GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Merobek cek 500 juta


__ADS_3

Dan disaat mereka sampai di ruang tamu, mereka tidak menyangka saat melihat sorot pandangan tidak suka di kedua mata Danar.


"Assalamu' Alaikum!" ucap salam Zulaikha dan yang lainnya pada saat saling berhadapan dengan Danar, Melisa dan Bower.


Ucapan salam mereka tak dibalas oleh Danar, Melisa dan juga Bower.


Mbok Tinah yang sedari tadi punya perasaan tak enak, sekarang ini merasakan gelisah yang tak tentu rasanya.


Zulaikha segera menghampiri Danar dan mencoba meraih punggung tangan kanan suaminya, kemudian dia mencium punggung tangan kanan suaminya itu.


"Dari mana saja kalian!" seru Danar yang menatap dokter Adam Rendra dengan tajam. Api cemburu telah membakar hati suami Zulaikha itu.


"Kami habis mengantar Baim adik tiriku ke rumah sakit dan juga hendak menjenguk mas Danar, tapi ternyata mas Danar sudah pulang. Jadi kami pun pulang kemari." jawab Zulaikha dengan apa adanya.


"Hei kau!" seru Danar seraya menunjuk ke arah dokter Adam Rendra.


"Saya?" tanya dokter Adam Rendra yang menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, siapa lagi! kamu itu cuma dokter pengganti dokter sebelumnya, jangan macam-macam dengan istriku!" seru Danar yang menghampiri dokter Adam Rendra dan meraih kerah dokter muda itu.


"Macam-macam dengan istri anda? saya itu mengantarkan istri anda wira-wiri ke rumah sakit, sementara sopir andalah yang melukai adik tiri nyonya muda!" balas dokter Adam Rendra dengan berseru.


"Halah itu cuma alasan kamu untuk mendekati, istri mudaku!" seru Danar yang sudah tak dapat menerima pendapat orang lain lagi.


Danar melayangkan kepalan tangan kanannya ke arah pipi dokter Adam Rendra, dengan cepat dokter muda itu menangkap kepalan tangan Danar. Dan dengan tangan kanannya, dokter Adam Rendra mendorong Danar dengan sekuat tenaganya.


Danar pun terdorong ke belakang dan terhuyun-huyun sebentar.


"Kurang ajar!" umpat Danar yang sudah memposisikan dirinya untuk siap lagi.


"Hentikan mas....! hentikan....!" seru Zulaikha yang tak ingin ada perkelahian diantara mereka. Zulaikha menghampiri Danar dan mencoba memeluk suaminya.


Namun yang namanya Danar karena sudah terisi omongan Melisa dan juga Bower, dia dibutakan dengan rasa cemburu butanya. Dihempaskan lah tubuh Zulaikha, yang membuat perempuan itu jatuh terduduk di lantai.


"Aaaarghh.....!" Zulaikha mengerang kesakitan.

__ADS_1


"Nyonya muda!" pekik dokter Adam Rendra dan mbok Tinah yang merasa kaget dengan apa yang dilakukan oleh Danar.


"Zulaikha...!" panggil Zahra yang begitu spontan melihat sahabatnya, saat jatuh ke lantai.


Zahra dan mbok Tinah dengan setengah berlari menghampiri Zulaikha dan membantu perempuan itu untuk kembali berdiri.


"Suami tak tahu diri! sudah kamu ambil banyak keuntungan dari Zulaikha, sekarang main hempas begitu saja! Dasar pembunuh!" seru dokter Adam Rendra yang mengungkit kesalahan Danar sebagai seorang suami.


"Apa maksud kamu!" seru Danar dengan membelalakkan kedua matanya.


"Hanya karena hutang, seharusnya kamu tidak boleh menyentuhnya apa lagi menikahinya. Tapi kamu menikahinya, dan membuat dia hamil. Setelah hamil kamu membuat istrimu keguguran dan sekarang, disaat istrimu sudah sembuh dari kegugurannya dan ingin menemuimu serta melayani suaminya kembali. Tapi apa yang dia dapat? tuduhan tak beralasan dari kamu dan teganya kamu menghempaskan perempuan yang telah memberi kenikmatan padamu dengen begitu kejinya!" seru dokter Adam Rendra yang kini wajahnya memerah karena marah dan kesal dengan sikap Danar pada Zulaikha.


"Itu hak aku sebagai suami, jadi kamu tak berhak ikut campur dalam masalah ini!" seru Danar dengan geram.


