
"Permisi. Assalamu'alaikum!" ucap pamit dokter wanita itu yang kemudian meninggalkan Zulaikha dan juga Mbok Tinah.
"Wa'alaikumsalam!" jawab Mbok Tinah dan Zulaikha bersamaan.
"Saya mau ke apotik dulu ya, nyonya Zulaikha tetap disini. Setelah itu kita pulang ke rumah besar itu" ucap Mbok Tinah pada Zulaikha yang telah membawa kertas resep dari dokter wanita yang merawat Zulaikha tadi.
"Iya mbok! Zulaikha mau sambil berkemas-kemas" ucap Zulaikha seraya mengulas senyumnya.
Mbok Tinah bergegas melangkahkan kaki meninggalkan Zulaikha, keluar dari ruangan dimana Zulaikha dirawat.
Wanita paruh baya itu terus melangkah menyusuri lorong rumah sakit. Dan melewati banyak ruang rawat pasien dan juga ruang praktek dokte di rumah sakit tersebut.
"Ah ini ruangan dimana dokter Samsu bekerja!" ucap dalam hati mbok Tinah pada saat membaca papan nama yang terpasang di dinding samping pintu masuk ruang praktek dokter umum itu. Dan terteralah nama dokter Samsu.
Tak berapa lama mbok Tinah melewati beberapa ruang praktek dokter spesialis. Dan tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah nama di papan nama di dinding samping pintu masuk ruang praktek dokter spesialis gigi.
"Dokter Adam Rendra? ini kebetulan atau apa ya? namanya sama dengan nama putraku yang berada di luar negeri. Mungkin kalau dia berhasil, dia pasti sudah menjadi seorang dokter.' gumam dalam hati mbok Tinah yang menyempatkan diri melihat, siapakah dokter Adam Rendra itu.
"Aku penasaran, siapa dokter uang namanya sama dengan nama putraku! putraku, ibu sangat rindu padamu nak!" seru dalam hati mbok Tinah yang kemudian menghampiri asisten yang sedang berada di depan pintu ruangan praktek dokter gigi dan memanggil pasien untuk periksa gigi.
"Maaf permisi, bolehkah saya bertanya sebentar?" tanya mbok Tinah dengan sopan pada asisten diktee gigi yang berada di depan pintu ruang praktek dokter gigi tersebut.
"Iya, silahkan mau tanya tentang apa?" tanya asisten dokter gigi itu yang meluangkan waktu berbincang dengan Mbok Tinah.
"Apakah benar disini ruang praktek dokter Adam Rendra?" tanya mbok Tinah dengan rasa penasarannya sambil menoleh ke dalam ruangan praktek dokter gigi tersebut.
"Iya, dokte Adam Rendra lulusan dari luar negeri. Dan dia baru hari ini bekerja di rumah sakit ini." jawab asisten tesebut yang membuat Mbok Tinah semakin penasaran.
"Baru saja datang dari luar negeri dan baru hari ini bekerja di rumah sakit ini. Hmm... Mengingatkan ku pada sosok dokter Nugroho, jangan-jangan?" gumam dalam hati mbok Tinah yang semakin penasaran.
"Ma'af saya tinggal sebentar, saya mau mengantarkan pasien ke dalam sebentar!" ucap asisten tersebut pada mbok Tinah.
"Iya Nak! saya hanya penasaran saja, apakah dokter yang di dalam benar-benar anak saya apa bukan. Anak saya juga lulusan kedokteran fatibliarvnegeri dan lama sekali tidak pulang untuk sekedar menjenguk keluarganya di Indonesia." ucap mbok Tinah yang dibalas anggukan dan senyuman oleh asisten tersebut yang kemudian melangkahkan kaki meninggalkan mbok Tinah dan mengajak pasien yang baru saja dia panggil untuk masuk ke ruangan dan siap untuk diperiksa.
__ADS_1
Sementara itu mbok Tinah mengintip dari balik pintu dan samar-samar dia melihat dokter uang sangat dia kenal.
"Dokter Nugroho! ah, mana mungkin kalau ifia dotet adaama Rendra anakku?" tanya dalam hati Mbok Tinah yang sangat terkejut karena yang ada didalam ruang praktek tersebut.
"Ah, tidak mungkin! sebaiknya aku ambil obat untuk nyonya Zulaikha!" yang masih belum yakin kalau yang dilihatnya itu benar-benar dokter Nugroho.
