
"Ceritanya panjang dokter, saya akan mencoba menceritakan apa yang terjadi. Tapi dokter harus janji bantu kami untuk saling menjaga dan melindungi satu sama yang lainnya!" ucap Dokter Adam Rendra yang tentu saja membuat Dokter Samsu semakin penasaran.
"Maksud kamu kamu apa?" tanya dokter Samsu yang penasaran.
"Korban itu adalah adik tiri Zulaikha yang datang kemari hendak mencari Zulaikha bersama sahabat Zulaikha Zahra. Aku mengenal mereka saat saya datang ke rumah sakit, untuk melihat kondisi suami Zulaikha yang luka-luka karena kecelakaan." cerita dokter Adam Rendra.
"Tuan Danar kecelakaan?" tanya dokter Samsu yang terkejut.
"Iya, dan saat ini masih dirawat dirumah sakit dekat lokasi dimana mas Danar kecelakaan." jawab Dokter Adam Rendra.
"Terus kenapa Adik tiri nyonya Zulaikha bisa terluka?" tanya dokter Samsu yang penasaran.
"Tadi pagi waktu kami mencurigai adanya sosok laki-laki yang masuk ke rumah, dan kami mengetahui kalau laki-laki tersebut adalah Bower yang masuk ke kamar kak Melisa. Dan ternyata mereka telah berhubungan badan!" jawab dokter Adam Rendra yang sontak membuat dokter Samsul kaget bukan main.
"Yang benar saja? selera nyonya Melisa turun rupanya!" ucap dokter Samsu yang menatap dokter Adam Rendra .
"Seperti itulah, dan waktu kami adu mulut dengan Melisa dan Bower, tiba-tiba saja Bower menarik kerah baju Baim dan dia memukul pipi kanan dan kiri Baim walaupun Baim sudah melakukan perlawanan sebisa dia. Karena kalah kekuatan dan juga tubuh, Baim terpelanting jatuh berguling-guling menuruni tangga. Dan kami membawa Baim ke rumah sakit ini." jelas Dokter Adam Rendra.
"Jadi seperti itu ya kejadiannya." ucap dokter Samsu yang sudah memahami situasinya.
Tak berapa lama datanglah Zulaikha yang keluar dari dalam ruangan dimana Baim dirawat.
"Dokter, apakah bisa antar saya menemui suami saya di rumah sakit?" tanya Zulaikha pada dokter Adam Rendra.
"Nyonya kecil, ajak sahabat kamu. Aku takut kalau cuma kita berdua akan menimbulkan fitnah!" ucap Dokter Adam Rendra yang seharusny begitu.
"Iya aku tahu, tapi aku melihat kondisi Zahra yang shock baru saja saat melihat keadaan Baim." ucap Zulaikha yang menatap dokter Adam Rendra.
"Aku tidak apa-apa kok, aku bersedia temani kamu." ucap seorang gadis yang keluar dari dalam ruang rawat dimana Baim dirawat.
"Zahra!" seru Zulaikha yang menyebut sahabatnya yang baru saja keluar dari ruang dimana Baim dirawat.
"Sebaiknya kalian bertiga berangkat menjenguk Tuan Danar. Kalau cuma Zahra dan Nyonya Zulaikha, saya khawatir akan terjadi sesuatu nantinya. Sementara saudara Baim bisa disini bersama perawat dan nanti selesai tugas aku bisa menungguinya." ucap gokter Samsu seraya menatap Zulaikha, Zahra, dan dokter ada Rendra secara bergantian.
"Benar juga, ya sudah sebaiknya kita berangkat sekarang juga!" seru Dokter Adam Rendra sembari menatap kedua perempuan yang ada dihadapannya itu.
"Kalau begitu kami titip Baim ya dokter!" ucap Zulaikha yang menatap dokter Samsu seraya mengulas senyumnya.
__ADS_1
"Iya, akan dokter jaga sebaik mungkin!" seru dokter Samsu seraya mengulas senyumnya.
"Makasih dokter." ucap Zahra seraya mengulas senyumnya.
Dokter Samsu membalas dengan anggukan kepala dan juga mengulas senyumnya.
"Assalamu'alaikum!" ucap salam pamit dari Zahra, Zulaikha dan juga dokter Adam Rendra yang hampir bersamaan.
"Wa'alaikumsalam!" balas dokter Samsu seraya melambaikan tangannya.
Mereka bertiga melangkahkan kaki mereka menuju ke tempat dimana mobil Zahra yang tadi telah terparkir.
