
"Andai saja kamu belum menikah Zulaikha, aku ingin menjadikanmu permaisuri dihatiku" ucap dalam hati dokter Adam Rendra yang terpesona akan wajah polos Zulaikha.
"Tokk...tokk...tokk...!" tak berapa lama ada yang mengetuk pintu depan rumah.
"Biar saya yang membuka pintunya mbok!" Ucap Zulaikha yang kemudian bangkit dari duduknya.
"Pasti itu tuan!" tebak mbok Tinah dan Dokter Samsu dan dokter Adam Rendra saling bertatap mata.Kemudian mereka melanjutkan pembicaraan mereka.
Sedangkan Zulaikha melangkahkan kakinya menuju ke pintu depan rumah.
"Klek..klek..ceklek..!"
Zulaikha membukakan pintu pada saat dirinya sudah berada di depan pintu.
Dan nampaklah wajah familiar baginya, Danar Suaminya telah pulang dari kerja seperti tebakan mbok Tinah.
"Assalamu'alaikum!" Ucap salam Danar sembari mengulas senyumnya.
"Wa'alaikumsalam" Balas Zulaikha yang kemudian mencium punggung tangan kanan suaminya.
Tanpa sengaja dokter Adam Rendra melihat kejadian itu.
"Hah, katanya pembantu! kenapa cium tangan segala sih?" gumam dalam hati dokter Adam Rendra yang kemudian kembali memfokuskan diri berbincang - bincang dengan mbok Tinah dan juga dokter Samsu.
Kembali ke situasi Zulaikha yang menyambut suaminya yang pulang dari kerja.
"Sepertinya ada tamu, siapa yang datang bertamu malam - mlam begini?" tanya Danar yang penasaran.
"Ada Dokter Samsu yang mau mengecek keadaan mas Danar sekalian memperkenalkan asistennya mas, begitu kata mereka tadi!" jawab Zulaikha sembari menutup pintu dan membawa tas kerja suaminya.
Zulaikha membawa tas itu ke ruang kerja suaminya, sementara Danar menyapa dua orang tamunya.
"Assalamu'alaikum!" salam sapa Danar sembari menyalami kedua tamunya.
"Wa'alaikumsalam!" Balas Dokter Samsu dan juga dokter Adam Rendra.
"Sudah lama datangnya dok?" tanya Danar sembari duduk di sofa, dan mbok Tinah ijin ke dapur.
"Baru saja, kedatangan saya kemari ingin melihat kondisi tuan Danar. Sekalian mau memperkenalkan asisten baru saya, yang akan menggantikan saya jika saya sedang dalam tugas di rumah sakit.
__ADS_1
"Oh saya sudah jauh lebih baik. Dan Zulaikha juga demikian." Jawab Danar sembari menatap Dokter Adam Rendra dan juga dokter Samsu secara bergantian.
"Oh syukur Alhamdulillah" Ucap dokter Samsu yang merasa lega
"Boleh tahu siapa nama asisten anda ini?" tanya Danar Aji seraya melihat ke arah dokter Adam Rendra.
"Saya dokter Nugroho tuan Danar" jawab dokter Adam Rendra sembari menatap ke arah Danar dengan tatapan penuh selidik. Namun dia tak berani menanyakan perihal yang dia lihat saat Zulaikha mencium punggung tangan kanan Danar.
"Dokter Nugroho salam kenal dan saya sebagai kepala keluarga disini mengatakan yang sejujurnya memang keluarga kami ya seperti ini. Jadi jangan merasa canggung ya!" Ucap Danar sembari tersenyum ramah.
"Iya tuan Danar!" jawab dokter Adam Rendra.
"Baiklah karena malam sudah semakin malam kami berdua mau undur diri tuan!" Ucap dokter Samsu sembari bangkit dari duduknya dan diikuti oleh dokter Adam Rendra.
Kemudian Dokter Samsu mengulurkan tangannya pada Danar dan diikuti dokter Adam Rendra yang juga mengulurkan tangannya pada Danar.
"Lho, sudah pada mau pulang ya?" tanya Melisa yang baru saja keluar dari kamarnya dan melangkahkan kaki menuruni tangga dan menghampiri suami dan dua orang tamunya.
Sementara Zulaikha yang tahu Melisa keluar dari kamarnya, diurungkan lah niat dia melangkahkan kaki menghampiri suaminya. Namun dia melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya, dan hal itu sempat dilihat oleh Dokter Adam Rendra.
