GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Sumber Kekayaan Melisa


__ADS_3

"Apakah suami dari Zulaikha adalah Kakak ipar Zulaikha" Gumam dalam hati dokter Adam Rendra yang mulai curiga.


"Aku yakin kalau mereka pasti ada sesuatu!" kembali dokter Adam Rendra menggumam.


Tak terasa mereka telah sampai di rumah yang tadi siang mereka bersihkan dan mereka cat.


Setelah menepi dan mobil yang mereka tumpangi berhenti, Dokter Adam Rendra turun dari mobil.


"Saya langsung saja dokter Adam Rendra, Assalamu'alaikum" Ucap pamit Dokter Samsu pada dokter Adam Rendra seraya melambaikan tangannya.


"Wa'alaikumsalam" balas Dokter Adam Rendra yangjuga melambaikan tangannya.


Dokter Samsu kemudian melajukan kendaraannya menuju ke rumahnya, sementara itu dokter Adam Rendra masuk ke rumah setelah mobil yang dikendarai dokter Samsu melaju menjauh dari dokter Adam Rendra.


Setelah masuk dan membersihkan diri, dokter Adam Rendra berwudlu dan menunaikan sholat Isya.


Selesai menyelesaikan sholat Isya', Dokter Adam Rendra mulai membaringkan tubuhnya.


"Sepertinya besok pagi aku harus bertemu Zulaikha!" gumam dalam hati Dokter Adam Rendra sembari berpikir. Tak berapa lama dokter Adam Rendra mulai memejamkan kedua matanya dan mulai masuk ke dalam mimpinya.


...****...


Sementara itu di rumah Melisa, Melisa dan Danar masih berada di halaman rumahnya.


Keduanya melangkahkan kaki masuk ke rumah dan Danar menutup dan menguncinya.


"Mas malam ini temani Melisa ya?" pinta Melisa sembari memegang tangan kanan Danar.Dan Danar melihat ke arah istrinya seraya menganggukkan kepalanya.


"Iya sayang" jawab Danar dengan mengulas senyumnya.


Keduanya kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamar Melisa sembari berangkulan dengan mesra.


Sementara itu Zulaikha yang keluar dari kamar dan hendak mengambil air minum, tiba - tiba dia menyembunyikan dirinya di balik tembok pembatas ruangan ketika melihat Suaminya dengan istri pertamanya.


"Jika aku keluar, mungkin mereka tidak akan semesta ini" ucap dalam hati Zulaikha yang kemudian melangkahkan kakinya ke dapur mana kala melihat Danar dan Melisa sudah masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Setelah mengambil air minum dan meminumnya, Zulaikha kembali melangkahkan kakinya masuk ke kamarnya. Dan kemudian mengunci pintu kamarnya, dia kembali melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya.


Perlahan - perlahan Zulaikha memejamkan kedua matanya dan dia terlelap dalam tidurnya.


Sementara itu Danar dan Melisa yang telah masuk ke dalam kamar dan mengunci kamar tersebut.


"Mas, kenapa sih mas harus punya istri kedua? kenapa mas Danar kembali punya wanita lain selain aku?" pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari bibir Melisa yang sangat mencintai Danar.


Karena dalam pernikahan ini, yang mencintai Danar itu adalah Melisa dan Danar hanya menginginkan harta dari Melisa yang harta kekayaannya dari kedua orang tua Melisa dan juga dia menguasai semua harta warisan ayahnya untuk Adam Rendra.


Karena Melisa tahu kalau Adam Rendra itu adik tirinya, karena itu dia hendak menguasai semua harta ayahnya tanpa memberi sepeserpun pada adik tirinya Adam Rendra.


Selain dari Harta kedua orang tuanya, Melisa juga mempunyai harta dari suami pertamanya sebelum dengan Danar. Suami pertamanya sudah meninggal dan ternyata meninggalkan beberapa aset perumahan dan tabungan untuk Melisa.


Istri pertama Danar itu juga pebisnis online, banya kios online yang dia punya. Dan rata - rata penghasilannya sehari lebih dari satu juta. Jl itulah yang membuat Melisa tajir melintir, sehingga Danar tak ingin melepaskannya sebelum dia bisa menguasai sebagian dari harta Melisa.


Karena keinginan terdalam dari seorang Danar adalah ingin hidup berdua dengan Zulaikha yang sudah mengandung anaknya.


