GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Peristiwa Dini Hari


__ADS_3

"Ya Allah, semoga ini untuk kebaikan semuanya. Aamiin ya Robbal alaamiin." doa dalam hati Zulaikha yang terus menyimak cerita mbok Tinah.


Jam dinding menunjukkan pukul 21.00, Zulaikha telah menyelesaikan tugas menyetrikanya. Dan mbok Tinah telah kembali ke kamarnya untuk menunaikan sholat Isya' dan beristirahat.


Zulaikha pun demikian, dia mengambil wudlu di sumur dan kamar mandi yang terpisah dari kamar tidurnya.


Setelah itu Zulaikha kembali ke dalam kamarnya dan menunaikan sholat Isya'. Dan kemudian dia berbaring diatas tikar pemberian mbok Tinah tadi siang.


"Ah sudahlah, walaupun aku juga istri tuan Danar, aku menyadari aku cuma istri siri. Tak boleh berharap mendapat fasilitas seperti istri pertama. Karena sebenarnya kalau dipikir, suamiku juga menumpang dengan istri pertamanya" gumam dalam hati Zulaikha saat merenung sebelum memejamkan kedua matanya.


Kemudian Zulaikha berdo'a dan perlahan dia memejamkan kedua matanya, Zulaikha larut dalam mimpinya.


Malam semakin larut, mobil mewah yang dikemudikan Bower telah tiba dan terparkir di halaman rumah besar kediaman Melisa.


Nampak Danar dan Bower keluar dari pintu mobil, dan Danar melangkahkan kaki memutar menghampiri pintu yang bagian lain yang sudah dibukakan oleh Bower.


Kemudian Danar masuk dan membopong Melisa yang dalam kondisi mabuk berat.


Danar melangkahkan kaki meninggalkan mobil, sementara Bower menutup pintu mobil dan melangkahkan kakinya mendahului majikan sekaligus temannya.


Boxer mengambil kunci duplikat rumah yang dibawanya dan kemudian membukakan pintu pada saat sudah sampai di depan pintu rumah kediaman Danar dan Melisa itu.


Setelah masuk rumah, Danar melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya dan diikuti Bower yang sebelumnya menutup dan mengunci pintu depan rumah tersebut.


Langkah Danar dan Bower berhenti pada saat sudah sampai di depan pintu kamarnya.


Bower kemudian membukakan pintu kamar tersebut.


"Sudah sampai disini saja, semua sudah dapat aku kendalikan!" ucap seru Danar pada Bower.


"Baiklah, kalau perlu apa-apa aku ada di kamarku" balas Bower yang kemudian membalikkan badannya.


"Iya dan tutup kembali pintunya!" seru Danar yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur.


"Huh! andai saja kamu dari keluarga miskin, mana mungkin aku mau membopong kamu setiap kali party! Akan aku biarkan kamu disana sampai ada yang membangunkan kamu!" gerutu dalam hati Danar pada saat membaringkan Melisa di tempat tidurnya.


Danar membenarkan posisi tidur Melisa, dan tiba-tiba terbatuk-batuk dan dia muntah-muntah di tepi tempat tidur.


"Hukk ..Hukk...huekkk....hueekkk..!"


"Ah sial! kenapa muntah-muntah di situ sih!' gerutu Danar dengan kesal.


Danar kemudian membersihkan wajah dan tangan Melisa yang terkena muntahan Melisa dengan tisu.


"Semoga mbok Tinah apa Zulaikha masih terjaga, aku butuh bantuan mereka untuk membersihkan bekas muntahan Melisa!" gumam dalam hati Danar yang kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan menuju ke kamar pembantu.

__ADS_1


"Kamar mbok Tinah sudah gelap, seperti ya simbok sudah tertidur dengan pulasnya" ucap dalam hati Danar saat sudah sampai di depan kamar mbok Tinah.


Danar tak enak hati membangunkan mbok Tinah, sayup-sayup Danar mendengar seseorang mengaji dengan merdunya.


Penasaran Danar mencari sumber suara itu.


Dia melangkah melewati gudang dan sampailah di kamar yang paling sudut.


"Kamar siapakah ini? apakah yang ada di dalam kamar ini Zulaikha?" gumam dalam hati Danar yang penasaran.


"Tokk...tok...tokk...!"


