
Danar yang mendengar suara Melisa sangatlah terkejut dan dia mencoba bangkit dari posisinya terbaring diatas sofa itu.
"Mas Danar kenapa ada disini?" tanya Melisa yang penasaran.
"A..aku sedikit pusing" jawab Danar yang kembali duduk pada saat istri pertamanya menghampiri dirinya.
"Mas Danar sakit?" tanya Melisa yang kemudian duduk disamping Danar dan memegang dahi untuk memeriksa suhu badan suaminya.
"Sedikit panas!" ucap Melisa saat mengukur suhu dahinya dengan suhu dahi Danar.
"Iya, tadi sudah minum obat" ucap Danar.
"Bower! kemarilah!" panggil Melisa pada sopir pribadi mereka.
"Iya nyonya!''sahut Bower.
"Tolong kamu tuntun tuan Danar sampai ke makar ya!" perintah Melisa.
"Ba..baik nyonya!" balsa Bower yang kemudian menuntun Danar untuk melangkahkan kaki mereka menuju ke kamar Danar.
Sementara Zulaikha yang melihat suaminya dibawa ke kamar atas, kemudian dia kembali ke dapur dan melakukan tugasnya untuk membersihkan rumah besar itu.
Sore berganti malam, dan malam berganti dini hari.
Setelah sholat malam, Zulaikha merasakan ada perubahan di tubuhnya terutama di dadanya.
Tiba-tiba dia merasakan kalau perutnya sedang kembung, dan tiba- tiba perut kram.
Tak tahan lagi merasakan kondisi tubuh terutama bagian perutnya, yang serasa mual dan ingin muntah-muntah.
Zulaikha bergegas melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, karena sudah tak tahan lagi untuk mengeluarkan isi perutnya.
"Huekk...huekk...hueekk...!"
Zulikha muntah-muntah, namun tak mengeluarkan isi perutnya.
"A..aku kenapa? apa aku masuk angin ya?" tanya dalam hati Zulaikha yang menebak kondisi tubuhnya.
"Huekk....huekk....huekk....!"
Kembali Zulaikha muntah-muntah dan kali dia merasakan tubuhnya yang lemas dan lelah.
Dengan tertatih-tatih Zulaikha berjalan dengan berpegangan oada tembok-tembok pemisah antara sumur dengan bagian rumah lainya.
"Apa mungkin aku tertular penyakitnya tuan Danar ya? karena kemarin seharian tuan Danar yang sakit berada di kamarku." gumam dalam hati Zulaikha.
"Tidur sebentar mungkin bisa mengembalikan kondisi tubuhku" ucap Zulaikha dalam hati.
Zulaikha melangkahkan kaki kembali ke kamarnya, dan dia mulai merebahkan dirinya.
Perlahan-lahan dia memejamkan kedua matanya dan masuk ke alam mimpinya.
Adzan Subuh berkumandang, menyerukan umat muslim untuk segera bangun dari tidurnya dan segera menunaikan ibadah sholat wajib dua reka'at.
Mbok Tinah keluar dari kamarnya dan melangkahkan kaki menuju ke sumur untuk berwudlu.
Setelah berwudlu, Mbok Tinah kembali menuju ke kamarnya untuk menjalankan ibadah sholat subuh.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mbok Tinah keluar dari kamar tidurnya dan melangkahkan kaki menuju ke dapur.
Mbok Tinah merasakan suatu keanehan, karena ada hal yang tak biasa dia lihat.
"Biasanya Zulaikha menyapaku, pagi ini kenapa tidak ya?" tanya dalam hati mbok Tinah yang celingukan mencari keberadaan Zulaikha.
"Apakah dia belum bangun dari tidurnya?":gumam dalam hati mbok Tinah yang kemudian menyempatkan diri melangkahkan kakinya menuju ke kamar Zulaikha.
Sesampainya di depan kamar Zulaikha, Mbok Tinah segera mengetuk pintu kamar Zulaikha.
"Tokk...tokk....tokk...!"
"Assalamu'alaikum.., Zulaikha... Zulaikha...!" ucap salam dan panggil Mbok Tinah.
"Tokk...tokk....tokk...!"
"Assalamu'alaikum.., Zulaikha... Zulaikha...!" sekali lagi mbok Tinah memanggil Zulaikha.
"Wa'alaikumsalam...," balas suara yang lemah dari dalam kamar, yang tak lain adalah Zulaikha.
Istri kedua Danar itu membukakan pintu dan melihat mbok Tinah ada di hadapan.
"Zulaikha, tumben kamu belum bangun?" tanya mbok Tinah lirih dan hanya Zulaikha saja yang mendengarkan suara mbok Tinah.
