
Mobil yang dikendarai Zahra terus melaju menyusuri jalan raya, dan tak berapa lama mereka telah sampai di depan Unit gawat darurat rumah sakit dimana dokter Adam Rendra dan dokter Samsu bertugas.
Dengan cepat perawat datang membawa Brankar dorong menghampiri mobil Zahra.
Dokter Adam Rendra dan Zulaikha membantu memindahkan tubuh mbok Tinah dari dalam mobil ke atas Brankar dorong yang dibawa oleh para perawat itu.
"Zulaikha, dokter Adam Rendra!" panggil Zahra.
"Ada apa Zahra?" tanya Zulaikha yang menatap sahabatnya.
"Sebaiknya kalian ikuti mbok Tinah, aku akan memarkirkan mobilku lebih dulu!" balas Zahra yang kemudian masuk kembali mobilnya.
"Baiklah!" ucap Zulaikha yang kemudian bersama Dokter Adam Rendra menyusul perawat yang membawa mbok Tinah.
Setelah memarkirkan mobilnya, Zahra melangkahkan kakinya mencari keberadaan Zulaikha dan dokter Adam Rendra.
Zahra melihat sahabatnya dan dokter Adam Rendra yang duduk di kursi ruang tunggu dengan gelisah.
"Bagaimana? apakah sudah ada pemberitahuan dari dokter?" tanya Zahra yang baru saja datang dan menghampiri Zulaikha dan juga dokter Adam Rendra.
"Belum, aku khewatir kalau terjadi sesuatu dengan mbok Tinah. Secara mbok Tinah sudah aku anggap seperti ibuku sendiri!" jawab Zulaikha yang berkali-kali menyeka air matanya.
Sementara itu Dokter Adam Rendra seperti merasakan sesuatu yang yang menyakiti hatinya.
"Aneh, yang terluka itu mbok Tinah. Kenapa aku juga merasakannya?" gumam dalam hati dokter Adam Rendra yang pandangannya jauh menatap ke arah pintu ruangan instalasi gawat darurat yang ada dihadapannya itu.
Tak berapa lama keluarlah seorang dokter dan juga seorang perawat dari ruang instalasi gawat darurat.
__ADS_1
"Ma'af adakah dari keluarga pasien penusukan?" tanya Dokter itu seraya menatap ke arah orang-orang yang sedang menunggu diruang tunggu.
"Kami dokter!" jawab Dokter Adam Rendra dan Zulaikha secara bersamaan.
"Ada yang perlu saya sampaikan sebentar. Bisa ke ruangan saya sebentar!" ucap dokter tersebut yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya.
Sementara perawat yang tadi bersama Dokter itu, memberitahukan keadaan pasien yang lainnya pada para keluarga pasien yang menunggu di ruang tunggu sedari tadi bersama Zulaikha dan yang lainnya.
Sesampainya di ruang dokter yang menangani mbok Tinah, Zulaikha dan juga Dokter Adam Rendra duduk di depan meja dimana dokter yang menangani mbok Tinah sedang diduduk menanti mereka berdua.
"Sebenarnya apa yang dokter Brian akan sampaikan pada kami?" tanya Dokter Adam Rendra yang membaca papan nama dokter yang menangani mbok Tinah itu dengan penasaran.
"Pasien yang bernama Sutinah ini, mengalami luka tusukan dibagian perutnya yang mengakibatkan dia harus mengeluarkan banyak darah. Dan ternyata golongan darah dari pasien yang bernama Sutinah ini adalah golongan darah AB, dimana Golongan Darah AB sangat sulit diketemukan. Karena itu katanya ada di stok kantung darah di rumah sakit ini." jelas dokter Brian itubseraya menatap Dokter Adam rendra dan juga Zulaikha.
"Golongan darah AB?" gumam Dokter Adam Rendra.
"Apakah Golongan darah O bisa menggantikan golongan darah AB jika belum menemukannya Dokter?" tanya Zulaikha yang terlihat khawatir akan keadaan Mbok Tinah.
