GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Sesosok Misterius yang masuk ke rumah


__ADS_3

bcKeempat anak manusia itu saling mengulas senyum dan memerahlah kedua pipi mereka.


Mereka kemudian masuk ke kamar masing-masing, untuk beristirahatkan tubuh mereka yang telah letih.


Beberapa jam kemudian tepatnya tengah malam, Zulaikha merasakan tenggorokannya kering dan demikian pula dengan Zahra. Zulaikha bangun dari tidur, demikian pu,la dengan Zahra.


"Eh, Zahra kamu juga bangun?" tanya Zulaikha saat melihat sahabatnya yang bangun dari tidurnya.


"Iya, kenapa begitu panas sekali ya? apa cuma aku saja?" tanya Zahra yang menatap wajah Zulaikha.


"Sama, aku juga merasakan begitu. Ayo kita ke dapur cari sesuatu yang bisa melegakan tenggorokan kita!" jawab sekaligus ajak Zulaikha yang bangkit dari tempat tidur dan diikuti dengan Zahra.


"Ayo, aku ingin segelas air putih saja. Itu sudah melegakan bagiku." ucap Zahra yang mengulas senyumnya dan dibalas senyuman pula oleh Zulaikha.


Keduanya pun melangkahkan kaki menuju keluar kamar dan menuju ke arah dapur. Sesampainya di dapur, mereka melampiaskan hasrat dahaga mereka.


"Alhamdulillah lega" ucap Zulaikha setelah meminum air putih tersebut.


"Iya Alhamdulillah." balas Zahra.


"Ayo kita kembali ke kamar, masih malam lebih baik kita segera tidur." ucap Zulaikha.


''Iya benar juga." balas Zahra yang memandang Zulaikha dan mereka meletakkan gelas mereka di atas meja. nb


Setelah selesai minum, keduanya melangkahkan kaki untuk kembali ke kamar Zulaikha.


Namun ketika beberapa langkah mereka melangkah, Zulaikha dan Zahra melihat sesosok laki-laki dengan memakai pakaian serba hitam melangkah naik ke tangga yang mengarah ke kamar Melisa.


"Kau lihat orang tadi?" tanya Zulaikha pada saat menangkap bayangan sesosok laki-laki itu.


"Iya, apakah orang itu berniat jahat?" balas sekaligus tanya Zahra yang terus melihat sesosok laki-laki yang berpakaian hitam itu yang terus melangkahkan kakinya menuju ke lantai atas.


"Sepertinya!" jawab Zulaikh yang sesekali melihat ke arah Zahra.


"Lebih baik kita bangunkan saja Mas Baim dan mas Adam Rendra!" seru Zahra yang merasa khawatir.


"Iya, jangan-jangan laki-laki itu maling. Kalau ada apa-aa sama mbak Lisa, kita berdua tidak bisa mengatasinya!" jawab Zulaikha dengan berbisik.


"Kalau begitu, tunggu apa lagi? ayo kita bangunkan mereka!" seru Zahra yang kemudian menarik tangan Zulaikha , dan keduanya melangkahkan kaki menuju ke kamar dimana Baim dan Adam Rendra tidur.


Tak berapa lama, kedua perempuan itu kini sudah berada di depan pintu kamar dimana kedua laki-laki yang menaruh hati pada mereka itu sedang terlelap dalam tidurnya.


"Tokk..... tokk... tokk.... tokk....!"


Zahra mengetuk pintu kamar dengan pelan-pelan. Dan belum ada jawaban dari dalam kamar.


"Tokk..... tokk... tokk....!"

__ADS_1


Zulaikha juga mencoba mengetuk pintu dan juga belum mendapat jawaban dari dalam kamar.


"Coba kamu miscall Baim!" bisik Zulaikha seraya menatap ke arah Zahra.


"Ah benar juga, kenapa nggak terpikirkan olehku!" seru Zahra dengan berbisik pula dan gadis itu kemudian mengambil ponselnya dan sebelumnya mengirim chat ke nomor Baim.


^^^📩 "Baim, cepat bangun! buka pintu sekarang juga!"^^^


Setelah itu Zahra mulai menelepon ke nomor Baim, dan dia menelepon tidak sekali dua kali. Dan saat telepon untuk yang ketiga kalinya, Baim membuka matanya dan kemudian melihat ponselnya. Ada tiga panggilan tak terjawab dan juga satu chat dari Zahra.


