GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Hanya Berdua saja


__ADS_3

"Terus terang saja, Zulaikha masih trauma untuk menikah lagi. Tapi karena pernikahan itu adalah ibadah, saya ingin move on dari keterpurukan saya. Sebelumnya untuk dokter Adam Rendra, kenapa anda memilih saya?" tanya Zulaikha yang penasaran.


"Sebelumnya saya pernah melihat wajah kamu di media sosial kak Melisa, dan aku sudah terpesona akan penampilan kamu. Karena itulah aku mencari tahu tentang diri kamu, yang awalnya aku kira pembantu baru di rumah kak Melisa." jelas Dokter Adam Rendra .


"Nah, sekarang bagaimana dengan kamu Zulaikha?" tanya Mbok Tinah yang menatap Zulaikha dengan rasa penasarannya.


"Apa dokter janji tidak menyakiti baik lahir maupun batin Zulaikha?" tanya Zulaikha seraya menatap wajah dokter Adam Rendra untuk mengetahui kepastian dokter Adam Rendra padanya.


"Aku beda dengan Mas Danar, dan aku janji akan menyayangi kamu dengan tulus dan segenap hatiku." jawab dokter Adam Rendra yang berkata dengan jujur.


"Iya, aku bersedia menikah dengan kamu Dokter." ucap Zulaikha seraya menganggukkan kepalanya.


"Alhamdulillah, akhirnya akan ada pernikahan. Semoga kali ini sakinah mawadah warohmah. Aamiin ya Robbal alaamiin." ucap dan doa Zahra yang diikuti semua semuanya.


"Aamiin ya Robbal alaamiin."


Semuanya kemudian membahas pernikahan sekalian dan penentuan tanggal serta bulan telah ditentukan.


...****...


Sebulan kemudian pernikahan digelar secara sederhana namun penuh ke sakralan. Karena pernikahan digelasr dengan adat-istiadat di kampung Zulaikha.


Setelah ijab Kobul, dilanjutkan dengan resepsi pernikahannya.


Danar, Melisa dan dokter Samsu juga hadir dalam pernikahan itu. Dan semuanya mengucapkan selamat pada kedua mempelai.


Semuanya mengucapkan selamat sekaligus berdoa yang terbaik untuk pernikahan Zulaikha dan juga Dokter Adam Rendra.


Setelah acara pernikahan digelar, mulai dari ijab Kobul sampai resepsi pernikahan telah dilaksanakan.


Tibalah saatnya ya malam pertama bagi pasangan yang baru menikah itu.


Karena suasana di drumah sangat penuh orang yang menghadiri dan menyiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan Adam Rendra dan juga Zulaikha dari berbagai daerah.


Adam Rendra mengajak istrinya yang baru saja di nikahinya itu ke rumah barunya.


"Malam ini, kita malam pertama disini ya." ucap dokter Adam Rendra pada saat mereka turun dari mobil dan Zulaikha pun menebarkan pandangan matanya ke seluruh sudut luar rumah yang ada didepannya.


"Mas, rumahnya lumayan besar dan rapi." ucap Zulaikha yang kemudian menatap suami barunya.


"Semua ini untuk kamu, kita tinggal disini nanti bertiga, bersama ibu. Dan nanti akan bertambah dengan anak-anak kita yang bermain dan belajar disini, bersama kita membuat rumah ini ceria dan ramai." ucap Dokter Adam Rendra seraya mengulas senyumnya, dan Zulaikha membalas senyuman itu.


Kemudian Dokter Adam Rendra mengambil tas baju ganti Zulaikha dan merangkul Zulaikha, lanjut mereka melangkahkan kaki mereka masuk ke rumah dan kemudian menutup serta menguncinya.

__ADS_1


"Mas, Zulaikha mau mandi dulu ya, gerah nih!" seru Zulaikha yang menatap wajah suaminya.


"Itu kamar mas, dan di dalamnya ada kamar mandinya." balas dokter Adam Rendra seraya menunjuk sebuah kamar paling besar diantara lainnya.


"Ayo mas, kita kesana!" seru Zulaikha.


"Iya, sayang!" balas dokter Adam Rendra sembari mengulas senyumnya.


Mereka kemudian melangkahkan kaki menuju ke kamar dan Zulaikha mulai dengan ritual mandinya, sementara itu Dokter Adam Rendra membereskan semua barang-barang yang mereka bawa dari rumah kedua orang tua Zulaikha.


Tak berapa lama Zulaikha selesai mandi, dan kini bergantian dokter Adam Rendra yang membersihkan dirinya. Sedangkan Zulaikha setelah merias diri secara tipis, dia menyiapkan makanan yang tadi mereka bawa juga dari rumah.


Selesai mandi, Dokter Adam Rendra memakai pakaian gantinya yang kemudian dia keluar dari kamar mandi dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat duduk yang ada di dalam kamarnya. Dimana istrinya sudah menyiapkan makanan untuk mereka berdua.