"Yang saya tahu kalau hal itu tidak benar. Karena dasar penggolongan darah ABO adalah antigen (aglutinogen) pada eritrosit dan antibodi (aglutinin) pada plasma darah. Prinsip tranfusi darah adalah antigen tidak boleh bertemu antibodi yang sama (A dengan a maupun B dengan b). Dalam golongan darah O, tidak terdapat antigen namun memiliki antibodi a dan b. Jika di donorkan ke golongan darah lain, maka dalam beberapa kejadian masih bisa timbul kemungkinan aglutinasi (penggumpalan). Aglitunasi akan terjadi jika ada ketidakcocokan antara antigen dan antibodi." jelas dokter Adam Rendra yang pernah mempelajari tentang golongan darah.
"Iya sebenarnya, sejak dulu hal ini sudah diterapkan dalam dunia medis. Namun, mungkin beberapa sumber belum diperbarui. Para ahli medis menganjurkan untuk selalu melakukan tranfusi darah dengan golongan dan rhesus yang sama untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Jika melakukan donor untuk golongan darah yang berbeda, maka kemungkinan aglutinasi masih ada. Jangankan berbeda golongan darah, reaksi transfusi dari golongan darah dan rhesus yang sama pun masih perlu uji crossmatch." jelas Dokter Brian.
"Namun, sebagian pihak menilai donor universal tersebut tetap bisa dilakukan jika dalam keadaan sangat darurat, seperti adanya kekurangan jenis darah yang dibutuhkan atau ketika ada keadaan yang mengancam kehidupan pasien. Meski diperbolehkan dalam keadaan mendesak, para ahli medis tidak menganjurkan hal ini dilakukan." lanjut penjelasan dari dokter Brian.
"Jadi, seperti yang dijelaskan anggapan bahwa golongan darah O adalah donor universal dan AB sebagai resipien universal tak sepenuhnya benar. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, tranfusi dari dan ke tujuh golongan darah yang sama wajib dilakukan, kecuali ketika keadaan darurat." ucap Zulaikha yang menyimpulkan.
"Dokter, ambil saja darah saya. Golongan darah saya kebetulan AB. Dan saya dalam keadaan sehat dan tidak sedang dalam kondisi darah rendah!" ucap dokter Adam Rendra yang menawarkan diri.
__ADS_1
"Apa golongan darah Dokter Adam Rendra AB, jadi benar dia putra mbok Tinah?" gumam dalam hati Zulaikha.
"Baiklah, sebaiknya saya periksa terlebih dulu kondisi anda dokter Adam Rendra, Ini untuk lebih memantapkan keyakinan kita." ucap Dokter Brian.
"Oke, saya siap dokter!" ucap dokter Adam Rendra yang bangkit dari duduknya dan dokter Brian memberikan isyarat pada dokter Adam Rendra untuk melangkahkan kaki keluar dari ruangannya.
Mereka bertiga akhirnya keluar dari ruangan dan melangkahkan kaki kembali ke ruang instalasi gawat darurat, dimana nantinya dokter Adam Rendra akan menjalani transfusi darah.
Sesampainya di depan ruang instalasi gawat darurat, Dokter Adam Rendra berhenti dan demikian juga dengan Zulaikha.
"Dokter, semoga berhasil." pesan Zulaikha.
"Aamiin ya Robbal alaamiin, terima kasih." balas Dokter Adam Rendra dan keduanya berpisah di depan ruang instalasi gawat darurat tersebut.
Dokter Adam Rendra masuk dengan dokter Brian untuk menjalani transfusi darah, sementara Zulaikha menghampiri Zahra yang sedari tadi duduk di ruang tunggu.
"Zulaikha, apakah yang disampaikan dokter yang merawat Mbok Tinah adalah hal yang penting?" tanya Zahra yang penasaran.
"Iya, mbok Tinah kehilangan banyak darah dan dia minta di transfusi darah yang bergolongan AB. Dan kebetulan golongan darah itu ada pada Dokter Adam Rendra." jelas Zulaikha.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...