GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Sopir yang Nakal


__ADS_3

Baim menyempatkan mencari lokasi alamat Danar melalui ponselnya, dan demikian pula dengan Zahra.


Tak berapa lama mereka sudah menemukan, dan melihat dengan jelas keadaan di luar rumah Melisa melalui aplikasi ponsel mereka.


Kemudian datanglah dua orang polisi yang masih dengan seragam dinasnya.


"Selamat siang Inspektur, apa yang bisa kami bantu?" tanya salah satu polisi yang datang itu.


"Baguslah kalau kalian sudah tiba, saya tugaskan pada kalian untuk memberitahu pada keluarga korban kecelakaan. Bahwa keluarganya ada yang mengalami kecelakaan, dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit." jelas Polisi yang tadi bersama Baim dan Zahra seraya memberikan kartu identitas dari Danar aji.


"Baik siap laksanakan Inspektur!" seru kedua polisi itu seraya menaikkan telapak tangan kanannya di dahi dan kemudian menurunkannya.


"Ajaklah kedua orang ini, kata mereka kalau saudaranya dibawa oleh korban. Dan ada kemungkinan kalau orang yang mereka cari berada dirumah korban." perintah inspektur polisi itu.


"Siap laksanakan!" seru kedua polisi itu yang kembali menaikkan telapak tangan kanannya di dahi dan kemudian menurunkannya kembali.


"Saudara Baim dan Saudari Zahra, anda bisa bergabung dengan kedua polisi ini!" seru inspektur polisi tersebut pada Baim dan juga Zahra.


"Baik pak, assalamu'alaikum!" jawab Baim seraya mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam.." balas polisi itu dan juga bapak - bapak yang menjadi saksi tadi.


Baim dan Zahra mengikuti kedua polisi tadi yang melangkahkan kaki mereka menuju tempat parkir kendaraan.


"Kami memakai kendaraan bermotor, kalian memakai kendaraan apa?" tanya salah satu polisi yang sebelumnya berhenti dan membalikkan tubuhnya ke arah Baim dan juga Zahra.


"Kebetulan kami membawa mobil, karena kami berharap bisa menemukan saudara kami dan membawanya pulang pak!" jawab Baim dengan tegas.


"Baiklah, nanti kalian bisa jalan dibelakang kami!" seru polisi yang satunya.


"Iya pak!" balas Baim dan Zahra serempak.


Lantas mereka menuju ke kendaraan masing - masing dan berjalan keluar dari rumah sakit bersama - sama. Dan secara berurutan mereka menyusuri jalan raya menuju ke rumah Melisa.


...*****...


Sementara itu Bower yang dimintai tolong oleh Danar untuk melihat keadaan Zulaikha dan mbok Ni di rumah sakit, tidak memenuhi permintaan tolong majikannya.


Bower langsing menuju ke rumah besar milik Melisa.


"Untuk apa aku mendatangi rumah sakit? walaupun aku menyukai Zulaikha, tapi aku lebih suka harta Melisa! ha..ha..!" seru dalam hati Bower yang terlihat senyum - senyum sendiri, karena dirinya telah mempunyai rencana yang menurutnya sempurna.

__ADS_1


Sesampainya didepan rumah Melisa, Bower mulai mengetuk pintu utama rumah tersebut.


"Tokk..tokk....tokk..!"


"Siapa?" tanya seorang perempuan dari dalam rumah.


"Saya nyonya, Bower!" jawab Bower dengan berseru.


"Klek....klek...ceklek...!"


Terdengar suara pintu yang berusaha dibuka dari dalam rumah.


"Oh, kamu Bower! Trus suamiku kemana? kenapa kamu tak bawa mobil?" rentetan tanya Melisa yang celingukan mencari suaminya di belakang Bower.


"Begini nyonya, tadi Tuan Danar meminta aku pulang sendirian dengan naik kendaraan umum. Sedangkan tuan akan ke rumah sakit untuk menjenguk sekalian menjaga nyonya Zulaikha." ucap bohong Bower dalam menghadapi pertanyaan dari majikan perempuannya.


"Kurang ajar, seenaknya dia lebih memilih pembantu itu dari pada aku!" seru Melisa dengan geram.


