rendra untuk ikut dengannya.


"Mau kemana dokter?" tanya dokter Adam rendra yang mengikuti langkah dokter Samsu yang mengajak dokter Adam Rendra untuk keluar dari ruangannya.


"Kamu nanti juga akan tahu" jawab dokter Samsu yang terus melangkahkan kakinya menyusuru lorong-lorong rumah sakit.


Dokter Adam Rendra hanya diam dan mengikuti begitu saja langkah dokter Samsu.


Tak berapa lama mereka telah sampai di depan ruang rawat pasien.


"Ini ruang rawat siapa dokter?" tanya dokter Adam Rendra yang penasaran.


"Ada orang yang kita kenal dirawat di bangsal ini, itu yang aku tahu." jawab Dokter Samsu yang membuat dokter Adam Rendra semakin penasaran.


"Orang yang kita kenal? siapa dokter?" tanya dokter Adam Rendra yang penasaran.


"Ayo kamu lihat sendiri saja!" jawab dokter Samsu seraya membuka mengetuk pintu ruangan tersebut.


"Tokk... tokk.... tokkk...!"


"Assalamu'alaikum." ucap salam dokter Samsu saat mengetuk pintu.


"Wa'alaikumsalam...." jawab dari dalam ruang rawat yang sengaja pintunya terbuka. Dan yang ada di ruang rawat kelas satu itu menoleh, sedangkan dokter Adam Rendra dan juga dokter Samsu masuk dan menghampiri pasien beserta yang menungguinya.


"Dokter Samsu, dokter Nugroho!" panggil wanita paruh baya yang tak lain adalah mbok Tinah sedangkan pasien yang berbaring di ranjang tidur adalah Zulaikha.


"Mbok Tinah, Nyonya kecil!" panggil dokter Adam Rendra yang terkejut.


Mbok Tinah berdiri untuk menyambut kedua dokter itu sedangkan Zulaikha yang semula dalam posisi berbaring, melihat kedua dokter yang masuk itu kemudian memposisikan diri mereka untuk duduk bersandar.


"Dobel dokter!" seru Zulaikha yang membalas panggilan dokter Adam Rendra.


"Apa maksudnya dobel dokter?" tanya dokter Samsu yang menghampiri mereka.


"Iya kaliankan dobel dokter, dua dokter! he... he... he...!" jawab Zulaikha seraya tersenyum dan yang lainnya ikut tersenyum karena jawaban Zulaikha.


"Oiya, kenapa nyonya kecil berada disini?" tanya dokter Adam Rendra yang penasaran saat menghampiri Zulaikha.


Perempuan itu hanya diam saja, karena dia berpikir kalau ini adalah masalah keluarga dan tidak harus diungkapkan.

__ADS_1


"Mbok Tinah, apa mbok Tinah bisa menceritakan apa yang telah terjadi?" tanya dokter Samsu yang penasaran karena melihat Zulaikha yang berada di ruang rawat kelas satu rumah sakit yang dimana dirinya bekerja.


"Ini masalah keluarga dokter, dan tak sepatutnya dikatakan oleh orang lain." jawab mbok Tinah yang melihat ke arah Zulaikha yang tertunduk lesu.


"Tapi kami sangat khawatir jika terjadi sesuatu dengan nyonya kecil!" seru dokter Adam Rendra yang menatap Zulaikha dengan rasa iba.


"Bagaimana Zulaikha? apakah kamu sanggup untuk bercerita?" tanya mbok Tinah yang membelai dengan lembut kepala Zulaikha.


Zulaikha masih saja terdiam, dan perlahan-lahan kedua matanya berkaca-kaca. Melihat Zulaikha yang menangis, Adam Rendra tak tega melihatnya. Dokter muda itu melangkahkan kakinya menuju ke dekat jendela ruangan tersebut.


"Waktu itu dokter mengantarku pulang dari periksa kehamilan, mas Danar pulang lebih cepat dari biasanya dan dengan wajah yang penuh dengan api amarah. Kemudian mas Danar menyuruhku untuk ke kamar, dan aku pun masuk ke kamar sesuai perintahnya. Kemudian mas Danar masuk, kemudian menutup dan mengunci kamar dimana saya berada dari dalam kamar." cerita Zulaikha.


"Jangan-jangan dia cemburu nyoya kecil jalan sama saya!" seru Dokter Adam Rendra yang masih berada di dekat jendela ruang rawat dimana Zulaikha dirawat.