"Mas ayo kita makan dulu!" seru Zulaikha yang sudah duduk diatas sofa dan dokter Adam Rendra menyusul duduk di samping Zulaikha.


Dan mereka kemudian makan bersama dan ada kalanya mereka saling suap-menyuapi dan saling menggoda dan bercanda.


"Eh, kita kan belum sholat, sholat dulu ya mas!" ajak Zulaikha dan dokter Adam Rendra pun setuju.


Kemudian keduanya berwudlu dan menjalankan sholat isya berjama'ah .


Selesai sholat, Zulaikha dan dokter Adam Rendra membaringkan diri ke atas tempat tidur.


"Sayang, mas mau minta di selimuti!" pinta Dokter Adam Rendra yang menggoda istrinya.


"Yah, dia nggak paham. Mauku kan bukan selimut yang ini!" gumam dalam hati Dokter Adam rendra seraya menarik selimutnya.


Zulaikha merasakan dingin yang luar biasa, kemudian Zulaikha melihat ke arah suaminya dan dia mendekat ke tubuh suaminya.


"Kenapa sayang?" tanya Dokter Adam Rendra yang penasaran dengan sikap istrinya itu.


"He... he... dingin mas" jawab Zulaikha sembari mengulas senyumnya.


Tiba-tiba dokter Adam rendra merangkul istrinya, dan Zulaikha merasakan kehangatan dari tubuh suaminya.


Zulaikha menatap wajah suaminya yang sedang memejamkan kedua matanya. Kemudian Zulaikha mengusap lembut pipi suaminya.


"Ternyata suamiku ini lebih tampan dan lebih baik hati dari suamiku yang dulu." kata dalam hati Zulaikha sembari mengulas senyumnya.


Perlahan dokter Adam Rendra membuka kedua matanya dan menatap wajah polos Zulaikha yang tanpa make Up namun tetap manis itu.


"Apakan kamu sudah siap bermain dengan suamimu ini?" tanya dokter Adam rendra yang sangat berharap sekali.

__ADS_1


"Mas, tapi Zulaikha masih trauma" kata Zulaikha dengan sendu. Dan saat ini mereka saling berhadapan.


"Mas akan pelan melakukannya, mau ya?" rayu dokter Adam Rendra yang kemudian mencium kening dan kedua pipi istrinya itu.


Antara kewajiban dan rasa trauma yang dialaminya, membuat Zulaikha mengalami dilema.


Zulaikha mengangguk pelan dan membuat Dokter Adam Rendra mengembangkan senyumnya.


"Terima kasih sayang" Ucap dokter Adam Rendra yang kemudian mengecup kening dan berlanjut bibir istrinya.


Dokter Adam Rendra bermain di bibir bawah dan bibir atas istrinya. Zulaikha mengikuti permainan dari suaminya ini dan dia merasakan perbedaan yang dilakukan oleh suami pertamanya Danar padanya.


Perlahan ciuman itu turun ke leher dan dokter Adam Rendra melihat Zulaikha yang menggeliat kegelian, hal itu membuat dokter Adam Rendra semakin bersemangat untuk bermain diatas ranjang bersama istrinya.


Satu persatu Dokter Adam Rendra membuka pakaian Zulaikha dengan tetap mencumbui istrinya, dan akhirnya mereka dalam keadaan polos.


"Kalau sakit bilang ya sayang" bisik mesra dokter Adam rendra saat akan memulai permainannya.


"Iya" jawab Zulaikha seraya menganggukkan kepalanya seraya menatap wajah suaminya dengan wajah yang tegang.


Demikian dengan dokter Adam rendra yang sebetulnya ini adalah pengalaman pertamanya. Tapi sebelumnya dia banyak bertanya pada dokter Samsu dan juga membaca banyak novel tentang malam pertama.


Dan akhirnya permainan itu terjadi hingga keringat membasahi tubuh mereka.


Dokter Adam Rendra menikmati dan mencapai kepuasan yang telah lama dia rindukan, demikian pula dengan Zulaikha yang merasakan sensasi lain dari yang pernah Danar lakukan padanya.


"Terima kasih sayang, kamu telah membuat mas bahagia" bisik mesra Dokter Adam Rendra seraya mengecup kening Zulaikha dengan lembut.


"Zulaikha juga terima kasih, mas telah menyembuhkan trauma Zulaikha. Zulaikha merasakan lain dari apa yang telah Zulaikha alami" ucap jujur Zulaikha yang memeluk suaminya dengan erat.


"Sekarang kita tidur ya, agar besok segar kembali" ucap dokter Adam Rendra pada istrinya.


Zulaikha pun mengangguk dan keduanya tenggelam dalam tidur masing - masing.


Jam dinding menunjukkan pukul empat pagi hari, waktunya untuk sholat subuh.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2