GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Saling bagi Rahasia


__ADS_3

Setelah selesai, Zulaikha mengambil tas kecilnya dan melangkahkan kaki menuju ke ruang tamu dimana dokter Nugroho berada.


"Dokter, saya sudah siap. Ayo kita berangkat!" seru Zulaikha dengan senyumannya.


Zulaikha yang hari ini memakai pakaian serba pink, baik gamis dan jilbabnya, membuat kesannya yang sudah bersuami, seperti masih gadis saja. Dan karena itulah membuat dokter Adam Rendra terpesona, dan seolah ingin selalu melihat dan selalu ingin bersama dengan Zulaikha.


"Manis sekali, rasanya aku ingin memilikimu." ucap dalam hati dokter Adam Rendra yang tak berkedip dalam menatap Zulaikha.


"Dokter, dokter Nugroho...! dokter!" panggil Zulaikha seraya mengibas - ibaskan tangannya di hadapan wajah Dokter Adam Rendra.


"Eh, iya ma'af!" Ucap dokter Adam Rendra yang tersadar dari lamunannya.


"Ayo kita berangkat!" seru Zulaikha sembari mengulas senyumnya.


"Iya, kita naik tadi online saja. Karena saya baru tiba di kota ini. Belum hafal jalan dan lokasi yang akan kita tuju" Ucap dokter ada Rendra.


"Baik, tidak apa - apa dokter. Saya malah lebih suka kalau pakai kendaraan umum. Karena menghindari fitnah!" ucap Zulaikha dan dokter Adam Rendra mengerti maksud dari Zulaikha.


Keduanya melangkahkan kaki keluar dari rumah dan menuju ke teras dan halaman rumah, karena ternyata taksi onlen yang di pesan oleh dokter Adam Rendra telah datang dan berhenti di halaman rumah besar itu.


"Bapak Nugroho ya?" tanya sopir taksi online itu pada dokter yang berada di samping Zulaikha.


"Iya, antar kami ke rumah sakit sesuai aplikasi ya pak!" ucap Dokter Adam Rendra.


"Baik Tuan" ucap sopir taksi itu yang membukakan pintu untuk Zulaikha.


Setelah semuanya masuk, taksi itu perlahan melaju keluar dari halaman rumah besar itu, dan menyusuri jalan raya.


"Nona Zulaikha, kenapa tidak diantar oleh suami kamu? Oiya suami kamu itu siapa?" tanya Dokter Adam Rendra yang mulai menyelidik.


Zulaikha menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya dengan pelan - pelan.


"Aku tak bisa mengatakannya pada anda dokter!" seru Zulaikha seraya menatap ke arah dokter Adam Rendra yang duduk di samping sopir taksi, sedangkan Zulaikha berada di belakang mereka.


"Oh, apa anda belum mempercayai saya nyonya?" tanya Dokter Adam Rendra yang melirik ke arah Zulaikha.


"Buka begitu, karena ini kan hal yang pribadi dokter!" ucap Zulaikha yang khawatir.

__ADS_1


"Ya sudah, saya yakin suatu saat anda akan bicara!" ucap dokter Adam Rendra yang terus memandang ke arah jalan raya.


Tak berapa lama, mobil taksi itu telah sampai di halaman rumah sakit dan sudah berhenti di antara mobil taksi lainnya yang juga sedang menurunkan penumpangnya.


Dokter Adam Rendra dan juga Zulaikha turun dan kemudian melangkahkan kaki menuju ke ruang informasi.


Setelah menanyakan ruangan dokter kandungan, mereka segera mendaftar dan melangkahkan kaki menuju ke ruang dokter kandungan.


"Hai, dokter Adam Rendra!" panggil salah seseorang yang tak lain adalah petugas rumah sakit dibadian penerimaan dokter, perawat maupun karyawan baru rumah sakit itu.


"Hai, nona Risma ya?" balas Dokter ada Rendra sembari mengulurkan tangan dan Risma membalasnya.


"Dokter Adam Rendra? seperti pernah mendengar nama itu? tapi dimana?" ucap dalam hati Zulaikha seraya mengingat - ingat sebuah nama Adam Rendra.


Tadi saya mau menghubungi Anda, kalau anda diterima bekerja disini mulai Minggu depan" Ucap Risma sembari mengulas senyumnya.


"Baik, terima kasih informasinya!' ucap Adam Rendra dengan ramah.


"Ma'af saya masih ada pekerjaan. Permisi!" ucap Risma seraya menundukkan kepalanya.


