
"Baik, terima kasih" balas dokter tersebut yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke rumah besar itu dan menghampiri Melisa dan Danar.
"Dokter Samsu, ada dua pasien buat anda!" seru Melisa saat melihat ke arah si Dokter Samsu.
"Siapa sajakah yang mau saya periksa nyonya?" tanya dokter Samsu itu dengan penasaran.
"Ini tuan Danar suamiku, yang katanya sudah sembuh tolong di periksa lagi" ucap Melisa.
"Dan satunya?" dokter Samsu itu seraya melihat ke arah Zulaikha.
"Dia dokter, dia pembantu baru saya" jawab Melisa.
"Baiklah, saya akan periksa keadaan tuan Danar terlebih dahulu" ucap dokter Samsu seraya menoleh ke arah tuan Danar!" seru Dokter Samsu itu yang menghampiri Danar.
"Saya sudah sembuh dok, cuma istri saya yang belum yakin saja!" ucap Danar yang tak mau ambil ribet.
"Saya cek saya dulu tuan!" ucap Dokter Samsu yang kemudian memegang pergelangan tangan Danar dan memeriksa denyut nadi Danar.
Dokter Samsu lanjut memeriksa kedua mata Danar dan juga detak jantung Danar dengan stetoskop.
"Bagaimana dokter? apa yang terjadi pada suamiku?" tanya Melisa yang khawatir.
"Tuan hanya kecapekan dan ini saya berikan resep untuk memulihkan kondisi tubuh tuan Danar." ucap dokter Samsu yang kemudian memberikan secarik kertas dan diberikan pada Melisa.
"Terima kasih dokter!" ucap Melisa.
Sementara itu mbok Tinah keluar dari dapur dengan membawa minuman dan juga makanan ringan. Kemudian makanan dan minuman itu di letakkan di atas meja.
"Jangan-jangan Zulaikha hamil anak tuan?" gumam dalam hati mbok Tinah pada saat melihat raut wajah Zulaikha.
Dokter itu kemudian memeriksa Zulaikha mulai denyut nadi hingga dokter itu bertanya kapan Zulaikha tanggal setiap Zulaikha datang bulan.
"Seharusnya seminggu ini tanggal merah saya Dok!" ucap Zulaikha dengan polosnya.
"Oh begitu ya! sebaiknya diperiksakan ke dokter kandungan atau bisa dicek dengan tespack. Karena ini baru perkiraan saya, ada kemungkinan kalau nona Zulaikha sedang dalam kondisi hamil" ucap dokter itu yang memandang ke arah Zulaikha.
"Ha..hamil dok!" seru Zulaikha, mbok Tinah, Danar dan Melisa secara bersamaan.
"Iya, untuk lebih yakinnya mohon periksa ke dokter kandungan" ucap dokter Samsu yang merupakan dokter umum itu, dan kemudian dokter Samsu mengemas peralatan dokternya.
"A..apa Zulaikha hamil? jadi aku tidak impoten, aku bisa punya anak!" ucap dalam hati Danar yang bahagia, karena mengingat kata Melisa yang pernah mengatakan kalau dirinya suami nebeng yang impoten.
__ADS_1
"Karena hal itu sangat sakit jika Melisa terus menyebutku suami nebeng yang impoten. Ternyata aku bisa punya anak dari Zulaikha! aku akan bekerja keras untuk anakku, kalau bisa aku ingin keluar dari sangkar emas ini yang terus membelengguku" ucap dalam hati Danar.
"Dokter diminum dulu" ucap Melisa, yang saat ini ingatannya seperti kembali ke masa yang telah lalu.
"Iya, terima kasih" ucap dokter itu yang sebetulnya tidak haus, namun tetap meminumnya demi menghargai si tuan rumah.
Setelah meminumnya, Dokter Samsu berpamitan pada Melisa dan Danar.
"Ma'af saya harus pergi, masih ada pasien lain yang harus saya periksa. Terima kasih sambutan dan hidangannya" ucap Dokter Samsu seraya menjabat tangan pada tuan rumah.
"Kami juga terima kasih atas kesedianan datang kemari" ucap Danar yang menerima uluran tangan Dokter Samsu.
"Dok, sudah saya transfer seperti biasanya ya!" ucap Melisa yang membuka layar ponselnya.
