
"Lantas dari pernikahan mbok Tinah dengan tuan, bagaimana? apakah dikaruniai putra atau putri?" tanya Zahra yang penasaran.
"Iya, aku mengandung dan melahirkan pada saat nyonya Lisa masih berusia tiga tahun. Anakku laki-laki dan aku meminta menamainya sebelum putraku menjadi milik tuan dan nyonya. Aku memberikan dia nama 'Adam Rendra' dan saat ini Adam tak mengetahui siapa ibu kandungnya, karena dia sejak kecil di sekolahkan di luar negeri." ucap Mbok Tinah yang mengusap kedua matanya yang berkaca-kaca.
"Adam Rendra itu namaku!" ucap dokter Adam Rendra tmyang tercengang karena mendengar namanya disebutkan dalam cerita mbok Tinah.
Dokter Adam Rendra kemudian memegang tangan mbok Tinah dan berusaha menenangkan hati mbok Tinah.
"Kenapa Adam tidak di sekolahkan disini saja mbok? kenapa harus ke luar negeri sih, mbok?" tanya Dokter Adam Rendra yang penasaran.
"Karena nyonya memang menjauhkan simbok dari putra simbok, agar simbok lupa akan siapa Adam." jawab mbok Tinah yang saat ini sedang terisak, yang sesekali menyeka air matanya.
"Namanya anak yang dilahirkan dari rahim seorang ibu, mana mungkin ibunya bisa melupakannya. Walaupun dipisahkan dalam waktu yang lama dan jarak yang sangat jauh!' ucap Zulaikha yang menyeka kedua air matanya.
"Benar, dan mbok mendapat berita kalau putra simbok Adam Rendra sudah menyelesaikan pendidikannya sebagai dokter dan saat ini bekerja di rumah sakit ternama di luar negeri sana." jelas mbok Tinah.
"Jadi aku benar mbok Tinah ibuku? karena menurut dokter Samsu kalau DNA aku memang tidak cocok dengan DNA ibunya kak Melisa." ucap dokter Adam Rendra yang kemudian memeluk mbok Tinah.
"Akhirnya aku bisa memeluk putraku, ibu sangat merindukan pelukanmu biak!" racauan yang keluar dari bibir mbok Tinah yang tanpa terasa mengeluarkan air matanya, dan demikian pula dengan dokter Adam Rendra.
"Aku juga merindukan pelukan seorang ibu, setelah sekian lama aku dipisahkan di luar negeri. Aku seperti anak buangan saja!" racau dokter Adam Rendra yang kemudian suasana seketika berubah menjadi haru.
Zulaikha dan Zahra juga ikut meneteskan air mata mereka.
"Apa mbok Tinah tidak hamil lagi?" tanya Zahra yang penasaran.
"Iya dua kali simbok hamil dan simbok tidak tahu kalau simbok hamil, simbok terlalu capek dalam bekerja jadi simbok dua kali mengandung dan dua kalinya simbok keguguran." jawab mbok Tinah yang membuat Zahra yang semakin iba dengan nasib mbok Tinah.
"Apakah nantinya nasib kamu akan seperti mbok Tinah ya Zulaikha?'' tanya Zahra yang memandang sahabatnya.
"Aku sudah putuskan aku ingin bercerai dari mas Danar, tapi aku masih bingung bagaimana caranya?" ucap Zulaikha seraya menatap ke arah Zahra.
"Bukankah kalian harus melakukan pernikahan isbat dulu, baru bisa cerai?" tanya mbok Tinah seraya memandang ke arah Zulaikha.
"Sepengetahuan saya sih demikian mbok, makanya itu Zulaikha juga bingung. Karena mbak Lisa apa akan memberikan ijin pada mas Danar dan Zulaikha untuk meresmikan pernikahan kami." jawab Zulaikha.
__ADS_1
"Pasti ada banyak jalan ke Roma. Kita urus saja nanti setelah mbok Tinah ini keluar dari rumah sakit!" ucap mbok Tinah seraya memandang ke arah Zulaikha, dan Dokter Adam Rendra.
"Baiklah Bu, Adam percaya pasti akan ada jalan keluarnya." ucap Dokter Adam Rendra pada mbok Tinah.
Tak berapa lama Zahra dan Baim datang dari makan siang mereka.
"Assalamu'alaikum!" ucap salam Baim dan Zahra yang bersamaan.
"Wa'alaikumsalam!" jawab Zulaikha, dokter Adam Rendra dan mbok Tinah yang bersamaan.