"Iya, mbok! tiba-tiba Ika merasa tidak enak badan." jawab Zulaikha yang menepi dan mbok Tinah masuk ke kamar Zulaikha.
"Wajah kamu pucat dan badan kamu sedikit panas!" ucap mbok Tinah seraya menempelkan telapak tangannya di dahi dan leher Zulaikha.
"Kalau begitu, kamu istirahat dulu. Nanti kalau tubuh kamu sudah membaik, bisa kembali bekerja seperti biasanya" ucap mbok Tinah seraya mengulas senyumnya.
"Ba..baik mbok!' seru Zulaikha yang membalas ucapan mbok Tinah.
"I..iya mbok, Ika juga mau ke sumur. Mau ambil wudlu dan sholat subuh" ucap Zullaikha.
Mbok Tinah kembali ke dapur dan Zulaikha melangkahkan kakinya menuju ke sumur untuk berwudlu dan dilanjutkan sholat Subuh.
Setelah sholat subuh, Zulaikha hanya menyapu dan tidak mengepel. Karena hari telah beranjak pagi dan matahari sudah menampakkan dirinya.
Mbok Tinah memindahkan makanannya ke meja makan, Zulaikha mencuci pakaian dengan mesin cuci.
Setelah itu Zulaikha menjemur pakaian yang telah dicucinya.
Danar dan Melisa sarapan, berdua dan beberapa menit kemudian mereka menyelesaikan sarapan mereka.
"Mas, mas yakin mau kerja?" tanya Melisa yang meminum minumannya.
"Iya, mas sudah sehat. Jangan khawatir!" ucap Danar yang meyakinkan istrinya.
"Tapi kalau capek jangan dipaksakan ya mas!" seru Melisa yang mengkhawatirkan keadaan suaminya.
"Iya sayang!" ucap Danar seraya mengusap pipi istrinya.
Tiba-tiba terdengar teriakan seorang wanita.
"Tuan...nyonya...Bower...tolong..!"
"Ada apa mbok Tinah ?" tanya Danar dan Melisa yang hampir bersamaan.
__ADS_1
"Tu..tuan, Ika..Ika pingsan!" jawab mbok Tinah yang penuh dengan kecemasannya.
"Zulaikha maksud mbok Tinah?" tanya Danar yang meyakinkan pendengarannya.
"Iya tuan!" jawab mbok Tinah yang khawatir.
Tanpa menunggu lagi Danar mencari keberadaan Zulaikha yang sedang pingsan, tak sadarkan diri itu.
Dan Danar menemukan Zulaikha yang jatuh pingsan saat berada di dapur.
Danar dengan segera membopong tubuh Zulaikha ke ruang tamu, dan dibaringkannya tubuh Zulaikha diatas sofa.
Mbok Tinah segera mencari minyak gosok dan kemudian mengusapkan minyak gosok itu pada hidung dan pelipis kanan dan juga kiri Zulaikha.
Cukup lama mbok Tinah membalurkan minyak gosok itu.
Akhirnya Zulaikha sadar juga, dan dengan wajah pucatnya menatap ke arah mbok Tinah, Danar dan juga Melisa.
"A..aku kenapa mbok?" tanya Cinta yang penasaran.
"Kamu tadi pingsan, apa kamu pernah telat makan atau punya riwayat penyakit lambung?" tanya Mbok Tinah yang penasaran.
"Tidak pernah mbok!" ucap Zulaikha yang memang apa adanya.
"Sebentar lagi dokter akan kemari, sekalian akan memeriksa mas Danar." ucap Melisa seraya melihat ke arah Danar .
"Memeriksa aku? aku kan sudah sembuh!" seru Danar yang menatap Melisa.
"Aku kan ingin suamiku sembuh total!" balas Melisa.
"Terserah kamulah!" ucap Danar yang kemudian duduk di sofa yang lain.
Tak berapa lama, terdengar pintu depan rumah ada yang mengetuknya.
"Tok...tok...tokk...!"
"Mbok Tinah, coba buka pintunya!" seru Melisa.
"Baik nyonya!" balas Mbok Tinah yang kemudian bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke pintu depan rumah.
"Klek..klek...ceklek..!"
Pintu itu telah terbuka, dan mbok Tinah mengenal siapa tamu majikannya itu.
"Assalamu'alaikum..Selamat pagi!" ucap salam seorang laki-laki paruh baya yang memakai pakaian serba putih itu
"Wa'alaikumsalam... Selamat pagi juga Dokter Samsu! silahkan masuk, anda ditunggu nyonya." ucap Mbok Tinah pada saat di sapa oleh dokter itu.
"Baik, terima kasih" balas dokter tersebut yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke rumah besar itu dan menghampiri Melisa dan Danar.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift -ⁿmaupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...