"Cemburu? memangnya ada hubungan apa tuan Danar dengan Zulaikha?" tanya dokter Samsu yang belum tahu jelas pokok permasalahannya.


"Nyonya Zulaikha adalah istri kedua tuan Danar!" jawab pelan mbok Tinah yang membuat dokter Samsu sangat terkejut.


"Pantas saja, pantas saja!" seru dokter Samsu itu yang mengulas senyumnya dan mengusap dahinya ke atas berkali-kali.


"Pantas kenapa Dokter Samsu?" tanya mbok Tina yang dibuat penasaran oleh seruan dari dokter Samsu itu.


"Lantas, apa yang dilakukan oleh tuan Danar?" tanya dokter Adam Rendra yang penasaran.


"Waktu itu saya ketakutan saat saya melihat wajah suami saya yang sudah memerah, dan saya memberanikan diri bertanya padanya." ucap Zulaikha yang terbayang kejadian di kamarnya tempo hari.


🗓️Flashback on.


"Mas, mas Danar ada apa? apa mas marah sama Ika?" tanya Zulaikha yang sedikit ketakutan saat melihat wajah suaminya yang memerah itu.


"Plakkk...!" sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Zulaikha memerah seketika itu juga.


"Aaaghh! brukk!"


Zulaikha yang dalam keadaan belum siap ambruk seketika itu juga ke lantai.


"Hiks, apa Zulaikha ada salah mas? ma'afkan Zulaikha jika Zulaikha salah!" seru Zulaikha yang berusaha untuk menenangkan hati suaminya.


Namun hal itu tak mampu membuat Danar luluh, kembali dia menampar Zulaika.


"Plakk..!"

__ADS_1


"Dasar murahan! tak tahu diuntung!" celetuk Danar yang sedang meluapkan emosinya.


"Hiks..hiks...!" Zulaikha hanya bisa menangis, percuma dia bicara karena sedari tadi suaminya sudah seperti kesetanan.


"Apa kamu masih kurang puas denganku hah! sampai - sampai kamu jalan sama orang lain! hah..!" seru Danar seraya menarik kerah bagian depan Zulaikha, dan kemudian menghempaskannya ke atas tempat tidur.


"Bugh..!"


"Agh..!" perut Zulaikha mulai sakit karena terjadi benturan - benturan berulang kali di tubuh mungil Zulaikha.


"Mas, sakit!" seru Zulaikha uang kemudian tak sadarkan diri.


🗓️Flashback off.


"Mas Danar menamparku, dan mendorongku. Dia tak mau mendengar semua penjelasan ku, sampai akhirnya aku pingsan dan tahu-tahu aku berada di sini. Dan aku keguguran." ucap Zulaikha seraya menyeka air matanya.


"Ya Allah, itu berarti dia tega membunuh bayinya sendiri!" seru dokter Adam Rendra yang merasa prihatin dengan keadaan Zulaikha dan melangkahkan kakinya mendekati Zulaikha, dokter Samsu dan juga mbok Tinah.


"Sebelum kejadian itu aku sudah mencoba menegur tuan Danar. Tapi juga tidak digubrisnya!" ucap mbok Tinah yang menatap satu persatu orang yang ada dihadapannya.


"Bagaimana jika kamu cerai atau pisah dari tuan Danar?" tanya Dokter Adam Rendra yang sangat berharap jika Zulaikha bisa pisah dari Danar aji.


"Selain ada yang melunasi hutang ibu tirinya nyonya Zulaikha, mungkin saja bisa membuat nyonya Zulaikha terlepas dari tuan Danar." ucap mbok Tinah yang memberi saran.


"Tapi jika mas Danar tidak mau menerima uang tersebut, bagaimana?" tanya Zulaikha yang membuat yang lainnya kebingungan.


"Kenapa kamu bisa bilang begitu?" tanya dokter Adam Rendra yang penasaran.


"Ka...karena dia pernah menyatakan kalau mas Danar lebih mencintaiku dari pada dengan mbak Melisa. Mas Danar pernah bercerita kalau dia menikah dengan mbak Melisa karena hartanya, dia selama ini merasa ditekan oleh mbak Melisa. Mas Dana berencana membeli tanah dan membangun rumah di pedesaan bersama Zulaikha, kita akan memulai hidup baru, itu yang mas Danar rencanakan." cerita Zulaikha yang membuat tangan dokter Adam Rendra yang berada di belakangnya mengepal.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2