Tak berapa lama akhirnya mereka telah sampai di samping mobil dan bergegas mereka masuk sesuai posisi mereka masing-masing.
Zahra duduk di kemudi, Zulaikha di samping Zahra dan dokter Adam Rendra berada di kuersi belakang.
Mobil sedan warna silver itu melaju menyusuri jalan raya dengan kecepatan sedang.
"Dokter, ingatkan jalannya jika saya salah dalam mengambil arah!" seru Zahra yang meminta pada dokter Adam Rendra untuk mengingatkannya.
"Iya-iya, pastilah! aku juga nggak mau kalau nanti kita tersesat!" seru Dokter Adam Rendra yang sembari melihat ke jalanan.
Ketiganya pun turun dari mobil, ketiganya melangkahkan kaki menyusuri lorong-lorong rumah sakit.
Sesampainya di depan ruangan itu, nampak seorang polisi dan seorang laki-laki setengah baya yang kebingungan.
"Pak Agus, Briptu Setiawan!" panggil dokter Adam Rendra yang telah mengenal dua sosok laki-laki beda profesi itu.
"Hai, dokter Adam Rendra!" balas Briptu Setiawan yang kemudian menghampiri mereka.
"Ada apa Briptu? kenapa kalian seperti kebingungan?" tanya Zahra yang penasaran.
"Tuan Danar menghilang!" seru pak Agus yang menatap dokter Adam Rendra dan juga Zahra serta Zulaikha secara bergantian.
"Menghilang? apa sebelumnya ada yang menjenguk dia pak?" tanya Dokter Adam Rendra yang penasaran.
"Ada, tadi ada istri dan juga sopirnya yang menjenguk dia. Karena itulah tadi kami tinggal untuk makan dan beribadah ke masjid!" jawab Pak Agus.
__ADS_1
"Istri dan sopir? jangan-jangan mbak Melisa dan Bower yang telah kemari?" tanya Zulaikha yang menebaknya.
"Bisa jadi!" jawab Dokter Adam Rendra yang juga berpendapat seperti itu.
"Bagaimana kalau kita lihat dari Cctv rumah sakit, untuk lebih menyakinkan kita saja!" usul Zahra yang semua mengangguk setuju.
"Tunggu apa lagi, ayo kita kebagian keamanan!" seru Briptu Setiawan dan kemudian bersama yang lainnya, mereka mempercepat langkahnya dalam melangkah menuju ke kantor security rumah sakit.
Setelah sampai di kantor security, Briptu Setiawan berbincang-bincang dengan kepala security yang bertugas dan mereka memberi ijin pada Briptu Setiawan dan juga yang lainnya untuk melihat rekaman Cctv.
Dan mereka melihat kejadian sebelum makan siang, dan mereka juga melihat dua sosok tubuh yang mereka kenal.
"Benar, itu mereka!" seru Dokter Adam rendra seraya menunjuk ke layar monitor yang memperlihatkan satu laki-laki dan satu perempuan yang sangat dia kenal itu.
"Yang laki-laki itu sopirnya, dia tadi sempat melukai sahabat saya Baim!" seru Zahra yang juga menujuk ke arah layar monitor.
"Apa! mas Baim celaka?" tanya Pak Agus yang penasaran.
"Iya pak, tadi jatuh dari tangga karena di pukul oleh Bower, si sopir itu. Dan sekarang di rawat dirumah sakit terdekat disana!" jawab Zahra yang membuat Briptu Setiawan yang mulai mengambil keputusan.
"Kalau begitu, kalian bertiga kembali ke rumah tuan Danar. Karena ada kemungkinan mereka membawa tuan Danar pulang ke rumah itu, sementara saya dan pak Agus akan ke kantor polisi kota tersebut. Untuk meminta ijin sekaligus menangkap Bower si sopir nakal itu, karena kami mencurigai kalau dialah yang menyabotase rem mobil yang dikendarai tuan Danar!" jelas Briptu Setiawan.
"Apa menyabotase rem mobil mas Danar? berarti dia yang membuat mas Danar celaka!" seru Zulaikha yang sangat terkejut.
"Begitulah yang kami lihat di Cctv di pengisian bahan bakar yang terdekat dari lokasi kecelakaan." jelas Briptu Setiawan.
"Bower! pasti dia punya rencana kejahatan yang lainnya!" dugaan pak Agus dan yang lainnya menganggukan kepala mereka.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...