"Ok, terima kasih." ucap Dokter Samsu seraya menunjukkan jari jempolnya.
"Mari Dok saya antar ke depan" ucap Danar yang mempersilahkan Dokter Samsu untuk lewat terlebih dulu.
Dokter Samsu menundukkan kepalanya sebentar dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar dari rumah dan diikuti oleh Danar.
Sementara itu Melisa yang menahan rasa penasarannya, mendekati Zulaikha.
"Hai kau! pembantu baru, yang baru datang dan tiba-tiba hamil! Aku tanya, siapa yang menghamili kamu? hah, jawab!" seru Melisa yang menatap Zulaikha dengan tajam.
"Kau ini ya! ini rumah siapa, dan kamu bekerja di sini! jadi aku berhak tahu siapa ayah dari bayi yang kamu kandung itu!" seru Melisa dengan geram.
Zulaikha tak juga menjawabnya.Dan karena emosi, Melisa hendak memukul Zulaikha namun dengan cepat mbok Tinah memeluk Zulaikha dan untuk menghalangi pukulan Melisa yang mengarah pada Zulaikha.
"Mbok Tinah! jangan ikut-ikutan! atau mbok mau kalau tidak akan mendapat gaji lagi!" seru Melisa dengan geram.
"Ma'af nyonya, nyonya janganlah emosi dulu!" ucap mbok Tinah yang melepaskan pelukannya dan menghadap pada Melisa.
"Kenapa kamu dipihak dia mbok?" tanya Melisa penasaran.
"Ka..karena...!" ucap mbok Tinah yang terbata-bata.
"Karena nasib mereka sama!" sahut seuara laki-laki yang ternyata dia adalah Danar.
"Apa maksud kamu?" tanya Melisa yang penasaran.
"Mbok Tinah adalah istri kedua ayah kamu, dan Zulaikha istri keduaku!" jawab Danar dengan lantang.
__ADS_1
"Kau berani ulangi perbuatan kamu yang dulu?" tanya Melisa yang geram.
"Iya karena ada kesempatan dan keterpaksaan!" jawab Danar yang kemudian menghampiri Zulaikha.
"Apa maksud kamu kalau dia gadis jaminan hutang juga seperti yang sebelumnya?" tanya Melisa yang geram.
"Iya, dia gadis jaminan hutang. Dan mungkin tidak akan aku lepaskan seperti yang lainnya!" jawab Danar yang menatap Melisa dengan tajam.
"Aku minta ceraikan dia!" seru Melisa dengan berkacak pinggang.
"Tidak! tidak akan aku ceraikan dia walaupun ibunya melunasi hutang-hutangnya!" balas seru Danar yang menyeka air mata Zulaikha, yang membuat Zulaikha dan mbok Tinah yang melihatnya menjadi sangat terkejut. Karena bukan hal biasa yang dilakukan oleh seorang Danar.
"Mas, tega kau ya sama aku!' seru Melisa yang mulai berkaca-kaca.
"Sudah beberapa tahun kita menikah, wajar kan kalau aku ingin punya anak!" ucap Danar yang membela dirinya.
"Oh itu, karena anak ya! itu kan karena kamu..!" ucap Melisa yang belum selesai terburu di potong oleh Danar.
"Suami nebeng yang Impoten, iya kan? Dan berkat Zulaikha lah aku tahu kalau aku tidak impoten!" seru Danar dengan lantang.
"Aku ingin dia pergi dari sini!" seru Melisa yang menunjuk pada Zulaikha.
"Dia pergi, aku juga pergi" seru Danar yang membela Zulaikha.
"A..apa!" seru Melisa dengan menghentakkan kakinya bergantian dan melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.
Danar, Mbok Tinah dan Zulaikha memandang kepergian Melisa.
"Mbok Tinah, tolong rapikan kamar tamu. Mulai hari ini Zulaikha akan tidur disana!" perintah Danar seraya menatap Zulaikha dengan pandangan kasih sayang.
"Ba..baik tuan" ucap mbok Tinah yang bergegas melangkahkan kakinya mengambil sapu dan kemudian melangkahkan kaki menuju ke kamar tamu.
Sementara Danar duduk disamping Zulaikha dan sekarang dengan terang-terangan dia memeluk Zulaikha.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...