
Sementara itu Danar yang sedang pergi menemui para pelanggan baru usaha kelapanya, dan saat ini sedang ditemani oleh Bower.
Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju ke pasar tradisional di kota yang agak jauh dari kota mereka tinggal.
Setelah bertemu dan diperoleh kesepakatan, mereka melakukan perjalanan hendak pulang.
Namun tiba - tiba Danar memperoleh telepon untuk menemui pemilik tanah yang akan dia beli, yang rencananya untuk hidup dia dan Zulaikha kelak.
"Bower, kamu nanti pulang saja dulu. Dan tolong kamu ke rumah sakit, mungkin saja mbok Tinah dan Zulaikha butuh pertolongan kamu" perintah Danar.
"Mas mau kemana?" tanya Bower yang penasaran.
"Aku mau bertemu dengan seseorang sehari sampai dua hari ini." jawab Danar yang kemudian meminta Bower untuk berhenti di pom bensin untuk menjalankan sholat Dhuhur.
"Sejak kapan Mas Danar rajin beribadah? tumben saja, tapi hal ini tidak akan menyurutkan tekatku untuk menguasai kekayaan serta istri - istri mas Danar. Beruntung sekali dia, punya istri kaya dan sekarang punya istri dua, serumah pula! Andai saja aku yang memiliki satu perempuan Danar!" gumam dalam hati Bower.
Bower adalah teman Danar sejak mereka masih menjadi pencari nasabah sebuah bank plecit di pasar - pasar.
Karena modal tampang Danar yang tampan dan gagah, hal itu membuat Melisa yang waktu itu sering ikut papanya ke tiap - tiap pasar jadi tertarik dengan Danar yang suka iseng godain para nasabahnya.
Melisa yang saat itu dalam status janda belum punya anak fak ditinggal meninggal oleh suaminya.
Sedangkan Danar jejaka yang hidup hanya bersama ibunya yang sedang sakit -sakitan dan membutuhkan banyak biaya ke rumah sakit.
Karena hal itulah dia menerima permintaan dari papanya Melisa dengan iming - iming akan diberikan modal untuk membuka usaha bank plecit dan nantinya yang akan menjalan kan usaha perusahaan kelapanya.
Dan benar saja sampai sekarang Danarlah yang menghandel perusahaan kelapa dan juga dia membangun kerajaan bisnisnya dengan meminjam - minjamkan uang dengan bunga yang tinggi.
Karena itulah dia bisa bertemu dengan ibu tiri Zulaikha, yang berhutang banyak padanya dan memberikan Zulaikha sebagai jaminan hutangnya.
Namun lambat lain karena nasehat dari Zulaikha, kerajaan bisnisnya itu dia pasrahkan pada Bower. Dan Danar kali ini hanya memegang bisnis dari papanya Melisa. Sementara Melisa sendiri mempunyai bisnis jual beli pakaian dan kosmetik secara online.
Bower yang mendengar kalau Danar akan pergi sendirian, timbul niat jahat dari Bower.
"Ini kesempatanku untuk menguasai apa yang dikuasai oleh Danar!" gumam dalam hati Bower yang kemudian melakukan sesuatu pada rem mobil milik Danar, yang nantinya akan dipakai Danar untuk menemui seseorang.
__ADS_1
Bower melakukan aksinya saat Danar sedang sholat di mushola pom bensin.
Setelah selesai, Bower keluar dari mobilnya dan menunggu Danar di luar
mobil.
Ketika Bower melihat Danar yang telah keluar dari mushalla pom bensin itu, Bower segera menghampiri dan memberikan kunci mobilnya pada tuannya.
"Mas ini kunci mobilnya, kita pisah disini saja. Karena saya akan kembali ke rumah sakit dengan baik bis dari sini." ucap Bower seraya menyerahkan sebuah kunci mobil pada Danar.
Danar tak menyadari dengan apa yang akan terjadi padanya, menerima begitu saja kunci mobil tersebut.
"Ok, ini ada sedikit uang untuk ongkos naik bis serta menjemput Zulaikha berserta mbok Tinah nanti" ucap Danar yang memberikan tiga lembar uang ratusan ribu rupiah.