Baim kemudian membukanya dan dia membaca chat tersebut.


📩 "Baim, cepat bangun! buka pintu sekarang juga!"


"Hei, ada apa dengan Zahra?" gumam dalam hati Baim yang penasaran.


Pemuda itu kemudian turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya menuju ke pintu kamar.


"Klek.... klek.... ceklek...!"


Baim membuka pintu dan mendapati Zahra dan Zulaikha yang berdiri di depan pintu.


"Kalian? ada apa membangunkan aku?" tanya Baim seraya menatap satu persatu dari kedua perempuan tadi.


"Tolong bangunkan dokter Adam Rendra lebih dulu!" pinta Zulaikha seraya memandang ke arah Baim.


"Dokter, dokter bangun!" seru Baim seraya menggoyang-goyangkan badan dokter Adam Rendra.


Dokter muda itu menggerakkan badannya dan kemudian membuka kedua matanya dan melihat ke arah Baim seraya mengingat apa yang terjadi.


"Ada apa Baim?" tanya Dokter Adam Rendra yang terkejut saat dibangunkan oleh Baim.


"Dua cewek sholehah yang menyuruhku!" jawab Baim seraya menunjuk ke arah Zahra dan Zulaikha.


"Dua cewek sholehah?" tanya dokter Adam Rendra yang bangun dari posisi tidurnya, dan kini dalam posisi duduk.


"Iya, itu mereka di depan pintu kamar kita." jawab Baim yang menggunakan kode dengan kedua matanya, yang intinya menujuk ke arah pintu kamar.


"Mereka!" seru Dokter Adam Rendra yang segera bangkit dan keduanya menghampiri kedua perempuan itu.


"Ada apa Zahra, Zulaikha?" tebak Dokter Adam Rendra.


"Iya, benar. Dan pasti ada sesuatu yang penting yang membuat mereka membangunkan kita!" seru Baim.


"Kalau begitu, kita hampiri mereka!" seru dokter Adam rendra.


"Iya, ayo kita hampiri mereka!" seru Baim yang kemudian melangkahkan kakinya dan diikuti dokter Adam rendra.

__ADS_1


"Kenapa kalian membangunkan kamu kami malam-malam begini?" tanya dokter Adam Rendra saat sudah berada dihadapan Zahra dan Zulaikha.


"Iya, memangnya ada apa sih?" imbuh Baim yang menatap kedua perempuan itu.


"Tadi kami melihat sesosok laki-laki yang berjalan naik tangga, kami curiga kalau dia itu maling!" bisik Zahra tapi tetap bisa didengar oleh ketiga orang yang ada dihadapannya itu.


"Maling?" tanya dokter Adam Rendra yang meyakinkan dirinya.


"Iya." jawab Zulaikha dan juga Zahra yang bersamaan.


"Sebaiknya kita bergegas cari maling itu!" seru Baim dan semuanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.


Keempat orang itu melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju ke lantai atas dimana sesosok laki-laki yang melangkah ke tempat itu.


Dengan mengendap-endap mereka berempat menebarkan pandangan mata mereka ke setiap sudut ruangan. Tapi apa yang mereka cari tak diketemukannya, sesosok laki-laki tersebut seolah-olah menghilang begitu saja.


...****...


Sementara itu Melisa yang malam ini ingin dibelai sesosok laki-laki menghubungi seseorang. Melisa mengharapkan laki-laki itu untuk datang.


Dan beberapa saat kemudian datanglah seseorang laki-laki dari luar rumah.


Dengan mudahnya laki-laki itu yang memakai pakaian serba hitam itu masuk dan melangkahkan kakinya menaiki tangga.


Setelah sampai di depan pintu kamar Melisa dia mengetuk pintu kamar Melisa tersebut.


"Tokk..... tokk... tokk....!"


Setelah pintu di ketuk tak berapa lama pintu kamat itu ada yang membuka dari dalam.


"Klek.... klek.... ceklek...!"


"Lama sekali sih? ayo masuk!" seru seorang perempuan yang tak lain adalah Melisa.


"Ma'af tadi mengisi bensin dulu di pom bensin!" jawab laki-laki itu yang kemudian masuk ke kamar bersama Melisa.


Istri pertama Danar itu kemudian menutup begitu saja pintunya tanpa menguncinya. Karena dia sudah tak tahan dengan hasratnya yang sudah menggebu-gebu.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2