
"Rumah sakit? terima kasih atas informasinya. Kami akan mencarinya sekarang juga" ucap Baim yang sedikit lega karena ada harapan bertemu dengan Zulaikha.
"Iya, silahkan" ucap Bower seraya menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, kami permisi. Selamat siang!" ucap pamit polisi pertama seraya mengulurkan tangannya pada Bower dan Bower menyambutnya juga dengan menjabat tangan polisi pertama berikut polisi yang kedua.
Dan selanjutnya dengan Baim, sementara Zahra menangkupkan telapak tangannya karena Bower bukan muhrimnya.
"Assalamu'alaikum!" ucap salam dari Baim dan Zahra secara bersamaan.
"Wa'alaikumsalam!" jawab Bower yang memandang kedua polisi dan seorang pemuda dan seorang pemudi itu, yang melangkahkan kaki mereka meninggalkan Bower dan menuju ke kendaraan masing-masing.
Bower kemudian menutup pintu dan kembali menguncinya. Dia menarik nafasnya secara kasar dan membuangnya dengan kasar pula.
"Ha...ha... akhirnya Danar Aji kecelakaan juga! kenapa tidak mati sekalian, kenapa juga dia masih hidup!" gerutu Bower dengan kesal.
Sopir itu melangkahkan kakinya naik ke anak tangga dan menuju ke kamar dimana majikan perempuannya yang masih tidur dalam keadaan polos tanpa sehelai pakaian pun.
Bower menyunggingkan senyum kemenangannya, dan dia kembali naik ke atas tempat tidur.
Kembali seperti serigala yang mendapatkan incarannya, Bower mulai beraksi hendak bercocok tanam dengan Melisa lagi.
Bower memposisikan tubuh Melisa yang miring dengan sebagaimana mestinya, kemudian mengusap wajah Melisa dari kepala hingga ke pipi majikan perempuannya.
Dibelainya bibir Melisa yang merah merekah itu dengan lembut menggunakan jari telunjuknya.
"Kau akan jadi milikku, milikku! tak peduli Danar yang saat ini terkapar di rumah sakit.....!" racau Bower yang mulai menciumi wajah , dan dilanjutkan dengan bermain di bibir majikan perempuan yang ada dihadapannya saat ini.
Nafas Bower mulai memburu, itu menandakan hasrat kelakuannya telah mincul.
Tangan kiri Bower menyangga tubuhnya dan tangan kanannya mulai bergerilya.
Perlahan tangan kanan itu menyusuri perut bagian atas Melisa dan mendapati dua gundukan milik Sri yang begitu kenyal baginya.
Bower yang saat ini dalam posisi menikmati bibir bertemu bibir dan juga tangannya yang sibuk bermain di dua gundukan milik Melisa.
Setelah puas dengan aksinya itu, Bower langsung menyerang dua gundukan Sri secara bergantian, dan melisa sedikit menggeliat.
Merasa belum puas dengan aksinya itu, Bower menciumi dada hingga perut Melisa dengan hasratnya yang sedang memburu.
__ADS_1
Aksi Bower itu kemudian menuju ke milik Melisa yang ada di bagian bawah perut perempuan itu.
Bower melepaskan pakaiannya satu persatu, dan dengan nafas yang semakin menggebu, sopir itu kembali mulai menggerayangi tubuh majikan perempuannya yang masih memejamkan kedua matanya itu.
Laki-laki itu menindih Melisa dan kemudian beraksi menempelkan miliknya ke milik Melisa.
Sementara itu Melisa dalam tidurnya merasakan ada sesuatu yang masuk dengan paksa di miliknya, perlahan dia membuka kedua matanya.
"Aaagh...! apa yang kamu lakukan!" seru Melisa yang berusaha memberontak dan berusaha mendorong tubuh Bower yang ada dihadapannya.
Bower mengetahui kalau Melisa sudah bangun dari tidurnya, dan saat ini sedang meronta-ronta. Kemudian dia memperkuat pegangannya pada tangan Melisa yang sebelumnya telah direntangkannya.
"Kenapa kau lakukan ini padaku?" tanya Melisa dengan sedikit nada tinggi.
"Aku hanya kasihan pada nyonya" jawab Bower yang berada di atas Melisa dan kedua milik mereka yang masih menempel.