"Iya sekali lagi terima kasih" balas Dokter Adam Rendra seraya menganggukkan kepalanya.


"Ayo nyonya Zulaikha!" ajak Dokter Adam Rendra untuk melanjutkan tujuan mereka.


"Iya, dokter Adam Rendra!" jawab Zulaikha seraya menatap Dokter Adam Rendra.


Dan tiba - tiba saja Zulaikha ingat apa yang dikatakan oleh mbok Tinah, kalau mbok Tinah mempunyai putra yang tak lain adik tiri Melisa. Dia juga bernama Adam Rendra yang sekarang ini sekolah di luar negeri yang juga mengambil jurusan seorang dokter.


"Dokter ini namanya sama dengan nama adik tiri kak Melisa!" gumam dalam hati Zulaikha yang penasaran dengan sesosok pemuda dihadapannya itu.


"Siapa yang nyonya panggil tadi?" tanya dokter Adam Rendra yang sangat terkejut, karena penyamarannya hampir terkuak.


"Dokter Adam Rendra, bukankan petugas tadi memanggil anda dengan sebutan Dokter Adam Rendra?" jawab sekaligus tanya Zulaikha yang memandang Dokter Adam Rendra dengan penuh selidik.


"Anda salah dengar nyonya!" Ucap Dokter Adam Rendra yang berusaha menutupi rahasianya.


"Telinga saya masih sehat dokter, Bukankah anda adik dari kak Melisa! istri pertama mas Danar?" tanya Zulaikha yang tanpa sadar dia keceplosan membuka rahasia.

__ADS_1


"Kak Melisa istri pertama? apa ada istri keduanya?" tanya dokter Adam Rendra yang penasaran dan menatap Zulaikha dengan penuh selidik.


"Astaghfirullah..!" Ucap kaget Zulaikha seraya menutup mulutnya dan mempercepat langkahnya.


"Hei, tunggu! jelaskan lah padaku!" seru dokter Adam Rendra yang berusaha mengejar Zulaikha, yang tanpa sadar mereka telah sampai di depan ruang dokter kandungan.


Zulaikha kemudian mencari tempat duduk yang kosong, karena antrian ibu - ibu muda yang sedang hamil lumayan banyak.


Zulaikha dan Dokter Adam Rendra duduk di kursi paling belakang, dan kesempatan itu digunakan oleh dokter Adam Rendra untuk mencari informasi tentang kakaknya melalui Zulaikha.


"Nyonya, coba jelaskan apa yang anda katakan tadi?" tanya dokter Adam Rendra yang penasaran.


"Ma'af ini privasi, aku tak berani menceritakannya!" bisik Zulaikha, karena ternyata percakapan mereka mengganggu yang lainnya.


"Baiklah aku coba pancing dia dengan cerita tentang aku, mungkin saja dia mau cerita!" gumam dalam hati dokter Adam Rendra yang kemudian dia bersiap untuk menceritakan siap dirinya.


"Nyonya, namaku memang Dokter Adam Rendra, aku adik dari Melisa istri tuan Danar. Namun aku seperti anak buangan. Karena sejak kecil selalu berada di luar negeri. Sejak meninggalnya papa, kak Melisa seolah tak ada kabar beritanya. Dia sama sekali tak mengirimiku uang untuk biaya hidup di luar negeri. Hingga terpaksa aku menjadi tukang cuci piring, bar tender dan yang terakhir si pembuat konten. Lumayanlah buat biaya hidup di luar negeri dan bisa menambah biaya lain saat masa kuliah. Karena terus terang kuliah saya gratis karena saya mendapat bea siswa setengahnya dan yang setengahnya sudah dibayar sama papa sebelum papa meninggal dunia." jelas dokter Adam Rendra.


Zulaikha terdiam dan mendengarkan penjelasan dari dokter Adam Rendra.


Ada perasaan salut dari dalam diri Zulaikha mana kala tahu, dokter Adam Rendra berusaha menghidupi dirinya sendiri tanpa harus terjerumus dalam dunia hitam yang setiap hari membayangi jika berada di luar negeri.


"Terus kenapa anda mengaku sebagai dokter Nugroho?" tanya Zulaikha yang penasaran.


"Itu karena saya ingin tahu dengan sebenarnya, kenapa kak Melisa menghentikan kiriman uangnya." jawab Dokter Adam Rendra seraya menatap Zulaikha.


"Oh, jadi begitu. Anda menyelidikinya dengan menyamar!'" bisik Zulaikha dan dijawab anggukan oleh dokter Adam Rendra.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2