GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Yang tak terduga


__ADS_3

"Zahra! kamu tetap disini. Aku akan bantu turun ke bawah. Siapa tahu banyak korban di dalam mobil tersebut!" ucap pemuda itu pada gadis yang bersamanya.Dan ternyata gadis itu bernama Zahra.


"Baik Baim, Hati - hati ya!" ucap dan pesan Zahra pada pemuda yang bersamanya, yang bernama Baim.


Kemudian Baim turun bersama dengan beberapa orang laki - laki lainnya yang menuju dimana mobil Danar berada.


Dengan hati -hati Baim menuruni tanah miring yang dilaluinya. Dan tak berapa lama mereka telah sampai di lokasi dimana mobil itu berada.


Sementara itu Danar dengan setengah sadar, berusaha keluar dengan membawa tasnya,


"Itu pengemudi berusaha keluar!" seru salah satu orang yang bersama Baim.


"Ayo - ayo kita tolong dia!' seru beberapa warga yang menuruni jurang tersebut.


Ada empat warga yang membantu Danar, untuk keluar dari mobil dan menjauhi mobil yang kecelakaan itu.


Sementara Baim dan yang lainnya memeriksa mobil, jika masih ada korban lainnya.


"Hanya satu orang, sebaiknya cepat dibawa ke rumah sakit!" seru warga yang tadi memimpin upaya menolong korban kecelakaan itu.


"Baik!" jawab beberapa warga yang tadi menolong Danar, dan mereka membawa Danar naik secara bergotong royong.


Tak berapa lama, polisi datang untuk memeriksa tempat terjadinya kecelakaan. Dan bertanya pada warga tentang kecelakaan yang terjadi.


Baim dan Bapak yang tadi memimpin warga untuk pertolongan itu, ditunjuk sebagai saksi atas kecelakaan tersebut.


Kemudian mereka naik ke atas jurang. Kemudian bapak yang bersama Baim sebagai saksi tadi ikut dengan mobil ambulan uang akan membawa Danar ke rumah sakit dengan didampingi oleh satu orang polisi.


Sementara Baim dan Zahra kembali naik ke mobil mereka dan melaju mengikuti jalannya ambulan.


"Kenapa kita harus mengikuti ambulan itu?" tanya Zahra yang belum tahu masih belum tahu apa yang terjadi.


"Kita jadi saksi dan nantinya setiap keterangan kita akan menjadi petunjuk bagi para polisi dalam menyelidiki kasus kecelakaan ini" jelas Baim yang terus memadang ke arah jalan raya yang menuju ke rumah sakit.


Tak berapa lama mereka telah sampai di rumah sakit, dan dengan cepat mereka melangkahkan kaki mereka masuk ke rumah sakit karena korban telah dibawa instalasi gawat darurat.

__ADS_1


Sesampainya di ruang tunggu, mereka melihat polisi yang berada di dalam ambulan bersama bapak -bapak yang tadi bersama mereka. Keduanya sedang duduk di kursi ruang tunggu dan sedang memeriksa sebuah dompet.


"Assalamu'alaikum" ucap salam Baim saat sudah berada di depan keduanya.


"Wa'alaikumsalam" jawab bapak - bapak itu yang kemudian menengok ke arah Baim dan juga Zahra.


"Apa yang sedang kalian periksa?" tanya Baim yang memberanikan diri untuk bertanya.


"Kami memeriksa identitas korban" jawab polisi itu yang membaca kartu tanda pengenal yang berada di dalam dompet.


Tiba - tiba saja sebuah foto jatuh diatas lantai. Dan Zahra mengambil foto tersebut, dan tanpa sengaja dia melihat ke arah foto tersebut.


Betapa terkejutnya dia, ada sosok perempuan yang mereka cari selama ini.


"Zulaikha!" ucap Zahra yang menyebutkan nama sahabatnya selama di pondok pesantren.


"Apa?" tanya Baim yang meyakinkan pendengarannya dan dia mengambil foto yang ada di tangan Zahra.


"Benar Zulaikha!" seru Baim saat melihat wajah yang terpampang di foto yang ada di tangannya saat ini.


"Ini foto kakak tiri saya, kami sedang mencarinya pak! dan selama ini kami sangat kebingungan karena tak ada sedikitpun petunjuk yang kami dapatkan tentang kakak saya ini " jawab Baim dengan semangat.