Bower menerima uang tersebut dan memasukkannya dalam dompetnya.
"Terima kasih mas Danar, hati - hati dan saya pergi duluan ya!' ucap Bower yang menyalami Dana dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke sebuah bus yang mengarah ke kota dimana rumah besar Melisa berada.
Setelah sampai, Bower segera naik dan masuk ke dalam mobil yang kemudian berjalan setelah mengisi penuh tangki bahan bakar bus tersebut.
"Aku harus berusaha mendapatkan tanah itu, dan akan aku bangun tanah itu untuk istanaku bersama Zulaikha!" ucap dalam hati Danar yang merupakan impian Danar.
Danar melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang, dan tak menaruh curiga sama sekali .
Perjalanan Danar pada awalnya lancar, ada kalanya sedikit macet.
Ketika ada kesempatan Danar untuk menyalip kendaraan di depannya, tiba - tiba saja dari depannya ada sebua truk kontainer dari arah lain di depannya.
Karena panik, Danar terus mengegas menyalip mobil di samping kirinya dan berhasil masuk diantara sela - sela mobil depan dan belakangnya.
Namun tiba - tiba saja mobil di depannya berhenti mendadak karena ternyata ada kendaraan di depannya yang sedang putar balik secara mendadak dan Danar tak bisa menguasai mobilnya dengan cepat.
Jika Danar tidak menghentikan laju kendaraannya sekarang juga maka akan menabrak mobil yang ada di depannya. Berkali - kali Danar berusaha mengerem mobilnya namun tak juga berhasil, akhirnya Danar banting stir ke ke arah kiri dan dirinya terlalu kencang, mobil yang di kendarai Danar turun ke jurang dengan cepat dan berhenti menabrak sebuah pohon besar yang mengeluarkan bunyi dentuman yang keras.
"Dogh...!"
__ADS_1
Mobil itu remuk di bagian depan dan hampir saja tubuh Danar tergencet oleh badan mobil tersebut.
"Astaghfirullah..! Huaagghh..!''
Ucapan terkejut Danar yang melihat apa yang terjadi padanya dan pada akhirnya dia tak sadarkan diri karena kepalanya terbentur pada kemudi dengan keras. Darah segar mengalir deras di kepala Danar, laki - laki itu terkulai tak sadarkan diri.
Sementara itu di tepi jalan diatas lokasi dimana mobil Danar yang sedang mengalami kecelakaan, ada sebuah mobil berhenti dan keluarlah seorang gadis dan seorang pemuda yang masih muda seumuran dengan Zulaikha.
"Ada kecelakaan!" seru pemuda yang keluar dengan gadis itu
"Iya, aku melihatnya! Bagaimana keadaan orang yang ada di dalamnya ya?" tanya gadis itu yang berjalan melihat ke bawah dimana sebuah mobil sedang mengalami kecelakaan itu.
"Yang pastinya ada, kalau tidak ada siapa yang mengemudikannya? apa hantu?" jawab pemuda itu sedikit bercanda.
"Oiya - ya!" ucap gadis itu seraya termangu.
"Yang jelas berapa korban di dalam mobil itu kita kurang tahu pasti ya!" ucap pemuda itu yang terus melihat ke arah kecelakaan.
"Ada kecelakaan..! ada kecelakaan..!" seru para warga sekitarnya.
"Yang laki - laki ayo turun dan kita bantu orang di dalamnya. Sementara yang perempuan, tetap diatas dan panggil ambulan!" seru salah satu warga yang kemudian turun ke bawah dengan peralatan seadanya, dan diikuti oleh warga yang lainnya.
Para laki - laki berbondong - bondong untuk turun ke lokasi mobil Danar dan yang perempuan memanggil ambulan sesuai perintah laki -laki yang memberi komando tadi.
"Zahra! kamu tetap disini. Aku akan bantu turun ke bawah. Siapa tahu banyak korban di dalam mobil tersebut!" ucap pemuda itu pada gadis yang bersamanya. Dan ternyata gadis itu bernama Zahra.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...