GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Suasana Dini Hari


__ADS_3

Laki-laki itu memeluk Zulaikha dari belakang dengan menciumi pelipis mata dan leher istri keduanya dengan geloranya.


Tangan Danar bergerilya masuk ke tubuh terutama badian perut, dan kemudian menuju kegungukan kembar milik istri keduanya.


Zulaikha merasakan sesuatu yang menyentuh tubuhnya dan dia menoleh ke arah seseorang yang ada di belakangnya.


"Mas Danar!' panggil lirih Zulaikha pada suaminya dan tak menyangka kali suaminya ada di belakangnya.


"Sayang, kamu lama menungguku ya?" tanya Danar yang mulai menciumi istri keduanya Zulaikha.


"Saya kira mas Danar tidur sama mbak melisa!" jawab Zulaikha yang membiarkan suaminya menyentuh tubuhnya.


"Dia sudah tidur, dan aku ingin berduaan dengan kamu" ucap Danar dengan terus menciumi wajah istrinya itu.


"Aku sih tak keberatan, tapi mas jangan main kasar lagi ya? Ika kan sudah berbadan dua!" bisik Zulaikha.


"Iya sayang, mas akan main lembut kali ini" ucap Danar yang melepaskan pakaian istrinya satu persatu dan demikian dengan dirinya.


Dan asmara menggelora diantara mereka pun terjadi. Hingga akhirnya mereka kelelahan dan tertidur dengan saling berpelukan.


Pukul tiga dini hari, Zulaikha terbangun. Zulaikha merasakan dirinya di peluk seseorang dan kemudian membuka kedua matanya.


Dia pun tersadar bahwa semalam dia bermain dengan suaminya.


Zulaikha memandang wajah suaminya dengan intens, dan dalam hatinya berkata "Aku akan belajar mencintai suamiku, walaupun aku tak pernah menyukainya. Dia sekarang memperlakukan aku dengan baik, itu sudah cukup bagiku"


Diciumnya kening suaminya dan kemudian dia memakai pakaiannya yang tadi dilepaskan oleh suaminya.


Kemudian Zulaikha mengambil pakaian ganti dan juga handuknya, dia melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.


Zulaikha melakukan ritual mandinya berikut dia berwudlu dan kemudian keluar dari kamar mandi.


Dengan segera Zulaikha mengambil mukena dan menjalankan sholat malam dan kemudian dia mengaji membaca kitab suci Al Qur'an.


Danar perlahan membuka kedua matanya dan mendengarkan lantunan ayat suci yang sangat merdu di telinganya.


Kemudian Danar memakai celananya saja dan dia segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


Ritual mandi dan berwudlu dilakukan Danar, setelah selesai Danar keluar dan memakai pakaiannya.


Kemudian Danar duduk di samping Zulaikha dan dia melihat, mendengarkan secara langsung Istrinya yang sedang mengaji.


Tak berapa lama Zulaikha mengakhiri mengajinya. Dan dia terkejut pada saat melihat suaminya yang sudah berada di sampingnya.


"Mas Danar sudah bangun?" tanya Zulaikha yang melepas mukenanya dan kemudian melipatnya.


"Iya, suara kamu bagus, ajari aku mengaji ya?" ucap Danar lirih dan Zulaikha pun mengulas senyumnya.

__ADS_1


'Boleh, ayo kita mulai mengajinya. Apakah mas Danar sudah bisa membaca huruf hijayah?" tanya Cinta yang menatap ke arah kedua mata istrnya itu.


"Sedikit ingat sih" jawab Danar yang membalas pertanyaan Cinta.


Dan kemudian Cinta mengajari suaminya mengaji yang dia bersuara dan suaminya mengikutinya.


Hal itu berlangsung sampai tiba waktunya sholat subuh, dan mereka berwudlu kemudian melakukan sholat subuh berjama'ah.


"Mas aku mau bantu mbok Tinah ya, mengerjakan pekerjaanku sebelumnya" pinta Zulaikha saat melipat mukenanya.


"Boleh saja, tapi kalau capek berhenti ya" ucap Danar yang juga melipat sajadahnya.


"Iya, makasih mas" ucap Zulaikah dengan mengulas senyumnya.


Kemudian Zulaikha bangkit dari duduknya dan keluar dari kamarnya, diikuti Danar yang ikut keluar dari kamarnya.


"Buatkan aku kopi dulu ya sayang?" pinta Danar dengan mesra.


"Iya mas" balas Zulaikha.