"Hak suami? oke, hari ini juga aku akan melunasi hutang ibu tiri Zulaikha." Ucap dokter Adam Rendra yang menatap Danar dengan tajam.


"Zulaikha, berapa uang yang ibu tiri kamu pinjam dari manusia tak tahu diri ini?" tanya dokter Adam Rendra pada Zulaikha.


"Hah, apa benar dokter mau membayarnya?" tanya Zulaikha yang meyakinkan dirinya dan juga merasa tak enak hati.


"Iya, akan aku lunasi hutang ibu tiri kamu. Supaya kamu bebas dari laki-laki lintah darat ini!" seru Dokter Adam Rendra dengan geram.


"Lima ratus juta?" tanya dokter Adam Rendra yang meyakinkan dirinya.


"Iya, apa kamu sanggup membayarnya, he... he.... he....! aku yakin kalau kamu tak sanggup untuk membayarnya!" seru Danar dengan tersenyum sinis.


"Kau kira aku tak sanggup bayar begitu!" seru dokter Adam Rendra yang kemudian mengeluarkan nota cek dari bank ternama dari tas kecil yang selalu dia bawa.


Kemudian dokter Adam Rendra menulis angka dan tanda tangan sert nama terangnya juga, yang berarti nama aslinya tertulis jelas di nota cek itu.


Dokter Adam Rendra memberikan cek yang bertuliskan angka lima ratus juta rupiah itu pada Danar aji, tapi sebelumnya dia berucap pada Danar aji.


"Mulai saat ini, kamu harus menceraikan Zulaikha sekarang juga!" seru Dokter Adam Rendra dengan lantang.


"Sebentar aku cek dulu! jangan-jangan itu cek kosong!" seru Danar yang tak percaya seorang dokter yang baru bekerja, punya uang sebegitu banyaknya.

__ADS_1


"Banknya bank internasional, nominalnya benar lima ratus juta. Tanda tangan, terus nama terang. Apa? dokter Adam Rendra? apa dia adik Melisa?" gumam dalam hati Danar yang terkejut pada saat membaca nama terang yang tertulis dibawah tanda tangan di nota cek yang saat ini dibawanya.


"Kau Adam Rendra?" tanya Danar yang meyakinkan dirinya.


"Adam Rendra! jadi dia putraku?" ucap dalam hati mbok Tinah yang kini kedua matanya berlinang air mata. Setelah sekian tahun lamanya, dia tidak bisa menemui putra semata wayangnya itu.


"Iya, inilah aku. Adam Rendra adik dari istri pertama kamu! jadi dengan adanya nota cek itu, harusnya kamu melepaskan Zulaikha sekarang juga!" seru dokter Adam Rendra dengan tegas.


"Iya, itu menurut kamu! tapi tidak akan aku lepas Zulaikha! Sekali milikku, tetap milikku!" seru Danar yang merobek cek nota tersebut.


"Srekk... srekk.... srekk....!"


Danar menyobek nota cek lima ratus juta itu menjadi enam bagian.


"Kau sungguh keterlaluan! Kau harus lepaskan Zulaikha!" seru dokter Adam Rendra dengan geram.


"Gila tuh orang! cek lima ratus juta dirobek begitu saja!" gumam Bower yang tentu saja didengarkan oleh Melisa.


"Apakah sebegitu cintanya mas Danar dengan Zulaikha? Biasanya kalau masalah uang, dia pasti selalu respek" batin Melisa dengan geram.


"Ya Allah, bagaimana cara sahabatku lepas dari manusia lintah darat ini?" do'a dalam hati Zahra yang begitu khawatir dengan nasib sahabatnya.


"Aku tidak akan melepaskannya sedikit pun, karena aku tahu kamu pasti akan mengambilnya seketika aku melepasnya. Tidak akan aku biarkan kalian hidup bahagia!" gerutu Danar yang menatap dokter Adam Rendra dengan tatapan yang tajam.


"Aku hanya ingin membebaskan dia dari penyiksaan mu! Suami yang baik itu tak seharusnya membuat istrinya menitikkan air mata kesedihan. Suami yang baik tak harus mengancam istrinya, suami yang baik tidak selalu menyiksanya baik lahir maupun batinnya!" seru dokter Adam Rendra dengan lantang.


"Hei, apa menurutmu aku menyiksa dia?" tanya Danar yang mulai ada kebimbangan dalam dirinya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2