"Sabar nyonya, jangan emosi. Hadapi dengan kepala dingin. Saya mau minum, apakah nyonya juga mau minum?" tanya Bower yang menawarkan diri untuk mengambilkan minuman buat Melisa.


"Boleh, sekalian obat sakit kepala di tempat obat ya!" jawab sekalian perintah Melisa pada Bower.


Timbullah niat jahat sopir itu, dia ingat kalau dia membawa selalu obat tidur yang ada di saku celananya.


Kemudian mengambil obat sakit kepala yang biasa di gunakan oleh Melisa jika sedang sakit kepala.


Setelah itu Bower melangkahkan kakinya menuju ke dapur untuk mengambil gelas dan juga air putih galon yang berada di dispenser.


Bower segera menekan kran yang terdapat di Dispenser. setelah penuh, segera dia minum air tersebut dengan lahapnya.


Setelah puas minum air putih tersebut, Bower kembali menekan kran untuk minum Melisa.


Sebelum memberikannya pada Melisa, Bower mengambil obat tidur dari dalam saku celananya. Kemudian dia memasukkan obat tidur itu pada air putih yang ada dihadapannya.


Bower terus mengaduknya hingga obat tidur itu larut dan tak tersisa lagi. Setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu, dimana majikan perempuannya Melisa sedang duduk di sofa dan berkali - kali menghubungi seseorang melalui ponselnya.


"Aaah, kenapa dimatikan ponselnya! Sebel kan jadinya!" gerutu Melisa dengan kesal sampai - sampai membanting ponselnya di samping duduknya.


"Nyonya, nyonya jangan kesal dulu! Ini diminum obatnya!" seru Bower yang tergopoh - gopoh menghampiri Melisa.


"Kamu Bower, mana obatnya! aku pusing sekali!" seru Melisa yang melihat ke arah Bower yang sedang menghidangkan air putih yang sudah diberi obat tidur sebelumnya oleh Bower dan juga pil obat pereda sakit kepala.

__ADS_1


Melisa segera mengambil obat tersebut dan menelannya, kemudian dia mendorongnya dengan air putih dihadapannya.


Melisa yang meminum obat pereda sakit kepala itu, bukannya sembuh, kedua matanya seolah berputar - putar dan beberapa detik kemudian Melisa ambruk tidur diatas sofa.


Bower mengulas senyumnya, kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke setiap pintu di rumah besar itu.


Sopir itu mengunci tiap pintu dan juga jendelanya. Dan setelah dirasa aman, Bower melangkahkan kakinya kembali ke sofa ruang tamu dimana Melisa sedang pulas tidurnya karena pengaruh obat tidur yang diberikan oleh Bower tadi.


Seperti bridal style, Bower membopong Melisa melangkah menuju ke kamar Melisa.


"Hmm...lumayan berat juga kamu nyonya!" gumam dalam hati Bower yang terus melangkah menuju ke anak tangga di dalam rumah besar itu.


Perlahan - lahan Bower menaiki tangga dan akhirnya sampailah mereka di depan pintu kamar tidur Melisa.


Bower membuka pintu kamar tersebut dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur, kemudian dia meletakkan Melisa diata tempat tidurnya dan membenarkan posisi tidur majikan perempuannya itu.


"Wauw..!" seru Bower yang mulai timbul hasratnya.


Bergegas Bower melangkahkan kaki ke arah pintu, kemudian dia menutup dan mengunci pintu kamar tersebut.


Setelah selesai, Bower kembali melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur, menghampiri majikan perempuannya yang masih terlelap dalam tidurnya.


Bower memandangi lekuk tubuh Melisa, dan dia merasakan dadanya yang memburu. Serta batang singkong Bower mulai mengencang.


Naiklah Bower ke atas ranjang dan menghampiri Melisa. Dia membaringkan tubuhnya dengan posisi sejajar dengan Melisa.


Sopir itu mengusap wajah Melisa dengan lembut, dia baru sekali ini melihat secara dekat wajah majikannya itu.


"Jika kamu membuka mata, mungkin aku tak bisa sedekat ini melihat bahkan menyentuh kamu Melisa!" gumam dalam hati Bower yang mulai dia berani mencium kening Melisa.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS bvb BBC JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2