Mbok Tinah melangkahkan kakinya menuju ke apotik rumah sakit untuk mengambil resep yang dituliskan oleh dokter wanita tadi.
Setelah selesai mbok Tinah melangkahkan kakinya kembali menuju ke arah ruang dimana Zulaikha di rawat.
Mbok Tinah melihat masih banyak antrian pasien yang sedang sakit gigi tersebut.
Langkah gontai perempuan setengah baya itu melewati lorong-lorong rumah sakit dan akhirnya sampai kembali ke ruangan dimana Zulaikha berada.
"Assalamu'alaikum!" ucap salam mbok Tinah dari luar pintu ruang rawat dimana Zulaikha telah selesai berkemas-kemas.
"Wa'alaikumsalam!" balas Zulaikha yang kemudian melangkahkan kakinya, mengambil dan menjadikan satu barang-barang yang bisa diangkat sekalian.
"Ayo kita pulang sekarang, administrasi selama menginap di rumah sakit ini ternyata sudah di lunasi oleh Tuan Danar!" seru mbok Tinah yang membantu Zulaikha membawa barang-barangnya.
"Yang pasti sih, lebih enak masakan di rumah. Iya kan nyonya kecil!" seru Mbok Tinah yang menirukan gaya dokter Adam Rendra.
"Apa sih mbok Tinah ini! mengikuti gaya dokter Adam Rendra saja!" ucap Zulaikha yang tanpa sengaja menyebutkan nama asli dokter Nugroho.
"Kamu tadi bilang apa? dokter Adam Rendra, siapa dia?" tanya Mbok Tinah dengan rasa penasarannya seraya tetap melangkahkan kaki menyusuri jalan di lorong rumah sakit.
"Apa aku bilang begitu?" tanya Zulaikha yang sedikit khawatir karena rahasia yang seharusnya dia simpan dengan baik.
"Iya, apakah dokter Nugroho itu dokter Adam Rendra?" tanya mbok Tinah yang penasaran menata Zulaikha
"Sa...saya kira anda yang salah dengar mbok Tinah!' jawab Zulaikha yang masih berusaha menutupinya.
"Ohw, begitu ya!" ucap mbok Tinah yang kemudian mereka melanjutkan perjalanan menyuauri lorong rumah sakit.
__ADS_1
"Nyonya Zulaikha, nyonya...!" panggil seseorang yang tak lain adalah dokter samsung.
Merasa namanya dipanggil oleh! seseorang, Zulaikha menoleh ke arah sumber seseorang yang tak lain adalah dokter Samsu yang melangkahkan kakinya menghampiri Zulaikha dan mbok Tinah.
"Hei dokter Samsu!" balas panggil Zulakha pada saat dia menatap ke arah laki-laki paruh baya yang menghampirinya.
"Jadi kalian akan pulang sekarang?" tanya dokter Samsu yang menatap Zulaikha dan mbok Tinah secara bergantian.
"Iya, dokter yang memeriksa Zulaikha yang memperbolehkan kami untuk pulang!" jelas Mbok Tinah, dokter Samsu melihat ke arah mbok tinah dan Zulaikha.
"Kalau begitu biarkan saya antar kalian berdua, kebetulan tugas saya sudah selesai dan saya juga mau pindah tugas ke klinik saya!" ucap dokter Samsu sembari mengulas senyumnya.
"Baiklah, mari dokter!" balas Zulaikha yang membalikkan badan hendak melangkahkan kakinya untuk melanjutkan perjalanan mereka keluar dari rumah sakit.
"Dokter Samsu!" panggil seseorang dari deretan ruang praktek para dokter spesialis.
Merasa namanya ada yang memanggil, dokter Samsu menoleh ke arah orang yang memanggilnya.
"Ada apa dokter Adam Rendra?" tanya dokter Samsu yang tanpa sadar kalau dirinya membuka tabir rahasia yang dibangun oleh Dokter Adam Rendra.
"Ja..jadi benar dia dokter Adam Rendra? kenapa dia memakai nama sebagai doker Nugroho?" tanya dalam hati mbok Tinah yang semakin penasaran.
"Kalian mau kemana?" tanya dokter Adam Rendra seraya menatap satu persatu orang yang ada dihadapannya.
"Aku mau mengantarkan mbok Tinah dan nyonya Zulaikha pulang, karena sekalian aku mau pergi ke klinik!" Jawab dokter Samsu kemudian.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...