Danar mengetuk pintu dengan pelan-pelan namun bisa di dengar dari dalam kamar.


Mendengar suara pintu kamar ya yang diketuk, Zulaikha kemudian mengakhiri mengajinya malam itu dan membukakan pintu tersebut.


Dilihatnya wajah suaminya yang ada di depan pintu kamarnya saat ini.


"Tu..tuan, ada apa?" tanya Zulaikha yang sangat terkejut akan kedatangan suaminya yang tiba-tiba di depan kamarnya.


"Jadi yang mengaji tadi itu kamu zulaikha!" seru Danar yang penasaran tapi sedikit lega.


"I..iya tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Zulaikha yang menawarkan diri.


"Bantuan? bantuan apa tuan?" tanya Zulaikha yang penasaran.


"Melisa sedang mabuk berat dan dia tadi muntah-muntah di samping tempat tidur. Apa kamu bisa membersihkannya?"jawab sekaligus tanya Danar seraya menatap wajah Zulaikha yang terlihat bersinar.


"Perempuan ini, wajahnya membuat hatiku berdebar!" kata dalam hati Danar yang tak henti-hentinya menatap Zulaikha.


"Bi..bisa, itu tugas saya untuk membersihkannya" ucap Zulaikha yang kemudian keluar dari kamar dan mengambil peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan muntahan itu.


Danar melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya dan diikuti dengan Zulaikha yang membawa peralatan kebersihan di tangannya.


Danar membukakan pintu dan Zulaikha masuk ke kamar Danar menebarkan pandangannya ke setiap sudut kamar.


Dan dia mendapati tempat tidur dimana Melisa yang terbaring tak berdaya di tempat tidurnya.


Zulaikha mulai mengerjakan tugasnya, sedangkan Danar menutup dan mengunci pintu kamarnya.


Tiba-tiba saja timbul niatnya untuk meminta jatah pada Zulaikha, istri keduanya itu.


Zulaikha membuang muntahan Melisa di kamar mandi, walaupun merasa jijik tapi tetap dia tahan. Mengingat hal ini adalah tugasnya.


Kemudian Zulaikha mengepel bekas muntahan tadi dan kemudian membersihkan peralatan kebersihannya di kamar mandi yang berada di dalam kamar itu.

__ADS_1


Tanpa Zulaikha sadari, Danar masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci kamar mandi itu.


Setelah selesai mencuci semua peralatan, Zulaikha berniat kembali ke kamarnya.


Baru saja Zulaikha membalikkan badannya, tiba-tiba mulutnya ada yang membekap dan dia tahu siapa yang membekapnya, yaitu suaminya.


"Tu..tuan!" panggil Zulaikha yang sangat terkejut.


"Ssst...diam jangan berisik!" bisik Danar di telinga Zulaikha.


Zulaikha menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti maksud dari suaminya itu.


"Bagus, istri yang Solehah!" bisik Danar yang mulai beraksi mencium kedua pipi Zulaikha dan lanjut ke bibir Zulaikha.


Belum sempat bibir Danar sampai di bibir Zulaikha, istri kedua Danar itu menarik bibirnya dan menutup mulutnya karena mencium bau yang menyengat dan aneh yang belum pernah dia cium dan rasakan.


"Hei, kamu kenapa?" tanya Danar yang merasa heran dengan tingkah isteri keduanya itu.


"Tu...tuan habis minum apa?" tanya Zulaikha yang penasaran.


"Oh, tadi habis party. Ya tentunya minuman keraslah!" jawab Danar sembari mengulas senyumnya.


"Minuman keras? astaghfirullah! tuan sebaiknya gosok gigi dulu, kalau mau mencium saya" ucap Zulaikha dengan nada lirih namun masih bisa didengarkan oleh Danar.


"Gosok gigi ya! ok, akan aku lakukan!" seru Danar yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke wastafel dan mengambil sikat gigi dan juga odolnya.


Danar mulai menggosok giginya, dan dalam hati sedikit menggerutu dengan sikap istri keduanya itu.


"Awas saja, aku akan melahapmu habis-habisan!" gerutu dalam hati Danar yang telah selesai menggosok giginya.


Sementara itu Zulaikha yang tak bisa keluar, terpaksa tetap diam ditempat dan dia pasrah jika akan di lahap suaminya malam ini di kamar mandi itu juga.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


,


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2