"Oiya, nanti bawa ke depan ya! mas mau mencuci mobil sama motor!" ucap Danar seraya tangannya yang mengarahkan ke arah yang dia maksudkan.


"Lho, bukannya itu sudah menjadi urusannya Bower mas?" tanya Zulaikha yang penasaran.


"Bower itu tidak tidur disini, dan kalau kesininya selalu siang. Nggak sempat mencuci semua kendaraan." jawab Danar yang melangkahkan kakinya kepintu keluar dan dia membukanya.


Saat sampai di dapur ternyata mbok Tinah sudah bangun dan sedang merebus air.


"Sudah bangun mbok?" sapa Zulaikha saat menghampiri mbok Tinah.


"Sudah, kamu mau apa? tumben ke dapur jam segini?" tanya mbok Tinah seraya menyiangi sayuran.


"Mas Danar minta dibuatkan kopi mbok, biasanya mas Danar suka kopi yang bagaimana ya?" tanya Zulaikha yang sangat ingin tahu.


"Tuan Danar biasanya suka kopi murni, takarannya satu sendok kopi dan dua sendok gula pasir." jawab mbok Tinah.


"Baik, terima kasih mbok!" ucap Zulaikha yang kemudian mengambil cangkir dan meracik kopi sesuai takaran yang diberitahukan mbok Tinah.


Setelah selesai, Zulaikha mengambil makanan ringan dan membawanya bersam kopi yang di buat ya tadi ke depan dimana suaminya sedang sibuk dengan selang air untuk mencuci mobilnya.


"Mas ini kopi sama camilannya" ucap Zulaikha seraya meletakkan kopi dan makanan ringannya di atas meja.


"iya, sebentar lagi aku kesana" balas Danar yang kemudian meletakkan selang airnya dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana Zulaikha berada.


Danar kemudian menikmati kopi buatan Zulaikha.


"Hmm...takarannya pas, rupanya kamu tahu juga selera suami kamu ini ya!" seru Danar seraya mengulas senyumnya.

__ADS_1


"Ini karena mbok Tinah yang memberi tahu, mas" ucap Zulaikha yang membalas senyum suaminya.


"Oh, pantas saja. Tapi kayaknya lebih enak kopi ini. He..he..!" ucap Danr yang menggoda Zulaikha.


"Ika jadi tersanjung nih mas" ucap Zulaikha yang menunduk, menyembunyikan senyumannya.


"Oiya mas mau lanjutkan pekerjaan mas dulu, kalau kamu lanjutkan pekerjaan kamu ya!" ucap Danar yang sudah menghabiskan kopi ya dan bangkit dari duduknya.


"I..iya mas, Zulaikha juga mau melanjutkan tugas Zulaikha" ucap Zulaikha yang bangkit dari duduknya dan kemudian melangkahkan kakinya masuk lanjut mengambil peralatan kebersihan.


Zulaikha kemudian menyapu dan mengepel ruang-ruang utama rumah besar itu, lanjut ke ruang-ruang kecil lainnya.


Setelah selesai, Zulaikha berniat mengembalikan peralatan kebersihannya ke tempat biasanya.


Dan tanpa sengaja dia berpapasan dengan Melisa yang turun dari lantai atas.


"Nyonya..!" sapa Zulaikha seraya menundukkan kepalanya.


Ada perasaan amarah di dada Melisa yang saat ini dia rasakan.


"Sabar Melisa, sabar...! luapkan amarah kamu nanti kalau suami mu pergi dari rumah!" seru dalam hati Melisa yang melihat ke arah Zulaikha dengan tatapan yang tajam.


Melisa terus melangkah tanpa menghiraukan Zulaikha.


Sedangkan Zulaikha yang melihatnya hanya bisa menarik nafasnya panjang dan melepaskannya pelan-pelan.


"Aku mengerti dengan apa yang dirasakan nyonya Melisa, maka dari itu aku akan tetap memanggilnya nyonya saja. Walaupun seharusnya aku memanggilnya kak." ucap dalam hati Zulaikha.


Zulaikha kemudian melangkahkan kakinya melanjutkan tugas-tugas seperti biasanya.


Mbok Tinah menyiapkan sarapan di meja makan dan Zulaikha sedang mencuci bajunya.


"Mbok, panggil Zulaikha kemari. kita sarapan sama-sama!" perintah Danar pada saat masuk ke ruang kanan dimana Melisa sudah duduk di kursi yang biasa dia duduki pad saat makan.


"Ba..baik tuan!" ucap mbok Tinah yang kemudian membalikkan badannya.


"Tunggu mbok!" seru Melisa yang menahan langkah mbok Tinah.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2