"Apa maksud kamu?" tanya Melisa yang penasaran dengan jawaban Bower.
"Nyonya, nyonya kan yang punya segalanya. Rumah, perkebunan dan semuanya, tapi kenapa nyonya selalu ditindas oleh suami nyonya!'" balas Bower lirih namun tetap bisa didengarkan oleh Melisa.
"Aku yang ditindas suamiku?" tanya Melisa yang semakin penasaran.
Melisa terdiam memikirkan apa yang dikatakan oleh Bower yang saat ini ada diatasnya, sementara Bower sibuk membelai rambut Melisa dengan lembut.
"Nyonya akan lihat perbedaan permainanku dengan permainan Danar. Mana yang lebih kuat, nyonya bisa membandingkannya" bisik Bower yang berhasil membuat Melisa penasaran.
"Tapi bagaimana jika mas Danar datang? pasti dia akan sangat marah! aku tak mau berpisah dengan mas Danar!" balas Melisa yang juga berbisik.
"Tenang saja, kita melakukannya saat Danar tidak ada dirumah." balas Bower sembari membelai wajah dan turun ke leher dan seterusnya, membuat Melisa menggeliat dan mulai timbul keinginannya mencoba apa yang dikatakan oleh Bower.
"Baiklah Bower, aku juga ingin merasakan seperti apa bermain dengan kamu. Apakah kamu sekuat suamiku!" seru Melisa yang tangannya mulai bergerak ke wajah Bower dan membelai dengan lembut wajah sopir yang saat ini ada diatasnya.
Bower tersenyum karena rayuannya yang berhasil membuat Melisa mau bermain dengannya, dan Melisa juga membalas senyuman Bower. Karena dia akan mendapatkan sensasi yang lain saat bermain dengan Bower.
Melisa meremass rambut Bower, saat Bower memulai permainannya.
Sopir yang sudah mendapat ijin dari majikan perempuannya itu, menciumi kening dan pipi Melisa.
Bower menghentikan aksinya dan melihat ke wajah Melisa.
__ADS_1
"Kenapa berhenti?" tanya Melisa yang penasaran, karena gairrahnya mulai menggebu.
"Kamu cantik, sangat cantik!" ucap Bower yang membuat Melisa tersenyum malu.
Bower kemudian mengarahkan bibirnya ke bibir Melisa, dan akhirnya
kedua bibir itu saling beradu dan jari tangan kanan Bower pun beraksi ke gundukan kembar Melisa.
Melisa menggeliat dan membuat Bower semakin menggebu, dan terus melakukannya.
Permainan bibir itu berhenti karena Melisa yang mau mengambil nafasnya, sementara bibir Bower menyusuri leher hingga ke gundukan kembar Melisa.
Bower pun mencicipi kedua gunung Melisa, dan Melisa merasakan geli bercampur dengan hasratnya yang menggebu. Dia menggeliat dan membuat Bower semakin bersemangat, karena batang singkongnya mulai mengeras dan berdiri.
"Aku akan melakukannya, dan kita nikmati bersama ya Melisa sayang" ucap Bower yang mulai berani memanggil nama pada majikannya.
"Lakukanlah, aku juga ingin merasakan seberapa hebatnya milik kamu itu!" balas Melisa yang siap dengan permainanya.
Mendapat lampu hijau dari si empu kue apem, Bower tak ragu-ragu lagi menyatukan miliknya dengan milik Melisa.
Perlahan-lahan Bower memompa dan Melisa yang merasakan batang singkong lain selain punya suaminya yang menjelajahi miliknya.
Majikan perempuan itu merasakan perbedaannya, dan ketika Bower mempercepat dan semakin cepat gerakannya memompa membuat tempat tidur yang menopang mereka bergetar dengan hebat.
"Oh...Oh...!" racau Melisa yang menikmati serangan Bower, dan keringat mengucur ditubuh Bower serta nafasnya yang mulai tak beraturan.
Walau sempat berhenti, Bower masih terus menyerang Melisa. Hingga keduanya saling menuai kenikmatan dalam permainan diatas ranjang itu.
Setelah keduanya sampai dititik puncak mereka, Bower merebahkan dirinya disamping Melisa dan mereka tertidur dengan saling berpelukan, setelah puas dan keletihan.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...