"Wah sebuah kebetulan sekali! tapi apa hubungan dia dengan saudari anda?" tanya polisi itu yang penasaran.


"Hal ini adalah sebetulnya masalah keluarga, karena semua akibat dari ibu saya yang banyak hutang. Ibu tak sanggup untuk membayarnya, dan menjadikan kakak saya sebagai jaminan. Dan kami tak tahu kemana kakak saya itu dibawa pergi oleh orang yang memberikan uang pada ibu saya itu pak polisi." jelas Baim yang menatap pada polisi dan bapak - bapak yang sedari tadi bersamanya.


"Oh, begitu. Mungkin alamat ini bisa membantu, anda bisa pergi ke alamat ini bersama salah satu anggota polisi. Untuk sekalian memberitahukan keluarga korban tentang kecelakaan ini" ucap polisi tersebut pada Baim.


"Ah benar juga Im, kita sekalian ikut mencari tahu keberadaan Zulaikha!" seru Zahra yang sedari tadi mengikuti obrolan ketiga laki - laki beda usia itu.


"Baiklah saya setuju" ucap Baim.


"Ok, tapi saya mau mengajukan beberapa pertanyaan pada anda berdua berikut saya minta nomor yang bisa saya hubungi untuk mencari anda berdua. Hal ini terkait dengan kecelakaan ini, karena korban belum bisa diminta keterangannya tentang kejadian yang dialaminya" jelas polisi tersebut.


"Baik pak, akan saya jawab seperti yang kami lihat. Waktu dalam perjalanan, kami sempat melihat mobil korban menyalip kendaraan di depannya, tiba - tiba saja dari depannya ada sebua truk kontainer dari arah lain di depannya." ucap Baim.

__ADS_1


'"Karena panik, pengendara mobil itu terus mengegas menyalip mobil di samping kirinya dan berhasil masuk diantara sela - sela mobil depan dan belakangnya. Namun tiba - tiba saja mobil di depannya berhenti mendadak karena ternyata ada kendaraan di depannya yang sedang putar balik secara mendadak dan pengendara mobil itu tak bisa menguasai mobilnya dengan cepat." jelas Zahra yang ikut menjelaskan kronologi kecelakaan itu.


"Jika pengendara itu tidak menghentikan laju kendaraannya waktu itu juga maka akan menabrak mobil yang ada di depannya. Namun sepertinya berkali - kali pengendara mobil itu sudah berusaha mengerem mobilnya namun tak juga berhasil" jelas Baim.


"Dan akhirnya pengendara mobil itu banting stir ke ke arah kiri dan dirinya terlalu kencang, mobil itu turun ke jurang dengan cepat dan berhenti menabrak sebuah pohon besar yang mengeluarkan bunyi dentuman yang keras." Sahut bapak - bapak yang juga menjadi saksi kecelakaan itu.


"Dogh...! begitu suara keras yang kami dengar saat mobil itu jatuh. Dan kami melihat mobil itu sudah menabrak pohon di jurang itu!" jelas Zahra yang melanjutkan cerita kronologi kecelakaan tersebut.


"Bolehkah saya tahu siapa korban kecelakaan tadi? apakah benar namanya Danar aji?" tanya Baim pada Polisi tesebut.


"Benar namanya Danar aji, dan ini alamatnya" jawab polisi itu seraya menyodorkan identitas korban.


Baim melihat dan membaca kartu identitas tersebut. Kemudian dia memberikannya pada Zahra, dan keduanya saling pandang.


"Benar pak, ini dia orangnya! dia yang membawa kakak saya!" seru Baim dan diikuti anggukan oleh Zahra.


"Jadi dia seorang renternir ya!" ucap Bapak - bapak itu yang menganalisa obrolan mereka.


"Kalau masalah itu bisa anda selesaikan sendiri, dan dalam hal ini saya hanya mengacu pada kecelakaan yang telah terjadi. Anda berdua tunggu sampai ada polisi yang datang kemari untuk memberitahukan keluarga korban" ucap polisi tersebut seraya menatap Baim dan Zahra.


"Baik pak!" Jawab keduanya serempak, dan mereka kembali duduk di tempatnya masing - masing.


Baim menyempatkan mencari lokasi alamat Danar melalui ponselnya, dan demikian pula dengan Zahra.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS bvb BBC JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2