"Kak Zulaikha dan kak Adam Rendra, sekarang gantian kalian yang makan siang sekalian sholat Dhuhur. Kami tadi sudah makan sekalian sholat." ucap Baim yang menghampiri Zulaikha, dokter Adam Rendra dan juga mbok Tinah satu-persatu.
"Oke kami akan makan siang dulu, saya titip ibundaku tercinta ya! jaga baik-baik!"ucap dokter Adam Rendra sembari berbisik pada Baim.
"Jangan khawatir Bro!" bisik Baim seraya menunjukkan jari jempolnya.
"Terima kasih." ucap Dokter Adam Rendra sembari menepuk pundak adik tiri Zulaikha.
"Mbok Tinah, kami makan sebentar ya!"" ucap pamit Zulaikha. Dan mbok Tingkah menganggukkan kepalanya.
"Ah mbok Tinah, sakit saja masih sempat godain mereka! he.... he....!" ucap Zahra seraya mengulas senyumnya.
"Assalamu'alaikum!" ucap salam pamit Dokter Adam Rendra dan Zulaikha.
"Wa'alaikumsalam!" balas Baim, Zahra dan juga mbok Tinah.
"Aku menginginkan mereka berdua bersatu!" gumam mbok Tinah yang memandang Zulaikha dan dokter Adam Rendra yang meninggalkan mereka bertiga.
"Sama mbok! mereka terlihat serasi. Dan Zulaikha sedari dulu menginginkan punya suami seorang dokter, katanya kalau berobat akan lebih mudah dan tentunya lebih paham tentang segala penyakit, Karena dirinya selalu kepikiran sama ayahnya yang sakit-sakitan." ucap Zahra.
"Sementara aku sangat menyukai Zulaikha sejak dia datang. Anak yang rajin dan ibadahnya tak pernah putus. Suara ngajinya juga bagus dan merdu sekali." ucap Mbok Tinah.
"Kakakku itu memang sedari kecil didik keras dalam beribadah oleh ayah. Akupun merasakannya saat ibuku menikah dengan ayah Rahman, ayah kandung kak Zulaikha." ucap Baim yang ikut dalam pembicaraan itu.
Dan ketiganya pun saling berbincang dan bercanda untuk mencairkan suasana.
__ADS_1
Sementara itu Zulaikha dan Dokter Adam Rendra melangkahkan kaki mereka menyusuri lorong rumah sakit dan mereka menuju ke kantin rumah sakit.
"Enaknya kita makan apa ya?' tanya Dokter Adam Rendra pada Zulaikha.
"Soto Daging saja, kayaknya pas suasana. Biar segar, he.. he..!" jawab Zulaikha yang melihat deretan STAN warung kantin rumah sakit yang bertuliskan macam-macam menu yang mereka hidangkan.
"Boleh, aku juga suka menu Soto." ucap dokter Adam Rendra yang mengulas senyumnya dan mereka masuk ke stan warung yang menghidangkan menu soto daging.
"Pak soto dua dan es teh hangatnya dua!" pesan dokter Adam Rendra pada penjual soto.
"Baik Dokter!" jawab penjual soto itu yang kemudian menyiapkan pesanan pelanggannya itu.
"Hei dokter..! Aku kan maunya es teh, bukannya teh hangat!" seru Zulaikha yang protes dengan apa uang dipesan oleh Dokter Adam Rendra.
"Mulai sekarang jangan biasakan sehabis makan makanan panas, langsung minum es! Sebab, hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan gigi nih. Perlu kamu ketahui bahwa makanan yang panas lalu minum air dingin bisa menyebabkan perubahan suhu." jelas dokter Adam Rendra yang menatap Zulaikha.
"Aduh aku lupa kalau dia dokter gigi!" ucap dalam hati Zulaikha.
"Nah, perubahan suhu tersebut bisa menyebabkan pergerakan cairan pada lapisan dentin. Sementara dintin merupakan lapisan dalam gigi yang berhubungan dengan ujung-ujung saraf. Sehingga, nantinya daya tahan jaringan gigi menjadi lemah." ucap dokter Adam Rendra.
Dan mau tidak mau Zulaikha mendengarkan penjelasan dari dokter Adam Rendra.
"Kalau terjadi terus-menerus, maka bisa jadi pelemahan saraf gigi dan jaringan lunak lainnya pada gigi. Akhirnya, daya tahan jaringan gigi menjadi lemah." lanjut kata dokter Adam Rendra yang menerangkan dan Zulaikha mendengarkan dengan seksama seraya memakan gorengan yang ada dihadapannya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1