GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Insiden di Tangga


__ADS_3

"Ka...kalian berani ya masuk tanpa ijin!" seru Melisa yang sangat marah dengan kedatangan empat orang yang ada dihadapannya saat ini juga.


"Oh, begini ternyata kelakuan kakakku selama ini! tukang selingkuh, tapi kok selingkuh dengan sopir! apa turun selera kamu kak?" goda Dokter ada Rendra pada Melisa.


"Jaga mulut kamu! kau siapa panggil-panggil aku kakak? memangnya kamu itu adik aku?" tanya Melisa yang mulai bangkit dari posisi tidurnya menjadi posisi duduk dan demikian pula dengan Bower.


"Apa kamu lupa dengan anak laki-laki yang kamu telantarkan di luar negeri?" tanya Dokter Adam Rendra seraya menatap ke arah Melisa.


"A...apa kamu Adam Rendra?" tanya Melisa yang terkejut.


"Iya, akulah Adam Rendra!" jawab dokter Adam Rendra dengan mantap.


"Pergi kau!" seru Melisa seraya mendorong dokter Adam Rendra yang mengakibatkan berpengaruh pada Baim, Zahra dan Zulaikha yang ada di belakangnya yang sama-sama ambrug ke belakang akibat dorongan dari Melisa itu.


"Brugh..!"


Bower memanfaatkan hal itu dengan mengambil sebuah pisau buah yang terdapat di piring yang diatasnya terdapat buah apel dan juga peer.


"Pergi kalian!" ancam Bower dengan menggkunakjhulai ku membuat Zahra, Zulaikha, Baim dan juga Dokter Adam Rendra keluar dari kamar Melisa.


"Mundur, jangan sampai ada pertumpahan darah disini!" bisik Dokter Adam Rendra dan di setujui oleh semuanya.


"Adam Rendra! seharusnya kamu tidak usah kemari! kau hanya anak pungut!" seru Melisa dengan emosi.


"Apa? Anak pungut! tidak mungkin aku anak pungut, karena aku sudah melakukan tes DNA kalau aku ada kesamaan dengan papa. Tapi tidak dengan ibu! itu berarti aku anak kandung papa!" jelas dokter Adam Rendra.


"Aku tak perduli, semuanya harta mama dan papa adalah milikku! kamu tak berhak atas semuanya ini!" seru Melisa.


"Aku tak butuh seruanmu! aku hanya butuh keadilan saja!" seru Dokter Adam Rendra.


"Kalian didalam tadi ngapain? ha...ha...! Jadi mendingan Danar ya, yang renternir tukang lintah darat, jika mau berhubungan dengan wanita lain dia sempat menikahinya walaupun nikahnya nikah siri. Tapi kalian bisa dikatakan apa ya? kumpul kebo?" celetuk Baim yang memicu kemarahan Bower dan Melisa.


Bower menarik kerah baju Baim dan dia memukul pipi kanan dan kiri Baim walaupun Baim sudah melakukan perlawanan sebisa dia.


Namun karena kalah kekuatan dan juga tubuh, Baim terpelanting jatuh berguling-guling menuruni tangga.


"Baim.....!" seru Zahra, Zualikha, dan Dokter Adam Rendra yang bersamaan.

__ADS_1


"Kurang ajar kau!" umpat dokter Adam Rendra yang tersulit emosinya, dia menghajar Bower dengan satu hantaman pukulan di pipi kiri Bower.


"Dugh....!"


Darah segar keluar dari sudut bibir sopir nakal itu.


"Bower!" seru Melisa yang menghampiri Bower yang terhuyun-huyun dan ditangkap oleh Melisa.


"Kak Adam! tolong Baim!" seru Zulaikha dari lantai bawah yang berada di samping Baim yang tak sadarkan diri bersama Zahra yang terisak melihat kondisi Baim yang penuh luka lebam di wajah dan siku tangan kanan dan kiri adik tiri Zulaikha itu.


"Apa! Baim, aku harus bawa dia ke rumah sakit!" seru dalam hati Dokter Adam Rendra yang kemudian bergegas melangkahkan kaki menuruni tangga dan menghampiri Baim yang tak sadarkan diri dan yang lainnya juga.