Harta ayah Melisa yang berupa sebuah rumah sederhana yang saat ini ditinggali Adam Rendra, luput dari incarannya. Karena rumah itu telah lama diberikan pada Dokter Samsu.


Adam Rendra tak mengetahui kalau dia hanya anak tiri, dan ibunya adalah mbok Tinah. Yang rela tetap menjadi pembantu dirumah besar Melisa, karena ingin mengetahui kabar putranya yang berada di luar negeri. Yang secara tidak langsung dibuang atau diusir oleh Melisa dari keluarganya dengan alasan pendidikan. Dan sesampainya diluar negeri, Melisa menghentikan dana untuk kuliah dan kehidupan Adam Rendra di luar negeri.


Tapi selama di luar negeri, Adam Rendra yang tak punya uang tak menyerah. Dia bekerja serabutan, kadang sebagai pencuci piring dan kadang pemetik buah. Semua itu dia lakukan di luar jam kuliahnya, dan terkadang dia juga membuat konten media sosial.


Karena itulah dia bisa menghidupi dirinya dan membiayai kuliahnya, Dan Saat ini dia pulang ke rumah orang tuanya, karena ingin tahu apa yang terjadi di rumahnya selama bertahun - tahun hingga tak ada dana untuk biaya dia selama diluar negeri.


Namun setelah melihat Zulaikha, dokter Adam Rendra sedikit melupakan permasalahannya. Karena dia tertarik dan penasaran dengan siapa itu pembantu baru di rumah kakaknya itu.


Kembali dengan Melisa yang mengetahui kalau dokter Adam Rendra itu adalah adik tirinya, namun Melisa tak mengetahui kalau mbok Tinah itu adalah ibu tirinya yang selama ini mengurus segala keperluannya.


"Ma'afkan aku sayang, karena mas Danar ini ingin mempunyai keturunan. Dan dari pernikahan kita yang selama bertahun - tahun ini, kenapa kamu tidak juga hamil? karena itulah mas ingin mengetahui, kalau mas ini bisa mempunyai keturunan atau tidak. Itu saja sayang." jawab Danar saat berhadapan dengan Melisa.


"Apa mas kira kalau Melisa yang mandul begitu?" tanya Melisa yang sedikit kecewa.


"Sayang, kita punya anak atau tidak mas Danar tetap akan mencintaimu. Percayalah pada suamimu ini ya?" ucap Danar yang mulai merayu istri pertamanya, karena dia tahu tabiat istri pertamanya yang selalu ingin menang sendiri dan selalu ingin dipuji.

__ADS_1


"Aku percaya mas, aku mencintaimu" Ucap Melisa dengan mesra dan dia mulai mengalungkan tangannya di pundak Danar dan membiarkan Danar menciumi wajahnya karena itulah yang dia sukai, sentuhan Danar suaminya.


Danar terus mencumbui istrinya dengan intens dan Melisa selalu membalasnya hingga kedua mulut mereka saling beradu.


Cukup lama mereka bermain dengan beradu mulut dan tangan Danar mulai menelisik ke dalam baju Melisa ,


Dengan lembut jari - jari tangan Danar menelusuri perut dana naik ke atas perut dan bermain di dua gundukan kembar Melisa.


Demikian pula dengan Melisa yang jari-jari tangannya mulai menelisik ke punggung dan terus mengusap punggung suaminya dengan lembut.


Keduanya larut dalam kenikmatan mereka, dan satu persatu mereka menanggalkan pakaian mereka tanpa melepas permainan bibir mereka.


Melisa melepaskan permainan bibirnya dan dia membaringkan tubuhnya di tempat tidur dengan posisi terlentang tanpa sehelai benang yang menutupinya.


Demikian pula dengan Danar yang masih berdiri dan menghampiri tempat tidur dengan keadaannya yang juga dalam kondisi polos tanpa sehelai benang yang melekat di tubuhnya.


Danar terus memandangi istri pertamanya dan perlahan dia naik ke tempat tidur dan kini posisinya berada diatas Melisa.


Keduanya mulai beradu kenikmatan diatas ranjang itu, tanpa mengingat waktu semakin larut malam.


Pergumulan suami istri itu berlangsung hingga keringat membasahi tubuh keduanya, dan akhirnya Melisa tertidur pulas karena puas dan kecapekan.


Danar mengambil selimut, dan menyelimuti Melisa dan juga dirinya. Keduanya tidur dengan satu selimut menutupi tubuh polos keduanya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2