Kemudian Dokter Samsu dan Dokter Adam Rendra mengulurkan tangan kanan mereka dan disambut oleh Melisa.
"Iya, kami mau pulang. Karena malam telah larut, tidak enak nanti mengganggu waktu istirahat kalian" ucap Dokter Samsu sembari mengulas senyumnya dan melangkahkan kaki menuju ke inti depan rumah Melisa.
"Ah, dokter bisa saja!" seru Danar sembari mengikuti langkah kedua tamunya.
"Kak Melisa, kamu tak mengenalku ya?" gumam dalam hati dokter Adam Rendra yang sesekali melihat ke arah Melisa istri pertama Danar sekaligus pemilik rumah besar itu.
"Sudah sampai disini tuan dan nyonya, Assalamu'alaikum" Ucap pamit Dokter Samsu melangkah dan masuk ke mobil.
"Wa'alaikumsalam" jawab Danar dan Melisa yang hampir bersamaan.
"Assalamu'alaikum" salam pamit dokter Adam Rendra sambil melangkah dan masuk ke mobil.
"Wa'alaikumsalam" balas Danar dan Melisa seraya melambaikan tangannya.
Tak berapa lama mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju ke jalan raya dan meninggalkan rumah besar milik Melisa itu.
"Dokter Adam Rendra, kenapa kamu diam saja? apa kamu masih terpesona dengan perempuan yang bernama Zulaikha itu?" kata Dokter Samsu yang mencoba menebak.
__ADS_1
"Itu salah satunya, ha..ha..!" jawab dokter Adam Rendra sembari tertawa karena dokter Samsu sepserti mengetahui apa yang ada dalam pikirannya.
"Eh, hati-hati! kamu bisa jadi pebinor kalau sampai bisa menggaet Zulaikha! He..he..!" goda Dokter Samsu yang tetap mengemudi.
"Astaghfirullah, tidak mungkin dokter! Saya akan mengalah kalau benar-benar sudah tahu siapa ayah kandung bayi dalam kandungan perempuan yang bernama Zulaikha itu." Jelas Dokter Adam Rendra.
"Saya tahu itu, terus apa yang ada dalam pikiran kamu saat ini dokter Adam Rendra?" tanya dokter Samsu yang penasaran.
"Kakakku ternyata sekarang lebih Cantik! he...he..!" canda Dokter Adam Rendra yang mengalihkan pembicaraannya.
"Oiya ya, nyonya Melisa sekarang ini lebih Cantik dan menawan. " ucap dokter Samsu yang mengiyakannya.
Dokter Samsu terus mengemudi sambil bercanda ringan dengan dokter Adam Rendra. Namun pembicaraan mereka jauh dari membicarakan keluarga Danar dan Melisa.
"Aku masih curiga dengan sikap Zulaikha dengan kakak iparku kak Danar! Mereka seperti bukan hubungan Majikan dan pembantu!" gumam dalam hati Dokter Adam Rendra yang terus berpikir.
"Dokter Samsu boleh aku tahu sesuatu?" tanya dokter Adam Rendra yang mengumpulankan keberaniannya untuk bertanya dengan dokter Samsu.
"Apa yan akan anda tanyakan dokter Adam Rendra?" tany Dokter Samsu dengan pandangan tetap ke jalan raya.
"Biasanya seseorang yang mencium punggung tangan itu, ada hubungan apa antara keduanya?" tanya Dokter Samsu yang menoleh ke arah dokter Adam Rendra.
"Budaya cium tangan atau dikenal dengan istilah salim merupakan salah satu budaya yang melekat di Indonesia, karena budaya tersebut sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia sejak dulu. Cium tangan diajarkan oleh para orang tua kepada anak muda sejak balita, karena cium tangan dianggap sebagai bentuk dari adab sopan santun dan penghormatan dalam hubungan antar manusia." jelas Dokter Samsu uang masih dengan menjalankan kendaraannya.
"Di Indonesia, budaya ini sangat penting dilakukan oleh orang yang lebih muda sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua serta untuk menunjukkan keselarasan dan tingkah laku sopan. Secara psikologis, cium tangan juga mengajarkan anak-anak agar kemudian tidak sombong kepada orang yang lebih tua" lanjut jelas Dokter Samsu dan Dokter Adam Rendra mencoba menerka apa yang dilakukan Zulaikha pada Kakak iparnya Danar.
"Apakah suami dari Zulaikha adalah Kakak ipar Zulaikha" Gumam dalam hati dokter Adam Rendra yang mulai curiga.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1