"Kak, kita bawa ke rumah sakit ya!" seru Zulaikha dan Adam Rendra menganggukkan kepalanya dan segera mengangkat tubuh Baim dengan dibantu oleh Zulaikha.


"Ada apa dengan tuan Baim nyonya?" tanya mbok Tinah yang lari tergoh-gopoh menghampiri Zulaikha dan yang lainnya.


"Ceritanya panjang mbok Tinah, tolong sekarangh bukakan pintunya!''seru Dokter Adam Rendra.


"Zahra, tolong kamu yang mengemudi ya!" pinta Zulaikha yang mengetahui kalau sahabatnya itu bisa mengemudi.


"Baiklah!" sahut Zahra yang kemudian mengambil kunci dan juga tas dia dan tas Zulaikha.


Tanpa mereka sadari momen kebersamaan Zulaikha dan juga dokter Adam Rendra yang sempat melempar senyum dan bertatap muka itu diabadikan oleh Bower yang mengendap-endap di belakang Zahra.


Setelah terdengar deru mobil yang menjauh dari rumah besar itu, Bower kembali ke lantai atas menghampiri Melisa.


Sementara itu mbok Tinah menutup dan mengunci pintu utama rumah itu, dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke dapur karena jam dinding sudah menunjukkan pukul empat pagi.


Mbok Tinah memulai aktifitasnya memasak dan membersihkan seluruh rumah tersebut sendirian. Karena Zulaikha dan yang lainnya tidak ada di tempat, maka mau tak mau mbok Tinah mengerjakan semuanya sendirian.


Sedangkan Bower dan Melisa membuat rencana untuk menghancurkan Dokter Adam Rendra dan sekalian dengan Zulaikha.


"Sayang saya ada ide!" seru Bower yang menghampiri Melisa yang duduk di tepi tempat tidur.


"Apa ide kamu?" tanya Melisa yang penasaran, dan Bower membisikkan sesuatu pada majikan perempuannya yang sekarang menjadi pacar gelapnya.


Melisa tertawa pada saat mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh sopirnya itu.

__ADS_1


"Kalau begitu, kita mau mandi dulu dan habis itu kita berangkat melaksanakan rencana kita!" seru Melisa yang Bower menyetujuinya.


Bower menutup dan mengunci pintu kamar Melisa, dia takut kejadian tadi akan terulang gara-gara pintu yang tidak dikunci.


Kemudian Bower mengikuti Melisa yang melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


Keduanya terlibat permainan di dalam mandi hingga satu jam lamanya.


Setelah itu mereka keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaian mereka, kemudian mereka keluar dari kamar dan melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur.


Sesampai ya di dapur, keduanya sarapan bersama dam mbok Tinah tak berani menanyakan tentang keadaan saudara Zulaikha yang jatuh pada majikan perempuannya itu.


Setelah sarapan, Melisa dan juga Bower keluar rumah dan meninggalkan kediaman yang besar dan megah itu dengan menggunakan mobil yang biasa ditumpangi oleh Melisa.


Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya yang tidak begitu ramai, dengan kecepatan sedang.


Sementara itu mobil yang dikendarai Zahra, sudah tiba di tempat parkir rumah sakit dimana Dokter Adam Rendra bekerja dan begitu juga dokter Samsu.


Baim langsung di periksa di ruang instalasi gawat darurat, yang langsung mendapatkan pengobatan yang intensif.


Zahra dan Zulaikha saling berpelukan di rung tunggu depan ruang instalasi gawat uji rumah sakit. Zahra belum bisa menerima kenyataan jika Baim saat ini sedang dirawat di ruang gawat darurat rumah sakit.


Tak berapa lama, datang seorang dokter yang tak lain adalah dokter Samsu yang menghampiri mereka.


"Apa yang terjadi? kenapa bisa seperti ini?" tanya dokter Samsu yang penasaran dengan menatap satu persatu orang yang ada dihadapannya.


"Ceritanya panjang dokter, saya akan mencoba menceritakan apa yang terjadi. Tapi dokter harus janji bantu kami untuk saling menjaga dan melindungi satu sama yang lainnya!" ucap Dokter Adam Rendra yang tentu saja membuat Dokter Samsu semakin penasaran.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2